Home / Male Adult / Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat / Bab 51-Sentuhan Tangan Sheila

Share

Bab 51-Sentuhan Tangan Sheila

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-09-08 18:48:17

"Shhh..."

Pandangan itu buyar saat Malik meringis, mengikis kembali kesadaran Sheila.

"Jawab, Malik, ini kenapa? Apa kamu dipukul seseorang? Oh astaga, kasihan banget! Pasti kamu bertingkah bodoh kan, sampai membuat orang lain kesal dan memukulmu? Astaga, Malik!" Sheila terus mengoceh, bertanya sekaligus menebak-nebak apa yang terjadi.

Malik hanya terkekeh pelan sambil meringis. Entah kenapa, tiba-tiba lukanya terasa begitu perih, padahal tadi ia biasa-biasa saja seolah lupa kalau bibirny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 136—Juki?

    "JUKI!"Teriakan Leo menggelegar di lorong kafe, membuat pemilik nama itu tersentak dan menoleh kaget bukan main. Begitu juga dengan Malik; ia sama halnya dengan Leo, terkejut melihat sosok tersebut. Malik dan Leo melangkah bersamaan mendekati Juki dan Maya.Melihat kedatangan mereka, Maya langsung berlari melarikan diri dengan tangan menggenggam amplop cokelat. Malik kini bisa menyimpulkan bahwa instingnya benar.Namun, ia tidak menyangka bahwa di balik semua ini ada Juki—pria yang belakangan ini ia cari keberadaannya karena khawatir akan hilangnya yang mendadak, padahal sebelumnya Juki sempat bersikap sangat manis padanya.Tangan Malik mengepal kuat di samping tubuh. Rahangnya mengeras, merasa dipermainkan oleh pria di hadapannya itu.Leo pun merasakan hal yang sama. Apalagi Juki adalah saudaranya sendiri. Bisa-bisanya pria busuk ini menipuku, sialan! umpatnya kesal bukan main.Tanpa banyak bicara, Leo langsung meraih kerah baju Juki dan menariknya kasar. Rahangnya mengeras, matanya

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 135—Tingkah Absurd Maya

    Brak!Pintu terbuka dengan keras. Semua orang yang duduk di dalam ruangan VIP langsung bangkit, termasuk Malik. Mata Malik membulat, tak percaya dengan kehadiran sosok Maya di tempat ini."Siapa dia?" tanya Leo dengan dahi mengerut, menatap aneh wanita yang terasa sangat asing baginya itu.Aurora pun terdiam, menatap bingung persis seperti Leo.Belum sempat Aurora bertanya siapa wanita itu, Maya sudah merangsek masuk, melangkah makin dekat, dan menatap Aurora dengan pandangan tajam. Melihat ada cangkir kopi di atas meja, Maya langsung menyambarnya dan menyiramkan kopi hitam itu tepat ke baju Aurora.Perempuan bule itu memekik kaget, bahkan langsung mengumpat. Mata Malik dan Leo terbelalak menyaksikan hal itu."Hey, Nona! Siapa Anda?! Kenapa datang-datang langsung bersikap tidak sopan?!" ucap Leo dengan suara keras dan tegas, membuat Maya menoleh ke arah pria yang berdiri di samping mantan suaminya itu."Cih! Jadi ini alasan kamu menceraikanku, Mas?! Karena kamu jadi simpanan wanita bu

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 134—Sendok Yang Jatuh

    "Lik, ayo! Sudah sampai," ucap Leo yang sejak tadi sudah turun dari mobil.Di dalam lift maupun saat berada di mobil, Malik sempat terdiam. Pikirannya terus memutar kembali perkataan Leo dan berbagai dugaan yang muncul di kepalanya.Ia kemudian mengerjapkan mata, seolah menyadarkan dirinya sendiri. Untuk sementara, ia harus melupakan masalah itu. Malik tidak boleh membiarkan pikirannya terganggu hanya karena memikirkan sesuatu yang belum tentu benar.Malik melangkah masuk ke dalam kafe, menuju ruangan VIP tempat Miss Aurora sudah duduk menunggu. Kali ini, Aurora didampingi asistennya yang akan membantu menjelaskan segalanya.Malik sengaja tidak mengambil alih jalannya diskusi. Kali ini, ia memercayakan presentasi sepenuhnya kepada Leo. Malik ingin mengayomi dan membimbing sahabat barunya itu menuju jalan yang benar—mengajari Leo untuk menggunakan kecerdasan dan logikanya terlebih dahulu daripada mendahulukan emosi.Leo mendengarkan dengan patuh, dan Malik tak henti-hentinya mengarahka

