Share

bab 4

Author: Uun aya
last update publish date: 2026-03-12 21:45:15

"haha haha haha."

Alfan tiba-tiba saja tertawa yang membuat pak Heru mengerutkan dahinya.

"Papa papa... Anak papa itu bukan Aris saja.. tapi aku juga. Tapi papa kenapa selalu tidak pernah mendengarkan perkataan ku dulu.. apakah aku terlalu jahat di mata papa?" Tanya Alfan

"Al, papa tidak sedang bercanda. Papa hanya ingin tau kenapa kamu merebut Arum. Mereka akan menikah seminggu lagi.. tapi kenapa kamu merebutnya?"

"Itu karena anak anda yang brengsek!"

Ucapan seseorang membuat mereka bertiga mengalihkan atensinya kesumber suara.

"A-arum..." Lirih Aris

Arum melangkah tanpa ragu dan saat ini dia berdiri disebelah Alfan.

"Arum.. tarik kata-kata mu. Kenapa kau mencela calon suami mu sendiri?" Tuan Heru tentu saja tidak menyukai hinaan dari Arum.

"Om.. aku tidak akan menarik kata-kata ku karena anak anda yang bernama Aris ini lebih dari kata brengsek."

"Arum! Berani sekali kamu" Teriak tuan Heru

"Aku berkata seperti ini bukan hanya sebuah kata-kata Om melainkan sebuah bukti. Bukankah Om bilang kenapa Alfan merebut aku dari Aris, itu karena Aris yang telah menghianatiku sehingga aku memutuskan untuk menikah dengan Alfan minggu ini."

"Menghianati? Maksud kamu?"

"Jadi Aris tidak mengatakan apapun? Atau dia menuduh Alfan merebut aku darinya?" Arum melihat ke arah Aris yang hanya diam

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Putra kesayangan Anda ini, dia.. dia telah bermain curang di belakang. Dia telah menghianatiku, menghianati semua orang yang percaya dengannya. Jadi aku membatalkan pernikahan aku dengannya karena aku tidak ingin memiliki suami seperti dia."

"Atas dasar apa kamu menuduh putraku seperti itu."

"Tidak ada dasar apapun Om tapi aku melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri jika dia... Sedang berbagi keringat dengan saudariku sendiri."

"Apa?" Tuan Heru menatap ke arah Aris.

"Kau sedang bercanda?" Sambung pak Heru lagi.

"Apakah wajahku kurang serius menjelaskan semuanya? Jadi seperti yang sudah anda ketahui sebelumnya jika aku tidak akan menikah dengan Aris melainkan menikah dengan Alfan. Aku tetap menikah minggu ini tapi tidak dengan pria itu..." Jelas Arum

"Tapi bagaimana bisa kamu membatalkannya secara sepihak Arum. Kita sudah merencanakan semuanya.. kita sudah menyewa gedung dan lainnya. Apakah kamu akan membatalkannya begitu saja.. lagi bulat tidak bisakah kamu memaafkan Aris."

"Apa? Aku tidak salah dengar? Meminta aku memaafkan Aris? Om pikir hatiku terbuat dari baja yang tidak memiliki rasa sakit? Aku manusia om.. Aku seorang wanita. Bagaimana bisa aku tetap menikah dengan pria yang jelas-jelas sudah bermain api di depanku sendiri. Masalah gedung dan lainnya, tidak akan batal Karena aku akan tetap menikah dengan putra yang bernama Alfan." Jelas Arum dengan suara yang bergetar.

"Kau benar-benar sombong arum.. kau pikir kau siapa berani menolak putraku seperti ini."

Arum mengerutkan dahinya, dia tidak percaya bagaimana bisa seorang papa membela anaknya yang jelas-jelas bersalah. "Aku? Sombong? Aku hanya mempertahankan hatiku dan kehidupanku nantinya.. jika Om tidak terima. Aku tidak masalah karena aku tidak akan mendengar pendapat Om." Arum yang begitu berani membuat Alfan begitu menyukai sikap berani arum.

"Aris.. seperti ini wanita yang selalu kamu sanjuk-sanjung selama ini? Keras kepala bahkan egonya sangat tinggi sama seperti Alfan.. lebih baik urungkan niat kamu untuk mengemis kepadanya untuk mempertahankan pernikahan kalian. Papa juga tidak setuju kamu memiliki istri seperti dia." Ungkap Tuan Heru yang membuat Aris angkat bicara.

