FAZER LOGINSetelah menikmati makan siang bersama, rombongan keluarga besar Sarah dan Ethan memboyong liburan akhir tahun mereka menuju Ashikaga Flower Park.
Pada musim dingin, Taman Bunga Ashikaga menampilkan festival iluminasi yang sangat terkenal dengan sebutan "Garden of Illuminated Flowers" atau ![]()
![]()
![]()
![]()
"Ya Tuhan... tadi malam aku bermimpi Kak Sarah pulang. Ternyata beneran pulang!" seru Azriel antusias begitu keluar dari ruangan live streaming, lalu memeluk Sarah tanpa canggung.Ethan yang melihat istrinya di peluk pria muda di depannya, sengaja memalingkan wajah berpura-pura meneliti sudut lain ruangan, lalu memanggil Novi untuk segera membagikan oleh-oleh yang dibawakan Sarah untuk mereka semua."Makasih banyak ya, Kak Sarah dan Abang Ipar! Wah, ini oleh-oleh dari Moskow? Cantik banget!" seru Novi berbinar-binar seraya merengkuh sebuah bola salju hias yang dilengkapi figur boneka, penunjuk waktu, serta alarm yang sudah disetting oleh Sarah dengan waktu Jakarta."Kemarin kami sempat mampir ke Jepang dulu sebelum pulang ke sini. Itu ada oleh-oleh dari Jepang juga, dibagi rata ya buat semuanya," ucap Sarah yang sudah melepaskan pelukannya dari Azriel.Sarah membawa banyak sekali kudapan manis, permen, mainan, gantungan kunci, hingga omamori khas Jepang untuk Novi, Azriel, serta selur
Sarah terduduk di tepi ranjang dalam kamarnya. Sentuhan kenangan tentang orang tua yang tak pernah sempat ia dekap membuat dadanya berdenyut nyeri.Tak lama kemudian, pintu kamar terdorong pelan. Madam Maria melangkah masuk dengan tatapan serba salah dan penuh penyesalan. Wanita tua itu mendekat, lalu duduk di samping Sarah dan membawa tubuh cucunya ke dalam pelukan hangat yang erat."Maafkan Grandma, Sayang... Maafkan Grandma yang sudah membuatmu menangis..." bisik Madam Maria lirih, suaranya bergetar menahan sebak.Sarah menyandarkan kepalanya di bahu sang nenek, membiarkan air matanya membasahi pakaiannya."Semua ini adalah penyesalan terbesar dalam hidup Grandm
Matahari masih memancarkan sinarnya yang terang menjelang sore. Abah Rizal berjalan santai mengelilingi pekarangan rumahnya yang telah dirapikan oleh para tetangga. Namun, mereka tampaknya sengaja tidak memetik buah-buahan dan sayuran yang sudah siap panen."Kakek, jambu airnya sudah merah-merah sekali!" pekik Tachi antusias seraya membuntuti di belakang Abah Rizal.Abah Rizal tersenyum bahagia melihat binar ceria di mata Tachi yang akan selalu menjadi cucunya. Ia memetik sebuah jambu air merah ranum dan menyerahkannya kepada Tachi. Anak lelaki itu dengan sigap membawanya ke keran halaman, mencucinya hingga bersih, lalu menggigitnya diliputi rasa gembira."Manis, Kek!" seru anak lelaki itu riang.Air jambu yang manis meleleh di sudut bibir Tachi saat ia mengunyahnya dengan ekspresi begitu nikmat.
Setelah seluruh rangkaian urusan penggabungan perusahaan di gedung Tashiro Corp dan liburan awal tahun usai, kini saatnya Sarah beserta rombongan keluarga besar bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.Pagi itu, suasana haru mewarnai private lounge Tokyo Disneyland hotel tempat mereka menginap. Sarah dan keluarga besar saling berpamitan dengan keluarga Sato, keluarga Keisuke, beserta anak-anak mereka yang selama liburan menjadi teman bermain Tachi. Pelukan hangat, senyuman rasa syukur, dan ucapan terima kasih tulus terucap di antara mereka atas kebersamaan yang begitu indah."Nee-chan titip perusahaan, ya, Eiji," ucap Sarah seraya menyalami Eiji, yang langsung disambut anggukan sopan oleh pria muda itu.Di rapat restrukturisasi kemarin, Sarah menunjuk Eiji sebagai asisten Mister Hiraga di Tashiro Corp untuk membantu mengelola dua perusahaan sekaligus, Tashiro Corp dan V.M Company. Tak hanya posisi strategis, Sarah juga telah menyiapkan fasilitas lengkap berupa unit apartemen nyaman di pu
Liburan tahun baru telah usai. Pada tanggal 4 Januari, hari pertama di mana operasional perusahaan kembali aktif, Sarah secara langsung memimpin rapat pagi perdana di awal tahun baru dari gedung perkantoran utama peninggalan Shigeki Tashiro di pusat kota Tokyo, didampingi Catherine, Disava, serta Abah Rizal.Sedangkan Ethan berada dalam ruangan kerja Sarah, juga memimpin rapat Volkov Holdings tanpa didampingi Brian di sisinya.Rapat strategis yang dipimpin oleh Sarah ini diselenggarakan secara hybrid (tatap muka dan online) serta dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan inti perusahaan.Di samping Sarah, hadir Catherine, Disava, Abah Rizal, serta Mister Hiraga yang duduk tegap mendampingi di sebelah Sarah.Di jajaran kursi lainnya, beberapa kepala divisi manajerial dan perwakilan tim HRD senior turut hadir menyimak dengan penuh khidmat.Melalui layar video conference raksasa di dinding ruang rapat, terhubung para pimpinan kunci dari Jakarta, Pak Budi selaku Director Operasional V.M Comp
Malam harinya, usai prosesi pemberkatan sakramen pernikahan yang sakral dan khidmat di gereja Katolik di kawasan Minato, Sarah dan rombongan termasuk pasangan pengantin, Paulina dan Brian kembali ke Tokyo Disneyland Hotel.Head butler sudah menyambut di depan lobi hotel dan mengarahkan rombongan keluarga besar Sarah tersebut ke sebuah private ballroom yang mewah dan telah disulap anggun oleh pihak hotel, sesuai dengan pesanan catering dan dekorasi khusus atas permintaan Sarah secara mendadak namun sempurna."Wah ini sangat indah..." lirih Paulina dengan mata berkaca-kaca memandang Brian yang turut mengusap kedua matanya dengan jemari karena terharu."Lady Sarah...""Nikmatilah semuanya Brian. Jangan katakan apapun yang bisa merusak suasana." potong Sarah cepat sambil ters
Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa
Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya
Setelah memutuskan menginap di hotel hanya berdua dengan Tachi yang sebenarnya Sarah merasa hendak muntah setiap kali hembusan angin membawa aroma pekat aneh dalam rumahnya. "Tachi mandi dulu sendiri ya, Mommy bersiap-siap, oke?" Tachi langsung mengangguk cepat, turun dari ranjang dan kaki keciln
"Ahh ..." Kepala Pitri terlontar ke belakang dan dadanya membusung ke depan, merasakan gempuran Rafli di bawah sana yang sangat menyesakkan namun membuat seluruh syarafnya bergetar nikmat. "Tahan, Sayang ...sedikit lagi abang juga sampai." bisik Rafli sembari terus memompa cepat. Suara Pitri







