Share

Tetangga Baru

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2025-12-02 09:00:47

Tok...tok...tok...

Suara ketukan pintu membuyarkan fokus Viana yang sedang menyapu lantai di ruang tamu pada sore hari itu. Viana bergegas menuju ke pintu lalu membukanya. Seorang wanita berusia kurang lebih tiga puluh tahunan telah berdiri dihadapannya. Wanita itu mengenakan dress rumahan dengan sebuah kotak makanan berada di tangannya. Viana yang merasa tidak mengenal wanita itu merasa heran dengan kedatangan wanita tersebut ke rumahnya.

"Maaf, Mbak ini siapa ya?"

Wanit

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Berbicara Jujur

    "Bagaimana ini, Bu? Apa Bayu menelepon karena ingin tahu jawabanku atas lamarannya tempo hari?" tanya Viana sedikit cemas.Bu Resti terdiam, tampak berpikir dan sejurus kemudian ibu angkat Viana itu berkata,"Angkat saja, Vi. Kalau memang itu yang dia tanyakan, jawab apa adanya sesuai hati nuranimu, tidak mungkin kan kamu mengelak selamanya.""Tapi Bu, aku...aku tidak sampai hati melihat Bayu sedih nantinya.""Dengar, Viana. Ibu tahu hal ini tidak mudah bagi Bayu, tapi kasihan dia kalau kamu terlalu lama menggantungnya. Dia bisa berpikir kalau kamu mempunyai perasaan yang sama denganmu dan itu akan semakin membuat dia kecewa jika pada akhirnya kamu menolaknya. Lagipula kamu akan segera pindah ke kota M, itu berarti kalian akan berjauhan, jadi selesaikan semuanya sebelum kamu pergi."Viana menggigit bibir bawahnya, dia mengakui kebenaran ucapan Bu Resti. Viana mengumpulkan keberaniannya lalu dengan tangan sedikit bergetar, dia menerima panggilan telepon itu."Ha-Hallo, Bayu...""Hallo,

  • Madu Pemberian Ipar    Perbincangan Bu Resti dan Viana.

    Viana duduk termenung di dalam kamarnya. Rentetan peristiwa tadi siang di kantor membayang di pelupuk matanya. Hatinya bimbang, mempertanyakan sudah tepatkah keputusan yang diambilnya ini mengingat konsekuensi yang harus dihadapinya adalah menjadi seorang pengangguran.Dia juga sudah menceritakan masalahnya ini kepada Bu Resti dan ibu angkatnya itu berusaha menyikapinya dengan bijak.Saat tengah duduk melamun, Viana dikejutkan oleh suara pintu kamar yang dibuka dari luar."Ibu," ucapnya lirih ketika melihat siapa yang datang.Bu Resti tersenyum lalu berjalan menghampirinya."Kenapa? Masih memikirkan yang tadi siang?"Viana mendesah pelan sambil menatap Bu Resti."Jujur, iya Bu. Menurut ibu, aku salah atau tidak ya mengambil keputusan ini? Soalnya aku kok tiba-tiba merasa menyesal sekarang." Viana mengungkapkan unek-uneknya."Mau menyesal pun sekarang gak ada gunanya lagi, Vi. Semuanya telah terjadi dan sekarang yang kamu bisa hanyalah menatap ke depan dan melanjutkan hidupmu. Terkadan

  • Madu Pemberian Ipar    Viana Dipecat

    Suasana di dalam ruangan berukuran 4 x 5 meter itu tampak hening, yang terdengar hanyalah suara pendingin ruangan yang berputar pelan menyemburkan hawa dingin yang menyejukkan. Beberapa hiasan yang terpasang dalam ruangan itu memanjakan mata setiap orang di sana, yang seharusnya bisa menciptakan suasana hangat dan menyenangkan hati.Akan tetapi, semua hal tersebut tidak bisa meredam aura ketegangan yang saat ini tengah meliputi ruangan tersebut.Seorang wanita paruh baya dengan stelan pakaian kantor berwarna abu-abu dan rambut yang ditata apik tengah menatap tajam seorang wanita muda yang duduk di seberang mejanya.Wanita itu duduk dengan sikap tenang, tetapi masih dapat dilihat sedikit raut kegelisahan membayang di wajahnya."Viana, apa kamu tahu kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Bu Irma."Tidak, Bu," jawab Viana jujur.Bu Irma melemparkan tatapan sinis."Benar - benar kamu itu, ya. Sudah bikin salah, tapi malah bersikap seperti orang ya

