Se connecter“Aku nggak mengerti apa yang kamu katakan, tapi aku tahu kalian sedang membicarakan aku,” ucap Nayaka.
“Benar. Kami memang sedang membicarakan Abang. Kami bilang sangat berterima kasih karena Abang bisa membuat anak-anak tertawa,” jawab Ujang dengan cepat.
“Ya, itu yang kami sedang bicarakan. Kami bahagia melihat Zahran dan Naffa tertawa bahagia,” Nisha melengkapi apa yang Ujang katakan.
“Aku tetap nggak percaya. Kalau kalian memb
Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran
Sebagai akuarium raksasa yang pernah memegang rekor dunia sebagai akuarium terbesar dan akuarium dengan acrylic panel terbesar di dunia. Kemegahan S.E.A. Aquarium Sentosa tak perlu dipertanyakan lagi.Nisha memperhatikan keterangan yang diberitahu Ilham bahwa ada sepuluh zona di S.E.A. Aquarium Sentosa, yang berisi lebih dari 100 ribu hewan laut yang terdiri dari 800 spesies berbeda.Naura dan Ilham sudah mengatur agar anak-anak bisa melihat salah satu atraksi yang layak dicoba anak-anak yaitu Meet the Dolphins Experience, di mana setiap peserta akan berkesempatan untuk bermain dengan lumba-lumba selama sepuluh menit.S.E.A. Aquarium Sentosa dan Adventure Cove Waterpark sama-sama berada di Marine Life Park di Sentosa, jadi mereka bisa mengunjungi kedua tempat wisata di Singapura ini sekaligus dalam satu hari.Kalau di S.E.A. Aquarium Sentosa anak-anak bisa belajar tentang kehidupan bawah laut dan berkenalan dengan beragam fauna air, di Adventure Cove Waterpark, Nisha mengajak anak-an
“Dapat apa buat makan anak-anak?”“Ini apa namanya? Bubur campur-campur. Ini manis pokoknya dan anak-anak malam-malam asal isi saja. Tadi sih nyari seperti bubur ayam tapi belum ketemu,” ucap Ujang. Dia dapat bubur champion kalau di Padang atau di Indonesia. Entah kalau di Singapore. Mungkin karena masih tetangga satu rumpun Melayu sehingga jenis makanannya banyak yang sama walau ini berada di kampung India.“Sama ada zuppa soup. Nanti tinggal dipanaskan di microwave dalam kamar. Jadi anak-anak ada pilihan bubur manis atau soup.”Ujang membelikan lasagna untuk Nisha, juga mie goreng singapore tentu dengan campuran sea food. Entah apa namanya di bahasa Indianya yang penting seperti itulah yang Ujang tahu.Ujang dan Nayaka sendiri makan nasi khas India dengan rasa pedas dan penuh rempah juga ayam bakar super pedas.“Apa sekarang mantan suami Shasi sering datang?” tanya Yaka.“Dianggak
“Apa kamu menyebutkan itu dan dia merasa kecewa?” cecar Nayaka. Sehabis bicara dengan profesor Sihombing, Yaka sengaja mencari info apa yang terjadi siang tadi sehingga Shasi menjauhinya.“Sepertinya begitu Bang. Dia merasa kecewa karena tidak tahu jati diri Abang siapa,” ucap Naura. Dia menyesal mengatakan apa yang selama ini ditutupi oleh Yaka.“Kamu kan tahu dia itu tidak silau sama harta. Aku yakin setelah dia tahu bahwa aku pemilik hotel ini dan hotel yang lain, aku pemilik tiga tambang batu bara dan dua perusahaan dia akan mundur!”“Aku yakin itu!”“Dia tidak seperti perempuan lain yang malah maju begitu mengetahui siapa diriku. Aku yakin dia akan mundur dan kamu yang bikin gara-gara!” ucap Nayaka marah bercampur sedih.***“Kamu kenapa sedih begitu?” tanya Ilham pada Naura sehabis Naura bicara dengan abang kembarnya.“Aku telah salah ucap saat tadi bicara pada Shasi,” sesal Naura.“Maksu
“Aku nggak mengerti apa yang kamu katakan, tapi aku tahu kalian sedang membicarakan aku,” ucap Nayaka.“Benar. Kami memang sedang membicarakan Abang. Kami bilang sangat berterima kasih karena Abang bisa membuat anak-anak tertawa,” jawab Ujang dengan cepat.“Ya, itu yang kami sedang bicarakan. Kami bahagia melihat Zahran dan Naffa tertawa bahagia,” Nisha melengkapi apa yang Ujang katakan.“Aku tetap nggak percaya. Kalau kalian membicarakan seperti yang kalian katakan, mungkin nggak menggunakan bahasa yang aku nggak mengerti. Itu bahasa dari daerah mana?”“Itu sama saja dengan kamu bicara dengan Naura, sesekali kamu masih menggunakan bahasamu yang walaupun bahasa Melayu, kadang aku nggak mengerti juga. Ada beberapa kata yang nggak aku mengerti. Di rumah kami kebiasaan menggunakan bahasa Sunda, sehingga ya otomatis kalau kamu berdua bicara pasti pakai bahasa Sunda,” jawab Nisha.Ujang l
“Hari ini kita ke kita ke Science Centre Singapore ya,” ajak Naura.“Biar anak-anak puas bermain di sana satu harian, jadi tidak ke banyak tempat. Next kita ke tempat lain lagi, seperti itu. Jangan satu hari kita jadikan mereka dua atau tiga tempat wisata. Bikin mereka tak nyaman.”“Aku ikut saja. Aku malah senang ada turis guide gratis. Padahal tadinya aku dan Ujang sudah cari-cari lokasi mana yang akan baik buat anak-anak,” jawab Nisha.“Kamu mau ke mana?” tanya Ilham. “Aku ngebayangin bawa anak anak ke S.E.A. Aquarium Sentosa dan Adventure Cove Water park, Singapore Zoo serta Jurong Bird Park,” jawab Nisha.“Kalau begitu besok kita ke SEA dan Aquarium Sentosa dan Adventure karena kan mereka berdekatan. Lalu setelah kalian selesai sidang, besoknya kita ke Singapore Zoo dan lusanya kita ke Jurong Bird Park. Jadi kamu tidak bisa langsung pulang sehabis sidang nanti,” Naura menyarankan Nisha tunda kepulangannya ke Jakarta.“Memang rencananya seperti itu. Aku dan Ujang memang tidak
“Fajar?” sapa seorang ibu muda, Fajar ingat dua hari lalu dia baru bertemu dengan dua orang sahabatnya ketika SMA. Pertemuan dua hari lalu itu membuatnya sangat menyesal menikah dengan Dhani. Tapi begitu mengingat Dhani, semua info tentang apa pun langsung sirna dan dia langsung tak bisa berkutik d
“Tapi kan kamu tahu. Status aku. Punya anak istri. Nggak mungkin aku tidur malam di sini. Pasti nanti istriku curiga,” ucap Fajar mulai tancap gas. Fajar mempercepat memacu senapannya.“Iya, tapi kan, tapi kan,” kata Dhani tak tahu harus bicara apa. Konsentrasinya bukan ke pokok pembicaraan mereka.
Karena kegencaran Widya dan Raihana menjodohkan, Fajar dan Nisha akhirnya menikah satu tahun sejak mereka berkenalan.Sekarang pernikahan mereka sudah berjalan 7 tahun lebih sedikit. putri pertama Naffa lahir dua tahun setelah menikah yaitu saat usia Nisha 21 tahun karena saat menikah umur Nisha
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menan







