Home / Male Adult / Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat / Bab 134—Sendok Yang Jatuh

Share

Bab 134—Sendok Yang Jatuh

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-02 20:10:11

"Lik, ayo! Sudah sampai," ucap Leo yang sejak tadi sudah turun dari mobil.

Di dalam lift maupun saat berada di mobil, Malik sempat terdiam. Pikirannya terus memutar kembali perkataan Leo dan berbagai dugaan yang muncul di kepalanya.

Ia kemudian mengerjapkan mata, seolah menyadarkan dirinya sendiri. Untuk sementara, ia harus melupakan masalah itu. Malik tidak boleh membiarkan pikirannya terganggu hanya karena memikirkan sesuatu yang belum tentu benar.

Malik melangkah masuk ke dalam kafe, menuju
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 138-Sentuhan Tangan Sheila

    Mendengar itu, Malik tanpa banyak bicara langsung melepaskan pakaian atasnya di hadapan Sheila. Seketika, Sheila terperangah. Pandangannya tanpa sadar tertuju pada tubuh tegap Malik, dengan garis-garis otot di dada dan perut yang kini terlihat jelas. Untuk sesaat, ia bahkan lupa harus berkata apa. Perempuan itu seolah tak bisa lagi menahan diri. Apalagi setelah panggilan video tempo hari, Sheila terus merasa gelisah dan membayangkan tubuh kekar yang selalu menindihnya dengan kehangatan yang membakar. Malik terdiam membeku, menatap wajah sayu Sheila yang seolah benar-benar terpikat oleh pesonanya. "Mbak..." panggil Malik gugup. Namun tiba-tiba, tangan halus Sheila terangkat. Jari-jari lentiknya mengelus lembut deretan otot perut Malik yang keras bahkan di sana masih ada sisa-sisa jejak lebam, membuat pria itu memekik dan menahan napas seketika. Sentuhan hangat itu merambat cepat, memicu getaran liar yang membuat Malik memejamkan mata rapat-rapat. Otot-otot tubuhnya makin men

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 137—Jangan Basah-basahan

    "Kamu lagi di jam kerja?" tanya Sheila setelah keduanya berada di dalam mobil dan melaju ke jalan raya. Malik mengangguk tegas. "Aris melarangku untuk meminta jemput padamu, tapi lihatlah, dia sendiri yang menyuruhmu menjemputku. Mau dia apa, sih?" omelnya sambil melipat tangan di dada. Mendengar itu, Malik hanya tersenyum tipis dengan tangan tetap sibuk mengemudi. "Mungkin dia ingin kamu menurut padanya, Mbak. Dia..." "Udah deh, diam! Kalau cuma mau membela sahabatmu, mending diam!" sela Sheila tajam. Ia menoleh cepat ke arah Malik, lalu baru menyadari jika wajah Malik masih terlihat lebam. "Sekarang katakan, kenapa itu bisa begitu? Hobi banget perasaan lebam-lebam!" omelnya lagi, menatap penuh ke arah Malik. Ia berusaha bersikap tak peduli, namun seolah tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. "Tidak apa-apa, Mbak. Ini hanya kesalahan kecil dan aku gak apa-apa," balas Malik lembut. Ia menoleh ke arah Sheila, membalas tatapan tajam itu dengan kelembutan yang membuat She

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 136—Juki?

    "JUKI!"Teriakan Leo menggelegar di lorong kafe, membuat pemilik nama itu tersentak dan menoleh kaget bukan main. Begitu juga dengan Malik; ia sama halnya dengan Leo, terkejut melihat sosok tersebut. Malik dan Leo melangkah bersamaan mendekati Juki dan Maya.Melihat kedatangan mereka, Maya langsung berlari melarikan diri dengan tangan menggenggam amplop cokelat. Malik kini bisa menyimpulkan bahwa instingnya benar.Namun, ia tidak menyangka bahwa di balik semua ini ada Juki—pria yang belakangan ini ia cari keberadaannya karena khawatir akan hilangnya yang mendadak, padahal sebelumnya Juki sempat bersikap sangat manis padanya.Tangan Malik mengepal kuat di samping tubuh. Rahangnya mengeras, merasa dipermainkan oleh pria di hadapannya itu.Leo pun merasakan hal yang sama. Apalagi Juki adalah saudaranya sendiri. Bisa-bisanya pria busuk ini menipuku, sialan! umpatnya kesal bukan main.Tanpa banyak bicara, Leo langsung meraih kerah baju Juki dan menariknya kasar. Rahangnya mengeras, matanya

