Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 194 Mengintip Amina

Share

Bab 194 Mengintip Amina

Author: Jackie Boyz
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-01 08:59:57

Setelah beberapa jam lamanya Rangga masih belum bersedia melepaskan Yuyun hari juga sudah gelap, Yuyun masih merintih di dalam lautan gairah yang diberikan Rangga. Berbagai posisi sudah dilakukan tapi sepertinya Rangga masih tetap tidak senang jika Yuyun tetap pulang ke rumah.

Rangga membuat Yuyun menungging menghadap ke arah sandaran sofa sementara dirinya mendorong kejantanannya dari belakang punggung Yuyun. Rangga tetap bersemangat untuk terus membuat Yuyun memekik dan mendesah keenaka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 195 Mendadak bergairah

    Begitu Sarinten pergi, Yuyun langsung mengintip ke dalam dan Yuyun melihat kedua kaki telanjang Amina menjuntai ke bawah meja, sementara Amina duduk di atas tepi meja kerja dengan tubuh telanjang bulat, Darto duduk berjongkok di depan Amina melahap selangkangan Amina dengan sangat buas, Yuyun melihat daging kacang kecil pada sisi intim Amina dilumat Darto lalu ditarik-tarik dengan bibir Darto hingga keluar dari bibir sisi intim Amina. Setiap kali Darto melakukan itu, Yuyun melihat cairan Amina ikut keluar dan membanjiri jemari Darto yang sedari tadi aktif mengocok dengan kocokan cepat.“Bapak, dia nafsu sekali, buah dada Mami sampai membulat dan kencang banget,” bisik Yuyun sambil menelan ludahnya sendiri. Yuyun bisa melihat puting Amina yang kini meruncing dan kencang ditambah bukit kenyal itu nampak membulat dan semakin besar dari ukuran normal.“Pak, oukhhhh, aku muncrat, oukhhhh, Pak enak sekali oukhhh, sshhhh, enghh, aahhhh,” desah Amina penuh kepuasan.Yuyun meliha

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 194 Mengintip Amina

    Setelah beberapa jam lamanya Rangga masih belum bersedia melepaskan Yuyun hari juga sudah gelap, Yuyun masih merintih di dalam lautan gairah yang diberikan Rangga. Berbagai posisi sudah dilakukan tapi sepertinya Rangga masih tetap tidak senang jika Yuyun tetap pulang ke rumah.Rangga membuat Yuyun menungging menghadap ke arah sandaran sofa sementara dirinya mendorong kejantanannya dari belakang punggung Yuyun. Rangga tetap bersemangat untuk terus membuat Yuyun memekik dan mendesah keenakan. Hari libur satu-satunya kesempatan Rangga untuk berbulan madu dengan Yuyun di rumah megah yang dia hadiahkan pada Yuyun.“Mas, oukh, oh, akh, sshhh, Mas, oukhh, Mas, nggak lelah? Oukhh, sudah berapa lama kita terus melakukannya, emh, akhh,” rengek Yuyun. Baju yang dikenakan Yuyun sudah sangat berantakan, padahal dia tadi sempat merapikannya tapi Rangga membuat kedua bukit kenyal pada dada Yuyun kembali keluar dan kini menjadi bahan remasan penuh gairah oleh Rangga. Setiap Rangga menusuk s

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 193 Tidak boleh pulang

    Sore itu setelah puas melakukan hubungan intim, Rangga hanya duduk-duduk di ruang tengah sambil memeluk bahu Yuyun. Keduanya tengah menonton tayangan televisi, di meja depan mereka berdua ada beberapa makanan cepat saji yang dibeli Rangga untuk makan siang mereka.Yuyun memegangi bungkus berisi camilan, sesekali dia menyuapi Rangga sambil terus menonton tv. Rangga terlihat sangat nyaman dengan kebersamaan mereka berdua dan sepertinya Rangga enggan kalau Yuyun meninggalkannya melihat dari cara Rangga memeluk bahu Yuyun saat ini.Yuyun tahu keengganan itu, jika dia langsung membahas pulang ke kediaman Devan, Rangga pasti akan menahannya untuk tetap tinggal di sana jadi Yuyun mencoba mencari alasan lain yang tidak membuat Rangga kesal padanya.“Mas,” ucap Yuyun sambil mengukir senyum termanis dari yang paling manis untuk ditunjukkan pada Rangga.“Kenapa? Kamu tidak melihat tayangan televisi sore ini begitu bagus? Aku suka alurnya, si bos menjadi pemilik wanita yang diin

