Share

Salah Ruangan

Author: Lystania
last update Last Updated: 2026-01-10 12:47:22

Hari ketiga Alex tak masuk kantor. Ia tengah berada di rumah sakit, menemani Ira yang sedang dirawat karena sakit jantungnya kumat. Itu artinya, sudah dua malam Rena lembur menjadi pengasuh. Sepulang kerja, ia harus ke rumah Eric untuk menemani dan menidurkan Putri. Meski di rumah Alex ada Bi Siti yang menemani, Putri bersikeras ingin ditemani tidur oleh Rena.

Dengan mata yang masih mengantuk, ia berjalan menuju meja kerjanya.

"Pulang jam berapa dari rumah Pak Alex, Ren?" tanya Manda.

"Gak tah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Emosi Melihatnya

    Melihat Rena tiba di ujung tangga, Manda cepat melambaikan tangan seraya memanggilnya. Melihat itu, Rena yang penasaran mempercepat langkahnya."Ada apa, Nda?" tanya begitu sampai di ruangan."Pak Alex belum datang kan?""Kan kamu duluan yang nyampe kantor, kenapa jadi tanya aku?" ucap Rena, "ruangannya sih masih gelap berarti dia belum datang. Mobilnya juga gak ada di parkiran. Emang ada apa sih?""Nih, coba kamu lihat," ucap Manda menunjukkan layar ponselnya."Ini Pak Alex sama kliennya kan? Klien yang kalau datang gak ada sopan santunnya itu kan?" tanya Manda pada Rena."Iya. Itu kliennya Pak Alex, Desita."“Throwback jaman kuliah,” baca Rena dalam hati pada postingan yang diperlihatkan Manda pagi itu."Postingan siapa sih, Nda? Kenapa bisa ada mereka di situ?" tanya Rena dengan raut wajah yang telah berubah. Tak seceria saat ia tiba di kantor tadi."Tetangga aku, Ren. Mungkin tetangga aku itu temannya Pak Alex atau nggak temannya Desita itu,"

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Angin Segar

    Mama masih sibuk di rumah sakit membantu Om Arsyad merawat Tante Bunga, sehingga belum sempat berbicara banyak dengan Rena setelah ia pulang dari Bali. Rena sendiri saat bertemu Mama merasa ada yang beda dengan sikap Mama. Seperti ingin marah tapi masih tertahan. Sore ini sepulang kantor Rena langsung ke rumah sakit. "Kenapa?" tanya Om Arsyad pada Mama saat tak sengaja menjatuhkan ponsel yang sedang dipegangnya. "Mbak Dini, kenapa?" Tante Bunga juga ikut menanyakan. Rena yang berdiri di depan pintu menjadi bingung melihat situasi di dalam kamar. "Ini, tanya sama Rena apa yang terjadi?" ucap Mama memandang Rena dengan amarah. “Mama kenapa ya? Marah sama aku ya,” batinnya lalu berjalan dan duduk di sofa yang tak jauh dari Mama. Mama berjalan menghampiri Om Arsyad dan Tante Bunga kemudian menunjukkan layar ponselnya. "Saya sudah bilang sama dia jangan terlalu dekat sama bosnya itu, tapi coba liat foto ini!

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Tukar Pendapat

    Setelah mengalami delay selama dua jam, mereka akhirnya terbang juga menuju Jakarta. Masih tersisa bekas-bekas hujan di atas awan. Kadang kilatan petir hingga pesawat mereka melewati awan hitam dan membuat guncangan yang cukup memberi ketakutan."Aduh, harusnya kita pulang kemarin, Mas." Rena takut. Sedari tadi tangannya tak lepas memegang tangan Alex."Ya mau gimana, udah terlanjur," sahut Alex berusaha tenang. "Aduh. Aduh. Aduh." Rena mendekat pada Alex dengan mata terpejam. Terdengar pemberitahuan untuk mengencangkan sabuk pengaman."Naik pesawat kali ini bikin takut," rengek Rena."Aku juga takut. Tujuan aku untuk menikahi kamu belum terwujud," ucap Alex mengusap-usap keningnya."Hah? Pak Alex bilang apa? Bapak ngomong apa?" Rena meminta Alex untuk mengulangi ucapannya."Cukup sekali aku bilang," ucap Alex tegas."Mas, kamu tadi bilang apa? Coba ulangi," pina Rena lagi."Kamu tenang supaya aku juga ikut tenang. Kamu gak lihat aku juga takut!"

