Share

bab 5

Penulis: Uun aya
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 18:08:28

Setelah berada di butik yang di kelola langsung oleh Arum, mereka pun langsung melakukan fitting baju. Hanya ada beberapa revisi di setelan jas yang akan di gunakan Alfan nantinya.

Setelah semuanya selesai, Arum dan Alfan memutuskan untuk makan siang.

"Kenapa makan disini?" Tanya Alfan saat mobil yang dikendarainya berhenti didepan sebuah rumah makan yang sederhana dan tidak terlihat mewah

"Sudah.. ikut saja. Makanan disini, enak-enak." Ujar Arum yang segera menarik kasar lengan jaket Alfa

Setelah masuk dan memilih untuk duduk di sebuah gazebo yang dibawahnya ada kolam ikan, mereka pun memesan beberapa menu makanan best seller yang ada di rumah makan itu.

"Panas sekali " Alfan membuka jaket yang dia pakai

"Kenapa mengajak ku makan disini? Seperti tidak ada restoran mewah lainnya saja." Ucap Alfan

"Bukan tidak enakkan berarti enak kan, jika bukan makan di restoran mewah. Lagi pula tempat ini sangat bagus dan nyaman. Sudahlah.. aku ingin makan. Jika kamu tidak suka.. kamu bisa pergi, aku bisa pulang sendiri." Jelas Arum

"Ck," Alfan hanya berdecak kesal saat mendengarkan perkataan calon istrinya itu.

Beberapa saat kemudian, makanan-makanan itu pun satu persatu datang dan memenuhi meja bulat yang ada di hadapan mereka.

"Kenapa bisa sebanyak ini?" Alfan tidak menyangka jika Arum memesan makanan yang cukup banyak.

"Sudah makan saja.. aku lagi ingin makan banyak." Ucap Arum yang segera menikmati makanan itu.

Alfan memperhatikan Arum yang terlihat sangat lahap memakan makanan yang dia pesan.

"Kamu seperti tidak pernah makan saja.." celetuk Alfan.

"Selama sebulan lebih aku selalu menjaga makan ku agar aku terlihat langsing saat pernikahan yang aku impikan.. tapi sekarang aku tidak perlu melakukannya lagi." Jelas Arum yang berkata dengan mulut penuh dengan makanan.

"Aku heran dengan kalian para wanita.. sudah kurus tapi kenapa saja masih memaksakan untuk diet. Kalian tidak bersyukur dengan tubuh yang kalian punya saat ini?"

Arum mengentikan aktivitas makannya saat mendengar celotehan Alfan. "Bukankah ini semua karena pria? Pria yang menginginkan jika wanitanya selalu bertubuh seksi dan tidak gendut." Ucap Arum yang melihat Alfan yang sedang menikmati makanannya

"Tidak semua.."

"Tidak semua.. ck, itu tidak mungkin."

"Buktinya aku... Aku tidak mementingkan bentuk tubuh istriku nantinya yang terpenting dia bisa melayani aku di atas ranjang dan di keadaan apapun. Lebih tepatnya.. dia harus pandai memuaskan ku.." ujar Alfan sembari memberikan senyuman seringainya

"Ck, dasar pria mesum!" Celetuk Arum

"Biar saja.. bukankah itu hal yang wajar."

"Ck,." Arum berdecak kesal lalu dia mengalihkan tatapannya dari Alfan dan kembali fokus dengan makanannya.

Beberapa saat kemudian

"Aaakkh, aku Kenyang sekali" gumam Arum sambil mengelus perutnya yang rata.

"Ya sudah ayo kita pulang." Alfan berdiri dari duduknya.

"Pulang?" Arum menatap bingung Alfan

"Iya.. memangnya kita mau kemana lagi? Me hotel?"

"Ais, dasar pria mesum!" Celetuk Arum

"Semua pria seperti itu jadi jangan mendumel. Lagi pula sebentar lagi aku akan menjadi suamimu."

