Share

Bab 15- Digoda Sinta

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-08-24 19:18:57

Suasana pagi itu seketika berubah mencekam, seolah udara di dapur mendadak pengap. Malik yang menyadari dirinya salah bicara hanya bisa diam, pasrah menunggu kata-kata apa yang akan meluncur dari mulut sahabat dekatnya itu.

Aris terus menatapnya tajam tanpa kedip. Namun sedetik kemudian, ia malah tertawa terbahak-bahak—membuat Malik spontan mundur beberapa langkah sambil mengerutkan dahi dalam-dalam.

"Kamu ini, Lik... serius banget hidupnya!" balas Aris seraya menepuk-nepuk bahu Malik beber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 225-Lily

    ​"Emm... Ii... Iya, Pak," jawab Malik gugup. Pasalnya, sungguh aneh dan janggal kenapa tiba-tiba status pribadi dan asmaranya dipertanyakan secara mendadak. ​"Bagus," balas Pak Arya singkat dan tegas, membuat Malik makin mengernyit heran. ​Keheningan sempat menyapu seisi ruangan itu. Karena tak tahan dengan atmosfer yang serba canggung, Malik memberanikan diri untuk membuka suara. ​"Ada apa ya, Pak?" ​Pak Arya mendongak, menyandarkan penanya di atas meja lalu menegakkan posisi duduknya. ​"Begini, Malik... Perkenalkan dulu, dia Lily, putri dari sahabat saya. Dia ingin magang di perusahaan ini. Kamu pasti sudah tahu kan tujuan Lily datang kesini??" ​Malik mengangguk singkat, menanggapi penjelasan Pak Arya meski sejujurnya masih belum menangkap arah pembicaraan tersebut. ​"Dan Lily, perkenalkan... Ini Malik. Dia karyawan yang terbilang cukup baru di sini, tapi dalam urusan pekerjaan, dia sangat lihai, cekatan, dan disiplin," ucap Pak Arya, kali ini menatap ke arah Lily. ​

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 224-Pertanyaan Aneh Arya

    Semua orang yang berada di sana mengagumi sosok perempuan itu. Pak Arya lantas mengenalkan siapa perempuan itu dan berapa lama ia akan belajar di perusahaan ini. Ternyata, perempuan itu adalah putri dari rekan bisnis Pak Arya yang sedang menjalani masa magang yang mendalami dunia bisnis. ​"Mari masuk... Nanti saya akan mengutus seseorang untuk mengajarimu," ucap Pak Arya ramah. Beliau melangkah melewati deretan karyawan dengan senyum sopan tanpa ada kesan sombong sedikit pun. Semua karyawan memberi hormat, termasuk Malik. ​"Sumpah, moga-moga aku yang terpilih!" oceh Leo antusias. Pria itu tampaknya sangat tertarik dengan kecantikan perempuan berambut bondol tersebut. ​Namun Malik benar-benar acuh tak acuh. Dalam hati, ia justru berdoa agar jangan sampai dirinya yang ditunjuk; pekerjaannya sudah cukup menumpuk tanpa harus ditambah tanggung jawab baru memandu orang lain. ​Aris pun ternyata sejak tadi ada di sana. Pria itu menyunggingkan senyum tipis, mengangkat dagunya penuh p

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 223-Perempuan Berambut Bondol

    ​Permainan mulut Sheila benar-benar membuat Malik hampir kehilangan akal sehatnya. Tangannya langsung mengambil alih dengan meremas rambut Sheila begitu erat—tanpa berniat menyakitinya—lalu memaju-mundurkan kepala perempuan itu. ​Suara decakan basah mengudara nyaring di tengah kegelapan dan kesunyian malam, membuat suasana di balkon semakin memanas. ​"Enghh... Mbak..." erang Malik saat merasakan miliknya dihisap kuat-kuat oleh Sheila. Tangan Sheila merayap meraba perut six-pack Malik, menimbulkan sensasi geli nan nikmat yang menjalar cepat ke sekujur tubuhnya. ​"Iya, Mbak... Seperti itu... Hisap, Mbak!" erang Malik lagi. ​Cengkeraman tangannya di rambut Sheila kian menguat, menariknya makin merapat hingga Sheila hampir tersedak. Namun Sheila sangat menikmatinya. Sungguh berbeda dengan permainannya bersama Aris tadi dengan Malik terasa jauh lebih lembut, penuh perasaan, dan memuaskan. ​Melihat sisa lebam dan luka memar keunguan di tubuh tegap Malik bekas perkelahian melawan E

