Share

Bab 66-Kecupan Lembut

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-09-13 19:58:44

"Jangan diam seperti itu, Lik! Tugasmu kan memang itu, memuaskan aku!" ucap Sheila lagi, seketika membuyarkan lamunan Malik.

Sheila melangkah mendekati Malik. Tubuh pria itu semakin menegang, apalagi melihat lekuk tubuh indah di depannya yang berlenggang-lenggok mendekat. Dada kenyalnya memantul lembut seiring langkahnya. Dengan gerakan pelan dan menggoda, tangan Sheila melepaskan tali ikatan kimononya hingga jubah sutra itu tersingkap lebar.

Tangan lentiknya merayap naik ke bahu kekar Mali
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 147—Pria Asing

    "Mas?" tanya Sheila antara bingung dan kaget.Sheila melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Malik. Namun, raut wajah Aris terlihat jauh lebih kaget dibandingkan Malik maupun Sheila."Mas, bukannya kamu bilang ada urusan mendesak sampai enggak bisa pulang? Terus ngapain kamu di rumah sakit?" cecar Sheila, tak bisa menahan rasa penasarannya. Dahinya mengerut, menatap suaminya dengan nada menuntut.Aris terlihat celingukan, tampak salah tingkah."Jawab!" tegur Sheila lagi sambil menghela napas."Kamu sendiri ngapain ada di sini sama Malik?" Bukannya menjawab, Aris malah melempar balik pertanyaan, bermaksud mengalihkan pembicaraan."Kamu enggak lihat wajahnya bonyok begini?! Kamu ini sama sahabat sendiri kok enggak ada peduli-pedulinya, sih, Mas!" balas Sheila menggebu-gebu.Jari lentiknya menunjuk tepat ke arah dada Malik, bahkan tak sengaja bersentuhan dengan dada tegap Malik yang terekspos karena kancing kemejanya terlepas. Sentuhan singkat itu mengirimkan getaran halus yang m

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 146—Mengomel

    "Kita lihat saja nanti," balas Malik sembari masuk duluan ke dalam mobil yang sudah ditukarkan dengan Arul."Biar aku antar kamu pulang. Wajahmu sangat mengkhawatirkan," lanjut Malik sambil melajukan mobil, sedangkan Leo tak menjawab dan hanya mengangguk lemah."Besok hari Minggu, jadi istirahatlah."Leo lagi-lagi mengangguk. Namun, di benaknya ia terus memikirkan apa yang akan dilakukan sahabatnya itu. Leo paham Malik sengaja tak melibatkannya, dan Leo sedikit khawatir walau tak pernah meragukan daya tarung Malik.Setelah mengantar Leo, Malik bergegas pulang. Ia memutar kemudi masuk ke dalam gerbang . Di sana, satpam yang bertugas langsung menghampiri."Lho... Mas Malik? Kenapa itu?" tanya satpam menghentikan laju mobil.Malik hanya tersenyum tipis. "Enggak apa-apa kok, Pak. Aman," balasnya sambil menggeleng."Sini biar saya obati, Mas Malik. Ini habis dibegal atau gimana? Pakaian kotor, wajah juga bonyok begini..." lanjut sang Satpam terlihat ngilu, apalagi saat melihat perban di pe

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 145—Duren

    "Aku enggak nyangka kalian berdua begitu hebat... apalagi Anda, Pak Malik," ucap pria itu tersenyum sinis, menatap Malik dengan tatapan tajam.Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku jas warna krem yang melekat rapi dan wangi di tubuhnya. Sangat kontras dengan kondisi Malik maupun Leo—wajah dan pakaian mereka kotor berdebu, dipenuhi peluh dan bercak darah."Ngapain kamu di sini?!" tanya Leo tajam. "Apa kamu di balik semua ini?!" lanjutnya, matanya menyipit menahan amarah.Namun, Rendra tak menjawab. Ia hanya melempar senyum tipis. Kemarahan Leo semakin tersulut. Baru saja ia ingin melangkah maju, beberapa pria mendadak muncul dari balik punggung Rendra—sekitar sepuluh orang—membuat langkah Leo seketika terhenti. Leo menelan ludah kasar, menoleh ke arah Malik yang sejak tadi tak menunjukkan ekspresi apa pun. Pria itu hanya diam, menebar tatapan datar namun menghunus."Lik... kita bakal mati," bisik Leo, tak bisa menyembunyikan ketakutannya.Malik tak membalas bisikan itu. Netranya ber