"Benar juga yang dikatakan olehnya tapi bagaimana aku bisa mau menikah dengannya. Aku benar-benar gila. Karena patah hati aku sampai mengorbankan diriku untuk menikah dengannya." Batin Arum 

"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu tidak mencoba untuk membatalkan pernikahan ini kan?" Tanya Alfan saat melihat Arum hanya terdiam.

"Sepertinya." Gumam pelan Arum namun masih bisa didengar oleh Alfan.

"Yak! Jangan berani-beraninya kau membatalkan pernikahan ini."

"Itu tidak akan terjadi.. itu sama saja membuat keluargaku malu. Ya sudah ayo kita pergi dari sini"

Arum pun berjalan mendahului Alfan. Di dalam perjalanan Arum dan Alfan hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing karena beberapa hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.

**

Malam harinya kediaman Arum

Cekleek

Arum mengalihkan atensinya ke arah pintu kamarnya yang terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu.

" Kenapa kau masuk begitu saja tanpa mengetuk lebih dulu. "Ujar Arum kepada Desi yang masuk begitu saja

"Sejak kapan kamu marah aku masuk ke kamarmu."

"Saja aku tahu keburukan yang selama ini kamu tutupi. "

"Kamu masih marah denganku?"

"Menurutmu?"

"Aku pertegas di sini ya.. aku saja yang salah tapi kamu juga."

Arum meletakkan ponsel yang sejak tadi dia pegang dan menatap Desi dengan tatapan tajam.

"Kalian yang berbuat kenapa aku yang disalahkan? Aku di sini korban bukan kamu ataupun Aris."

"Aku juga korban Arum. Aku korban karena mas Aris tidak mau tanggung jawab."

"Tanggung jawab? Maksudnya?"

"Aku hamil.." Desi melempar sebuah tespek ke atas ranjang Arum dan Arum segera mengambil tespek itu.

"Astaga... Dia hamil. Ya Tuhan kenapa sesakit ini rasanya..." Batin Arum 

"Lalu?" Arum berusaha bersikap biasa saja agar menutupi rasa sedihnya. Bohong jika dia tidak bersedih dengan berita kehamilan Desi namun Arum berusaha Manahan rasa itu.

"Alfan tidak ingin bertanggung jawab dan ini karena kamu "

"Ck, lagi-lagi kau menyalahkan ku.. kalian yang berbuat kenapa aku yang salah. Jika Aris tidak ingin tanggung jawab, Uber dia bukan menguber ku "

"Tapi ini semua karena kamu, Arum. Dia tidak akan bertanggung jawab dengan kehamilan ku karena kau masih menggodanya."

Plak!

Arum menampar Desi karena perkataan Desi yang tidak masuk akal baginya

"Kenapa kau menampar ku, hah?" Teriak Desi sambil memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan keras dari Arum

"Perkataan mu sungguh membuat ku muak Desi. Kau bilang aku menggodanya? Apakah itu tidak terbalik? Justru kau yang menggodanya dengan tubuhmu.. kau tidak tau malu Desi! Kau murahan!"

"Yak! Bagaimana bisa kau bilang aku murahan hah? Aku melakukan ini karena aku dan mas Aris saling mencintai."

"Ck, aku tidak yakin. Dia hanya membutuhkan tubuh mu sebagai pelampiasan karena aku tidak bisa memberikan tubuhmu yang mahal ini kepada pria yang belum menjadi suamiku.. tapi kau memberinya. Aku tidak tau apa yang kau pikirkan Desi dan sejak kapan kau sudah mengincar Aris! Kalian berdua memang sama-sama murahan jadi kalian sangat cocok."

"Cukup! Jangan menghina ku!" Teriak Desi

"Ada apa ini?"

Pak Salim dan Bu Anita masuk ke kamar Arum karena mendengar keributan.

"Mama.. hiks.. hiks.. hiks..." Desi memeluk Bu Anita dan menangis didalam pelukan Bu Anita.

"Desi, kenapa kamu menangis hm? Apa yang terjadi?" Tanya Bu Anita kepada putri kesayangannya itu.

