공유

Bab 4

작가: Noona_SV
last update 게시일: 2025-10-21 18:10:08

Bau obat dan disinfektan memenuhi udara. Ruangan itu putih, sunyi, hanya suara mesin monitor yang berdetak pelan di sisi tempat tidur.

Alea membuka mata perlahan. Cahaya dari jendela menyilaukan pandangannya yang masih kabur. Tubuhnya terasa berat, setiap tarikan napas seperti menarik jarum di dada.

Selang infus tertancap di tangannya. Luka di bibirnya belum kering, dan pipinya masih membengkak akibat tamparan hari itu.

Suara langkah kaki terdengar dari arah pintu. Pelan, tapi pasti mendekat. Ketika pintu terbuka, napas Alea tercekat.

Sosok itu berdiri di ambang pintu, mengenakan jas hitam dan kemeja putih rapi.

Ethan.

Tatapan Alea membeku. Ia ingin marah, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk sekadar mengangkat tangan.

Ethan mendekat, wajahnya datar tapi suaranya dibuat lembut—terlalu lembut untuk jadi tulus.

“Alea…” suaranya rendah. “Aku baru tahu kau benar-benar diculik. Aku tidak tahu kalau itu serius.”

Alea menatapnya lama, suaranya nyaris tak keluar.

“Baru tahu?”

Ethan menarik kursi dan duduk di samping ranjang.

“Ya. Aku pikir waktu itu kau hanya… ya, berlebihan seperti biasanya. Aku tidak menyangka semuanya sejauh ini.”

Alea tersenyum kecil, tapi senyum itu getir.

“Berlebihan? Setelah mendengar aku menangis minta tolong di telepon? Setelah mendengar ancaman dari orang yang mengatakan ingin membunuhku… kau masih menuduhku membuat drama?”

Ethan terdiam. Tangannya mengepal di atas lutut.

“Aku minta maaf.”

Tiga kata itu terdengar ringan, nyaris hambar. Tidak ada rasa bersalah di matanya.

Alea menggeleng perlahan. Air mata menetes tanpa bisa ditahan.

“Maaf?” suaranya pecah. “Kau pikir kata maaf bisa menghapus semua yang mereka lakukan padaku? Luka di tubuhku? Rasa takut yang masih menempel sampai sekarang?”

Ethan memalingkan wajah, menatap jendela seolah tidak tahan menatapnya.

“Aku tidak tahu, Alea. Aku benar-benar tidak tahu…”

“Tapi kau tidak mencoba tahu,” balas Alea cepat, nadanya dingin. “Kau hanya percaya apa yang ingin kau percaya. Termasuk tentang Serena.”

Nama itu membuat rahang Ethan menegang.

“Jangan bawa Serena ke dalam ini.”

Alea tertawa lirih, suara tawanya serak.

“Lucu. Kau membela dia bahkan di hadapanku yang hampir mati karena memilih mempercayaimu.”

Keheningan seketika memenuhi ruangan. Mesin monitor berdetak makin cepat, mengikuti napas Alea yang mulai sesak.

Ethan berdiri. Ia menatapnya sekilas, lalu berkata dengan nada yang nyaris seperti pembenaran.

“Aku datang ke sini, kan? Itu artinya aku peduli.”

Alea menatapnya tajam.

“Tidak, Ethan. Kau datang karena rasa bersalah, bukan karena peduli. Tapi hanya untuk memastikan, aku masih hidup atau sudah mati dan kau bisa bebas.”

“Jangan berlebihan. Ingat, kita hanya sebagai atasan dan seorang asisten pribadi jika di luar. Aku harap, kau bisa menjaga sikap. Jangan begini,” suara Etha memelan, dan berusaha menenangkan Alea.

“Aku tidak mau namamu rusak. Tolong, pahami keadaan untuk sekarang. Aku minta maaf karena sempat tidak percaya padamu. Aku benar-benar sibuk.”

Alea memalingkan wajah. Ia ingin menjerit dengan kuat tepat di wajah Ethan, lalu mengatakan..

“Kau bukan sibuk dengan pekerjaanmu, tapi kau sibuk dengan dia..wanita yang bukan hanya merebut keluargaku, tapi juga sekarang merebut suamiku!”

Tapi sayang, itu hanya tertahan dikerongkongan. Berat untuk Alea mengatakan itu semua, karena ia takut kalau Ethan akan tersinggung dan justru meninggalkannya.

Melihat tidak da jawaban dari Alea lagi, Ethan hanya mengusap pipinya dengan lembut.

“Lekas sembuh, aku pergi dulu. Ada pertemuan dengan petinggi perusahaan,” pamit Ethan, mengecup kening Alea sekilas. Beberapa detik kemudian, ia berbalik dan melangkah pergi.

Pintu tertutup perlahan di belakangnya, meninggalkan aroma parfum mahal dan kehampaan yang menyesakkan.