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Jadwal Penerbangan

    Benar-benar menikmati tidur malam yang nyenyak, mereka terbangun saat matahari telah mengintip dari balik tirai."Saya masih mau kamu di sini," ucap Alex kembali menarik Rena lebih dekat dengannya."Kemarin jam segini petugas hotel sudah ngantar sarapan, kenapa sekarang belum datang?""Kamu lapar?"Rena mengangguk."Kemarin aku bilang sama petugasnya jangan kirim sarapan sebelum saya minta," tukas Alex."Kenapa?""Karena mereka mengganggu aja," jawab Alex membelai rambut Rena yang berantakan.Rena tertawa sinis lalu menghubungi petugas hotel minta diantarkan sarapan pagi. Ponsel yang diletakkannya di atas nakas, tiba-tiba saja menyala."Sekretarisnya Pak Daniel ngirim tiket pulang, Mas." Rena tampak serius membaca detail tiket yang dikirim."Penerbangan terakhir," lanjutnya lagi."Kamu teruskan ke aku juga."Begitu sarapan datang, Rena mengajak Alex untuk sarapan. Di sela-sela makannya, Alex mengatakan kalau ia berencana akan mengajak

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Cuma Sebentar

    Kembali ke kamar hotel pukul enam sore, sebelumnya mereka telah membeli makanan dan beberapa cemilan untuk dinikmati sebelum pergi ke acara malam nanti."Iya, Ma. Salam sama Tante Bunga sama yang lain juga," ucap Rena."Kamu jangan macam-macam sama Alex ya," ancam Mama yang jelas terdengar oleh Alex."Iya, Ma." Rena meletakkan ponselnya."Cuma satu macam aja kok, Ma," ucap Alex bangun dari pangkuan Rena lalu iseng mendaratkan ciuman di bibir gadis itu"Mas Alex," sergah Rena menjauhkan wajah Alex."Gak sabar pengen ke acara nanti malam," ujar Alex memeluk Rena."Emang mau ngapain di acara nanti malam?" tanya Rena dengan wajah menyelidik. Takut Alex merencanakan hal yang bukan-bukan."Tenang saja," ucap Alex mengedipkan mata lantas berjalan menuju koper untuk mempersiapkan baju yang akan dipakainya di acara nanti malam."Mau ikut aku mandi?" lirik Alex."Makasih, Pak. Silahkan Pak Alex mandi duluan," ucap Rena tersenyum lebar."Kalau kamu t

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Dalam Dekapan

    Merasakan sesuatu yang lebih hangat dari selimut, menambah keengganan Rena untuk membuka mata. Saraf-saraf di kepalanya memerintahkannya untuk kembali terlelap. Hingga jambang tipis di pipi Alex tak sengaja bersentuhan dengan wajahnya, reflek membuat matanya terbuka lebar.“Sudah kuduga,” gumamnya dalam hati. Tampak Alex masih nyenyak tertidur. Ingin melepaskan diri tapi pelukan Alex begitu erat mengunci tubuhnya.Setelah menunggu beberapa menit, Alex akhirnya melakukan pergerakan."Selamat pagi," ucapnya mengecup kening Rena dengan posisi mata masih tertutup."Bapak bilang saya bisa menikmati kasur ini sendirian, tahunya Pak Alex ikut tidur di sini juga," ucap Rena."Kamu tega aku tidur dalam kondisi kedinginan? Lalu bangun pagi dalam posisi membeku? Kalau selimutnya ada dua sih gapapa," ketus Alex melonggarkan pelukannya dan bersandar pada kepala ranjang. Berpikir bisa menjauh dari Alex, tangannya segera diraih. "Mau kemana? Kamu lihat di luar masih gelap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status