بيت / Urban / Makin Lama Makin Asyik / Bab 153: Makin Bangor Ajeee

مشاركة

Bab 153: Makin Bangor Ajeee

مؤلف: mrd_bb
last update تاريخ النشر: 2026-07-21 12:32:03
Sudah bisa diduga sejak awal, desakan berahi dan sama-sama daam usia puber, alih-alih takut, ia dan Hana malah menghabiskan waktu bersama di dalam salah satu kamar cottage privat hingga pukul sembilan malam.

Hasilnya? Gaya jalan Hana terlihat berubah sedikit, agak canggung dan menahan pegal saat keduanya akhirnya memutuskan untuk pulang.

Begitu motor matik Lintang merapat di halaman rumah megah Hana, Tante Surti sudah berdiri menunggu di teras.

Sebagai wanita matang yang sudah kenyang makan asam
mrd_bb

BERSAMBUNG...

| 3
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 235: Nenek Aneh..!

    “Aku justru mau tanya, ada apa sebenarnya?” Naura balik bertanya. “Kamu pernah bertemu atau berbicara dengan Papa?”Lintang kontan menggeleng. “Belum pernah. Selama ini aku juga nggak pernah berkomunikasi dengan Papa kamu, apalagi dengan Mami kamu.”Naura mengangguk pelan, lalu tiba-tiba ekspresinya berubah seperti teringat sesuatu. “Ada satu hal lagi yang mau aku ceritakan.”“Apa?”“Aku akhir-akhir ini sering mengalami mimpi aneh.”Lintang langsung memperhatikan wajahnya. “Mimpi apa?”“Di dalam mimpi itu aku melihat seorang perempuan yang berpakaian seperti putri kerajaan zaman dahulu. Anehya... wajahnya sangat mirip denganku.”Deg!Jantung Lintang seketika berdegup lebih cepat. Putri Maya… Nama itu langsung terlintas dalam pikirannya. Lintang berusaha tetap tenang.“Mirip kamu? Terus... dalam mimpi itu dia bilang apa?”Naura malah tersenyum manis. “Dia bilang aku dan kamu memang sudah ditakdirkan untuk terus bersama sampai tua.”Lintang terdiam.“Bahkan katanya, kita akan punya anak

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 234: Keluarga Naura Tunjukan Gelagat Aneh

    “Jadi, musuh keluarga kita sekarang sudah jelas, ya, Pah? Keturunan Anton Palijau. Dalam hal ini... Jack Palijau?” tanya Lintang memastikan.Bhaskoro mengangguk serius. “Betul. Dialah yang harus kita waspadai. Dari informasi yang aku dengar, Jack Palijau juga bisa bertindak kejam. Dia bukan hanya mengandalkan ilmu jahatnya, tetapi juga tak segan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi orang-orang yang dianggap menghalangi tujuannya.”Lintang mengangguk pelan. Wajahnya yang semula santai mulai berubah serius. Bhaskoro kemudian menatap putranya cukup lama.“Papa mau tanya sesuatu. Kamu benar-benar mencintai Naura dari hati?”Lintang terdiam. “...”“Atau kamu sebenarnya hanya senang-senang saja?” Pertanyaan itu membuat Lintang menggaruk kepalanya. Pikirannya mendadak melayang kepada sosok Putri Maya di kerajaan alam ghaib di Gunung Klawing—wanita cantik yang wajahnya sangat mirip dengan Naura.“Entahlah, Pah...” jawab Lintang akhirnya. Bhaskoro mengangkat alis.“Tapi kita lihat saja na

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 233: Bhaskoro Beber Sejarah Palijau

    Bhaskoro menatap anaknya cukup lama. Untuk pertama kalinya setelah Lintang kembali dari liburannya di Kalimantan dan petualangannya di Gunung Klawing, mereka berdua memiliki kesempatan berbicara dari hati ke hati.Tatapan Bhaskoro terlihat serius. Ada sesuatu yang selama ini ia simpan rapat-rapat.“Putri Sofi... dan keturunan Palijau,” gumam Bhaskoro akhirnya. “Jadi selama ini merekalah yang menjadi biang keladi sekaligus musuh keluarga kita?”Lintang mengangguk. “Betul, Pah.” Ia menarik napas. “Itulah yang dikatakan Patih Iron Palijau sesaat sebelum tewas dalam pertarunganku dengannya.”Lintang kemudian menceritakan kembali percakapannya dengan sang patih, termasuk pengakuan tentang Putri Sofi dan dendam panjang yang diwariskan kepada keturunannya.Bhaskoro terdiam. Rahangnya mengeras. “Jadi dendam itu masih berlanjut sampai sekarang...” gumamnya.“Sepertinya begitu, Pa.” Bhaskoro menghela napas panjang. “Kakekmu sudah memberikan tugas itu kepadamu, Lintang.”Ia menatap putranya taja

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 232: Balik Lagi ke Alam Manusia

