Share

156. Ini Rahasia

Author: OTHOR CENTIL
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-30 20:59:09

“Maaf, Nyonya? Maksud Anda … apa saya harus memilih tema acara tujuh bulanan ini?”

Aurin memastikan. Ia tak mau memutuskan sebelum ada kata sepakat di antara mereka. Lagi pula, aneh juga kalau dirinya yang memikirkan temanya sementara bukan dia yang akan mengadakan acara tujuh bulanan sekitar dua atau tiga bulan lagi.

Rita mengangguk, tatapannya datar, tapi tak sekeras tadi. “Ada masalah? Tidak bisa?” tanyanya pelan, menohok. “Atau kamu keberatan?”

“B-bukan begitu,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   401. Tragedi Di Pernikahan

    “Kamu ....”Dada Rita terhentak hebat seperti dihantam gada tak kasat mata. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga telinganya berdenging. Kakinya seketika terasa lemas dan lunglai, tak mampu lagi menopang berat tubuhnya sendiri begitu melihat wajah sang menantu rupanya sangat berbeda dengan apa yang ia sangkakan selama ini. Harapan tinggi yang ia bangun untuk bersanding dengan keluarga Hartono mendadak hancur berkeping-keping.Rasa syok itu dengan cepat berubah menjadi amarah dan kepanikan yang membakar akal sehatnya. Tak sadar, ia bangkit berdiri dari kursi VIP dan mulai berjalan ke arah altar.Di tengah riuh rendah tepuk tangan para kerabat dan tamu undangan yang masih merayakan kebahagiaan kedua mempelai, Rita maju tergesa-gesa. Tangan kanan dan kirinya mencengkeram kuat ekor gaun mewahnya yang menjuntai, yang sempat beberapa kali menyulitkannya melangkah dan membuatnya hampir tersandung. Namun, ia tidak peduli. Matanya hanya tertuju pada dua orang di atas sana.Begitu mengin

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   400. Momen Mengharukan

    “Amazing.”Dada Rayden berdebar sangat kencang, dentumannya terasa begitu nyata hingga memicu gemuruh aneh di dalam rongga dadanya. Ini bukan pertama kali mereka bertemu, bukan pula pertama kali ia melihat wanita itu mengenakan pakaian formal. Namun, getaran yang menyengat itu tetap ada, bahkan terasa jauh lebih dahsyat menguasai seluruh akal sehatnya. Rasa tidak percaya, haru, dan ledakan cinta yang sempat ia pasung, kini membuncah hebat hingga membuat sekat di tenggorokannya terasa menyempit.Kaylin Anastasya Hartono alias Aurin, istrinya.Wanita yang selama ini ia sebut dalam doa, wanita yang telah ia nikahi secara sah dan sempat ia takutkan akan hilang dari genggamannya, kini tengah berjalan santai penuh keanggunan menuju ke arahnya.Perlahan tapi pasti, setiap ketukan langkah Aurin di atas karpet merah seolah membawa kembali seluruh sisa kehidupan Rayden yang sempat mati rasa. Wanita itu tampil memukau dalam balutan gaun putih panjang. Di antara jemari lenturnya, tersemat rang

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   399. Tawa Canggung

    “Ini satu-satunya cara agar kamu tidak kehilangan si miskin itu. Jadi, jangan banyak bertingkah,” bisik Rita sekali lagi, menekankan setiap kata dengan penuh peringatan.Namun, ancaman terselubung dari sang mama kini diabaikan sepenuhnya oleh Rayden. Langkah kakinya tetap berderap lurus di atas red carpet yang membentang panjang, sama sekali tidak mempedulikan kilatan lampu blitz para fotografer yang saling bersahutan mengambil potret dirinya dari berbagai sudut.Hari ini, Rayden tampil teramat maskulin. Setelan tuksedo hitam pekat membalut sempurna tubuh kekar dan tegapnya, memberikan kesan berwibawa sekaligus mengintimidasi. Rambut hitam kecoklatannya disisir rapi ke belakang menggunakan pomade, mempertegas garis rahangnya yang kokoh dan tegas. Tuksedo rancangan desainer ternama itu melekat pas di tubuhnya, menonjolkan proporsi tubuh atletis seorang pria matang yang mampu memikat siapa saja—meski tatapan matanya terasa sedingin es.Begitu sampai di depan altar setelah diantar oleh

