Share

179. Lucu Tapi Serius

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-10-05 18:02:09

Mereka menikmati menu sarapan restoran hotel dengan penuh suka cita. Brian pun turut bergabung, duduk di ujung meja tepat bersebelahan dengan Catherine.

Hanya Ethan, yang masih konsisten memasang tampang masam setiap kali melirik ke arah Dewa.

"Ini minuman khas Rusia, kami menyebutnya Sbiten. Terbuat dari madu murni dan rempah-rempah pilihan. Silakan dicicipi, Dokter Ali, Lady Catherine, dan Dewa," tutur Madam Maria ramah ketika pelayan meletakkan cangkir-cangkir hangat berisi minuman terse
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
ciee dewa langsung terpent0k hatinya sama disava dan langsung minta ijin melamar aaaaa sukaaaaa
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
buahaha sarah kondisikan tanganmu bukannya tenang itu ethan malah kamu di t3rk4m hhhhh
goodnovel comment avatar
Freyaa
Berikutnya kondangan dirimu... otw yak yak hihi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    180.

    Tatapan Ethan yang sebelum tajam dan dingin memandang puncak kepala Dewa yang merunduk ke depannya, kini tiba-tiba melunak dan menyerah berkat belaian jemari Sarah pada puncak batangnya yang benar-benar berhasil merontokkan seluruh pertahanan keras kepalanya. "Jika kau berani menyakiti Disa, aku akan membunuhmu tanpa pengampunan, Dewa!“ "Brother!" Disava berseru nyaring dengan binar mata penuh kebahagiaan menatap Ethan yang mendengkus kecil. Sarah tersenyum mengedipkan sebelah mata pada Disava, sambil di bawah meja, jemarinya meremas batang Ethan yang kini menoleh dengan pandangan berkabut menatapnya. Disava memeluk Dewa tanpa sungkan, menarik pundak lelakinya itu yang menjatuhkan titik air mata di atas meja, "Honey, ucapkan terima kasih pada kakak iparmu, kita akan menikah!" bisiknya juga tercekat didera perasaan haru Dewa menularinya. Catherine pun terisak haru, membenamkan wajahnya di pundak Dokter Ali yang langsung memeluk istrinya itu. Di sisi lain, Tachi sudah turun dar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    179. Lucu Tapi Serius

    Mereka menikmati menu sarapan restoran hotel dengan penuh suka cita. Brian pun turut bergabung, duduk di ujung meja tepat bersebelahan dengan Catherine. Hanya Ethan, yang masih konsisten memasang tampang masam setiap kali melirik ke arah Dewa. "Ini minuman khas Rusia, kami menyebutnya Sbiten. Terbuat dari madu murni dan rempah-rempah pilihan. Silakan dicicipi, Dokter Ali, Lady Catherine, dan Dewa," tutur Madam Maria ramah ketika pelayan meletakkan cangkir-cangkir hangat berisi minuman tersebut ke hadapan mereka semua. Dokter Ali, Catherine, dan Dewa mengangguk sopan lalu mencicipi minuman tradisional itu. Sebelum sarapan benar-benar berakhir, Sarah mendadak teringat pada tiket Tokyo Disneyland yang diberikan Dokter Ali. "Ali dan Cathy memberikan ini..." Sarah baru saja meletakkan beberapa lembar tiket di atas meja, ketika Tachi sudah berseru riang. "Wah, Tokyo Disneyland! Ada pertunjukan kembang api dan parade natal raksasa di akhir tahun ini di sana... Tachi boleh ikut,

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    178. Perkara Bunga...

    Disava mengirimkan laporan keuangan El Man Company yang ia tangani secara langsung sejak dipindah kepemilikannya kepada Sarah.[Ted mencoba membobol data keuangan.] pesan Disava terkirim ke ponsel Ethan."Kau sudah menguncinya 'kan?" balas Ethan cepat.[Tentu saja! Aku menyisakan nol di saldo El Man Company, dan data keuangannya yang lain juga sudah kudapatkan serta kupindahkan ke rekening cadangan.]"Bagus! Setelah rapat pembuktian Grandma tidak terlibat dalam kecelakaanku dan Sarah, akan kuberikan 2% saham di perusahaan pribadiku untukmu."[Aku sudah punya perusahaan pribadi di bidang keuangan, tidak tertarik berebut saham dengan saudara sendiri...]Ethan langsung menekan tombol dial, menghubungi Disava yang ternyata berada di dalam mobil bersama Tachi di sebelahnya, sementara sopir Madam Maria duduk di balik kemudi."Kalian mau ke mana?" tanya Ethan setelah balas tersenyum pada Tachi yang melambaikan tangan di depan kamera ponsel Disava."Tachi mau bertemu Mommy dan Maket," jawab T

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    177.

