ログイン“Sudahlah, aku sudah tua. Biarlah kalian berlima saling menjaga satu sama lain, aku tidak akan menentang lagi. Asalkan kalian bahagia maka aku akan ikut bahagia,” ucap Xu Yong menyeka air matanya.“Terima kasih, Ayah!” seru Xu Qianyi lalu langsung memeluk Ayahnya dengan kuat.Xu Qingyu tersenyum lebar dari samping, senang rasanya melihat Xu Qianyi bisa memutuskan pernikahannya sendiri.Memutuskan pernikahan adalah keuntungan yang sangat besar. Beruntung bagi Xu Qingyu untuk menikah dengan Ling Shang yang sangat baik padanya.Jika seperti kakaknya, Xu Yin maka itu adalah bentuk ketidak beruntungan yang paling besar karena menikah dengan Putra Mahkota.Pernikahan yang dijodohkan ibarat sebuah meja perjudian, tidak tahu apakah akan berbuah manis atau pahit.Sementara jika memutuskan sendiri maka setidaknya akan berpeluang lebih besar untuk berbuah manis.“Kalau begitu maka aku akan menyuruh Nyonya Wen untuk mencarikannya untukmu,” ucap Xu Yong.Xu Qianyi menganggukkan kepalanya dengan se
Tanpa sadar air mata Xu Qingyu mengalir ketika mendengarkan perkataan dari Ayahnya, dia sebelumnya terlalu khawatir sampai sampai lupa bahwa Ayahnya jauh lebih berpengalaman darinya.“Yin'er juga sangat perhatian, meskipun situasinya sulit di Istana namun dia juga tidak lupa untuk memperingatkanku,” ucap Xu Yong dengan senyum lebar.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya, tidak ada satupun dari mereka berlima yang ingin Ayah mereka terperosok jatuh ke dalam jurang tak berdasar.Semakin tinggi posisi jabatan maka semakin besar tanggung jawabnya, Ayah mereka sudah menua.Sudah saatnya untuk berhenti dan menikmati hidup, masalah biaya maka biarlah mereka anak-anak yang menanggung.“Ayah, aku memiliki sesuatu untuk dikatakan.”Xu Qingyu menatap Ayahnya dan memang ada sedikit hal yang harus dikatakan olehnya.“Baiklah.”Xu Qingyu dan Ayahnya berjalan ke ruang kerja Ayahnya sementara anak-anak lain saling berkumpul terutama Xu Ming yang baru saja pulang.Xu Jian bahkan diberikan izin untuk pulan
Xu Qingyu mendengarkan masalah ini dengan seksama dan diam diam mencatat hal ini ke dalam hatinya.“Baiklah, jika itu maumu. Maka aku akan mencarikan nya untukmu,” balas Xu Qingyu meyakinkan.Tidak ada yang boleh memaksa kakaknya untuk menikah dengan orang yang tidak diinginkan olehnya.Karena Xu Qingyu tahu jelas bagaimana tabiat Xu Qianyi. Perilakunya keras dan sulit untuk dikekang, sehingga bertemu dengan keluarga yang keras juga akan menjadi penyiksaan baginya seumur hidup.Nyonya Wen dan Ayahnya mungkin bermaksud baik dengan mencarikan keluarga baik yang memiliki moral tinggi.Namun semakin tinggi moralnya maka akan semakin tinggi tuntutannya, ini akan menyiksa Xu Qianyi.Xu Qingyu tidak ingin hal ini sampai terjadi, lagipula Xu Jian dan Xu Ming belum menikah maka pernikahan Xu Qianyi seharusnya tidak terlalu mendesak.Mereka berdua bermain bersama, menghabiskan waktu bersama, mengobrol dan berkeluh kesah satu sama lain sambil menunggu Ayah mereka dan Xu Ming kembali.“Tuan dan T
Sesampainya di halaman belakang, Xu Qingyu melihat Xu Qianyi yang sedang terlihat murung di halaman belakang. “Kakak Qianyi, kamu tampak murung…”panggil Xu Qingyu. Xu Qianyi terkejut ketika mendengarkan suaranya dan langsung menoleh ke arahnya sebelum akhirnya berlari ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. “Apa yang terjadi? Kamu tampak sangat kurus sekarang, apakah Ayah memutuskan untuk tidak membiayai mu lagi?” tanya Xu Qingyu bercanda. “Omong kosong! Jika bukan karena kalian semua serempak meninggalkanku, bukankah aku tidak akan kesepian seperti ini?” tanya Xu Qianyi dengan kesal dan mencubit pipi Xu Qingyu dengan kuat. “Aduh… sakit sekali! Kamu sangat kasar!”keluh Xu Qingyu berpura-pura kesakitan. “Bagus jika sakit! Biar kamu ingat dengan jelas bahwa kamu masih memiliki seorang kakak perempuan di rumah !”seru Xu Qianyi dengan sengaja. Xu Qingyu mendengus lalu menarik tangan Xu Qianyi untuk duduk di ayunan berdua dan menatap pemandangan di depan mereka. Pemadangan
Xu Qingyu menoleh ke arah sumber suara dan menemukan bahwa yang memanggilnya adalah pelayan kepercayaannya, Yueyue.Yueyue terlihat lelah dan penuh keringat, napasnya tidak stabil dan terlihat sangat panik.“Apakah terjadi sesuatu pada Ling Shang?” tanya Xu Qingyu dengan gelisah.Yueyue menggelengkan kepalanya dan berusaha berbicara dengan napas terengah-engah.“Kamu duduk dulu, tenangkan dirimu!” ucap Xu Qingyu.Setelah agak tenang barulah Yueyue mengatakan berita apa yang dia bawa kali ini.“Pangeran ketiga telah tertangkap! Kepalanya di bawa ke dalam Ibukota saat ini! “ seru Yueyue.“Apa? Tapi bagus juga… apakah Putra Mahkota yang menangkapnya?”tanya Xu Qingyu.Yueyue kembali menggelengkan kepalanya dan Xu Qingyu mengerutkan dahinya ketika melihat ini.“Orang yang membunuh Pangeran Ketiga adalah… Tuan muda ketiga!”jawab Yueyue.Tuan muda ketiga? Xu Ming? Kakaknya? Pertanyaan ini berputar-putar di kepalanya dan hampir saja dia merasa akan jatuh karena pusing.“Tuan muda ketiga past
“Kalau begitu maka berarti tebakanku benar, karena jika Ling Shang dan kamu meninggal bersamaan maka aku akan menderita pukulan mental berat dan tidak akan mampu mencampuri urusan pemerintahan. Belum lagi Kakak Kaisar juga diracuni, maka hal ini akan menguntungkan Putra Mahkota sepenuhnya,”tebak Putri Huailing.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dengan kagum, informasi yang didapatkan oleh Putri Huailing bahkan lebih sedikit dibandingkan dirinya.Namun dia tidak menyangka bahwa dengan potongan-potongan informasi kecil ini pun bisa disatukan oleh Putri Huailing menjadi sebuah kesimpulan yang utuh.Seperti yang diharapkan dari seorang Tuan Putri yang tumbuh di dalam pusaran kekuasaan.Mereka berdua kembali dengan tenang, seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi di Istana.Entah sekacau apapun di Istana, tidak ada sedikitpun informasi yang bocor keluar. Bahkan tidak ada yang tahu kalau Kaisar hampir diracuni.Mungkin juga bukannya sepenuhnya tidak tahu… jika keluarga keluarga ternama, m







