Share

24. Mau Lagi 21++

Penulis: Freyaa
last update Tanggal publikasi: 2026-06-24 23:28:36
Di tempat lain, Rafli yang begitu tiba di ruko langsung melangkah cepat naik ke lantai dua. Ia bergegas masuk ke dalam kamar dan melanjutkan video call dewasa dengan Vania.

Di layar ponsel Rafli, tampak wanita muda keturunan Turki itu sedang menggigit bibir bawahnya di dalam bilik toilet kantor, sengaja memperlihatkan bagian intimnya yang sudah banjir oleh cairan bening akibat gairah yang memuncak.

"Oh, Sayang ...kau sungguh sangat cantik ..." desah Rafli yang juga memperlihatkan kejantanannya p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
ethan masuh aja kepikiran masalah civman tadi hhh
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
jjk banget aku sama rafli , bagus sarah cukup tau dan diam setelahnya kamu tinggalkan
goodnovel comment avatar
Paulina
jijik banget sama Rafli ini kebelet ganti oli sampai VC kaya gitu mana di toilet pula nafsumu liat banget, kesempatan banget itu pitri bisa gantikan Vania menang banyak ini si Rafli
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    127.

    Awalnya Mister Konstantin merasa sangat terhibur bermain dengan Ethan dan Tachi. Ia mencurangi Ethan yang akhirnya tak bisa berkutik saat wajah tampannya ditempeli kertas warna-warni, serta melihat bagaimana Tachi tertawa meledak sangat lucu dan menggemaskan."Kalian bermainlah, aku mau melihat Sarah dulu," ucap Mister Konstantin sebelum bangkit dari duduknya, meninggalkan Ethan dan Tachi yang masih tergelak melihat sang Daddy benar-benar seperti boneka penuh warna.Brian yang baru saja tiba di ruang keluarga untuk mengantarkan tablet kerja pada Ethan, mati-matian menggigit bibirnya agar tidak ikut menertawakan bos dinginnya yang kini memasang tatapan tajam membunuh padanya."Sekali saja kau tertawa, kupatahkan gigi depanmu!" geram Ethan cepat dalam bahasa Rusia agar tidak dipahami oleh Tachi.Ethan lalu menoleh pada Tachi yang sedang menyusun kayu Uno, "Daddy periksa pekerjaan dulu sebentar, nanti kita main lagi. Atau Tachi mau makan camilan?"Mendengar kata camilan, Tachi mengangguk

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    126.

    Pagi di Yaroslavl menyapa dengan kesunyian yang menenangkan. Kelopak mata Sarah sudah terbuka sejak beberapa menit lalu. Namun kaki Tachi yang menimpa pinggang serta memeluknya dari belakang masih belum bergeser. Anak itu masih pulas dan Sarah pun enggan melepaskannya, khawatir anak lelaki yang super aktif tersebut akan terbangun dan susah ditidurkan kembali.Tiba-tiba pintu kamar tempat Sarah dan Tachi tertidur terbuka dari luar."Kau... kenapa kau kemari?" tanya Sarah berbisik pada Ethan yang langsung merebahkan tubuh di sebelahnya."Tidur," sahut Ethan pendek. Ia menarik bantal kepala Sarah lalu membaringkan kepalanya tepat di dekat pundak wanitanya itu."Jangan aneh-aneh, Ethan!" geram Sarah mendorong dada Ethan yang memiringkan tubuh ke arahnya dengan kelopak mata terpejam, "Cepat keluar sebelum Tachi ikut terbangun karena ulahmu!""Kalau dia bangun, nanti kutidurkan kembali," Ethan menjawab santai.Rahang Sarah benar-benar mengencang menahan geram melihat kelakuan Ethan yang sud

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    125.