    Ethan masih terlelap dengan wajah puas, sementara Sarah sudah selesai mandi dan berganti pakaian mengenakan gaun ungu beludru mewah yang disiapkan khusus oleh Ethan untuknya di walk-in closet."Terima kasih, Hubby..." bisik Sarah sembari mendaratkan kecupan lembut ke kening Ethan. Pria itu sedikit menggeliat hendak membuka kelopak matanya, namun kembali terlelap begitu jemari Sarah membelai alis tebalnya dengan penuh kasih."Tidur dan istirahatlah. Aku hanya mau menemui Ali dan Cathy di taman hotel." bisik Sarah seraya menulis di kertas, pesan untuk Ethan yang ia letakkan di atas meja nakas samping tempat tidur.Sarah lalu meraih sebuah kotak berisi perhiasan black gold yang dibelikan Ethan sebagai hadiah pernikahan untuk Catherine. Tidak hanya itu, Sarah juga membawa racikan parfum khusus untuk Dokter Ali, sebuah formula rahasia yang belum pernah ia beritahukan kepada siapa pun, kecuali Mister Konstantin yang menguji kualitas aromanya."Hai... Ra! Kami di sini!" seru Catherine ceria,

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    176.

    Sepanjang acara berlangsung, meja resepsi khusus kado dan pameran ucapan selamat dari para tamu VIP sudah menggunung dengan barang-barang bernilai fantastis. Barisan pengawal berpenampilan menawan dalam balutan setelan putih mengangguk sopan pada setiap tamu yang meletakkan kado dan hadiah pernikahan.Mulai dari sertifikat kepemilikan pulau pribadi di Mediterania dari seorang taipan minyak Arab, lukisan langka abad ke-18 karya maestro Eropa dari sang menteri kebudayaan Rusia, hingga saham eksklusif perusahaan teknologi raksasa yang dipersembahkan oleh para kolega bisnis Volkov Holdings dari Swiss sebagai kado pernikahan untuk Ethan dan Sarah.Bahkan, Perdana Menteri Rusia secara khusus menyerahkan sebuah kotak beludru berisi bros berlian antik milik keluarga kerajaan masa lalu sebagai tanda kehormatan tertinggi untuk Sarah."Ini sangat indah dan terlalu berharga, Prime Minister... Kami tidak bisa..." Sarah yang mengetahui betapa berharganya berlian antik keluarga kerajaan tersebut hen

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    175.

    Tanpa menunda sedetik pun, Disava meraih ponselnya dan langsung menghubungi Madam Maria, yang mengangkat panggilan itu tepat di deringan kedua. Tak lama kemudian, Madam Maria melangkah anggun menghampiri tempat Disava berdiri. Para tamu perlahan menoleh, sengaja membentuk lingkaran longgar di sekeliling mereka hingga membuat Ksenia tidak memiliki celah sedikit pun untuk kabur atau melarikan diri. "Ksenia? Kenapa kau mengenakan pakaian pelayan?" seru Madam Maria terkejut, matanya terbelalak menatap Ksenia yang kini mengangkat wajah dengan berurai air mata. "G-Grandma..." cicit Ksenia terbata. "Sepertinya seragam itu memang sangat cocok untukmu, Ksenia! Di mana Ibumu? Apakah dia juga menjadi pelayan di sini?" cecar Madam Maria, memotong dan mematikan segala niat Ksenia untuk mengadu. Tepat di saat bersamaan, kepala pelayan utama berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Madam Maria sambil menyeret lengan Viktoria yang tampak kusut dan ketakutan. "Kami mohon maaf, Madam. Kami terpak

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    7.

    Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status