Teilen

Interview

last update Veröffentlichungsdatum: 17.12.2025 13:00:17

"Mm...begini, Pak. Kedatangan saya kemari adalah untuk melamar pekerjaan di sini. Kebetulan sebelumnya saya pernah membaca spanduk itu yang menginfokan ada lowongan kerja di sini," papar Yanto sambil menunjuk ke arah pos satpam.

"Oh...mau melamar kerja. Kalau gitu, mari ikut saya ke dalam, Pak," ujar satpam itu.

Yanto segera mengikuti langkah pak satpam masuk ke dalam kantor. Sesampainya di dalam, Yanto dibawa menemui petugas resepsionis yang berada di bagian lobi perusahaan

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Madu Pemberian Ipar    Fakta yang Terungkap 

    Deon balik menatap Feyla dengan tenang, tidak terintimidasi dengan sikap Feyla tersebut. “Untuk masalah ini, kau bisa tanya suami kesayanganmu itu.” “Aku? Kenapa aku? Aku tidak pernah loh menjual saham kepadamu,” tukas Yanto dengan raut wajah sedikit kaget karena Deon melemparkan ‘bola’ kepadanya. “Lalu bagaimana dengan Pak Iwan? Apa kau juga merasa tidak menjual saham kepadanya?” Lagi-lagi Deon berucap dengan santai. Yanto terdiam sejenak. Tentu saja dia mengenal Pak Iwan dan memang benar apa yang dikatakan Deon bahwa dia telah menjual saham miliknya dan Feyla kepada Pak Iwan.“Kenapa kamu diam, Mas? Kamu kenal gak sama dia?” cecar Feyla.“Ke-kenal, Fey,” jawab Yanto terbata.“Benar kamu menjual saham kita padanya?”Yanto mengangguk pelan, otaknya kini dipenuhi banyak tanda tanya besar tentang apa hubungan antara Pak Iwan dengan Deon.“Kenapa kamu berani-beraninya menjual saham kita, Mas?! Apa aku ada memberi izin padamu?! Kau sungguh lancang sekali, Mas!” seru Feyla dengan amara

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Syok.

    “Gimana, Viana? Apa kamu sudah mulai mengerjakan pesanan dari Nyonya Adinata?” tanya Bu Julia di siang hari itu. “Sudah, Bu. Ini saya lagi membuat sketsa kasarnya,” ucap Viana sembari menunjukkan lembaran kertas putih di hadapannya yang telah berisikan sketsa dasar desain yang hampir rampung.Nyonya Julia memperhatikan sketsa yang dibuat oleh Viana dengan seksama lalu dia bertanya tentang konsep dari sketsa yang dibuat tersebut beserta alasan dia memilih konsep itu. Dengan lugas, Viana langsung menjelaskannya di hadapan bos nya itu.Mendengar penjelasan Viana, Nyonya Julia menggangguk-anggukkan kepala, dalam hatinya dia merasa kagum pada kemampuan Viana dalam mendesain dan menjelaskan konsep desain tersebut dengan begitu detail. “Baiklah, kalau begitu lanjutkan lagi pekerjaanmu.”“Baik, Bu.”Nyonya Julia melangkah meninggalkan ruang kerja Viana, tapi tiba-tiba dia berbalik lagi ke meja Viana. “Viana, bagaimana pendapatmu tentang Jimmy?” tanya Nyonya Julia to the point.Seketika Via

  • Madu Pemberian Ipar    Ancaman Bu Elvina

    “Mas Jimmy? Anda Mas Jimmy, kan? Saudara iparnya Mbak Mika?” tanya Viana dengan setengah ragu, takut salah orang. Pria berkemeja navy yang diduga Viana merupakan Jimmy, terlihat memandang Viana dengan intens. ‘Benar, saya Jimmy. Kamu siapa, kenapa bisa mengenali saya? Tapi... tunggu dulu, rasanya saya sedikit familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Jimmy sambil terus menatap Viana. “Saya Viana, Mas. Saya dulunya tetangga Mbak Mika sewaktu masih tinggal di Kota U,” jelas Viana. “Viana... Viana... Oh iya, saya ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kamu pernah hampir ketabrak sama mobil saya. Iya, kan?” “Iya, benar, Mas.”“Tapi kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu harusnya ada di Kota U?” Jimmy mengungkapkan keheranannya. Viana tersenyum kecil melihat kebingungan Jimmy.“Saya kerja di sini, Mas dan sekarang saya juga tinggal menetap di kota ini.”“Oh, begitu ya.”“Iya, Mas. Kalau gitu saya permisi dulu, Mas.”“Oke, eh... maaf ya, tadi saya udah n