---

Alea menangis dalam diam ketika Ethan pergi. Ia sama sekali tidak percaya lagi dengan apa yang dikatakan pria itu. Semula, ia berusaha mempercayai kalau apa yang dia dengar malam itu hanya karena salah dengar, akibat ia halusinasi.

Tapi headline yang ia lihat di berita pagi ini, justru menusuk dadanya dengan sangat kuat.

[Asmara lama kembali bersemi: Ethan Vale dan Serena Morgan tertangkap kamera meninggalkan vila pribadi di Vasco Island.]

Alea menatap layar itu lama. Matanya tidak berkedip, dadanya terasa seperti diremas.

“Jadi, aku tidak begitu berarti untukmu, Ethan. Dia memang pilihanmu, Ethan,” bisiknya pelan, seiring air mata yang menetes begitu saja.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 48

    Ethan dibuat tersentak dengan sikap Allea yang bahkan jauh dari sifatnya selama ini. Gadis lembut yang selalu sabar menemaninya itu, kini justru menunjukkan sisi yang tidak pernah ia lihat. "Al, jangan keterlaluan. Aku tidak pernah menyangka kalau kau bisa bersikap arogan seperti ini, bahkan terhadap kakakmu sendiri. Wanita yang jelas-jelas menyayangi Kau sebagai adiknya." Allea mendengku mendengar ucapan Ethan yang baru kali ini membuatnya merasa muak. "Adik? Siapa yang adiknya, dan siapa yang kakakku?" "Jelas kau, lalu siapa lagi? Karena disini, cuma kau manusia yang sama sekali tidak tahu aturan dan tidak tahu bagaimana caranya bicara dengan sopan." "Oh ya? Jadi, sekarang kau menganggap wanita yang sudah membangun perusahaan Hamesworth Corporation hingga menjadi sebuah corporasi yangbesar ini, sebagai seorang yang tidak memiliki sopan santun? Lantas, apakah manusia yang nyaris membunuh istrinya sendiri di dalam gudang itu... sebuah tindakkan yang sopan, Tuan Ethan Hameswo

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 47

    "Diam, atau kurobek mulutmu," ucap Allea dengan wajah datar, dan suara yang terdengar tegas. Untuk pertama kalinya, ekspresi Serena membeku. Tangannya yang menggenggam lengan Ethan mengendur sepersekian detik, jelas tidak menyangka Allea akan berani berbicara seperti itu di ruang publik. Beberapa pengunjung butik di sekitar mereka spontan menoleh. Suasana yang semula elegan berubah tegang. Ethan mengernyit, ia tidak pernah melihat sisi Allea yang seperti ini. Dan jelas itu membuat egonya sedikit terusik dan harga dirinya tergores. “Kau... Kenapa kau bisa bicara sekasar itu, Allea? Kau benar-benar berubah,” katanya pelan, namun nada suaranya mulai mengeras. "Apa urusannya denganmu?" "Allea, jangan terus bermain peran didepanku. Jangan karena kemarin aku diam dan Kau dibelakang seseorang yang berpengaruh, kau berani berulah seperti ini. Kau lupa, siapa kau sebenarnya? Apa hanya karena pria lumpuh itu, kau berani bertingkah kasar pada Kakakmu sendiri?" Allea mendengus mende

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 46

    Seperti yang ia rencanakan sebelumnya, Allea mendatangi salah satu butik yang memiliki brand ternama di Volka, dengan kumpulan brand dari desainer terbaik. "Berikan aku dasi dan juga Jas dari beberapa brand terbaik, dengan rancangan terbaru. Aku mau, semuanya kualitas terbaik," pinta Allea pada salah satu pegawai butik yang langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar permintaan itu. “Tentu, Nona. Apakah ada warna atau potongan yang diinginkan?” tanyanya dengan nada profesional. Allea menggeleng pelan. “Sesuaikan saja. Aku ingin yang paling layak dipakai suamiku, Sean Miller Kingston.” Nama itu membuat beberapa pegawai saling melirik satu sama lain, lalu bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Rak demi rak dibuka, gantungan jas diturunkan dengan hati-hati. Satu per satu pilihan dikeluarkan, dari potongan klasik hingga desain modern dengan detail rapi dan tegas. Allea berdiri dengan sikap tenang, matanya menilai tanpa ragu. Ia memilih jas hitam dengan potongan lurus, bahu tegas, d