"Aku di tampar oleh Arum." Jawab Desi sambil terisak.

"Apa? Kamu di tampar?" Bu Anita sungguh tidak terima saat putri kesayangannya itu di hina oleh Arum.

Bu Anita melepaskan pelukannya dan berjalan menghampiri Arum.

"Arum, benar kamu menampar Desi?" Tanya Bu Anita

"Benar tapi aku melakukan itu karena...."

Plak!

Ucapan Arum terhenti saat Bu Anita menampar keras pipinya hingga memerah. Desi tersenyum puas saat mamanya menampar Arum.

"Mama.. apa yang Mama lakukan?" Tanya pak salim yang terkejut saat istrinya menampar Arum.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 23

    "ya, siapa ini?"Alfan menjawab telepon itu dengan nada dingin karena dia sangat kesal saat momen seperti itu, harus ada orang yang menggangu."Hai mas.. ini aku, kamu sudah tidak mengenal suara ku lagi?"Dahi Alfan seketika mengerutkan mendengar ucapan seorang wanita dari sebrang sana."Aku sibuk! Dan tidak ada waktu untuk melayani orang seperti mu!"Tekan Alfan disetiap perkataannya, dan dia ingin menyudahi pembicaraan itu "Mas.. ini aku, luna!"Alfan terdiam dan menatap Arum yang sedang memperhatikannya."Maaf, salah sambung!"Alfan kemudian mematikan sambungan teleponnya dan dengan sengaja mematikan telponnya."Siapa mas!" Tanya Arum yang melihat perubahan raut wajah Alfan."Salah sambung.""Hah? Salah sambung?""Sudahlah, jangan di pikirankan.. lebih baik kita nikmati saja makan malamnya.""Hmm." Arum tersenyum lalu melanjutkan memakan makanan yang sudah tersaji di meja mereka."Luna? Apakah itu dia? Kenapa.. kenapa dia menghubungiku setelah 3 tahun menghilang..." Batin Alfan ya

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 22

    Dua Minggu kemudian Setelah dua Minggu kejadian itu, Aris tidak lagi kelihatan karena sudah di beri pelajaran oleh pengawal Alfan namun Alfan tidak bisa lengah seperti itu karena di balik itu semua Alfa memiliki firasat jika Aris pasti menyusun rencana untuk balas dendam.Selama 2 Minggu ini juga, Alfan tidak keluar dari Mansion, dia tidak ke perusahaan ataupun mengurus pekerjaan lain yang biasanya dia selalu sibuk namun kali ini dia memilih untuk bekerja dari mansion dan menyerahkan pekerjaannya kepada orang-orang kepercayaannya. Semua itu dia lakukan untuk menjaga Arum karena kondisi mental Arum sedang tidak baik-baik saja setelah kejadian malam itu. Cekleek Suara pintu kamar yang terbuka membuat wanita itu segera menoleh. Dia tersenyum ketika melihat Alfan yang masuk ke kamarnya. "Kamu sudah siap?" Tanya Alfan ya sudah sangat rapi dan sangat harum.Arum menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. "Aku sudah siap.. tapi sebenarnya kita mau ke mana? Kenapa Mas tidak bilang ju

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 21

    "Sekarang.. aku sudah disini dan aku mau, kau harus bertanggung jawab atas kehamilannya Desi." Jelas Arum yang menatap Aris yang sedang tersenyum aneh kepadanya."Aku akan bertanggung jawab tapi..." Aris tidak meneruskan perkataannya karena dia melihat Arum yang sudah mulai tidak konsentrasi mendengar perkataannya. "Tapi apa?" Tanya Arum dengan pandangannya semakin memudar. "Ada apa dengan aku kenapa tiba-tiba aku sangat pusing sekali dan kenapa tiba-tiba di sini panas sekali.. ini pernah aku rasakan saat aku di beri minuman oleh pria yang di bar itu.. tidak, jangan-jangan... Pria ini mencampurkan sesuatu ke minumanku." Batin Arum yang merasa aneh dengan tubuhnya dan dia pernah merasakan kondisi yang sama ketika dia dipaksa minum di bar. Arum segera berdiri dari duduknya. "Apa yang kau campurkan di minumanku?" Tanya Arum "Maksud kamu apa?""Katakan padaku.. apa yang kamu campurkan dalam minumanku?" Tanya Arum lagi yang mencoba menyeimbangkan tubuhnya. "Ck, ternyata kau sudah sada