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Nyonya Adinata

    “Siapa cewek tadi itu, Kak? Datang-datang langsung marah-marah saja,” ucap Ayu ketika Viana sudah kembali. “Oh...itu mantan adik ipar kakak. Biasalah, dia memang kayak gitu orangnya. Sehari saja gak ngebully kakak, gak senang dia, meriang, panas dingin badannya,” seloroh Viana bercanda. “Ha...ha...ha... Kakak ini, bisa aja bercandanya. Tapi Kak...serius nih, tadi aku dengar dia nyebut - nyebut Kakak penyebab kakak iparnya keguguran, itu ceritanya gimana sih, Kak dan kapan kejadiannya?” tanya Ayu penasaran. “Oh itu. Jadi gini...” Viana lalu mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan dia, Runi dan Feyla. Ayu mendengarkan dengan seksama. Di sepanjang Viana bercerita, raut wajah perempuan bertubuh mungil itu berubah-rubah, campuran antara marah, kesal dan juga geram. “Haissh....gila! Gak nyangka aku ada orang se-bloon itu. Dipikirnya gampang apa mencuri di toko perhiasan sekelas Sparkle n’ Shining Diamond. Pengamanannya gak main-main, CCTV bertebaran dimana-mana.

  • Madu Pemberian Ipar    Mengorek Informasi 

    “Itu...itu kan Viana.” Raut wajah Runi langsung terlihat kesal melihat orang tersebut yang ternyata memang Viana.‘Sial, kenapa harus jumpa dia di sini, sih?!’ batin Runi dongkol.Runi terus menatap Viana yang tengah makan. Di depan Viana, ada seorang wanita yang belum pernah dilihat Runi sebelumnya.“Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya. Ah, peduli amat. Untuk apa aku urusin dia, buang-buang waktu saja,” gumamnya pelan.Meski dia berusaha mengabaikan keberadaan Viana di tempat itu, tetapi tatapan mata Runi tetap tertuju kepada Viana. Penampilan Viana yang modis dengan barang branded yang melekat di tubuhnya memantik rasa iri dalam hati Runi.‘Sialan, kenapa makin hari dia makin cantik dan modis saja. Sepertinya bercerai dengan Bang Yanto tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya. Malah dia tampak lebih berkelas sekarang ini. Sungguh aku tak rela melihatnya. Tapi...tunggu dulu...bukankah bagus dia ada di sini, aku bisa tanya kejelasan soal pengangkatan rahimku padanya. Ya, siap

  • Madu Pemberian Ipar    Menyogok Dokter Ranum

    “Apa? Dokter bilang apa tadi?” “Tadi saya mengatakan bahwa Bu Runi mengalami kondisi pasca-histerektomi atau post-hysterectomy status yang artinya Bu Runi sudah mengalami prosedur pengangkatan rahim. Jadi, dengan kata lain saat ini Bu Runi sudah tidak mempunyai rahim lagi,” jelas Dokter Ranum. “Dan itu artinya saya tidak akan pernah bisa hamil?” tanya Runi dengan dada berdebar kencang.Dokter Ranum mengangguk dengan pelan dan raut wajahnya menunjukkan rasa simpatinya atas apa yang dialami oleh pasiennya itu.Ya, Runi yang sudah tiba di rumah sakit dan telah mendapat penanganan dari Dokter Ranum awalnya masih optimis bahwa kondisinya masih bisa diperbaiki jika memang ada sedikit gangguan pada tubuhnya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, Runi merasakan dunia seolah runtuh menimpanya.Runi ternganga dengan mulut lebar. Otaknya seakan sulit mencerna semua ucapan Dokter Ranum. Dia merasa tidak yakin pada pendengarannya sehingga dia menolak untuk percaya.“Tidak,

  • Madu Pemberian Ipar    Emosi

    "Jadi Abang juga berfikir kalau aku perempuan murahan? Jahat kamu, Bang. Aku bukan perempuan murahan, aku dan Mas Aldo saling mencintai. Andaikan Abang dan Silvia mau berbesar hati menerima hubungan kami, semua ini tidak akan terjadi dan anakku akan selamat. Kalian benar-benar tidak punya hati nu

  • Madu Pemberian Ipar    Kekesalan Yanto

    Runi meluapkan semua amarahnya kepada Yanto yang dianggapnya sebagai penyebab kegagalannya menjadi istri Aldo. Meskipun dia telah mengetahui bahwa Aldo bukanlah orang kaya, tetapi rasa cinta yang terlanjur berakar dalam hatinya membuat dia mengabaikan hal itu.Terlebih lagi dia sudah menga

  • Madu Pemberian Ipar    Amarah Runi

    Setelah mengembalikan motor beserta kuncinya kepada Hadi, Yanto dan Viana langsung menemui Dokter Susan yang kebetulan sekali pada pagi itu baru selesai melakukan operasi sesar pada salah seorang pasiennya."Bagaimana keadaan adik saya, Dok?" tanya Yanto ketika mereka sudah berada dalam ru

  • Madu Pemberian Ipar    Memberitahu Viana

    "Mas...Mas! Ditanya kok malah melamun, sih?" panggil Viana sambil menggoyangkan lengan Yanto."Oh...eh...kenapa, ada apa, Dek?" tanya Yanto yang tidak fokus pada pertanyaan Viana karena sibuk dengan lamunannya."Itu lho, Mas. Tadi aku tanyain apa yang sudah terjadi, tapi Mas nggak j

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status