ANMELDEN“Ya sudah yuk, kita sarapan. Itu anak-anak sudah kembali, artinya meja ini bisa mereka duduki dan kita gantian ambil sarapan,” ajak Nayaka. Dia masih tak percaya luka yang Naffa alami. Dia pikir Naffa hanya sedih akibat berpisah dengan ayahnya saja. Nayaka akan bertanya hal selengkapnya pada profesor Sihombing, orang yang pasti tahu keseluruhan kisruh rumah tangga Nisha. Sebagai pembela Nisha tentu harus tahu detail perkara yang ditangani.
Nayaka ingat, informannya bilang s
“Shasi, aku tahu buat kamu ini mungkin tiba-tiba. Aku tahu kamu baru cerai dan aku sudah bicara dengan Profesor Sihombing tadi malam. Aku tahu semua kasus perceraianmu dan sakitnya Naffa.”“Aku tahu kamu masih sakit hati, tapi aku ingin menjadi tempat kamu bersandar!”“Maksud kamu apa?” tanya Nisha to the point.“Aku ingin menjadi laki-laki pilihanmu berikutnya,” balas Yaka sambil tetap memandang mata tajam wanita di depannya. Mata elang milik perempuan yang sangat kuat melawan tantangan hidup yang dihadapinya.“Kamu salah besar.Aku belum pernah memilih laki-laki. Lelaki yang kebetulan jadi mantan suamiku bukan pilihanku tapi pilihan orang tuaku,” jelas Nisha. Dulu dia hanya ingin berbakti tanpa membantah. Nisha berpikir pilihan orang tua adalah yang terbaik karena tak ada orang tua yang menginginkan anaknya sengsara.“Ya benar, kamu memang bukan memilihnya. Tapi
Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran
Sebagai akuarium raksasa yang pernah memegang rekor dunia sebagai akuarium terbesar dan akuarium dengan acrylic panel terbesar di dunia. Kemegahan S.E.A. Aquarium Sentosa tak perlu dipertanyakan lagi.Nisha memperhatikan keterangan yang diberitahu Ilham bahwa ada sepuluh zona di S.E.A. Aquarium Sentosa, yang berisi lebih dari 100 ribu hewan laut yang terdiri dari 800 spesies berbeda.Naura dan Ilham sudah mengatur agar anak-anak bisa melihat salah satu atraksi yang layak dicoba anak-anak yaitu Meet the Dolphins Experience, di mana setiap peserta akan berkesempatan untuk bermain dengan lumba-lumba selama sepuluh menit.S.E.A. Aquarium Sentosa dan Adventure Cove Waterpark sama-sama berada di Marine Life Park di Sentosa, jadi mereka bisa mengunjungi kedua tempat wisata di Singapura ini sekaligus dalam satu hari.Kalau di S.E.A. Aquarium Sentosa anak-anak bisa belajar tentang kehidupan bawah laut dan berkenalan dengan beragam fauna air, di Adventure Cove Waterpark, Nisha mengajak anak-an
“Dapat apa buat makan anak-anak?”“Ini apa namanya? Bubur campur-campur. Ini manis pokoknya dan anak-anak malam-malam asal isi saja. Tadi sih nyari seperti bubur ayam tapi belum ketemu,” ucap Ujang. Dia dapat bubur champion kalau di Padang atau di Indonesia. Entah kalau di Singapore. Mungkin karena masih tetangga satu rumpun Melayu sehingga jenis makanannya banyak yang sama walau ini berada di kampung India.“Sama ada zuppa soup. Nanti tinggal dipanaskan di microwave dalam kamar. Jadi anak-anak ada pilihan bubur manis atau soup.”Ujang membelikan lasagna untuk Nisha, juga mie goreng singapore tentu dengan campuran sea food. Entah apa namanya di bahasa Indianya yang penting seperti itulah yang Ujang tahu.Ujang dan Nayaka sendiri makan nasi khas India dengan rasa pedas dan penuh rempah juga ayam bakar super pedas.“Apa sekarang mantan suami Shasi sering datang?” tanya Yaka.“Dianggak