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 135—Tingkah Absurd Maya

    Brak!Pintu terbuka dengan keras. Semua orang yang duduk di dalam ruangan VIP langsung bangkit, termasuk Malik. Mata Malik membulat, tak percaya dengan kehadiran sosok Maya di tempat ini."Siapa dia?" tanya Leo dengan dahi mengerut, menatap aneh wanita yang terasa sangat asing baginya itu.Aurora pun terdiam, menatap bingung persis seperti Leo.Belum sempat Aurora bertanya siapa wanita itu, Maya sudah merangsek masuk, melangkah makin dekat, dan menatap Aurora dengan pandangan tajam. Melihat ada cangkir kopi di atas meja, Maya langsung menyambarnya dan menyiramkan kopi hitam itu tepat ke baju Aurora.Perempuan bule itu memekik kaget, bahkan langsung mengumpat. Mata Malik dan Leo terbelalak menyaksikan hal itu."Hey, Nona! Siapa Anda?! Kenapa datang-datang langsung bersikap tidak sopan?!" ucap Leo dengan suara keras dan tegas, membuat Maya menoleh ke arah pria yang berdiri di samping mantan suaminya itu."Cih! Jadi ini alasan kamu menceraikanku, Mas?! Karena kamu jadi simpanan wanita bu

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 134—Sendok Yang Jatuh

    "Lik, ayo! Sudah sampai," ucap Leo yang sejak tadi sudah turun dari mobil.Di dalam lift maupun saat berada di mobil, Malik sempat terdiam. Pikirannya terus memutar kembali perkataan Leo dan berbagai dugaan yang muncul di kepalanya.Ia kemudian mengerjapkan mata, seolah menyadarkan dirinya sendiri. Untuk sementara, ia harus melupakan masalah itu. Malik tidak boleh membiarkan pikirannya terganggu hanya karena memikirkan sesuatu yang belum tentu benar.Malik melangkah masuk ke dalam kafe, menuju ruangan VIP tempat Miss Aurora sudah duduk menunggu. Kali ini, Aurora didampingi asistennya yang akan membantu menjelaskan segalanya.Malik sengaja tidak mengambil alih jalannya diskusi. Kali ini, ia memercayakan presentasi sepenuhnya kepada Leo. Malik ingin mengayomi dan membimbing sahabat barunya itu menuju jalan yang benar—mengajari Leo untuk menggunakan kecerdasan dan logikanya terlebih dahulu daripada mendahulukan emosi.Leo mendengarkan dengan patuh, dan Malik tak henti-hentinya mengarahka

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 133—Musang Pandan

    "Kenapa kamu ngomong gitu, Ren? Apa maksudnya? Lagian ngapain kamu ada di kantor? Bukannya tugas kamu di lapangan, di proyek menggantikan Juki?" sela Leo. Ia sudah tidak tahan melihat Malik hanya terdiam seolah enggan membalas perkataan Rendra.Mendengar itu, Rendra terkekeh pelan. Ia menatap tajam sekilas ke arah Malik yang bersikap acuh tak peduli, membuat Rendra merasa terhina."Aku dipanggil sekretarisnya Pak Aris, Leo. Untuk mengurutkan data-data penting yang katanya mau datang. Tapi kan hilang... Katanya. Jadi Pak Aris menyuruhku mengambil dokumen dan membuat data lain yang lebih akurat!" balas Rendra, menatap Leo dengan penekanan kata yang jelas-jelas menyindir Malik.Cari muka banget si sialan ini! batin Leo.Namun saat Leo hendak melangkah maju, Malik menahannya."Sudahlah, Leo. Biarkan saja," balas Malik santai. Walau wajah dan tatapannya tajam, rahangnya mengeram menahan diri."Ck! Kamu kebiasaan, Lik! Lihat gak tadi? Dengar gak dia ngejek dan nyindir kamu?!" tegas Leo, kes

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status