  • Madu Pemberian Ipar    Konfrontasi

    Beberapa hari telah berlalu, tetapi gosip yang menimpa Viana masih belum reda, yang ada malah semakin hot dengan bumbu-bumbu penyedap yang ditaburkan Veby. Hal tersebut membuat Viana menjadi jengah terlebih lagi masalah ini merembet ke urusan pekerjaan. Mereka bertindak tidak profesional kepada Viana. Laporan yang Viana butuhkan seringkali mereka tahan dengan alasan belum selesai atau harus direvisi dulu.Terang saja hal itu membuat Viana jadi keteteran dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Karena hal ini juga lah, Viana mendapat teguran secara halus dari Bu Selly yang menilai kinerjanya tidak bagus.Viana mencoba menjelaskan bahwa keterlambatannya, tetapi Bu Selly tidak percaya karena orang-orang yang berhubungan dengan Viana selama ini tidak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaan dan mereka adalah orang-orang yang kompeten menurut pandangan Bu Selly.Ingin rasanya juga dia melaporkan fitnahan yang dibuat Veby, tetapi lagi-lagi dia terkendala dengan bukti karena grup

  • Madu Pemberian Ipar    Cerita Nuri

    Jarum jam di dinding ruangan telah berdentang sebanyak dua belas kali, pertanda jam istirahat siang telah tiba. Satu persatu karyawan mulai beranjak meninggalkan tempat mereka menuju ke kantin perusahaan termasuk rekan-rekan satu divisi Viana kecuali Viana dan Nuri.Setelah melihat semua orang sudah keluar, tanpa basa basi lagi, Viana langsung menghampiri Nuri dan bertanya kepada wanita berambut sebahu itu."Sekarang Nuri, tolong beritahu aku apa yang sebenarnya sudah terjadi. Kenapa semua orang bersikap aneh padaku hari ini," pinta Viana.Nuri menatap Viana sejenak lalu menghela napas."Kamu tau nggak, saat ini kamu sedang jadi bahan gosip para karyawan di kantor ini.""Hah? Aku? Gosip apa?" Mendadak perasaan Viana jadi tidak enak."Sebenarnya ini berawal dari berita yang disebarkan Veby di grup chat karyawan. Intinya, Veby mengatakan bahwa kamu itu adalah cewek murahan yang berani menggoda pak Bayu supaya bisa masuk dan bekerja di kantor ini.""Lebih lanjut lagi menurut Veby, kamu i

  • Madu Pemberian Ipar    Rekan Yang Bersikap Aneh.

    "Apa?! Jadi dia bilang gitu ke kamu?" ucap Bu Resti setengah berteriak karena kaget sekaligus tidak percaya."Iya, benar, Bu. Aku pun sungguh tidak percaya Tante Ajeng bisa bersikap seperti itu. Padahal kemari ini, dia sangat ramah menyambut kedatanganku di rumahnya. Apa jangan-jangan ada yang menghasutnya, ya?" tebak Viana."Tidak usah menduga yang bukan-bukan. Yang jelas, dengan adanya kejadian ini, sudah positif kamu harus cepat bertemu dengan Bayu dan menyampaikan keputusanmu. Tapi kamu tidak perlu bilang perihal ibunya yang datang kemari dan memintamu menjauh darinya. Bayu anak yang baik dan ibu tidak mau Bayu bersedih karena kelakuan ibunya itu serta tidak mau juga membuat hubungan anak dan ibu itu menjadi renggang. Ibu khawatir jika itu terjadi maka si Ajeng akan playing victim seolah-olah kamulah penyebab hubungan mereka berdua jadi rusak dan itu akan memancing reaksi negatif dari masyarakat sekitar tentang dirimu," papar Bu Resti panjang lebar.Viana mengangguk paham."Baik,

  • Madu Pemberian Ipar    Tagihan Yang Sudah Dibayarkan 

    "A-apa? Mas dipecat?"Viana mengulangi kembali ucapan Yanto sebelumnya guna lebih meyakinkan dirinya akan hal yang didengarnya barusan."Benar, Dek," jawab Yanto dengan lesu.Viana terdiam sejenak. Kini dia yakin bahwa dia tidak salah dengar. Perlahan, dia mulai bisa meraba b

  • Madu Pemberian Ipar    Pengakuan

    "Bukan, Dok. Saya tetangganya. Ini istrinya," tukas Mika cepat seraya menunjuk ke arah Viana yang berdiri di sampingnya."Oh, maaf Bu. Saya salah orang rupanya," ujar Dokter Arif setengah bercanda."Jadi gimana keadaan suami saya sekarang, Dok?" tanya Viana dengan perasaan cemas.

  • Madu Pemberian Ipar    Ke Rumah Sakit.

    Namun, sebelum dia sempat keluar rumah, dia dicegat oleh Runi yang baru keluar dari kamarnya dan menatap heran ke arah Viana yang nampak tergesa-gesa dengan raut wajah cemas."Mbak, ada apa? Kok kayak gelisah begitu?" tanyanya.Viana menoleh sekilas ke arah Runi dengan wajah datar.

  • Madu Pemberian Ipar    Kecelakaan

    Yanto melajukan motornya dengan perlahan. Di sepanjang jalan, pikirannya terus dihantui dengan masalah pemecatannya.Dia bingung bagaimana cara menyampaikan berita ini kepada Viana dan untuk selanjutnya dimana dia akan mencari pekerjaan. Semuanya ini terjadi begitu mendadak sehingga dia ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status