Compartilhar

Bab Sembilanbelas

Autor: Ariess_an
last update Data de publicação: 2026-02-17 00:45:07

Ayura merasa tidak enak badan, ia tidak flu, tapi tubuhnya lemas dan tidak bertenaga sehingga ia hanya berbaring di sofa tanpa melakukan apa-apa. Ia memeluk perutnya, menahan sakit.

Ayura pikir ini wajar setelah melihat bercak darah ketika buang air tadi. Ini adalah hari pertamanya datang bulan setelah hampir dua bulan tidak menstruasi, ditambah dirinya yang stres, memicu perutnya lebih sakit ketimbang hari datang bulannya yang lain.

Napasnya terdengar kasar. Meski demikian, Ayura sadar ia t
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 45

    Ayura menggeleng. Kedua tangannya menyentuh lengan Girsa, berusaha menahan serangan tiba-tiba pria itu, dan untungnya Girsa mengeluarkan jarinya. Ayura berusaha menarik simpati Girsa, alisnya terkulai dan matanya berkaca-kaca. "Aku tidak berbohong. Aku hanya ... sangat mencintaimu. Girsa, aku mencintaimu." Ayuraa tidak bisa memikirkan alasan untuk mengelak, dan dia mengalungkan tangannya di leher Girsa, menyambar bibirnya dan melumatnya dengan tergesa. Girsa terdiam sesaat, hanya sesaat sebelum hasratnya mengambil alih semuanya dan kemudian mengikuti permainan Ayuraa. Tangannya melingkari pinggang ramping Ayura, meremas lengannya yang bergetar. Girsa memimpin ciuman mereka, awalnya perlahan kemudian menjadi semakin menuntut. Rasa panas menjalari tubuhnya hingga membuatnya goyah menahan diri. Girsa mendorong bahu Ayura, membuat gadis itu terduduk di sofa. Girsa buru-buru melepaskan jasnya dengan mata tak berpaling memandang wajah Ayura yang penuh keyakinan. Ia masih terkejut de

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 44

    Meskipun pekerjaannya saat ini tidak menghasilkan uang sebanyak sebelumnya, Ayura senang karena setidaknya dari pekerjaan barunya ia bisa menyisipkan uang untuk menabung. Ia menggunakan uang tabungannya untuk membiayai perawatan ayahnya jika ayahnya ditemukan. Dia tak lagi berharap pada Girsa, pria itu pelit.Ayura merentangkan tangannya ke atas, tulangnya mengeluarkan bunyi "krek" saat ia meregang. Punggung dan persendian nya terasa kaku setelah berjam-jam duduk menggambar desain baju. Sebuah senyuman tipis tergambar di bibirnya, penghasilan tambahan bulan ini memungkinkannya membeli laptop baru yang membuat pekerjaannya semakin lancar.Ayura baru saja mandi dan berdandan. Hari ini, sesuai rutinitasnya, ia harus mengantarkan makan siang untuk Girsa. Sebelumnya, ia mencoba resep kue baru dari internet. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan, kuenya tampak seperti kotoran yang gosong. Namun, itu tidak terlalu menjadi masalah karena pada akhirnya kue tersebut akan dibuang juga.Ba

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 43

    PENGUMUMAN!!! JANGAN LUPA FOLLOW DAN KOMEN DI CERITA INI. KALAU KOMENTAR LEBIH DARI 5 BESOK SIANG UPLOAD BAB BARU LAGI.... YUK RAMAIKAN!!! **********"****** "Apa statusmu sekarang?" Ayura menelan salivanya. "Um, menikah?" "Nama belakangmu?" "Widjaja," jawab Ayura pelan. Ia sudah tahu ke mana arah percakapan ini. Girsa menatapnya tajam. "Jika kau menikah denganku, otomatis kau memilih untuk melepaskan kebebasan masa mudamu, Yura. Kau tidak bisa bertingkah sembarangan di depan publik." Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang jelas. "Kau menyandang nama Widjaja. Semua orang mengenalmu dan haus akan berita tentangmu. Jika muncul rumor buruk yang menjatuhkan nama keluargaku, apa yang bisa kau lakukan? Menangis? Meminta maaf?" Ayura semakin menunduk. Bibirnya terkatup rapat, tak mampu membalas. "Sungguh istri yang patuh," sindir Girsa dingin. "Sekarang kau berani keluyuran malam tanpa meminta izin dariku." Ayura mengangkat wajahnya, mencoba membela d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 42

