بيت / Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / RACAUAN YANG MENYAKITKAN

مشاركة

RACAUAN YANG MENYAKITKAN

مؤلف: Ayuwine
last update تاريخ النشر: 2026-03-20 22:10:06

Di lorong belakang mansion yang temaram, Nadia tersudut di antara bayangan pilar-pilar besar. Keadaan gadis itu jauh dari kata baik; rambutnya acak-acakan, maskaranya luntur membentuk garis-garis hitam di pipi, dan aroma alkohol menguar tajam dari tubuhnya.

​Ia menyandarkan punggungnya ke dinding dingin, lalu perlahan merosot hingga terduduk di lantai.

​"Hahaha... bersih. Semuanya habis tak tersisa," gumamnya pelan, lalu tiba-tiba tawa renyah namun getir pecah dari bibirnya. "Hebat ya, cuma
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAHAN HINAAN

    Sofia membulatkan mata. Ia menolak keras ide itu meski jauh di dalam lubuk hatinya, ia pun sama penasarannya. Namun, logikanya masih bekerja ia takut jika rumah ini dipasangi CCTV. Jika ia ketahuan bertindak "gatal", maka tamatlah riwayatnya, apalagi jika sasarannya adalah anak tirinya sendiri. ​Namun, Anggita tak peduli. Ia mengabaikan setiap ocehan Sofia. Keduanya seolah lupa bahwa baru saja mereka terlibat pertengkaran hebat di depan Rama. Sementara itu, Rama tetap fokus pada aktivitasnya, seolah kedua wanita itu tidak ada di sana. ​"Anggita, hey!" teriak Sofia, yang lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh putrinya. ​"Anak itu!" geram Sofia dengan gigi bergemerutuk. Rasa cemas mulai menghimpit dadanya. ​Anggita mulai memberanikan diri. Ia melangkah lebar hingga posisinya tepat berada di belakang Rama. Ia menelan ludah kasar; tatapannya terkunci pada punggung Rama yang lebar dan berotot. Tangannya bergetar, ingin sekali mengelus setiap gurat otot itu, namun ia ragu. T

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BIRAHI ANGGITA

    Sofia langsung menepis tangan Rama dengan kuat. "Kurang ajar!" teriaknya. ​Tangannya melayang di udara, hendak mendaratkan tamparan keras. Namun dengan sigap, Rama menahan pergelangan tangan perempuan itu sebelum menyentuh kulitnya. Keduanya kembali saling tatap dalam ketegangan; tangan Sofia tertahan di udara, terkunci oleh cengkeraman Rama yang kokoh. ​Anggita hanya bisa diam menyaksikan perdebatan ibu dan saudara tirinya yang semakin sengit. Meski tampak takut, matanya tetap tak bisa berhenti mencuri pandang pada sosok Rama yang berdiri gagah di depannya. ​Rama tidak menggubris makian itu. Ia hanya memberikan tatapan remeh yang semakin membuat Sofia kalap. Perempuan itu berteriak memaki tanpa henti, membuat Anggita tersentak kaget. Ia cemas jika ayah tirinya akan mendengar keributan ini. ​"Sudah, Ma! Sudah! Nanti didengar oleh Papa!" bisik Anggita cepat sembari mengelus dada ibunya, berusaha menjauhkan Sofia dari jangkauan Rama. ​Rama hanya bisa terkekeh sinis. Baginya,

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMANCING GAIRAH KEDUA BETINA

    ​"Jangan cuci otak suami saya! Kenapa kamu harus muncul ke permukaan? Apa jangan-jangan kamu bukan putra kandungnya? Jangan-jangan kamu cuma pria miskin di luar sana yang kebetulan mirip dengan suami saya dan mengambil kesempatan ini dengan berpura-pura menjadi putranya yang hilang, ya?!" celoteh Sofia berapi-api, membuat telinga Rama panas mendengarnya. ​Bagaimana bisa seseorang memiliki pikiran selicik itu? batin Rama bertanya-tanya. ​Namun, ia tak mau ambil pusing dengan meladeni kedua perempuan cempreng itu. Rama tak peduli; ia kembali merebahkan diri dan mengangkat barbelnya berulang kali, mengabaikan ocehan Sofia yang semakin lama semakin tidak masuk akal. ​Beruntung, Rama adalah tipe pria yang irit bicara. Ia mampu tidak menggubris seseorang yang berada tepat di depannya, dan hal itu justru membuat Sofia merasa sangat rendah dan tidak dihargai. ​"Heh, kamu dengar saya tidak?!" tegur Sofia lagi, semakin kesal. ​Rama menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap sekilas