    Kini, cahaya kota mulai berkurang. Gedung-gedung tinggi menghilang dari pandangan. Jalan raya yang tadi dipenuhi lampu, perlahan berubah menjadi garis-garis cahaya yang semakin jarang. Kemudian, hutan mulai mendominasi pemandangan di bawah mereka."Moskow sudah hilang?" tanya Tachi menoleh ke belakang untuk melihat pemandangan yang telah mereka lewati.Mister Konstantin mengangguk sambil mengusap lembut pinggang anak lelaki itu. "Ya, kita sudah meninggalkan Moskow."Tachi kembali menempelkan wajahnya lebih dekat ke jendela, "Sekarang lebih gelap.""Yaroslavl tidak seperti Moskow yang ramai dan berisik," ucap Mister Konstantin dengan nada lembut. "Yaroslavl lebih tenang."Tachi mengangguk seolah otak kecilnya mengerti. Matanya tak lagi melihat siluet gedung pencakar langit, tidak ada lampu. Han

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    124.

    Madam Maria datang ke rumah sakit di sore hari. Ia menyerahkan dokumen audit yang sedang berlangsung kepada Ethan dan Mister Konstantin. Kali ini di depan Ethan, Mister Konstantin lebih menahan diri dan tidak bersikap sinis pada Madam Maria. Apalagi seharian ini ia mendengarkan celotehan Tachi yang berkata patah-patah dalam bahasa Rusia, sekaligus mengajari anak lelaki itu beberapa kata baru, sudah sangat menghibur hatinya. Sebelum larut malam, dokter dan satu orang asisten perawat yang mendampinginya datang ke ruangan perawatan Ethan. "Dari hasil laboratorium ini, memang terlihat ada jejak molekul racun dalam darah Mister Ethan Volkov. Tapi..." Dokter terhenti sejenak dari penjelasannya. Ia memandang Mister Konstantin, Madam Maria, dan semua orang di dalam ruangan. "Kami belum memberikan antiracun apa pun, tetapi saat ini jejak racun dalam darah Mister Ethan Volkov sudah netral, mati, dan tidak aktif lagi," tambah dokter itu hati-hati. Mister Konstantin menoleh pada Sarah, mereng

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    123.

    Sementara Madam Maria dengan kepala dingin memeriksa semua laporan dan dokumen di ruangan kantor pusat Volkov Holdings bersama Brian yang duduk di seberang meja kerjanya juga ada Krista yang turut membantu pekerjaan Madam Maria, mulai dari mengisi ulang minuman di gelas, membukakan tutup pulpen, mengingatkan untuk minum vitamin serta makan besar, hingga menyortir camilan untuk majikannya tersebut.Ethan yang sudah tidak diinfus lagi, menikmati waktu istirahatnya di ruangan VVIP rumah sakit. Membacakan buku dongeng untuk Tachi, mendengarkan anak lelaki itu bercerita tentang film dan buku yang disukainya."Tachi kalau sudah besar, mau jadi apa?" Mister Konstantin bertanya santai. Ia merasa sangat bahagia melihat interaksi Tachi yang riang, sementara Ethan sesekali menanggapi kelucuan putra Sarah tersebut dengan tawa berderai.Tachi melirik ke arah Sarah yang masi

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    122.

    Viktoria tampil dengan setelan elegan dan Ksenia dengan gaya glamour-nya, berjalan masuk dengan dagu terangkat penuh percaya diri ke dalam ruangan rapat para pemegang saham."Grandma... Tadi pagi Grandma melihat Ethan di rumah sakit? Bagaimana keadaannya? Sebenarnya aku mau ikut Grandma, tapi Grandma sudah pergi ..." Ksenia menarik kursi, tepat di dekat Madam Maria yang duduk di posisi pemimpin."Tidak terlalu baik. Kau sudah ke rumah sakit? Sudah bertemu Sarah, calon istri Ethan?" tanya Madam Maria terdengar santai dan sangat tenang.Belum sempat Ksenia menjawab, Viktoria sudah mendahului berkata,"Mama tidak memberitahukan kami tentang Sarah yang sudah ditemukan dan sekarang akan menikah dengan Ethan. Kalau tahu, kami 'kan bisa mempersiapkan hadiah dan menyambutnya," ujar Viktoria lembut, berakt

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    7.

    Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status