Short
Dulu Kau Ingin Bercerai, Kini Kau Menangis

Dulu Kau Ingin Bercerai, Kini Kau Menangis

By:  SuyaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
13Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku dan Kemal Harlan sudah menjalani proses persidangan perceraian selama setengah tahun penuh. Dahulu, kami adalah pasangan suami istri muda yang membuat seluruh Kota Juna iri. Kini, kami justru menjadi pasangan suami istri yang dikenal luas karena saling membenci. Setengah jam sebelum sidang ketiga dimulai, Kemal mengajakku bertemu. Dia memijat pelipisnya, raut wajahnya tampak begitu lelah. “Sudah waktunya kita akhiri sandiwara ini. Larissa sudah nggak bisa menunggu lagi.” “Berapa pun uang yang kamu mau, akan kuberikan.” Aku bahkan belum sempat membuka mulut. Ponselnya sudah berdering nyaring tanpa henti. Kemal mengangkat telepon itu. Tanpa disadarinya, senyum lembut muncul di wajahnya. “Tenang saja, nggak merepotkan. Paling cuma kasih dia sedikit uang tambahan.” “Aku sebentar lagi selesai. Tunggu aku di rumah, ya.” Aku menatap wajah yang begitu kukenal sekaligus terasa asing itu. Saat itu, entah kenapa, seluruh tenagaku seolah terkuras. “Sudahlah.” “Kemal, kita nggak perlu melanjutkan persidangan ini. Aku setuju bercerai.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Persidangan perceraian yang telah berlarut-larut selama setengah tahun ini akhirnya berakhir setelah aku memilih untuk menyerah.

Untuk sesaat, semua orang sangat terkejut.

Bagaimanapun, aku dan Kemal telah menikah selama tujuh tahun. Persidangan perceraian kami saja sudah berlarut-larut selama setengah tahun. Siapa pun pasti mengira kami hanya dua orang yang masih belum bisa melepaskan satu sama lain dan sama-sama gengsi untuk mengakuinya.

Berita tentang perceraian kami beredar di mana-mana. Dalam tanggapan resminya, Kemal tetap bersikap sopan dan bijaksana.

[Mohon maaf telah menyita perhatian publik. Meskipun aku dan Audrey Nathalia telah resmi bercerai, kami tetap berteman. Aku juga mendoakan semoga dia kelak bertemu dengan pria yang baik.]

Aku menatap kata ‘teman’ itu cukup lama.

Aku tersenyum kecil.

Demi Larissa, Kemal dan aku sudah lebih dari sekali bertengkar sampai hubungan kami benar-benar retak.

Kami sudah lama tidak mungkin kembali berteman, bahkan tidak bisa lagi menyisakan sedikit pun harga diri untuk satu sama lain.

Hari ini adalah pertama kalinya dalam setengah tahun terakhir sikap Kemal begitu baik.

Setelah mendengar jawabanku, dia duduk cukup lama di sofa, lalu menyimpan dokumen-dokumen yang sudah disiapkannya untuk bernegosiasi denganku.

“Kalau begitu, aku akan segera kirim perjanjian perceraian kepadamu.”

“Untuk perusahaan, aku akan berikan kamu dua puluh persen saham sebagai kompensasi.”

“Aku juga akan berikan kamu satu properti di pusat kota.”

Setelah selesai mengatakannya, dia berpikir sejenak, memastikan tidak ada yang terlewat.

Kemudian, dia berdiri.

Mungkin dia sendiri juga merasa negosiasi kali ini berlangsung terlalu cepat.

Saat sampai di pintu, dia menoleh.

“Ingat, mulai sekarang, jaga dirimu baik-baik.”

Aku memejamkan mata tanpa menjawab.

Pengacaraku mengirimkan perjanjian perceraian beserta dokumen-dokumen terkait.

Setelah mengirimkan dokumen-dokumen tersebut, dia menambahkan,

[Alasan perceraian yang diberikan pihak lawan adalah hubungan kedua belah pihak telah retak dan perceraian dilakukan secara damai. Oleh karena itu, sesuai dengan hukum yang berlaku, selain harta yang dia berikan kepadamu secara sukarela, seluruh harta lainnya akan dibagi rata.]

Hubungan yang telah retak.

Begitu indahnya dia menyamarkan dua kata ‘berselingkuh’.

Ternyata aku masih meremehkan betapa pandainya Kemal membuat perselingkuhannya terdengar begitu masuk akal dan terhormat.

Ponselku bergetar. Kemal mengirimkan sebuah foto dan pesan suara.

Dalam foto itu, meja kerjaku tampak berantakan. Semua barang di atasnya sudah disapu hingga jatuh berserakan di lantai.

Sementara itu, terdengar suara seorang wanita dari pesan suara tersebut.

“Kak, kudengar kamu sebentar lagi mau mengundurkan diri. Biar aku bantu bereskan sampah-sampahmu.”

Larissa, rupanya.

Suaranya lembut, dengan intonasi manja di akhir kalimat.

Tidak heran kalau orang-orang menyukainya.

Aku menekan tombol rekam dan menjawab dengan tenang.

“Aku memang mau mengundurkan diri, tapi aku masih pemegang saham terbesar di perusahaan ini.”

“Kalau aku mau, aku bisa mengemasmu bersama sampah-sampah ini dan buang semuanya keluar.”

Tidak ada balasan untuk waktu yang cukup lama.

Pesan berikutnya yang masuk sudah berisi suara Kemal, samar-samar diselingi isak tangis Larissa.

“Audrey, Larissa nggak bermaksud jahat. Jangan begini.”

Aku tidak menghiraukannya lagi. Setelah merapikan dokumen-dokumenku, aku bangkit dan meninggalkan pengadilan.

Saat aku masuk ke mobil, Kemal kembali mengirimkan dua pesan.

Dia mengembalikan sebuah bingkai foto ke atas meja.

[Yang lainnya biarkan saja dibuang. Toh, sudah lama dan sudah usang. Yang ini simpan saja.]

Bingkai itu berisi sebuah foto pemandangan dari kawasan kutub.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
13 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status