LOGINSetelah pemulihan 3 hari di rumah sakit, Aiko akhirnya diperbolehkan pulang. Dengan catatan tidak boleh melakukan pekerjaan rumah tangga, istirahat bercinta selama 2 pekan, tidak boleh stress berlebih. Ivander yang mendengar peringatan dari Cass, memilih untuk mengurungkan niatnya memberitahu Aiko mengenai proses pencarian keluarganya saat ini. Hal ini pasti pernah menjadi mimpi Aiko, walaupun Aiko tidak menyatakannya secara terang terangan. Namun, karena sebelumnya Ivander memberinya harapan akan mencari keberadaan ayahnya, sehingga Aiko berharap suatu hari nanti akan ada kabar mengenai siapa ayah kandungnya sebenarnya. Ivander dan Aiko tidak kembali ke rumahnya, melainkan ke rumah orang tuanya. Karena entah mengapa, untuk saat ini Ivander ingin Aiko lebih dekat dengan pemantauan Cass. Berhubung saat ini Cass tinggal di rumah orang tua Ivander, sehingga lebih mudah baginya jika ada hal yang ingin ditanyakan. Aiko kembali ke rumah disambut raut bahagia Hannah. Rasanya sangat senan
Aiko sudah berada di ruang rawat inap, kondisinya sudah membaik, namun belum sadarkan diri. Ivander sudah meminta Rita untuk menyiapkan beberapa pakaian untuk dirinya dan Aiko. Ivander masih menunggu Cass dan memberikan penjelasan mengenai kondisi Aiko saat ini. Sedangkan Jade, sudah kembali ke rumah karena harus ke kantor untuk melakukan beberapa pertemuan. Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Ivander, lalu berdiri dan menghampiri Cass yang datang dengan kotak obat di tangannya. “Cass, bagaimana kondisi Aiko saat ini?” Cass mendekati kasur Aiko, menyuntikkan obat penguat kandungan. “Kak, kau hampir saja membahayakan istri dan calon anakmu.” Ivander terduduk lesu, menatap sang istri. “Kelelahan, luka akibat gesekan dan perdarahan walaupun tidak parah. Lebih seringnya peningkatan libido pada Ibu hamil dimulai pada trimester kedua, tapi kakak sebagai suami harus bisa mengontrol dan mengingatkan, bukan justru menyerang istrimu dengan nafsu yang tidak terkontrol. Aku tidak me
Ivander menepati janjinya dengan membantu Aiko mandi, membantu Aiko mengeringkan rambutnya dan membantunya menutupi kiss mark di leher belakangnya dengan memberikannya foundation. Setelah itu mereka bersama menuju ke ruang makan, berbagai jenis makanan yang kemungkinan akan disukai oleh Aiko tersedia di sana, dan sebuah catatan. Terlihat sebuah tulisan tangan yang indah di sana, dari sang Ibu mertua, Hannah. "Ai, Ibu tidak tahu makanan apa yang sedang ingin kau makan. Tapi ini adalah beberapa makanan yang bisa Ibu buatkan untukmu, semoga menantu dan cucu kesayanganku menyukainya. Ibu mencintaimu dan terima kasih telah hadir dalam kehidupan Nico." Aiko membaca catatan tersebut dengan hati yang dipenuhi dengan kehangatan dan bahagia. Ivander yang berada di sampingnya, mencium kening Aiko dan mempersilahkannya duduk. Aiko takjub dengan beberapa makanan berat yang tersedia, diantaranya ada meatball cheese, chicken mushroom, dan pasta. Semuanya hampir menggugah selera Aiko, namun p
Ivander benar benar tidak membiarkan Aiko pergi begitu saja setelah percintaan yang panas pagi itu. Ivander memeluk Aiko dari belakang, merasakan panas tubuh masing masing, tanpa sekat, tanpa perantara. Aiko menyukai bagaimana Ivander sangat mendambakan dirinya, tahu kapan harus bergerak dengan tegas dan kapan harus bergerak dengan lembut. Selama kehamilan ini, Aiko merasa lebih mudah terangsang, terasa lebih mudah mengimbangi permainan Ivander. Hangat nafas Ivander yang menyentuh punggung belakang Aiko memberinya desiran halus, sesuatu dari dirinya menginginkan lebih. Dan Aiko menyukai jika Ivander mencium punggungnya, menyukai bagaimana sentuhan lembut dan panas Ivander menyatu jadi satu. Aiko masih berusaha menahan desahannya agar tidak keluar, menahannya agar perasaan itu hanya sampai pada dirinya. Aiko malu jika suara desahannya terdengar, Aiko merasa terlalu nakal, dan Aiko merasa itu bukan seperti dirinya. Ivander justru tahu apa yang diinginkan oleh sang istri. Aiko mengge