"Tidak papa.. arum seperti ini karena marah dengan aku. Dia kecewa pa, aku akan tetap memperjuangkan pernikahan ini. Aku tidak ingin menikah dengan Desi, Aku ingin menikah dengan Arum.. Aku mencintainya."

"Aris! Kubur semua perasaanmu.. isi lebih baik daripada Arum. Isi lebih lembut dan sopan santun daripada wanita ini yang sangat arogan dan kasar. Lebih baik kita pergi dari sini..."

"Tapi papa.."

"Pergi..."

Saat Tuan Heru ingin melangkah pergi panggilan Alfan menghentikan langkahnya. "Jadi papa tidak akan datang ke pernikahanku nantinya?" Tanya Alfan

"Tidak.." jawab Tuan Heru yang kemudian menyeret Aris keluar dari mansion.

"Hahhh..." Alfan menghela nafas panjangnya setelah kepergian mereka lalu dia menatap ke arah Arum.

"Kenapa kamu datang ke sini?" Tanyanya kemudian

"Pernikahan aku dan Aris bata tapi tidak dengan pernikahan kita.. jadi aku ingin mengajak kamu untuk fitting baju karena pernikahan kita akan seminggu lagi. Ukuran baju Aris dan kamu pasti berbeda oleh karena itu untuk menjaga jaga lebih baik kita pergi ke butik." Jelas Arum

"Sebenarnya aku tidak suka dengan kegiatan ini... Tapi demi calon istriku, aku akan melakukannya." Alfan menatap Arum dengan tatapan yang sangat sulit diartikan

"Jangan menatapku seperti itu.. Aku tidak suka." Ujar Arum yang membuat Alfan hanya mengulum tawanya.

"Cepatlah bersiap-siap. Aku tidak ingin kita terlambat.." kata Arum lagi karena alfan masih berdiam diri.

"Begitu Ayo ikut aku." Alfan memegang pergelangan tangan Arum

"Mau apa?"

"Pilihkan aku baju."

Alfan menarik tangan Arum untuk mengikutinya.

"Hei.. bukankah kau memiliki banyak pelayan di sini. Pinta saja sama pelayanmu untuk memilihkanmu baju." Ucap Arum yang terpaksa mengikuti langkah Alfan karena tangannya masih ditarik oleh Alfan

"Tapi kau adalah calon istriku.. jadi aku ingin kau yang melayaniku." Ujarnya yang membuat arum menghembuskan nafas kasarnya.

Sesampainya di ruang ganti, rumahnya terdiam sambil melihat Alfan yang sedang menunggunya untuk mencarikan baju untuknya. Wanita itu memutar malas bola matanya lalu membuka lemari itu.

"Astaga.. kenapa hitam semua?" Gumam arumiyah melihat outfit yang ada di lemari itu berwarna hitam.

"Itu warna favoritku.."

"Seperti dirimu.. menyeramkan."

"Apa kamu bilang?"

"Aahh..."

Tiba-tiba saja Alfan membalikkan tubuh harum dan menyediakannya ke dinding. Kini tubuh mereka sangat dekat dan hembusan nafas Alfan sangat terasa di wajah Arum. Alfan menatap arum dengan tatapan yang sangat membuat arum takut dan deg-degan.

"A-apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Arum karena Alfan terus mendekatkan wajahnya.

Alfan tidak menjawab pertanyaannya, namun wanita itu segera memalingkan wajahnya saat wajah Alfan begitu dekat dengan wajahnya namun hal yang tak terduga terjadi yang membuat arum membulatkan matanya dengan sempurna. Wanita itu sangat terkejut dan ntar dia mematuk saat sentuhan lembut bibir Alfan menyentuh lehernya. Hisapan-hisapan kecil yang mulai terasa di lehernya membuat arum tersadar. Arum ingin mendorong tubuhnya namun tangannya malah ditahan oleh Alfan. Alfan menarik kedua tangan arum ke atas kepalanya dan menguncinya.

"Apa yang kau lakukan?" Teriak Arum namun teriakan itu tidak lagi terdengar karena sepertinya pria itu sedang menikmati kegiatannya saat ini. Seketika bulu kuduk arum pun merinding, detak jantungnya berdebar dua kali lipat. Hawa tubuhnya seakan menjadi panas karena sentuhan itu.

