首頁 / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 112 Deklarasi Thally

分享

112 Deklarasi Thally

作者: Wolfy
last update publish date: 2026-05-18 17:59:32

**Bab 112 Deklarasi Thally**

Pintu terbuka dengan bunyi berderit ringan. Thally tertegun.

Di depan sana, berdiri tegap seorang lelaki bersandar pada dinding dengan tangan menyilang, wajahnya datar, matanya dingin. Saihan Malaken. Menunggunya sejak entah kapan.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • MENJEMPUT ISTRIKU   114 Tuan K

    **Bab 114: Tuan KDi Galeri Pertaruhan.Topeng—berbagai rupa, berbagai ukiran—menutup wajah para tamu. Namun tidak ada yang mampu menutupi bau yang merayap di udara: anyir besi, tanah berdebu yang terinjak, keringat yang mengering di lipatan kain mahal, dan—yang paling halus namun paling jelas—bau darah yang tak pernah benar-benar hilang dari tempat ini.Di bawah cahaya lampu yang remang, deretan meja berjajar rapi. Bangsawan-bangsawan duduk di balik topeng mereka, menikmati hidangan mahal dan minuman yang dituangkan tanpa jeda. Mereka berbicara pelan, tertawa kecil—seolah-olah ini hanyalah jamuan biasa.Namun tatapan mereka tidak pernah benar-benar pergi dari arena.Mereka ingin kebrutalan.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   113 Viscountess Yseult Merchanze

    **Bab 113 Viscountess Yseult Merchanze**Cafe itu sepi dan hangat, tapi udara terasa menegang seketika saat pintu terbuka. Viscountess Yseult melangkah masuk, anggun seperti biasa, tapi langkahnya berhenti ketika melihat sosok yang duduk tenang di meja sudut—seolah waktu tak pernah mengubahnya, kecuali sorot mata yang kini jauh lebih dingin."Halo, Viscountess Yseult Merchanze." Sapa itu datang dengan kelembutan yang terdengar nyaris seperti tantangan.Yseult mengangkat alis. "Ah, aku pikir aku baru saja melihat hantu..." Nada suaranya datar, tapi matanya menelanjangi kenyataan."Hany

  • MENJEMPUT ISTRIKU   112 Deklarasi Thally

    **Bab 112 Deklarasi Thally**Pintu terbuka dengan bunyi berderit ringan. Thally tertegun.Di depan sana, berdiri tegap seorang lelaki bersandar pada dinding dengan tangan menyilang, wajahnya datar, matanya dingin. Saihan Malaken. Menunggunya sejak entah kapan.Thally mengernyit, wajahnya mengeras, tapi ia tidak berkata apa-apa. Ada semacam kehati-hatian dalam sorot matanya, meski gerak-geriknya tetap anggun dan tenang.Lalu, Thally menyempitkan mata, tidak menyapa. Hanya tatapan yang berbicara—penuh tanda tanya, sekaligus tak ingin tahu. Ia tak ingin memulai apa pun pagi itu.

  • MENJEMPUT ISTRIKU    111 Situasi Baru

    **Bab 111 Situasi Baru**Langit Skythia menggantung kelabu di balik jendela tinggi ruang kerja sang Duke. Asap dari perapian menyebar perlahan, bercampur dengan aroma perkamen tua dan bara kayu cemara. Di tengah ruangan, Duke Hugh berdiri tegap di depan meja besar yang dipenuhi peta, laporan, dan segel kerajaan. Matanya tajam menatap api, seakan membakar bayang-bayang musuh yang belum terlihat.''Tuanku Duke, Margrave mulai bergerak,'' ujar Alwyn, menyampaikan laporan dengan nada serius. Suaranya menggema pelan di ruangan itu, seperti bisikan angin yang membawa kabar badai.Hugh menoleh cepat. Wajahnya menegang sesaat, lalu bibirnya melengkung menyeringai. Sorot matanya menyala pen

  • MENJEMPUT ISTRIKU   110 Gangguan

    **Bab 110 Gangguan**Ketegangan langsung mengental. Beberapa pengunjung mulai berdiri, tubuh mereka tegang, mata waspada. Beberapa tangan bahkan sudah merayap ke gagang senjata.Garran tetap fokus. Matanya tak lepas dari pria itu, tapi suaranya kini diarahkan pada Brisa. "Brisa, ada apa?"Brisa tak menunduk. Ia menatap lurus, nadanya penuh amarah dan jijik. "Dia meraba bokongku. Sampai roknya tersingkap. Dasar bajingan mesum."Desahan marah terdengar dari beberapa sudut ruangan.Garran m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   109 Surat Ketiga

    **Bab 109 Surat ketiga**"Rusha, aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Duduk, beristirahat sekarang!" seru Garran, suaranya menggelegar di tengah hiruk-pikuk kedai.Nada tegas dan gelombang khawatir yang tak disembunyikan membuat Atthy—yang dipanggil Rusha oleh semua orang di desa itu—mengernyitkan dahi. Ia menunduk, lalu menatap Garran dengan mata memelas, bibirnya nyaris bergetar.Namun Garran tetap berdiri tegak, menyilangkan tangan di dada. "Jangan membuat wajah seperti itu. Aku tidak akan lagi terjebak oleh wajah kasihanmu itu!" tukasnya, meski sorot matanya jelas mengandung kasih sayang.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   096 Pertemuan

    **Bab 096 Pertemuan**Saat menunggu keberangkatan kembali di Stasiun Grevin, Athaleyah duduk dengan anggun di salah satu kursi kayu yang berjejer di ruang tunggu kelas atas. Matanya menatap jendela besar yang memperlihatkan hamparan salju di luar, seakan menikmati ketenangan

  • MENJEMPUT ISTRIKU   095 Memancing di Air Keruh

    **Bab 095 Syal**Udara di ruang kerja Hugh berat oleh kelelahan yang tidak diucapkan. Matahari musim dingin menyusup pelan melalui celah jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang di atas lantai batu. Di belakang meja kayu besar, Hugh duduk membungkuk sedikit, tangan kiriny

  • MENJEMPUT ISTRIKU   094 Pertemuan

    **Bab 094 Kekhawatiran**Senja di Kedai MegravUdara di luar kedai membeku hingga menusuk tulang. Tapi di dalam, hangatnya api dari tungku, aroma seduhan herbal, dan suara kayu yang berderak menciptakan suasana yang nyaris nyaman. Langit di luar berwarna

  • MENJEMPUT ISTRIKU   093 Rindu

    **Bab 093 Rindu**"Rusha, kau itu masih harus memulihkan diri. Biarkan saja..." ujar Sania pada Atthy yang mulai membantu di kedai."Tidak apa-apa, Bibi. Kalau hanya segini, tidak akan ada masalah untukku. Lagi pula, sudah hampir satu bulan sejak aku sium

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status