ログインXu Qingyu dan Xu Ming menumpang tinggal di salah satu penginapan yang berada di Kota Caihong. Kota ini adalah kota terdekat dari Lembah Kematian, namun juga bisa dibilang tempat yang aman. Alasan mengapa mereka bisa mengatakan aman adalah karena badai itu seolah olah memiliki batas antara wilayah Lembah Kematian dan Kota Caihong. Tidak sedikitpun badai yang melangkah masuk ke dalam Kota Caihong, seolah olah di dalam Kota Caihong ada pagar pembatas yang menghalangi badai itu untuk masuk. “Tuan, apakah kami bisa mendapatkan empat kamar? “ Tanya Xu Qingyu. “Menjawab Tuan dan Nyonya, kami hanya ada satu kamar untuk saat ini. Jika kalian tidak keberatan maka bisa tinggal dalam satu kamar. “ Jawab pria pemilik penginapan itu. Xu Qingyu menoleh pada Xu Ming dan meminta persetujuan Xu Ming sebelum akhirnya Xu Ming menganggukkan kepalanya. “Tuan, tidak masalah bukan jika aku dengan pelayanku tidur di meja makan ini? “ Tanya Xu Ming menunjuk meja makan. “Tidak masalah asalkan Tuan tidak
Bagaimana dirinya tidak membelalakkan mata kala melihat sebuah badai yang sangat besar tampak bergerak sangat cepat ke arah mereka. Xu Qingyu dengan cepat menarik tangan Xu Ming dan berlari ke arah awal mereka turun, di sana ada tali yang tersisa bekas mereka turun. “Kamu cepat naik dulu! “ Perintah Xu Ming. Xu Qingyu tidak membuang waktu lagi dan langsung memanjat ke atas tanpa menunda nunda lagi. Xu Qingyu akhirnya naik ke atas lebih dahulu dan segera berbalik untuk membantu Xu Ming naik ke atas. Xu Qingyu melirik tali yang mulai menipis karena permukaan batu yang yang tajam dan curam ini telah mengikis tali. Tali yang digunakan oleh Xu Ming pun perlahan lahan menipis dan bisa putus kapan saja untuk saat ini. “Kakak! Pegang tanganku! “ Perintah Xu Qingyu saat melihat angin badai semakin mendekat. Xu Ming melihat tali yang hampir putus karena gesekan akhirnya segera memegang tangan Xu Qingyu. “Bantu aku angkat kakak! “Perintah Xu Qingyu. Yueyue dan pelayan Xu Ming pun seger
Waktu berlalu dengan sangat cepat karena hari dari terang pun perlahan lahan berubah menjadi langit berwarna oranye yang berarti malam akan tiba dan Bunga Tujuh Rupa akan segera mekar sepenuhnya. Xu Qingyu dan Xu Ming dengan segera menjadi tidak sabar setelah melihat ini sehingga mereka pun mengerahkan seluruh perhatian mereka untuk memperhatikan Bunga Tujuh Rupa. Semula tidak ada yang aneh sedikitpun pada Bunga Tujuh Rupa ini namun saat malam hari tiba, Bunga ini tampak agak mekar sedikit namun masih mengerucut. Tampaknya harus menunggu tengah malam dulu sebelum akhirnya tiba waktunya untuk bunga ini mekar. Xu Qingyu mengeratkan mantelnya, untunglah dia mengenakan mantel sebelum turun di sini. Semuanya karena udara di sini mendadak menjadi dingin. Bagaimana lembah yang sangat panas di siang hari ini justru menjadi sangat dingin ketika di malam hari. Sekitar pukul enam atau pukul tujuh malam masih dapat ditahan namun pukul delapan ke atas mulai sulit untuk dihadapi. Bahkan berb
Setelah cahaya pudar, barulah mereka berdua berani untuk mendekati pemandangan menakjubkan itu. Tanah yang terkena darah kalajengking itu seperti ditandai dan dibedakan dengan tanah lainnya sehingga ada sebuah garis yang melingkari tanah itu. Tanah itu berubah menjadi warna yang lebih gelap sebelum akhirnya tanahnya menjadi retak dan perlahan lahan tumbuh sesuatu dari dalamnya. Dari dalam , terlihat sebuah bunga yang masih kuncup dan tumbuh cukup tinggi. Xu Qing yuk berjongkok dan menemukan bahwa bunga kuncup ini memiliki tujuh warna dan tujuh kelopak persis. Sangat indah, namun baru terbuka sedikit dan belum sepenuhnya mekar. Xu Qingyu gemetar karena bahagia berhasil menemukan obat untuk Ling Shang. Xu Qingyu berdiri dan mengguncang guncang lengan Xu Ming dengan antusias. “Kita berhasil, kak! “ Seru Xu Qingyu dengan penuh semangat sampai sampai air matanya mengalir. Xu Ming menganggukkan kepalanya lalu mengangkat tangannya untuk menyeka air mata adiknya. “Sekarang, paling pen
