Share

183. Jalan-jalan

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-10-08 23:33:54
Sarah akhirnya terbangun dari lelapnya ketika mendengar dering ponselnya sendiri, meskipun Bu Indar dengan sigap sudah lebih dulu mengangkat dan menjawab panggilan yang ternyata dari Ethan tersebut.

"Ibu... kapan Ibu datang?" tanya Sarah begitu melihat Bu Indar sudah memutuskan panggilan di ponselnya.

"Sudah dari tadi. Ethan meminta Ibu datang bersama Tachi, agar kau tidak kesepian di kamar atau menemanimu jika ingin pergi jalan-jalan keluar."

Sarah langsung menoleh ke sisi ranjang, melihat Tach
Freyaa

Sudah siap mau bertemu 'jodohnya' Brian? Seperti janjiku, Brian akan bertemu jodohnya juga dan cerita ini Happy End :)

| 6
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Sal Salbiana
Tachi bener² hantu salju nih
goodnovel comment avatar
Freyaa
Uhuyyyy asyekkk
goodnovel comment avatar
Freyaa
Disava sadis yaaa hahahaha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    217. Extra 2

    Keesokan paginya, beberapa orang kepercayaan Owen yang bertugas menjaga Ted, Vania, Krista, Viktoria dan Ksenia yang sudah diketahui tempat persembunyiannya, membawa para tahanan itu ke halaman vila tempat Sarah dan keluarga menginap.Ted yang satu kakinya telah dipotong hingga lutut oleh Owen dan salah satu lengannya dilepaskan dari persendian berusaha merangkak payah di atas tanah. Ia merayap menuju ke hadapan Sarah, yang duduk anggun di kursi dengan Ethan dan Mister Konstantin mendampingi di kedua sisinya."Berhenti!" ucap Abah Rizal tegas sembari menempelkan mata pedang samurai panjang yang baru saja diberikan oleh Sergei sesaat lalu, tepat di tengkuk Ted.Bu Indar, Sergei, serta agen-agen rahasia dari kelompok assassin yang ditinggalkan Rubi memperhatikan situasi di sekeliling dengan penuh kewaspadaan.Tak jauh dari Sarah, Catherine duduk tenang di kursi sambil menikmati buah segar dengan Tachi berada di pangkuannya. Disava duduk di sebelah Catherine, tampak sama sekali tak terga

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    216. Extra

    Sarah dan keluarganya menginap di salah satu vila megah milik Catherine yang berlokasi di area elit Hong Kong Peak.Malam sudah sangat larut, namun Sarah berkali-kali terjaga dari tidurnya. Perasaannya tidak tenang dan gelisah tanpa alasan yang jelas.Sarah melirik Ethan yang telah tertidur pulas. Perlahan, ia melepaskan dekapan lembut suaminya itu dari pinggangnya, lalu turun dari ranjang seraya meraih mantel hangat di kapstok untuk menutupi gaun tidur transparannya.Guna menenangkan diri, Sarah melangkah keluar dari kamar menuju pantry untuk mengambil segelas air minum hangat. Di sana, ia terkejut melihat sosok Sergei yang duduk diam di kursi bar dengan segelas air mineral di atas meja, pria itu tampak gelisah dan tak bisa tidur. Sergei memang tidak ikut pulang ke Jakarta bersama mereka dari Jepang karena meminta izin untuk menemui istrinya."Bagaimana kabar istrimu?" tanya Sarah basa-basi, mencoba mencairkan suasana.Belum sempat Sergei menjawab, derap langkah kaki yang berlarian k

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    215. TAMAT

    Tiga bulan berlalu dengan cepat, membawa perubahan besar yang begitu luar biasa dalam hidup Sarah, Novi, Azriel, Maya dan para karyawan yang dulu bekerja di ruko. Bisnis sepatu impor Sarah di bawah naungan V.M Company melesat tajam menjadi distributor tunggal nasional.Koko Yayan, sosok penjual grosir besar yang dahulu tempat Azriel memesan sepatu impor mewakili Sarah, kini justru berbalik menjadi pelanggan utama yang memesan puluhan ribu pasang sepatu tiap bulannya dari perusahaan Sarah.Semua karyawan ruko yang kini telah menjadi karyawan resmi V.M Company bekerja dengan penuh semangat di bawah kepemimpinan Azriel sebagai Branch General Manager dan Novi sebagai Head of Admin.Tak hanya itu, perusahaan security milik Dewa juga resmi diakuisisi oleh Sarah di bawah payung Mansouri Holdings, memperkokoh benteng keamanan bisnis dan keluarga mereka.Kini, di lantai teratas pencakar langit kota Hong Kong, gedung markas pusat Mansouri Holdings yang megah dan telah resmi sepenuhnya jatuh ke

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    214.

