Share

Bab Sembilanbelas

Author: Ariess_an
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-17 00:45:07

Ayura merasa tidak enak badan, ia tidak flu, tapi tubuhnya lemas dan tidak bertenaga sehingga ia hanya berbaring di sofa tanpa melakukan apa-apa. Ia memeluk perutnya, menahan sakit.

Ayura pikir ini wajar setelah melihat bercak darah ketika buang air tadi. Ini adalah hari pertamanya datang bulan setelah hampir dua bulan tidak menstruasi, ditambah dirinya yang stres, memicu perutnya lebih sakit ketimbang hari datang bulannya yang lain.

Napasnya terdengar kasar. Meski demikian, Ayura sadar ia t
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 49

    Ayura duduk di kloset tertutup, mengambil napas sejenak dan membenarkan riasannya yang perlu diperbaiki sedikit. Toilet itu sepi kala dia memasukinya, tapi sekarang beberapa gadis masuk. Sepatu hak mereka terdengar gaduh, sepertinya ada banyak orang di wastafel toilet. Ayura masih sibuk memperbaiki riasannya saat telinganya menangkap suara dari luar pintunya. "Apa kau melihatnya? Dia pincang seperti yang dirumorkan." Gerakan Ayura sontak terhenti. "Aku tidak mengerti mengapa Brian mengajaknya kemari." "Ya, itu aneh, 'kan? Kudengar rumah tangganya berjalan buruk. Di hari pernikahan mereka, waktu itu sempat viral bahwa Girsa Widjaja tidak memakaikan cincin ke jarinya ataupun menciumnya. Itu sangat buruk." Setelah mengatakannya, orang itu tertawa, disusul tawa rekan-rekannya yang lain. Ayura sudah tidak lagi memikirkan riasannya. Dia sekarang sadar bahwa dirinya terlalu naif, menganggap mereka semua baik padanya, padahal di belakang, mereka sama seperti yang lain, mengejek

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 48

    Setelah seharian penuh memulihkan diri, Ayura akhirnya bisa beranjak dari kasur. Badannya sudah lebih enteng. Kemarin, Girsa mengantarnya pulang lantaran pria itu hendak melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri entah sampai kapan. Dan dua hari berlalu semenjak dia sembuh. Seperti biasa, rumah besar kediaman Widjaja terasa membosankan baginya. "Bukankah ini sangat membosankan? Kurasa aku belum menyentuh pekerjaanku semenjak pulang dari kantor Girsa." Ayura bergumam sendiri di dalam kamarnya. Ia mengambil peralatan kerja miliknya, hanya untuk mendapati bahwa barang-barang miliknya telah hilang. Ekspresi keterkejutan nampak jelas di wajahnya. "Girsa!" Ayura menggeram marah, menyapu barang-barang di atas meja dalam sekali sentakan, membuat bunyi gaduh akibat barang-barang yang berjatuhan. Ayura berteriak menjambak rambutnya sendiri. Kemarahannya menghilang secepat itu datang tiba-tiba. Napasnya masih terengah, tapi emosinya sudah kembali terkontrol. Dia jatuh terduduk di kursi sa

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 47

    Largo menjalankan tugas khususnya. Setelah membuat Ayura dikeluarkan secara paksa dari pekerjaannya yang sekarang, dia juga mengambil laptop, alat desain, dan barang-barang yang dipakai gadis itu untuk bekerja, untuk kemudian diserahkan kepada Tuan Girsa. Sejak awal ditugaskan, ia sudha merasa aneh. setelah mengamati selama beberapa waktu, dia tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangga majikannya. Largo sendiri adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan kota terpencil, yang hidup di bawah kekejian rumah perdagangan manusia-berkedok panti asuhan. Dia adalah satu-satunya anak yang menyadari kebenaran tersebut, lalu melarikan diri dengan penuh rasa ketakutan yang mengakar kuat. Dia tidak ingin menjadi seperti temannya yang berakhir termutilasi di dalam drum bersama organ-organ manusia milik entah siapa. Selama tiga tahun, ia luntang-lantung di jalanan, mengais makanan dari tempat sampah atau menerima belas kasihan para dermawan. Berbagai kejahatan paling keji telah