Xu Qingyu menepuk nepuk dadanya sendiri sementara Xu Ming melirik sejenak dan menganggukkan kepalanya. “Sesuai dengan reputasi milik lembah Kematian. Bagaimana jika aku saja yang turun dan kamu menunggu di sini? “ Tanya Xu Ming dengan khawatir melihat kondisinya. “Tenang saja, kak. Aku bisa menahannya, aku harus turun dan melihat sendiri. “ Jawab Xu Qingyu pada akhirnya. Semuanya karena dia teringat kata kata Lu Hua yang menyebutkan bahwa jika orang yang mencari adalah orang yang saling mencintai dengan orang yang terluka dan membutuhkan Bunga Tujuh Rupa maka Bunga Tujuh Rupa akan menunjukkan wujudnya. Xu Qingyu sudah menempuh perjalanan sejauh ini demi menolong Ling Shang, bagaimana mungkin dia mundur di tahap akhir? Lagipula bukankah hanya beberapa mayat saja? Semua manusia setelah mati akan menjadi mayat. Begitulah cara Xu Qingyu untuk menghibur dirinya sendiri, Xu Qingyu dan Xu Ming pun mengikatkan diri mereka ke tali lalu mulai turun secara perlahan lahan ke dasar lembah.
Xu Qingyu dan Xu Ming melanjutkan perjalanan setelah matahari terbit dan tidak menghabiskan banyak waktu di penginapan karena mereka hanya memiliki waktu tujuh hari untuk bolak balik sampai ke Kediaman Adipati Yunwan. “Kakak, sebenarnya Lembah Kematian berada di mana? “ Tanya Xu Qingyu dengan bingung. “Lembah Kematian dikatakan berada di sisi timur Kekaisaran. Tempat itu berada di perbatasan Timur dan hampir tidak berada dalam cakupan Kekaisaran lagi. “ Jawab Xu Ming.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan menemukan bahwa itu adalah perjalanan yang sangat panjang dan jauh. Kota yang akan mereka tujuh adalah sebuah kota yang dikenal dengan Kota Caihong. Kota ini adalah kota perbatasan Timur Kekaisadan yang dikatakan paling dekat dengan perbatasan. Seharusnya adalah akses langsung menuju Lembah Kematian yang mereka tuju. Xu Ming juga belum pernah ke sana secara langsung. Hanya saja sudah beberapa kali mendengarkan nama Lembah Kematian jadi sedikit tahu banyak tentang Lembah Kematian
Xu Qingyu hanya menanggapinya dengan senyuman dan merasa agak kurang nyaman. Entah kenapa dia merasa bahwa ini bukan sekedar keberuntungan atau kebenaran melainkan sebuah pengaturan yang telah dibuat dengan teliti untuk menariknya masuk. Hanya saja Xu Qingyu tidak yakin apakah ini hanya perasaann
Pria tua itu berulang kali menggumamkan kata kata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, seolah olah itu adalah kesalahan yang tidak memiliki jalan mundur lagi. “Tepatnya bulan lalu, putriku menikah dengannya dan putriku ikut pergi ke kampung halaman bajingan itu. ““Namun hingga satu bulan pun
Ketika Xu Qingyu bangun, tentu saja tidak akan menemukan Ling Shang lagi hanya saja dia terkejut bahwa dirinya sudah berada di atas ranjang. Namun… ini bukan ranjangnya! Ini adalah ranjang Ling Shang! Xu Qingyu melirik ke samping dan berjalan ke arah pembatas ruangan, hanya untuk menemukan bahwa k
Xu Qingyu merasa bahwa sekujur tubuhnya gemetar dan ketika mendengarkan suara itu dirinya merasa agak tenang. Awalnya Xu Qingyu mengira bahwa itu adalah kelompok pembunuh yang lain namun ternyata dirinya salah. Suara yang serak dan pada saat yang sama memberikannya keamanan itu adalah suara yang