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 133—Musang Pandan

    "Kenapa kamu ngomong gitu, Ren? Apa maksudnya? Lagian ngapain kamu ada di kantor? Bukannya tugas kamu di lapangan, di proyek menggantikan Juki?" sela Leo. Ia sudah tidak tahan melihat Malik hanya terdiam seolah enggan membalas perkataan Rendra.Mendengar itu, Rendra terkekeh pelan. Ia menatap tajam sekilas ke arah Malik yang bersikap acuh tak peduli, membuat Rendra merasa terhina."Aku dipanggil sekretarisnya Pak Aris, Leo. Untuk mengurutkan data-data penting yang katanya mau datang. Tapi kan hilang... Katanya. Jadi Pak Aris menyuruhku mengambil dokumen dan membuat data lain yang lebih akurat!" balas Rendra, menatap Leo dengan penekanan kata yang jelas-jelas menyindir Malik.Cari muka banget si sialan ini! batin Leo.Namun saat Leo hendak melangkah maju, Malik menahannya."Sudahlah, Leo. Biarkan saja," balas Malik santai. Walau wajah dan tatapannya tajam, rahangnya mengeram menahan diri."Ck! Kamu kebiasaan, Lik! Lihat gak tadi? Dengar gak dia ngejek dan nyindir kamu?!" tegas Leo, kes

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 132—Pesona Malik

    "Loh, Mbak... Tapi tadi Mbak yang menelpon aku duluan. Aku kira..."“Ah, enggak! Jangan mengelak, ya, Malik! Sudahlah, lupakan saja. Aku mau tanya, itu lukanya kenapa?” sela Sheila.Wajah Sheila terlihat sedikit gugup di layar. Malik bisa melihat jelas bahwa perempuan itu sedang berusaha menutupi sesuatu. Namun, Malik tidak ingin membuat Sheila merasa terpojok. Ia memilih tidak bertanya lebih jauh dan hanya mengangguk sambil tersenyum lembut."Enggak apa-apa, ini hanya luka biasa, Mbak.""Bagaimana dengan keadaan Mbak di sana?" tanya Malik lagi, seolah ingin memperpanjang obrolan.Sheila menyambut pertanyaan itu. Perempuan itu meletakkan ponselnya di atas meja, memperlihatkan dirinya yang sedang makan."Huh... Jenuh, Lik. Aku mau pulang, rasanya gak enak. Aku kurang suka di sini, semua orang bertanya pertanyaan yang sama terus," balas Sheila terbawa suasana dengan pertanyaan Malik. Wajahnya menyiratkan kekesalan dan kesedihan mendalam."Apa aku perlu menyuruh sopir untuk menjemput Mb

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 131—Salah Sambung?

    “Ya sudahlah, Lik. Begitu saja. Tadi aku datang ke sini karena benar-benar kesal. Kukira kamu sudah pulang karena ponselmu mati. Tapi, begitu sampai, ternyata nggak ada siapa-siapa. Kebetulan aku punya kunci cadanganmu, jadi aku masuk saja. Nggak apa-apa, kan? Lagipula, kamu juga nggak punya privasi apa-apa di sini,” ucap Aris santai.Ia kemudian melangkah pergi. Namun, sesampainya di ambang pintu, Aris tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Malik."Sheila menginap di rumah sahabatnya?"Malik mengangguk."Sampai kapan? Apa dia kasih tahu waktunya sampai kapan?" tanya Aris lagi.Malik menggeleng dan menjawab, "Dia hanya bilang, jika mau pulang nanti akan menelponku untuk menjemputnya."Aris mendesah panjang. Ia benar-benar terdengar kesal. "Dia sepertinya sengaja menghindar," desah Aris, membuat Malik mengerutkan dahi."Menghindar dari apa?"Aris yang niatnya ingin pergi seolah mengurungkan niatnya. Ia kembali melangkah mendekat ke arah Malik. "Mungkin saja, kan? Kamu juga pasti menger

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status