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 192 Desahan di rumah mewah

    Di sisi lain Yuyun sudah tiba di kediaman yang dibelikan oleh Rangga, setelah masuk gerbang rumah dia memarkir motornya di garasi samping.“Mas Rangga belum tiba kayaknya,” gumam Yuyun seraya melepaskan helm dari kepalanya lalu berjalan menuju ke pintu ruangan utama. Yuyun merogoh kunci dari dalam tasnya, setelah menemukan kunci rumah dia segera membukanya dan masuk ke dalam.Rumah mewah tersebut baru jadi selama beberapa bulan lalu.Yuyun menatap ke sekitar, dia ingat Rangga membangun sebuah rumah megah tersebut untuk meyakinkan Yuyun bahwa Rangga sungguh-sungguh bersedia menikahinya dan karena Yuyun sudah melahirkan anak dari hasil hubungan intim antara mereka berdua.Yuyun tak henti mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Rangga baru tiba di rumah tersebut. Dia masuk ke dalam rumah dan langsung memeluk pinggang Yuyun dari belakang punggungnya.“Sudah lama nunggu aku?” Tanyanya seraya meraba-raba selangkangan Yuyun di balik rok ketatnya.“Nggak Mas, bar

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 191 Menikmati Mita

    Si pemilik mobil belum turun, Devan sudah tahu siapa yang datang menemuinya pagi ini."Mita? Minggu-minggu begini ngapain dia datang ke sini?" Keluh Devan seraya berkacak pinggang dengan wajah malas.Mita turun dari dalam mobilnya lalu berjalan masuk ke halaman depan kediaman Darto. Devan hanya menatap penampilan Mita dari ujung rambut hingga ujung kaki. Entah kenapa dia tidak tertarik untuk menyentuhnya pagi ini.Mita berjalan mendekat, sampai di depan Devan ia menghentikan langkahnya dan menatap wajah Devan."Mas Dev, kenapa nggak angkat telepon dariku? Aku telepon Mas Devan bolak-balik lho!" Protesnya seraya memasang bibir cemberut.Devan menggaruk keningnya dengan malas."Kalau mau ngomong, buruan ngomong, aku malas berlama-lama di depan rumah, aku mau masuk ke dalam," ujarnya pada Mita."Em, Mas Rangga bakalan menceraikan aku kalau aku gagal memajukan perusahaan dalam beberapa bulan ini, meski kami nggak cerai kami juga nggak pernah tidur bersama, Ma

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 190 Mencuri dengar

    Di ruang makan, Amina sudah selesai menikmati sarapannya. Darto juga bersiap pergi mandi."Pak aku berangkat ke toko dulu, sudah siang," pamit Amina sambil mencium pipi Darto, mengabaikan keberadaan Wati di ruang makan tersebut.Wati juga tidak peduli, Wati sedang memainkan ponselnya tanpa peduli dengan Amina dan Darto.Di ruang makan tersebut kini tinggal Wati seorang diri.Amina berjalan menuju ke depan rumah. Di beranda Anto sedang duduk bersama Devan.Amina mengukir senyum pada bibirnya."To, siapkan mobilnya," perintah Amina padanya."Iya, Bu," jawab Anto patuh lalu bergegas berdiri dari atas dipan.Devan mengabaikan keberadaan Amina yang kini berdiri tak jauh darinya, Devan sedang menyulut api pada rokoknya.Amina sengaja menghenyakkan tubuhnya tepat di sebelah Devan agar Devan menegur dirinya.Akan tetapi yang terjadi Devan malah beringsut menjauh darinya. Amina kembali beringsut mendekat dan Devan kembali menjauh tanpa bicara sepatah k

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status