    “Kabur... tapi?” Kata kabur alias pergi meninggalkan kerajaan ternyata menjadi kata yang paling menakutkan bagi dua jagoan tengil itu—Boma dan Iful.Bagaimana tidak? Selama beberapa hari terakhir, hidup mereka terasa seperti masuk surga. Setelah dianggap sebagai pahlawan kerajaan, mereka bukan hanya mendapatkan penghormatan dari para prajurit dan bangsawan, tetapi juga mendapatkan pelayanan istimewa.Cece dan Lena pun selalu berada di sekitar mereka. Belum lagi para dayang-dayang cantik yang dengan senang hati menemani kedua pemuda itu berkeliling istana dan bercinta sepuas hati, akaiiii….Kamar yang mereka tempati pun jauh dari kata sederhana. Luas. Mewah. Tempat tidurnya empuk. Makanannya tinggal pilih. Pokoknya, hidup Boma dan Iful mendadak berubah menjadi kehidupan yang selama ini hanya ada dalam khayalan mereka.Siapa yang mau pulang ke dunia manusia?Tidak ada!Namun pagi itu, Lintang justru membawa kabar buruk. “Kita harus kembali ke dunia manusia.”Boma yang sedang menikmati m

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 231: Hubungan yng Aneh dan Bikin Mumets

    Jamuan makan malam yang mewah itu bagi Lintang tak ubahnya sebuah siksaan.Hidangan lezat memenuhi meja. Musik mengalun merdu. Para bangsawan tertawa dan berbincang penuh kegembiraan.Namun Lintang sama sekali tidak bisa menikmatinya. Bagaimana mungkin dia bisa bersikap santai?Di satu sisi duduk Maharatu Sofia, wanita yang baru saja mengumumkan akan menikah dengannya. Di sisi lain, pikirannya terus tertuju kepada Putri Maya.Kekasihnya. Calon istrinya. Dan sekarang... putri dari wanita yang hendak dinikahinya.Gila!Lintang mengusap wajah.Bagaimana aku bisa menjalani semua ini? Bahkan makanan paling lezat pun terasa hambar.Begitu pesta akhirnya selesai, Lintang tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia justru mencari kesempatan untuk berbicara empat mata dengan Putri Maya.Kesempatan itu akhirnya datang. Maharatu Sofia memilih beristirahat di kamarnya dan berpesan agar tidak diganggu.Lintang tersenyum kecil. “Ini kesempatan.” Dengan kesaktiannya, tubuh gagahnya melesat.WUUUSSSHHH!D

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 230: Maharatu Sofia Ingin Lintang Jadi Suaminya!

    Putri Sofi...Nama itu terasa begitu asing, tetapi sekaligus seperti membuka sebuah pintu menuju masa lalu yang selama ini tersembunyi dari dirinya.“Putri Sofi...” gumam Lintang. Kemudian matanya membesar. “Saudara tiri Maharatu Sofia?”Patih Iron Palijau tersenyum tipis. “Ya...” Suaranya kini hampir seperti bisikan. “Sekarang kamu mulai mengerti.”Lintang menatapnya penuh tanda tanya. Namun sebelum sempat bertanya lebih jauh, Patih Iron Palijau tiba-tiba kembali terkekeh.“Hahaha...”“Lintang!”Suara Boma terdengar dari kejauhan. Iful dan beberapa prajurit mulai mendekat. Tetapi Patih Iron Palijau masih menatap Lintang. Seolah-olah ia ingin memastikan pesan terakhirnya benar-benar tertanam di kepala pemuda itu.“Ingat pesanku...”Matanya mulai kehilangan cahaya.“Istri dan anak-anakmu... akan mati...”Lintang membeku. “Patih!”“Hahahaha...” Tawa itu semakin lirih.“Hahaha...”Lalu... Hening. Tubuh Patih Iron Palijau mendadak lemas. Kepalanya terkulai ke samping. Matanya tertutup. Ti

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 1: Jeritan Bibi Jamu Cantik

    “Tolonggg….!”Sebuah jeritan sudah cukup membangkitkan jiwa kesatria Bhaskoro, sejenak dia hentikan aktivitas di rumah miliknya ini, tak peduli gerimis mulai deras dan agaknya sebentar lagi akan hujan.Bhaskoro bergegas keluar rumah sederhana miliknya dan dia melihat seorang penjual jamu keliling te

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 58: Kepakan Sayap dari Banjarbaru, Tempat Kelahiran Sang Kakek

    Anthony Johansyah dan Idam Hasibuan saling melempar senyum, menatap sang CEO yang duduk di hadapan mereka.Bhaskoro tetap tampil bersahaja—hanya kaus oblong hitam polos dan jins pudar—namun atmosfer di sekelilingnya kini telah berubah total. Tidak ada lagi sisa-sisa keputusasaan dari masa lalunya ya

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 5: Peringatan Pak RT

    Surti tersentak panik setengah mati. Dia buru-buru menarik kembennya yang nyaris lepas. "Mati aku, Bang... Pak RT!" bisik Surti gemetar ketakutan. Tanpa menunggu jawaban Bhaskoro, wanita aduhai itu lari terbirit-birit kabur lewat pintu belakang.Bhaskoro menghela napas kasar. Kepalanya pening dan se

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 4: Perjanjian Maut…!

    Tanpa rasa keder sedikitpun Bhaskoro keluar dari rumahnya, dan dia melihat seorang pria ngamuk di rumah tetangganya yang berjarak 30 meteran dari rumahnya sendiri.Gigi Bhaskoro seketika gemeletuk menahan marah. Apalagi saat melihat si pemilik rumah tentu saja ketakutan. “Katakan di mana Surti, tadi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status