Ivander memarkirkan mobilnya di depan pintu utama rumah kedua orang tuanya, Aiko yang terlelap di sampingnya dengan mata sembab membuat Ivander tidak tega membangunkannya. Ivander lalu turun dari mobil, dan beralih ke tempat Aiko, menggendongnya keluar dari mobil. Pelayan yang melihat Ivander segera membantu membawakan barang bawaan dan mengarahkan Ivander untuk menuju kamar tamu yang berada di lantai bawah. Ivander membaringkan Aiko di kasur, melepaskan sepatu dan menyelimutinya. Ivander menatap dalam sang istri, hatinya sedih mengetahui Aiko menyimpan harapan akan bertemu dengan keluarga kandungnya. Apa jalan yang diambilnya dalam pencarian keluarga Aiko salah? Apakah dirinya harus jujur dan menjelaskan semuanya pada Aiko? Ivander akan meminta bantuan Cass dan kedua orang tuanya, memendamnya sendiri membuatnya bingung. Ivander mencium pelan puncak kepala Aiko sebelum akhirnya mematikan lampu utama dan keluar dari kamar. Di ruang tamu sudah ada Hannah dan Braxton yang menikm
Ivander turun dari mobil dan berjalan menuju ke kamarnya, cukup terpukau dengan penampilan istrinya sore ini. Memangnya kapan Ivander tidak terpukau dengan penampilan istrinya? Aiko yang menyadari kehadiran sang suami, segera berjalan menghampirinya, memberikan kecupan singkat dan manis di pipinya. "Apa kau mau mandi dulu? Aku bisa menunggu." Aiko mengamati Ivander yang terlihat cukup berantakan sore ini. Apakah pekerjaannya terlalu banyak? Atau ada hal yang membuatnya kepikiran? "Terima kasih sayang, aku tidak akan membuatmu menunggu lama." Ivander meninggalkan Aiko menuju kamar mandi, sedangkan Aiko menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Ivander nanti. Tak berapa lama kemudian Ivander keluar dari kamar mandi dengan handuk hitam melingkari perutnya hingga betis. Terlihat menggiurkan dengan sisa sisa air yang menetes dari rambutnya. Aroma cologne dan shampoo menguar disekitar tempatnya berdiri. Aiko hampir tidak fokus saat Ivander berjalan di belakangnya dan mencium sekilas
Ivander membaringkan Aiko di kasur lalu menyelimutinya. Setelah itu Ivander kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Aiko merasakan kenyamanan saat meringkuk di dalam selimut dengan aroma Ivander di sekelilingnya. Aiko akan menunggu Ivander selesai mandi dan meminta maaf dengan benar.
Sepanjang perjalanan kembali ke rumah, terlihat raut wajah bahagia dari Aiko dan Ivander. Ternyata di balik begitu banyak kejadian yang tidak mengenakkan, ada hadiah besar yang Tuhan siapkan untuk mereka. Aiko kembali melihat foto hasil USG yang diberikan oleh Cass padanya, lalu menyentuh perutnya
Aiko teringat dengan kata kata Cass tadi. "Jika benar kau hamil, hindari gaya bercinta yang ekstrem. Dan pada awal kehamilan, kurangi intensitas bercinta karena bisa berbahaya bagi ibu dan calon janin kalian. Informasikan hasil tesmu nanti padaku, jangan sungkan menghubungiku kapan saja. Kau menge
Setelah acara resepsi sepekan yang lalu, ini adalah makan malam pertama yang dihadiri oleh Aiko dan Ivander. Hannah dan Braxton sengaja membuat acara makan malam dengan jarak sepekan untuk membiarkan Aiko beristirahat setelah rangkaian peristiwa yang terjadi padanya. Hannah dan Braxton sangat ant







