/ Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

공유

BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

last update 게시일: 2026-05-31 19:18:31

“Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.

“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan terbalik itu.

“Sabar, Bro... aku sudah telepon anak buah ayahku untuk membantu kita, sebentar lagi mereka pasti sampai,” jelas Tony sambil memijit-mijit  bagian tangannya yang sakit.

“Video yang tadi kamu ambil dari dalam mobil sudah kamu simpan kan, Ton?” tanya Hendrik sambil menunggu bantuan.

“Iya, ada Ndrik, wajah lelaki itu pun sudah aku rekam, cuma sayang aku lupa nomor flat mobilnya,” jelas Tony.

“Kita harus cari  lelaki brengsek itu sampai dapat dan kita beri pelajaran dia karena berani mencelakai kita seperti ini,” tegas Hendrik penuh dendam.

“Iya, Bro... aku lihat cewek yang bersamanya cantik banget, boleh tuh kita ajak check-in di hotel,” ucap Tony sambil tersenyum penuh angan.

Tidak lama kemudian, beberapa lelaki datang untuk menolong Hendrik yang terjepit di dalam mobil. Setelah keduanya berhasil dievakuasi ke rumah sakit, mobil Lamborghini yang terbalik dan rusak parah itu pun diderek oleh petugas.

Sementara hari itu di tempat lain, kalangan pengusaha sangat antusias mencari tahu lebih jelas lagi mengenai berita salah satu anggota keluarga Pramudya menjadi Presdir Skylight Group yang baru, seperti yang dirasakan Iryawan, pimpinan Long Life Grup, dia langsung mencari informasi siapa sebenarnya pemuda yang disebut-sebut sebagai miliarder baru itu?

Pencarian Iryawan seketika itu juga rupanya membuahkan hasil, dia mendapatkan foto seorang lelaki muda berwajah tampan yang memiliki rahang tegas yang sedang hangat dibicarakan.

“Perlu diwaspadai pemuda ini. Kalau dilihat dari wajahnya, dia ini orang yang kuat dan pemberani,” Gumam Iryawan sambil duduk bersandar di kursi kerjanya yang empuk.

Di tengah ketermenungan Iryawan tiba-tiba ponselnya di atas meja berbunyi, rupanya panggilan dari putranya, Hendrik.

“Halo, Yah? Ayah di mana?” tanya Hendrik di sana.

“Ayah lagi di kantor... pasti kalau kamu nelepon sedang ada masalah, kan?” ucap Iryawan balik bertanya.

“I-iya, Yah... aku baru saja kecelakaan, mobil Lamborghini-ku terbalik di jalan,” jelas Hendrik.

“Lho, kok bisa? Terus gimana kondisi mobilnya?”

“Kok malah mobilnya yang Ayah tanya? Harusnya kan kondisi aku dulu yang Ayah tanya?”

“Aku tahu kamu pasti baik-baik saja, buktinya sekarang kamu bisa telepon Ayah, itu artinya kamu enggak parah-parah amat kan,” jelas Iryawan. “Jadi gimana kondisi mobilmu? Mobil baru lho itu, belum ada seminggu kan Ayah belikan kamu,” tambah Iryawan cemas.

“Lumayan parah Yah, hampir 50% bodinya penyok, kacanya spionnya malah pecah semua,” jelas Hendrik.

“Kok bisa ceroboh gitu sih kamu nyetirnya, Ndrik...!”

“Bukan salah aku, Pah, ada seorang lelaki ugal-ugalan menabrak mobilku,” jelas Hendrik.

“Bukan sebaliknya kamu yang ugal-ugalan di jalan? Soalnya sudah sering kali Ayah terima aduan kamu sering buat ulah di jalan. Pasti kamu sedang berbohong kan? Ayo jujur, kamu kan yang awalnya bikin ulah?”

“Hmm..., Iya, Yah... sebenarnya aku cuma iseng aja, tadi itu aku mepet sebuah mobil di jalan, soalnya dia enggak mau minggir saat mobilku mau menyusul, tapi ujung-ujungnya mobilku ditabraknya dari belakang sampai mobilku terbalik,” jelas Hendrik mengakui kebenaran yang terjadi.

“Sudah aku duga, pasti kamu yang sebenarnya bikin ulah dan cari masalah. Terus, sekarang apa yang kamu inginkan nelepon Ayah?” tegas Iryawan.

“Aku ingin mencari orang itu untuk menuntut ganti rugi, Yah. Barusan aku kirim foto lelaki itu ke WA Ayah, suruh sekretaris Ayah ya untuk mencari tahu siapa orang itu,” jelas Hendrik.

“Lho, kamu itu gimana sih, Ndrik... jelas-jelas kamu yang cari gara-gara, kok malah mau minta ganti rugi? Aneh kamu itu...” ucap Iryawan memarahi putranya.

“Pokoknya aku harus ketemu orang itu, Yah... tolong kabarin aku kalau sudah ketahuan siapa orang itu. Sekarang aku lagi di klinik, ternyata kakiku yang terjepit enggak ada masalah serius, sudah diberi obat oleh dokter untuk menghilangkan rasa sakit,” jelas Hendrik.