    Suasana rumah sakit di pagi hari belum terlalu ramai. Dokter Ali membawa rombongan besar Sarah dan keluarga, beserta Disava dan Dewa yang telah tiba lebih awal, menuju Ruang Periksa VVIP Suites di lantai atas.Sebagai mantan dokter di rumah sakit tersebut, kehadiran Dokter Ali bersama rombongannya disambut hangat oleh para staf.Dokter Laras, spesialis obgyn senior sekaligus sahabat lama Dokter Ali yang kemarin memeriksa kehamilan Catherine, tersenyum lebar begitu membuka pintu ruang periksa khusus yang sudah ditata sangat luas."Luar biasa, Dokter Ali! Sekarang membawa tiga calon ibu sekaligus, nih!" terkekeh Dokter Laras seraya menjabat tangan Dokter Ali hangat."Mari masuk semuanya, kita lihat pemeriksaannya bersama-sama di dalam," tambah Dokter Laras sambil menganggukkan kepala ramah pada Mister Konstantin dan Abah Rizal, yang dibalas anggukan samar penuh wibawa oleh keduanya.Dokter Ali memang sengaja memesan VVIP Suite ini secara khusus agar seluruh keluarga bisa masuk untuk mend

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    213.

    Malam harinya, Sarah bersama keluarga berkumpul di restoran cabe hijau. Yang mana, area bagian dalam restoran sengaja dipesan khusus oleh Catherine untuk rombongan keluarga besar mereka agar lebih nyaman, termasuk Disava dan Dewa yang datang menyusul. Sementara pelanggan dan tamu lainnya menikmati sajian mereka di area halaman outdoor yang ditata cantik serta estetik.Catherine meletakkan alat tes kehamilannya di dalam kotak beludru berwarna putih, lalu menggesernya ke arah Sarah di sebelahnya yang turut meletakkan alat tes kehamilan bergaris dua milik dirinya."Aku tadi menyimpannya di mana, ya?" gumam Dewa sembari merogoh saku celananya, namun tidak menemukan apa-apa."Ah, ada... di sini!" seru Dewa lega, merogoh dan mengeluarkan alat tes kehamilan serupa dari dalam kantung mantel Disava yang sudah disampirkan pada sandaran kursi.

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    212. Positif

    Setelah menikmati camilan sore dan pembicaraan hangat tentang masa depan bisnis Sarah, Bu Indar memegang lembut jemari Sarah lalu membimbingnya masuk ke dalam kamar."Ada apa, Bu?" tanya Sarah pelan, mengerjapkan kelopak matanya menatap ibu kesayangannya itu.Bu Indar merogoh kantong pakaiannya dan menyerahkan satu test pack ke tangan Sarah.Sarah memajukan bibirnya sambil tertawa kecil, "Sepertinya Cathy sudah membelinya sendiri, Bu. Sebentar, kutelpon dia dulu. Belum ada kabar, nih..." ucapnya seraya meraih ponsel di atas nakas.Bu Indar mengulum senyuman tipis, membiarkan Sarah menghubungi Catherine yang langsung dijawab pada deringan kedua."Ra...! Oh, Sarah...! Aku baru mau menghubungimu! Aku baru dari rumah sakit, memastikannya bersama

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    2.

    Setelah memutuskan menginap di hotel hanya berdua dengan Tachi yang sebenarnya Sarah merasa hendak muntah setiap kali hembusan angin membawa aroma pekat aneh dalam rumahnya. "Tachi mandi dulu sendiri ya, Mommy bersiap-siap, oke?" Tachi langsung mengangguk cepat, turun dari ranjang dan kaki keciln

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    1.

    "Ahh ..." Kepala Pitri terlontar ke belakang dan dadanya membusung ke depan, merasakan gempuran Rafli di bawah sana yang sangat menyesakkan namun membuat seluruh syarafnya bergetar nikmat. "Tahan, Sayang ...sedikit lagi abang juga sampai." bisik Rafli sembari terus memompa cepat. Suara Pitri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status