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 46

    Ayura mengetahui makna kalimat Girsa ketika kembali ke kamar yang mereka tempati sebelumnya. Kamar itu tampak seperti kamar pasangan yang tengah melakukan honeymoon romantis. Cahaya redup dari lilin-lilin yang tersusun rapi di sekeliling ruangan menciptakan sorotan lembut yang menambah nuansa misterius namun menggoda. Ketika ia pergi ke kamar mandi, bathub besar yang terletak di sudut diisi oleh kelopak bunga mawar merah yang tersebar dengan indah di permukaan air, memberikan aroma floral yang memikat. Di sisi lain ruangan, meja makan untuk dua orang telah diatur dengan sempurna. Taplak meja berwarna merah marun dan piring-piring porselen dihiasi dengan peralatan makan perak berkilau. Di tengah meja, sebuah vas kaca tinggi berisi rangkaian bunga tulip dan peony menambahkan sentuhan elegan. Gelas-gelas anggur kristal berdiri anggun di samping botol anggur merah yang siap dituang. Ayura terkesima. Andai saja yang menyiapkan semua ini bukan Girsa, dia mungkin akan menaruh hatinya

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 45

    Ayura menggeleng. Kedua tangannya menyentuh lengan Girsa, berusaha menahan serangan tiba-tiba pria itu, dan untungnya Girsa mengeluarkan jarinya. Ayura berusaha menarik simpati Girsa, alisnya terkulai dan matanya berkaca-kaca. "Aku tidak berbohong. Aku hanya ... sangat mencintaimu. Girsa, aku mencintaimu." Ayuraa tidak bisa memikirkan alasan untuk mengelak, dan dia mengalungkan tangannya di leher Girsa, menyambar bibirnya dan melumatnya dengan tergesa. Girsa terdiam sesaat, hanya sesaat sebelum hasratnya mengambil alih semuanya dan kemudian mengikuti permainan Ayuraa. Tangannya melingkari pinggang ramping Ayura, meremas lengannya yang bergetar. Girsa memimpin ciuman mereka, awalnya perlahan kemudian menjadi semakin menuntut. Rasa panas menjalari tubuhnya hingga membuatnya goyah menahan diri. Girsa mendorong bahu Ayura, membuat gadis itu terduduk di sofa. Girsa buru-buru melepaskan jasnya dengan mata tak berpaling memandang wajah Ayura yang penuh keyakinan. Ia masih terkej

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 44

    Meskipun pekerjaannya saat ini tidak menghasilkan uang sebanyak sebelumnya, Ayura senang karena setidaknya dari pekerjaan barunya ia bisa menyisipkan uang untuk menabung. Ia menggunakan uang tabungannya untuk membiayai perawatan ayahnya jika ayahnya ditemukan. Dia tak lagi berharap pada Girsa, pria itu pelit. Ayura merentangkan tangannya ke atas, tulangnya mengeluarkan bunyi "krek" saat ia meregang. Punggung dan persendian nya terasa kaku setelah berjam-jam duduk menggambar desain baju. Sebuah senyuman tipis tergambar di bibirnya, penghasilan tambahan bulan ini memungkinkannya membeli laptop baru yang membuat pekerjaannya semakin lancar. Ayura baru saja mandi dan berdandan. Hari ini, sesuai rutinitasnya, ia harus mengantarkan makan siang untuk Girsa. Sebelumnya, ia mencoba resep kue baru dari internet. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan, kuenya tampak seperti kotoran yang gosong. Namun, itu tidak terlalu menjadi masalah karena pada akhirnya kue tersebut akan dibuang jug

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Lima

    “Apa yang terjadi di sini?!” Seorang bartender bertubuh kekar menerobos kerumunan dengan wajah garang. Begitu melihat kondisi bar yang porak-poranda—bangku terbalik, pecahan gelas dan botol alkohol berserakan—emosinya langsung memuncak. Seorang pria tergeletak dengan wajah babak belur, sementar

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab empat

    Ayura tahu paman dan bibinya tidak akan pernah menyerah untuk mendorong Ayura menjadi bagian keluarga Wijaya. Tujuan mereka jelas, ingin menguras harta keluarga Wijaya jika Ayura berhasil menjadi istri Brian. Tapi Ayura tidak mau! "Bibi, Yura tidak bisa melakukan ini, sungguh. Yura akan mencob

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab tiga

    "Sayang, lihat pelayan itu!" Mendengar ucapan wanita yang menjadi kekasihnya, Girsa yang sedang memeriksa pesan masuk dari kolega bisnis mendongak. "Ya? Oh, ya. Aku melihatnya. Kenapa?" Heidy menjilat sebentar selai raspberry di ujung bibirnya, lalu menjawab dengan suara pelan, "Kurasa dia

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab dua

    Ayura Nayara pernah menjadi korban tabrak lari empat tahun lalu. Malam itu, ia dan ayahnya baru saja pulang dari karnaval di tengah kota. Saat itu mereka masih tinggal di sebuah kota kecil yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Malam ulang tahunnya yang ketiga belas seharusnya menjadi kenangan baha

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status