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DUA PEREMPUAN ITU LAGI

    Sementara itu di sisi lain, kekalutan hati Alya berbanding terbalik dengan kondisi Rama. Pria itu tampak begitu tenang dan nyaman dengan earphone yang menyumbat kedua telinganya. ​Rama yang bertelanjang dada, terbaring telentang sambil mengangkat barbel di atas tubuhnya. Setiap kali beban itu didorong ke atas, otot-otot lengannya menegang jelas, memperlihatkan urat-urat kokoh yang terbentuk sempurna. Tubuhnya berkilau oleh peluh akibat sesi latihan intens sore itu, sementara napasnya terdengar berat dan teratur memenuhi ruangan. ​Dengan rambut yang acak-acakan, Rama menyeka keringat yang mengucur dari pelipis menggunakan handuk kecil yang sudah ia siapkan. ​"Ugh, lumayan untuk hari ini," desahnya pelan sembari menurunkan barbel, lalu mengangkatnya kembali seolah sedang memamerkan otot-otot kekarnya yang indah. ​Tanpa Rama sadari, sedari tadi sang papa telah berdiri di sampingnya. Pria paruh baya itu menatap lembut putra tunggalnya yang sangat mirip dengannya. Tak ada jejak waj

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   HILANG

    Suara hak tinggi beradu dengan lantai saat seorang wanita turun dari taksi. Ia melenggang masuk ke dalam mansion yang telah beberapa hari ditinggalkannya itu. Begitu menginjakkan kaki di lobi, ia langsung berpapasan dengan sang putri. ​"Ibu baru pulang?" tanya Nadia ketus. Tak ada sambutan hangat, pelukan, apalagi ucapan rindu yang terdengar. ​Alya tersenyum manis menanggapi ketidaksopanan itu. "Maaf ya, Ibu baru pulang," kekehnya, yang justru dibalas tatapan sinis oleh Nadia. ​"Enak ya, Bu, sudah tua masih keluyuran. gak ingat umur, apalagi anak!" sindir Nadia tajam. Alya hanya bisa menghela napas panjang. ​"Kamu gak mau sambut Ibu? Ibu baru saja sampai, lho." ​"Sudahlah, Bu, jangan manja pakai acara sambutan segala. Pergi juga alasannya gak penting. Lagipula, apa itu di tangan? Enak ya belanja-belanja, giliran anak butuh uang malah tak digubris!" Nadia terus berceloteh sinis, jelas sekali ia merasa iri. ​Alya tidak marah, ia justru tersenyum tenang. "Oh, ini?" ucapnya se

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   HAL YANG SIA SIA

    Dua hari sudah rama di Malaysia, dan Anggita benar-benar menjadi pelayan bagi Rama. Mulai dari menyiapkan segala keperluan, mencuci baju kotor, hingga membereskan piring bekas makan, semuanya ia babat habis. Hal itu cukup pembuktian pada Anggita jika Rama tidak akan pernah main-main dengan ucapannya. Di meja makan, seluruh hidangan untuk Rama disiapkan sendiri oleh Anggita. Melihat pemandangan itu, Sofia langsung meradang. Dengan wajah memerah menahan amarah, ia menggebrak meja dengan keras. Brak! ​Semua mata menoleh padanya, termasuk Tansri yang baru saja hendak menyuapkan potongan ayam bakar ke dalam mulutnya. ​"Apa-apaan kamu?" tanya Tansri heran. Matanya menatap tegas ke arah Sofia, membuat wanita itu sedikit gemetar. ​"Sayang, lihat! Kamu membiarkan putriku melayani putramu?" Sofia memprotes. Ia bahkan lupa siapa dirinya sebenarnya. Sesaat, ia tidak sadar bahwa sesayang apa pun Tansri padanya, pria itu tidak akan membiarkan siapa pun mengatur atau menginjak-injaknya.

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMBUJUK MERTUA

    Setelah pertengkaran hebat malam itu, Rama memutuskan untuk tak tidur di kamar utama. Ia memilih merebahkan tubuhnya di kamar tamu karena merasa terlalu muak dengan sikap Nadia yang semakin hari semakin membuat kepalanya berdenyut. "Dia benar-benar menyebalkan," batinnya geram sebelum akhirnya ke

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAMPAK RUMIT

    Suasana rumah sakit terasa begitu dingin dan mencekam. Aroma disinfektan menusuk hidung, menambah sesak di dada Rama. Di ruang tunggu yang sepi, ia dan Intan duduk berdampingan, menatap pintu ruang gawat darurat yang masih tertutup rapat. ​"Mas Rama sebaiknya pulang saja sekarang sebelum malam da

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AJAKAN MERTUAKU LAGI...

    ​Saat aku menoleh, ternyata Ibu mertuaku sudah berdiri di sana. Entah sejak kapan ia mematung, menatapku dengan tatapan yang dipenuhi rasa iba. Rasanya aku ingin menghilang saat itu juga; malu karena ia harus menyaksikan betapa hinanya aku diperlakukan oleh putrinya sendiri. ​"Ram..." panggilnya

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KECELAKAAN

    Ningsih tergagap. Kata-kata Rama seolah menghantam dadanya bertubi-tubi. Sudah kepalang basah, pikirnya. Ia menghela napas panjang, memejamkan mata sejenak, lalu menjawab dengan dingin, “Ibu… nggak tahu.” Rama bangkit berdiri. Wajahnya menegang, sorot matanya penuh amarah. “Bagaimana bisa, Bu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status