首頁 / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 135 Telinga Yang Memerah

分享

135 Telinga Yang Memerah

作者: Wolfy
last update publish date: 2026-05-30 00:47:14

**Bab 135: Telinga Yang Memerah**

Angin laut masih tidak tenang.

Kapal layar bergerak pelan—seperti baru saja selamat dari sesuatu yang belum selesai. Tali-tali berderit. Air menetes dari pakaian yang belum sempat dikeringkan. Bau darah samar bercampur garam laut.

Tidak ada lagi teriakan.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • MENJEMPUT ISTRIKU   170 Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali

    **Bab 170: Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali**Perjalanan dari Megrav ke Eldoria memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan awal.Badai salju beberapa kali memaksa rombongan berhenti di pos peristirahatan tambang tua, benteng perbatasan, bahkan desa-desa kecil yang nyaris tidak tercatat di peta Skythia.Kereta Elaria tidak pernah dibiarkan tanpa pengawasan.Api modul panas dijaga bergantian sepanjang malam.Sarah memeriksa suhu tubuh Elaria berkali-kali dalam sehari.Dan setiap kali suara batuk kecil terdengar dari dalam kereta, seluruh rombongan ikut menahan napas.Dua kali sistem

  • MENJEMPUT ISTRIKU   169 Perpisahan

    **Bab 169: Perpisahan**Kabut pagi Megrav belum sepenuhnya terangkat ketika kereta itu akhirnya berdiri di halaman benteng.Dua kuda perang berdiri tenang di depannya, napas mereka mengepul putih di udara dingin. Roda besar dari kayu keras berlapis besi tampak lebih tebal dari kereta biasa, dibuat bukan untuk kecepatan, tetapi untuk menahan jalan Utara yang keras.Namun yang paling mencolok bukanlah ukurannya. Melainkan bentuknya yang… tidak biasa.Kereta itu tidak sepenuhnya tertutup, juga tidak sepenuhnya terbuka.Bagian penumpang berbentuk kotak memanjang sekitar dua setengah meter, dengan tinggi hampir dua meter. Dinding luarnya terdiri dari tiga lapisan: kayu ek tebal di luar, lapisan wol padat di tengah, dan kulit yang telah diproses

  • MENJEMPUT ISTRIKU   168 Kereta Untuk Elaria

    **Bab 168: Kereta Untuk Elaria**Pagi di Megrav terasa lebih hidup dari biasanya.Kabut tipis masih menggantung rendah di antara bangunan batu ketika suara dentang logam mulai terdengar dari halaman samping kedai.Clang!Clang!Bukan suara pertempuran. Bukan latihan militer.Pandai besi.Halaman kecil yang biasanya dipakai menyimpan kayu bakar kini berubah menjadi bengkel dadakan. Tungku portabel menyala terang. Bara merah memantulkan cahaya ke dinding batu dan tumpukan peralatan kerja.Atthy berdiri di depan landasan besi.Celemek

  • MENJEMPUT ISTRIKU   167 Elaria

    **Bab 167: Elaria**Di ruang tengah rumah Garran malam itu, suasana terasa jauh lebih tenang dibanding siang sebelumnya.Api perapian menyala pelan di tengah ruangan, mengusir dingin Megrav yang mulai menggigit semakin dalam.Di atas meja kayu, beberapa catatan dan laporan medis terbuka rapi.Sarah duduk di dekatnya sambil memegang lembar terakhir hasil pengamatannya.“Selama seminggu terakhir saya memantau kondisi mereka…” ucap Sarah tenang.Semua perhatian langsung tertuju padanya.Hugh berdiri diam di dekat perapian.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   166 Dua Athaleyah

    **Bab 166: Dua Athaleyah**Pintu kamar tertutup pelan di belakang mereka.Ceklek.Suasana langsung berubah jauh lebih sunyi dibanding ruangan utama.Hangat. Sederhana. Dan terlalu kecil untuk disebut kamar seorang Duchess.Satu perapian kecil menyala di tengah dua ranjang sederhana. Panasnya menjaga udara tetap nyaman di tengah dinginnya Megrav.Salah satu ranjang dipenuhi selimut tebal dan boneka kain kecil yang bentuknya sudah sedikit rusak karena terlalu sering dipeluk anak-anak.Di dekat dinding, beberapa pakaian kecil digantung rapi. Sepasang sepatu mungil tergeletak tidak sejajar di lantai.Dan di meja kay

  • MENJEMPUT ISTRIKU   165 Bertemu Kembali

    **Bab 165: Bertemu Kembali**“Helena mau menemui Ibu?” tanya Cedric.Helena mengangguk. Rasa haru di dadanya masih belum reda, membuat senyumnya bercampur dengan air mata yang belum sepenuhnya kering.“Helena, jangan menangis lagi,” kata Lucien sambil mengusap pipinya.“Pilih satu saja. Mau menangis atau tertawa. Jangan dua-duanya, aneh jadinya,” komentar Alaric datar.Helena tersenyum kecil, sedikit canggung. “Maafkan saya, Tuan muda. Masih sulit bagi saya untuk memilih salah satunya…”Alaric menyilangkan tangan di dada.Cedric memiringkan kepala, masih terlihat bingung.Lucien tetap sibuk mengusap kepala Helen

  • MENJEMPUT ISTRIKU   042 Duel Persahabatan

    **Bab 042 Duel Persahabatan**Setelah diskusi panjang tentang peran pria dan wanita dalam pelatihan bela diri, Karl menatap Atthy dengan tekad yang jelas."Kalau begitu, Duchess, kita coba buktikan di sini," katanya dengan nada serius, meskipun ada sedikit rasa hormat dalam suaranya.Atthy menatapn

  • MENJEMPUT ISTRIKU   041 Karl dan Atthy

    **Bab 041 Karl dan Atthy**Setelah insiden di halaman belakang, Karl dan Nathan akhirnya kembali ke dalam Manor untuk membersihkan diri. Atthy, yang pakaiannya juga kotor akibat menyelamatkan mereka, berjalan bersama Helena menuju kamarnya. Langkah mereka tenang, tetapi suasana di antara keduanya m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   040 Karl dan Nathan

    **Bab 040 Karl dan Nathan**Malam semakin larut, tetapi ruangan tempat Naira beristirahat masih dipenuhi suasana hangat dari percakapan yang mulai mendalam. Karl bersandar di kursinya dengan ekspresi berpikir, sementara Nathan tetap di atas tempat tidur, duduk di samping Naira, tangannya tidak lepa

  • MENJEMPUT ISTRIKU   039 Naira 3

    **Bab 039 Naira 3**Ketukan di pintu memecah suasana. Seorang pelayan masuk dan membungkuk hormat. "Dokter Sarah telah tiba."Seorang wanita muda dengan jubah dokter yang bersih melangkah masuk. Meski usianya masih muda, sekitar 25 tahun, wajahnya penuh ketenangan dan profesionalisme. "Duchess, Tua

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status