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 45

    Allea melangkah mendekat ke cermin besar di sudut kamar. Pantulan wajahnya terlihat begitu tenang, nyaris dingin. Namun hanya dia yang tahu, betapa rapuhnya lapisan ketenangan itu. Luka lama tidak pernah benar-benar sembuh. Ia hanya belajar menyimpannya rapi, jauh di dasar hati. Tangannya terangkat, menyentuh lehernya sendiri, seolah memastikan ia masih bisa bernapas dengan bebas. “Burung dalam sangkar emas,” gumamnya pelan, kali ini keluar sebagai suara. “Setidaknya sangkarnya indah, tanpa membuatku terluka hanya karena ingin merasakan terbang sedikit bebas.” Ia tersenyum miris. Dulu, di rumah Morgan, ia bahkan tidak diberi sangkar. Ia hanya dibiarkan berdiri di luar, menyaksikan bagaimana kasih sayang dibagikan pada orang lain, sementara ia diminta tahu diri hanya karena dilahirkan dari rahim yang sama. Langkahnya terhenti di depan rak gaun. Berderet rapi, mahal, dan indah. Semua yang dulu hanya bisa ia pandangi dari jauh, kini tersedia tanpa syarat. Perhiasan mahal, tas

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 44

    Allea merasakan hatinya berdenyut nyeri, saat dengan terang-terangan Vanessa mengatakan bahwa ia sama sekali tidak akan pernah sama dengan Serena. Meski notabenenya dia anak kandung, namun posisinya tidaklah sama berharga dengan anak angkat mereka. "tapi Ibu, aku sama sekali tidak mengambil gaun kakak. Aku hanya menerima dari bibi pelayan, dan bilang kalau itu dari ayah," elak Allea, berusaha menyangkal apa yang dituduhkan padanya. Serena dengan wajah yang penuh kesedihan, menyentuh lengan David dengan pelan disertai isakan yang terdengar memilukan. "Ayah... Maafkan aku, tidak seharusnya aku membuat keributan hanya karena gaun,” ucap Serena terputus, bahunya bergetar. “Aku hanya… aku hanya kaget. Itu gaun yang Ayah janjikan untukku.”"Ini bukan salahmu, Serena. Lagipula, gaun itu memang ayah belikan untukmu. Tidak seharusnya Allea mengambil apa yang bukan menjadi haknya, meski dia anak kandung kami," sahut David tanpa ragu, seolah kalimatnya bukanlah hal yang salah. Namun tanpa

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 43

    Allea menutup laci nakas itu perlahan. Jemarinya masih terasa hangat, seolah ada sisa sentuhan dari sesuatu yang tak kasat mata tertinggal di sana. Ia berdiri cukup lama di depan tempat tidur, memandangi kotak beludru dan amplop putih yang kini kembali tertata rapi. Dadanya naik turun tidak beraturan, karena sebuah perasaan asing yang perlahan mulai menggantikan perasaan lain yang sudah mengendap lama. “Aku akan menuruti ucapanmu kali ini,” gumam Allea pelan, seolah berbicara pada Sean yang tidak ada di ruangan itu. “Aku akan bersenang-senang. Setidaknya… mencoba.” Ia berbalik menuju menuju walk in closet, dimana ternyata begitu banyak baju untuk ya yang sudah tersusun rapi. "Astaga, Sean. Kau benar-benar melakukan ini untukku?" gumam Allea, menatap deretan pakaian yang begitu indah, elegan dan terlihat sesuai dengan apa yang menjadi ciri khas pakaian kesukaannya."Dia tahu akau sebanyak ini, atau... dia hanya menebak dari kriteriaku?"Ketika nyaris berpikir lebih jauh, Allea seke

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 37

    Sean hanya diam dan menatap tepat ke arah mata Allea, seolah mencari kebenaran dalam setiap kalimat yang wanita dihadapannya itu katakan. Namun, tak hanya kejujuran dan kemantapan hati yang bisa dilihat Sean dari mata Allea. Tapi juga justru kobaran kemarahan, dan luka yang mendalam yang justru t

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 25

    Tamu-tamu terkejut. Vanessa langsung terlonjak kecil. David terbelalak melihat putri kesayangannya berlutut dihadapan adiknya.Dan Serena, dengan tubuh bergetar penuh drama, menangis di hadapan Alea.“Aku mohon… jangan katakan hal-hal buruk itu di depan umum…” suara Serena pecah.“Ini bukan tempatn

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 24

    Wajah David tampak mengeras mendengar ucapan Alea yang begitu berani, tegas, dan tanpa satu pun keraguan di sana.“Jaga mulutmu, Alea. Jangan karena kamu sudah menikahi konglomerat Kingston, kamu jadi merasa bisa melupakan siapa dirimu sebenarnya. Kamu lupa asalmu?” suara David rendah, namun penuh

  • MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMI DAN KAKAKKU   Bab 21

    "Pesta pernikahannya megah sekali, Bu," puji Serena, melirik ballroom dengan senyum halus yang lebih mirip helai sutra yang siap memerangkap apa pun yang menyentuhnya. Ia tampak manis, tapi matanya… penuh perhitungan. Melihat pesta pernikahan pemilik Miles Grup sekaligus SM Corp jelas bukan momen

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status