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 20

    "halo Paman. ""Halo rum, Kamu apa kabar?" Tanya pak Salim dari seberang sana yang terdengar canggung."Baik paman. Hmm, kabar Paman bagaimana?""Hahhhh." Pak Salim menghembuskan nafas kasarnya. "Terjadi sesuatu paman?" Tanya Arum."Tadi malam, Desi mencoba bunuh diri.""Apa? Bunuh diri? Bagaimana bisa?""Paman juga tidak tahu.. sepertinya Desi benar-benar sangat frustasi dan putus asa karena Aris tidak ingin bertanggung jawab.""Apa? Bagaimana bisa dia tidak mau bertanggung jawab? Apakah Paman sudah berbicara dengannya?""Sudah.. Paman sudah berbicara dengannya tapi dia ingin bertanggung jawab dengan satu syarat.""Syarat?""Uhm.. dia ingin bertemu dengan kamu.""Apa? Syarat macam Apa itu Paman.""Paman juga tidak tahu kenapa dia ingin bertemu tapi dia bilang, dia ingin meminta maaf dan setelah itu, dia ingin bertanggung jawab atas kehamilan Desi. Oleh karena itu, Paman mohon sekali Arum.. temui Aris untuk terakhir kalinya. Pasti jika kamu yang berbicara dengan, dia akan menuruti pe

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 19

    Sementara itu di kamar hotel, terlihat Arum yang perlahan terbangun dari tidurnya yang cukup nyenyak setelah permainan panasnya degan Alfan. Dia mengerjap kedua matanya dan melihat kamar yang asing baginya. Dia pun mendudukan tubuhnya dan melihat kamar itu yang sangat berantakan dan dia juga melihat dresnya yang tergeletak di lantai. Matanya langsung menuju tubuhnya yang hanya terbungkus selimut putih.Dia seperti orang linglung karena belum menyadari apa yang terjadi. Dia menoleh ke kiri dan kanan, namun dia tidak melihat siapapun. Dia pun akhirnya melihat pintu kamar mandi yang tertutup dengan rapat dan terdengar samar suara shower.Glek!Dia menelan kasar air liurnya dan kembali mengingat samar-samar kejadian tadi malam."Tidak.." lirihnya yang mengingat kejadian di bar, ketikan dirinya hampir di lecehkan oleh pria lain.Cekleek Mata Arum membulat dengan sempurna saat melihat suaminya yang keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Otot-otot

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 18

    Setelah masuk ke dalam kamar hotel dan Alfan baru saja mengunci pintu kamar itu tiba-tiba saja Arum menarik tubuhnya hingga Alfan terbaring di atas ranjang. Wanita itu yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, segera menindih Alfan dan memberikan ciuman-ciuman yang sangat agresif. Alfan juga mengimbangi permainan Arum dengan sangat baik. Dia tidak menyangka jika Arum bisa seliar itu. Entah apa yang di pikirkan Alfan saat ini karena dia sangat menyukai keagresifan Arum. Saat ini keduanya sudah tidak memakain sehelai benangpun dan dia segera membalikkan posisi mereka. "Biar aku yang melakukan dan kamu harus menikmatinya." Ucap Alfan yang begitu sensual lalu dia membuka lebar-lebar paha Arum dan memainkan lidahnya disana. Erangan-erangan indah yang keluar begitu saja menjadi alunan musik tersendiri yang membuat keduanya semakin menikmati permainan itu. Arum mencengkram kuat lungguh Alfan. "Aaakkhhh a-aku sudah tidak kuat.. cepat lakukan." Lirih Arum yang menatap sendu Alfan yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status