    Girsa merotasi bola matanya melihat Heidy sibuk memotret makanan yang terhidang di atas meja. Dia merasa waktu yang dimilikinya terbuang sia-sia. Sejujurnya dia tidak senang dengan perasaan ketika merasa jengkel terhadap Heidy—wanita itu adalah kesayangannya, tapi sekarang? Rasanya berbeda. Girsa mengerutkan kening, menjulurkan tangan untuk menyingkirkan ponsel Heidy yang menghadap ke arahnya. "Jangan memotretku." "Apa?" Alis gadis itu menyatu dengan tajam. "Kenapa?! Aku tidak akan mengunggahnya sebelum kau bercerai, tenang saja." "Aku tetap tidak ingin kau memotret ku, Heidy. Jangan memaksaku," tegas Girsa, memandang dingin Heidy dan membuatnya terintimidasi. Tidak ingin membuat keadaan memanas diantara mereka, Heidy menyerah, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Suasana menjadi kaku dan canggung, membuatnya memakan makanannya dengan berat hati, ia diam-diam melirik Girsa yang sedang menatap ponselnya. Sebuah pemandangan yang familiar sejak dulu. Girsa memang sering kali sibu

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 41

    Belum lama Girsa terlelap. Ia menikmati kenyamanan dalam dekapan istrinya, tubuhnya yang masih hangat bersandar pada Ayura yang tertidur pulas di sisinya. Untuk beberapa saat yang singkat, pikirannya terasa kosong—bebas dari tekanan pekerjaan, bebas dari intrik yang selama ini menjerat hidupnya. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara dering ponsel yang nyaring tiba-tiba memecah kesunyian kamar. Girsa mengerang pelan. Dengan malas ia melepaskan satu tangannya yang sedang melingkari tubuh Ayura, lalu meraba meja samping tempat tidur hingga menemukan ponselnya. Alisnya berkerut kesal saat melihat nama yang muncul di layar. Dengan rahang yang mengeras, ia menggeser tombol hijau. “Ada apa?” tanyanya dingin tanpa basa-basi. Dari seberang telepon, suara Heidy langsung menyembur dengan nada tinggi. “Apa kau lupa bahwa sore ini kita akan berkencan untuk pertama kalinya setelah sekian lama?! Kau keterlaluan, Girsa!” Girsa menjauhkan ponsel dari telinganya sesaat. Suara p

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Empatpuluh

    Hari itu Ayura berencana pergi ke kantor Girsa untuk membawakan bekal makan siang. Ia sebenarnya sudah bisa menebak bagaimana akhirnya nanti. Girsa kemungkinan besar akan menolak bahkan sebelum bekal itu sampai ke tangannya. Namun Ayura tetap ingin melakukannya. Ia ingin menunjukkan usaha—setidaknya membuktikan bahwa perasaannya pada pria itu tidak pernah berubah. Ayura menoleh ke arah Largo yang berdiri tak jauh darinya. “Tolong tunggu di sini dan jaga bekalnya. Jangan sampai ada yang menyentuhnya, mengerti? Aku tidak akan lama.” “Ya, Nona.” Ayura lalu berjalan menuju kamar. Hari ini ia harus berdandan lebih dari biasanya. Cantik… bahkan sedikit berani. Selama ini ia hanya sampai di lobi kantor dan bertemu dengan resepsionis untuk menitipkan bekal. Namun kali ini berbeda. Ia akan menemui Girsa langsung di ruang kerjanya. Selama ini Ayura diam-diam memperhatikan sikap suaminya itu. Ia tahu bagaimana cara memancing reaksi Girsa. Pria itu mudah terpancing jika ditant

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Tigapuluh Satu

    Setelah cukup lama libur tanpa kabar, Ayura langsung pergi ke butik milik Vivi tempatnya bekerja. Saat hamil, dia selalu mengerjakan desainnya di rumah dan kesulitan saat hendak mengkonfirmasi bahan kain yang tepat atau jenis pernak-pernik yang digunakan. Namun, sekarang dia bisa bekerja di te

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Delapan

    Ayura perlahan mulai membuka matanya. Hidungnya mencium bau antiseptik yang kuat, khas rumah sakit. Suara orang-orang terdengar di sekitarnya, tapi telinganya tidak dapat menangkap jelas apa yang mereka katakan. Seluruh tubuhnya amat sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, perih dan terasa mem

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Tujuh

    Ayura ditinggalkan sendirian. Girsa, Heidy, dan tiga orang lainnya berbaur dengan kelompok lain, jauh di pojok. Masing-masing tangan mereka memegang gelas berisi wine mahal, tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Ayura hanya memandang mereka seraya menghela nafas pelan. Ia merasa bosan, d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Lima

    Ayura melihat Girsa yang bertelanjang dada tengah memakai kausnya. Rambutnya masih meneteskan air. Harum sabun khas milik pria itu menggelitik hidungnya, entah mengapa membuatnya ingin mendekap pria itu. Ayura menggeleng menyadari pemikiran gilanya. Ia menyukai bau sabun Girsa. Sepertinya ia akan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status