“Apa kamu menyebutkan itu dan dia merasa kecewa?” cecar Nayaka. Sehabis bicara dengan profesor Sihombing, Yaka sengaja mencari info apa yang terjadi siang tadi sehingga Shasi menjauhinya.“Sepertinya begitu Bang. Dia merasa kecewa karena tidak tahu jati diri Abang siapa,” ucap Naura. Dia menyesal mengatakan apa yang selama ini ditutupi oleh Yaka.“Kamu kan tahu dia itu tidak silau sama harta. Aku yakin setelah dia tahu bahwa aku pemilik hotel ini dan hotel yang lain, aku pemilik tiga tambang batu bara dan dua perusahaan dia akan mundur!”“Aku yakin itu!”“Dia tidak seperti perempuan lain yang malah maju begitu mengetahui siapa diriku. Aku yakin dia akan mundur dan kamu yang bikin gara-gara!” ucap Nayaka marah bercampur sedih.***“Kamu kenapa sedih begitu?” tanya Ilham pada Naura sehabis Naura bicara dengan abang kembarnya.“Aku telah salah ucap saat tadi bicara pada Shasi,” sesal Naura.“Maksu
“Aku nggak mengerti apa yang kamu katakan, tapi aku tahu kalian sedang membicarakan aku,” ucap Nayaka.“Benar. Kami memang sedang membicarakan Abang. Kami bilang sangat berterima kasih karena Abang bisa membuat anak-anak tertawa,” jawab Ujang dengan cepat.“Ya, itu yang kami sedang bicarakan. Kami bahagia melihat Zahran dan Naffa tertawa bahagia,” Nisha melengkapi apa yang Ujang katakan.“Aku tetap nggak percaya. Kalau kalian membicarakan seperti yang kalian katakan, mungkin nggak menggunakan bahasa yang aku nggak mengerti. Itu bahasa dari daerah mana?”“Itu sama saja dengan kamu bicara dengan Naura, sesekali kamu masih menggunakan bahasamu yang walaupun bahasa Melayu, kadang aku nggak mengerti juga. Ada beberapa kata yang nggak aku mengerti. Di rumah kami kebiasaan menggunakan bahasa Sunda, sehingga ya otomatis kalau kamu berdua bicara pasti pakai bahasa Sunda,” jawab Nisha.Ujang l
Fajar makan dengan malas, tapi dia tak mau sakit sehingga memaksakan diri makan malam. Fajar memandang dinding rumahnya. Rumah yang dia beli, walau sewa paviliun dekat kantor dia bayar enam bulan, tapi ketika dia sudah membeli rumah ini, dia langsung pindah dan mengisinya sedikit-sedikit.
Nayaka memperhatikan kedua anak Nisha, dia menanyakan apa mereka suka makan di tempat tinggi ini. Dia tunjukkan kota Singapore di waktu malam.“Tapi di sini ada sate kok, kalian kalau mau menu kambing juga ada sop iga kambing atau iga sapi ada,” ujar Nayaka saat ingat ada masak
“Teteh ini nggak salah fasilitas yang dia kasih buat lawyernya? Dari tiket pesawat saja sudah bukan yang kelas ekonomi, hotelnya kayak begini. Seberapa besar sih usahanya dia? Belum lagi bayaran Teteh yang dia iya-in tanpa tawar padahal Teteh sengaja sudah kasih nominal jauh diluar angka bi
“Salim dulu sama Papa Yaka,” pinta Nayaka pada Zahran.Zahra langsung mencium tangan Nayaka. Tentu saja itu membuat Nayaka senang. Dia kecup pipi gembilnya Zahran.Nayaka berdiri dan mengangkat Zahran ada di gendongan kanannya, tentu saja Naffa sudah ada di gendongan sebelah kirinya.“Eh pak Nayak