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 222-Di Atas Balkon

    Tubuh Sheila menegang kaku, napasnya terengah-engah merasakan getaran hebat meletup di dalam dirinya! Ia mendongak, pinggulnya terangkat naik saat sensasi puncak itu meledak bersamaan dengan Malik yang menarik kuat ujung dadanya serta mempercepat gerakan jemarinya di bawah sana. ​"Engh... Ahhh!" ​Sheila bergetar hebat lalu melorot melemas, tubuhnya terkulai pasrah di atas kursi dengan dada naik-turun terengah-engah. Malik merenggangkan posisinya, lalu mendaratkan satu ciuman singkat nan hangat di ujung dada mulus Sheila. ​"Nikmat, Mbak?" tanya Malik dengan suara berat dan parau—dampak nyata dari hasrat mendesak yang sejak tadi ditahannya mati-matian. ​Dan Sheila paham betul akan hal itu. ​Dengan napas yang masih tersedak gairah, perempuan itu bangkit mendudukkan diri seraya membenarkan letak pakaiannya, meski sengaja membiarkan area dadanya tetap terekspos terbuka. ​Ia berdiri menatap Malik penuh gelora—pria tegap di hadapannya kini tampak benar-benar bersorot mata sayu

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 221-Terlalu Terbuka

    Sesampainya di balkon, Malik menatap sekeliling. Tempat ini benar-benar terbuka lebar; bahkan dari sudut ini, Malik mampu melihat deretan perumahan yang berjarak cukup jauh dari kediaman Sheila. ​Glek! ​Malik menelan ludah kasar. Jujur saja, saat ini dirinya merasa sedang sangat ditantang oleh keadaan. ​"Mbak yakin?" tanya Malik memastikan, berharap perempuan di hadapannya mengurungkan niat gila ini. ​Namun Sheila sama sekali tak goyah. Ia menarik sebuah kursi yang ada di sana, mendudukinya, lalu tanpa ragu membuka kedua pahanya lebar-lebar tepat di hadapan Malik yang berdiri terpaku. Malik membeku, terpana melihat keberanian Sheila yang kini sudah sepenuhnya dikuasai kabut gairah. ​"Ayo, Honey..." bisik Sheila. ​Malik tak ingin membuang waktu. Sejenak ia memejamkan mata, menyandarkan pandangan sekali lagi ke sekeliling untuk memastikan tak ada sepasang mata pun yang melihat. Sungguh, Malik enggan membiarkan keindahan dan kemolekan tubuh Sheila disaksikan oleh orang la

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 220-Balkon?

    ​"Mbak...?" ​Namun, baru saja Malik ingin melanjutkan perkataannya, jari lentik Sheila sudah bersarang lembut di atas bibirnya, membuat pria itu langsung bungkam dan mengatupkan rahang rapat-rapat. ​"Ssshhh..." ​Malik menelan ludah dengan kasar. Elusan lembut itu justru membuatnya semakin kehilangan akal. Bayangan saat melihat Sheila bersama sang suami kembali berkelebat, memicu rasa perih yang membakar. Tanpa ragu, ia merengkuh tubuh Sheila erat-erat, meresapi kehangatan dari rambut perempuan itu yang masih basah. ​"Maaf, Mbak... Aku sudah gak tahan," bisik Malik. ​Ia langsung menyambar bibir Sheila dengan penuh rasa lapar, seolah menumpahkan seluruh sisa kecemburuan dan amarahnya di sana. Sheila membalas ciuman itu dengan sama menggeburnya, seolah melupakan sepenuhnya rasa perih di bagian bawah tubuhnya. lidah keduanya saling bertaut. Ciuman yang tadinya beringas dan menuntut kini berubah menjadi lembut namun menghanyutkan. Desahan-desahan kecil lolos dari bibir Sheila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status