Beberapa saat kemudian, Alfan menyudahi kegiatannya lalu Arum mendorong tubuh pria itu.

"Apa yang kau lakukan hah?" Lihat Arum namun Alfan hanya menyumbangkan senyum di sudut bibirnya.

Arum melihat sebuah kaca besar yang ada di ruangan itu dan segera berlari ke kaca tersebut. Dia sangat kesal ketika melihat tanda merah di lehernya.

"Dasar gila! Bagaimana bisa kamu lakukan ini hah. Pria mesum!" Ocehan ocehan yang dilontarkan Arum sungguh membuat Alfan merasa gemas kepadanya.

"Itu tidak seberapa, tapi setelah kita menikah nanti.. aku akan membuatmu tidak bisa berjalan."

Arum segera membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Alfan.

"Itu tidak akan terjadi. Sekarang bersiaplah, dan pilih pakaianmu sendiri.. Aku tunggu di luar." Arum pun segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Alfan.

"Ternyata dia lucu juga.." gumam Alfan yang melihat kepergian Arum dari ruangan itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 23

    "ya, siapa ini?"Alfan menjawab telepon itu dengan nada dingin karena dia sangat kesal saat momen seperti itu, harus ada orang yang menggangu."Hai mas.. ini aku, kamu sudah tidak mengenal suara ku lagi?"Dahi Alfan seketika mengerutkan mendengar ucapan seorang wanita dari sebrang sana."Aku sibuk! Dan tidak ada waktu untuk melayani orang seperti mu!"Tekan Alfan disetiap perkataannya, dan dia ingin menyudahi pembicaraan itu "Mas.. ini aku, luna!"Alfan terdiam dan menatap Arum yang sedang memperhatikannya."Maaf, salah sambung!"Alfan kemudian mematikan sambungan teleponnya dan dengan sengaja mematikan telponnya."Siapa mas!" Tanya Arum yang melihat perubahan raut wajah Alfan."Salah sambung.""Hah? Salah sambung?""Sudahlah, jangan di pikirankan.. lebih baik kita nikmati saja makan malamnya.""Hmm." Arum tersenyum lalu melanjutkan memakan makanan yang sudah tersaji di meja mereka."Luna? Apakah itu dia? Kenapa.. kenapa dia menghubungiku setelah 3 tahun menghilang..." Batin Alfan ya

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 22

    Dua Minggu kemudian Setelah dua Minggu kejadian itu, Aris tidak lagi kelihatan karena sudah di beri pelajaran oleh pengawal Alfan namun Alfan tidak bisa lengah seperti itu karena di balik itu semua Alfa memiliki firasat jika Aris pasti menyusun rencana untuk balas dendam.Selama 2 Minggu ini juga, Alfan tidak keluar dari Mansion, dia tidak ke perusahaan ataupun mengurus pekerjaan lain yang biasanya dia selalu sibuk namun kali ini dia memilih untuk bekerja dari mansion dan menyerahkan pekerjaannya kepada orang-orang kepercayaannya. Semua itu dia lakukan untuk menjaga Arum karena kondisi mental Arum sedang tidak baik-baik saja setelah kejadian malam itu. Cekleek Suara pintu kamar yang terbuka membuat wanita itu segera menoleh. Dia tersenyum ketika melihat Alfan yang masuk ke kamarnya. "Kamu sudah siap?" Tanya Alfan ya sudah sangat rapi dan sangat harum.Arum menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. "Aku sudah siap.. tapi sebenarnya kita mau ke mana? Kenapa Mas tidak bilang ju