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   398. Aset Berharga

    Setelah si kembar berusia lebih dari tiga bulan, akhirnya Rayden pulang bersama Aurin ke kediaman mereka. Bayi-bayi yang sempat lahir prematur dan harus berjuang di inkubator itu, kini tumbuh dengan sangat baik. Tubuh mereka terlihat montok sekali, lengkap dengan lipatan-lipatan menggemaskan di lengan dan paha. Bahkan, belakangan ini mereka sudah mulai aktif belajar tengkurap, membuat hari-hari Rayden dan Aurin semakin ramai. Begitu mobil mereka memasuki pelataran rumah Rayden, Rita yang sudah sangat antusias segera keluar untuk menyambut. Wanita paruh baya itu bahkan heboh sendiri, melambaikan tangan dengan senyum sumringah yang tak bisa disembunyikan sejak roda mobil berhenti sempurna. “Astaga! Cucu-cucuku ... akhirnya kalian pulang!” seru Rita penuh suka cita. Rita berjalan cepat memutari kap mobil menuju ke bagian bagasi, di mana stroller triplets baru saja diturunkan oleh sopir dan Rayden. Dan begitu posisi Reynora siap dan nyaman, Rita tidak bisa lagi menahan diri. Ia

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   397. Hasrat Pemicu Bencana

    “Rayden! Lepas! Nora bangun! Kamu tega membiarkannya menangis?” tegur Aurin di sela napasnya yang memburu hebat.Sentuhan dan setiap tumbukan di bawah sana pada area intimnya sebenarnya terasa nikmat sekali, hingga membuat akal sehatnya sempat mengabur. Namun, prioritasnya sekarang adalah anak-anak, bukan nafsu semata. Kesadaran sebagai seorang ibu seketika menamparnya begitu mendengar rengekan sang putri. Maka, dengan sisa tenaga yang ada, ia berusaha keras mendorong dada bidang suaminya yang masih terus membombardir miliknya dengan sejuta sensasi panas.“Rayden!” panggil Aurin lagi, kali ini lebih mendesak. “Nora akan begadang lagi kalau tidak segera kuberikan susu!”“Apa?” sahut Rayden dengan suara serak yang begitu dalam. Saat bicara begitu, setetes keringat dari dahi Rayden jatuh dan menetes tepat di wajah Aurin, mengalir bersama keintiman yang kian memuncak.Meski suara Nora di seberang sana terdengar kian meren

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   396. Lenguhan Di Kegelapan

    “Ssshhh ... pelan-pelan!” rintih Aurin pelan. Wanita itu mencengkeram bahu kokoh suaminya kuat-kuat, menahan sensasi penuh yang mendadak mendera bagian sensitifnya. Rasa tidak nyaman bercampur ngilu langsung menyergap karena tubuhnya sudah terlalu lama tidak tersentuh.Mendengar keluhan itu, Rayden menghentikan pergerakannya seketika. Ia menumpu tubuhnya di atas Aurin, menatap sang istri dengan dahi berkerut samar.“Baru juga ujungnya yang masuk. Apa sesakit itu?” bisik Rayden heran, menahan diri sedemikian rupa agar tidak terhanyut oleh ego.“Iya! Milik kamu itu jumbo!” sahut Aurin tertahan. Napasnya memburu, matanya bahkan sempat terpejam sesaat demi menetralisir rasa sesak di bawah sana.Dibilang begitu, tawa Rayden pecah seketika. Namun, ia buru-buru membekap mulutnya sendiri agar suaranya terdengar pelan sekali. Ia tidak ingin tawa puasnya itu membangunkan ketiga buah hati mereka yang tengah terlelap di boks bayi tak jauh dari ranjang. Karena jika sampai triplets terjaga, aca

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   270. Puluhan Wanita Yang Ditiduri

    “Reputasimu hancur itu bukan urusanku melainkan urusanmu sendiri!” Dea berdecak sinis. Sambil menyeka air matanya, ia menatap Vince penuh permusuhan. Meskipun harta pria itu tidak akan habis ia habiskan sampai beberapa turunan ke depan, namun dengan HIV itu … ia tidak mungkin bersa

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   269. Tembak Atau Tidak, Ya?

    “Apa? Itu tidak mungkin! Rayden tidak mungkin selingkuh! Aku tahu itu!” Dea selalu menempatkan orang-orang terpercaya di samping Rayden. Mereka ada di bawah kuasanya, dan mereka melapor kalau Rayden tak pernah mengkhianatinya. Vince tersenyum miring. “Mu

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   266. Menyelinap

    “Saya tidak mau turun bersamaan dengan kamu, maaf. Penuh resiko soalnya.” Rayden mengangguk. Ia mengerti kalau ia harus menjaga kebersamaannya bersama Aurin di depan publik. Ia menjawabnya tenang, “Kalau begitu, biar Jack yang mengantarkanmu masuk lewat jalan yang lain. Saya akan p

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   265. Coba Lagi 21+

    “Mengapa kamu murung?” Rayden sungguh tak mengerti kenapa Aurin diam membisu. Seharusnya, Aurin turut berbahagia dan bangga, ‘kan? Aurin telah memberikan apa yang paling diinginkannya—yaitu dua anak laki-laki yang akan menjadi kebanggaannya. Lantas,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status