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 144—DI Balik Semua Ini

    "Sialan kau, Setan! Beraninya main belakang!"Tepat waktu, Leo melayangkan tendangan keras ke tubuh pria yang menyerang dari belakang. Pria yang memegang balok kayu itu langsung tersungkur, wajahnya bergesekan dengan tanah yang berdebu. Malik mendongak dan meringis saat melihat wajah Leo yang kondisinya juga tidak kalah parah.Namun, ketiga pria itu belum benar-benar kapok. Mereka merangkak bangkit, memancing Malik untuk ikut berdiri. Kini, Malik dan Leo saling memunggungi, bahu dan punggung mereka bertabrakan. Malik menoleh sekilas ke arah Leo, begitu pun sebaliknya. Keduanya saling mengangguk, memasang kuda-kuda kokoh dengan kedua tangan mengepal erat di depan dada.Malik menyapu darah yang mengalir di dahinya, sementara Leo meregangkan otot leher. Leo sempat merinding kecil—postur ketiga pengeroyok itu tinggi dan kekar, tak jauh beda dari Malik, sedangkan tubuhnya sendiri tidak sebesar itu. Namun, mundur bukanlah pilihan."Hiyaaaaa!"Ketiga pengeroyok itu merangsek maju secara ber

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 143—Tiga Lawan Satu

    Serangan itu langsung menyerbu Malik dan Leo. Keempatnya bergerak bersamaan. Bahkan pria yang baru saja dilempar oleh Leo kembali bangkit untuk membalas dendam. Peta pertempuran terbagi: tiga orang mengeroyok Malik, dan satu orang menghadapi Leo.Tendangan demi tendangan melayang mengincar Malik. Namun, Malik yang memang memiliki dasar bela diri mumpuni tak begitu kesusahan. Pria itu terus menangkis, memukul, dan menendang. Meski begitu, ketiganya jelas bukan lawan sembarangan—mereka mengerti teknik bertarung.Sambil menangkis serangan, Malik menyeringai. Pukulan kerasnya mendarat tepat di wajah salah satu lawan. Dalam hitungan detik, iris matanya menangkap pergerakan lawan lain yang mencoba menghantamnya dari belakang. Malik langsung memutar tubuh dan melayangkan tendangan memutar yang mengenai dada pria tersebut.BUGH! BUGH!Kedua pria itu tersungkur ke tanah. Satu pria berkumis tebal yang berdiri tak jauh dari sana tergagap melihat kelincahan dan dominasi Malik.Namun, pertempuran

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 142—Penyerangan

    Setelah mendapat panggilan telepon dari Leo, Malik langsung berbalik arah hendak pergi. Namun, langkahnya ditahan oleh Nunu. "Pak Malik mau kemana? Sotonya belum habis," ucap Nunu, merasaka kecewa karena soto spesial buatannya baru tersentuh sedikit. "Aduh, Mbak Nunu, maaf banget saya ada urusan penting," balas Malik sambil merogoh saku celananya dan menyerahkan uang sebesar dua ratus ribu rupiah. "Maaf sekali lagi, ya, Mbak Nunu." Setelah menyerahkan uang tersebut, Malik bergegas pergi menjauh dengan tergesa-gesa. Ia sempat tertegun saat melihat jalanan masih macet akibat jam pulang para pekerja. Malik mendesah panjang. Di seberang lokasi proyek, ia melihat salah satu pekerjanya—seorang pemuda yang mengendarai moge—masih nongkrong. Malik langsung mendekatinya dengan langkah tegap dan terburu-buru, membuat pemuda itu seketika menegang khawatir jika dirinya telah melakukan kesalahan hingga didatangi oleh pria tegap tersebut. "Arul, kamu masih mau diam di sini?" tanya Malik.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status