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 21

    "Sekarang.. aku sudah disini dan aku mau, kau harus bertanggung jawab atas kehamilannya Desi." Jelas Arum yang menatap Aris yang sedang tersenyum aneh kepadanya."Aku akan bertanggung jawab tapi..." Aris tidak meneruskan perkataannya karena dia melihat Arum yang sudah mulai tidak konsentrasi mendengar perkataannya. "Tapi apa?" Tanya Arum dengan pandangannya semakin memudar. "Ada apa dengan aku kenapa tiba-tiba aku sangat pusing sekali dan kenapa tiba-tiba di sini panas sekali.. ini pernah aku rasakan saat aku di beri minuman oleh pria yang di bar itu.. tidak, jangan-jangan... Pria ini mencampurkan sesuatu ke minumanku." Batin Arum yang merasa aneh dengan tubuhnya dan dia pernah merasakan kondisi yang sama ketika dia dipaksa minum di bar. Arum segera berdiri dari duduknya. "Apa yang kau campurkan di minumanku?" Tanya Arum "Maksud kamu apa?""Katakan padaku.. apa yang kamu campurkan dalam minumanku?" Tanya Arum lagi yang mencoba menyeimbangkan tubuhnya. "Ck, ternyata kau sudah sada

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 20

    "halo Paman. ""Halo rum, Kamu apa kabar?" Tanya pak Salim dari seberang sana yang terdengar canggung."Baik paman. Hmm, kabar Paman bagaimana?""Hahhhh." Pak Salim menghembuskan nafas kasarnya. "Terjadi sesuatu paman?" Tanya Arum."Tadi malam, Desi mencoba bunuh diri.""Apa? Bunuh diri? Bagaimana bisa?""Paman juga tidak tahu.. sepertinya Desi benar-benar sangat frustasi dan putus asa karena Aris tidak ingin bertanggung jawab.""Apa? Bagaimana bisa dia tidak mau bertanggung jawab? Apakah Paman sudah berbicara dengannya?""Sudah.. Paman sudah berbicara dengannya tapi dia ingin bertanggung jawab dengan satu syarat.""Syarat?""Uhm.. dia ingin bertemu dengan kamu.""Apa? Syarat macam Apa itu Paman.""Paman juga tidak tahu kenapa dia ingin bertemu tapi dia bilang, dia ingin meminta maaf dan setelah itu, dia ingin bertanggung jawab atas kehamilan Desi. Oleh karena itu, Paman mohon sekali Arum.. temui Aris untuk terakhir kalinya. Pasti jika kamu yang berbicara dengan, dia akan menuruti pe

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 19

    Sementara itu di kamar hotel, terlihat Arum yang perlahan terbangun dari tidurnya yang cukup nyenyak setelah permainan panasnya degan Alfan. Dia mengerjap kedua matanya dan melihat kamar yang asing baginya. Dia pun mendudukan tubuhnya dan melihat kamar itu yang sangat berantakan dan dia juga melihat dresnya yang tergeletak di lantai. Matanya langsung menuju tubuhnya yang hanya terbungkus selimut putih.Dia seperti orang linglung karena belum menyadari apa yang terjadi. Dia menoleh ke kiri dan kanan, namun dia tidak melihat siapapun. Dia pun akhirnya melihat pintu kamar mandi yang tertutup dengan rapat dan terdengar samar suara shower.Glek!Dia menelan kasar air liurnya dan kembali mengingat samar-samar kejadian tadi malam."Tidak.." lirihnya yang mengingat kejadian di bar, ketikan dirinya hampir di lecehkan oleh pria lain.Cekleek Mata Arum membulat dengan sempurna saat melihat suaminya yang keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Otot-otot

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 18

    Setelah masuk ke dalam kamar hotel dan Alfan baru saja mengunci pintu kamar itu tiba-tiba saja Arum menarik tubuhnya hingga Alfan terbaring di atas ranjang. Wanita itu yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, segera menindih Alfan dan memberikan ciuman-ciuman yang sangat agresif. Alfan juga mengimbangi permainan Arum dengan sangat baik. Dia tidak menyangka jika Arum bisa seliar itu. Entah apa yang di pikirkan Alfan saat ini karena dia sangat menyukai keagresifan Arum. Saat ini keduanya sudah tidak memakain sehelai benangpun dan dia segera membalikkan posisi mereka. "Biar aku yang melakukan dan kamu harus menikmatinya." Ucap Alfan yang begitu sensual lalu dia membuka lebar-lebar paha Arum dan memainkan lidahnya disana. Erangan-erangan indah yang keluar begitu saja menjadi alunan musik tersendiri yang membuat keduanya semakin menikmati permainan itu. Arum mencengkram kuat lungguh Alfan. "Aaakkhhh a-aku sudah tidak kuat.. cepat lakukan." Lirih Arum yang menatap sendu Alfan yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status