“Ya udah, nanti aku suruh si Popi menghubungi kamu saja,” ucap Iryawan lalu menutup ponselnya.

Saat itu juga lelaki yang bagian depan kepalanya sudah botak itu membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh putranya, alangkah terkejutnya saat dia mengetahui bahwa lelaki yang menabrak Lamborghini putranya itu adalah presdir Skylight Group yang baru. Tanpa berpikir panjang lagi, Iryawan kembali menelepon Hendrik untuk memarahinya.

Tony pun rupanya tidak tinggal diam dengan perlakuan lelaki yang telah membuat lengannya memar terkena dashboard mobil pada saat terjadi kecelakaan, dia segera melaporkan kejadian yang dialaminya pada ayahnya. 

Sama seperti Hendrik, Tony pun mengirim foto lelaki tak dikenal itu via w******p, dengan penuh harap ayahnya segera melacak keberadaan lelaki itu, lalu akan menganiaya orang itu seperti yang kerap dilakukannya pada siapa saja yang tak disukainya, hingga si korban akan babak belur tanpa ampun.

Saat keduanya sedang duduk bersantai di sebuah kedai kopi kenamaan, Hendrik menerima panggilan telepon dari ayahnya, dia langsung menduga kalau ayahnya telah mengantongi identitas lelaki yang dicarinya.

“Halo, Yah... gimana, udah ketahuan identitas lelaki brengsek itu?” ucap Hendrik menyapa Iryawan di sana.

“Jaga ucapanmu, Ndrik! Kamu enggak pantas ngomong begitu...!” balas Iryawan yang langsung memarahi putranya. “Kamu tahu enggak siapa dia? Dengar ya baik-baik... lelaki itu sekarang ini adalah orang terkaya di ibu kota, jabatannya sebagai Presdir Skylight Group yang baru...”

“Masak sih, Yah? Kok Presdir mobilnya Avanza, salah orang kali, Yah...” ujar Hendrik membantah ucapan ayahnya.

“Kamu enggak usah banyak ngomong lagi, sekarang juga kamu cari lelaki itu dan minta maaf secara baik-baik, kalau perlu kamu berlutut di depannya...”

“Tapi, Yah...”

“Sudah, jangan banyak alasan dan jangan membantah perintah Ayah, sekarang juga kamu cari keluarga Pramudya itu sampai ketemu hari ini juga,” perintah Iryawan dengan nada tegas.

Iryawan langsung menutup panggilannya, membuat Hendrik merasa pusing kepala.

“Ada apa, Bro?” selidik Tony yang merasa heran dengan temannya yang berubah menjadi kesal dan kecewa.

“Ayahku justru menyuruh kita untuk meminta maaf pada lelaki yang menabrak kita, karena ternyata dia itu Presdir Skylight,” jelas Hendrik sambil geleng-geleng kepala menahan rasa kesalnya.

“Kok aneh... kalau dia Presdir, kenapa terlihat seperti orang miskin begitu? Mobilnya aja Avanza,” tegas Tony.

“Ayahku belum menjelaskan sudah keburu menutup ponselnya. Mungkin saja orang itu sedang melakukan penyamaran, bisa saja kan? Terus terang... aku enggak berani menolak perintah ayahku, karena kalau sampai itu aku lakukan dia akan memblokir semua fasilitas yang diberikannya padaku,” jelas Hendrik lalu tertunduk lemas.

“Tenang saja, Bro, aku akan...” ucap Tony terputus karena tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Rupanya ayahnya Tony yang menelepon, dia pun seperti Hendrik, menduga akan mendapat informasi akan keberadaan lelaki itu. 

Di luar dugaan, Tony pun mendapat marah dari ayahnya, dan sama seperti Hendrik, dia pun disuruh meminta maaf pada si penabrak dengan alasan lelaki itu Miliarder baru yang akan memberi banyak pemasukan untuk pemerintahan ibu kota.

“Sekarang aku yakin, Bro, kalau lelaki itu memang orang penting, karena ayahku pun meminta maaf padanya. Ya udah, apa boleh buat sekarang juga kita cari dia, Bro, daripada kita kena marah orang tua kita,” putus Tony dengan perasaan jengkel, Hendrik pun tidak punya pilihan lain, setuju dengan ucapan Tony.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 136: PENGHORMATAN UNTUK MARLON

    "Tuan Marlon Pramudya, atas perintah langsung Mayjen Handoko, Anda dinyatakan bebas murni dan seluruh nama baik Anda telah dipulihkan!" ucap perwira militer itu lantang.Suara Letnan Kolonel Hermawan yang baru saja tiba di area rutan bergaung keras, memantul di antara dinding-dinding beton halaman dalam Polres. Kepala Rutan dan para perwira polisi yang berdiri di sekitarnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap wajah Marlon yang kini berdiri tegak di tengah lorong keluar.Marlon tersenyum tipis. Ia perlahan bangkit berdiri dari posisi terakhirnya, merapikan pakaian tahanan oranye yang sedikit kusut sebelum menggantinya dengan kemeja bersih yang dibawakan oleh Walfred di dalam ruang transit. Dengan gerakan tangan yang tenang, ia mengancingkan lengan kemejanya satu per satu, menunjukkan ketenangan luar biasa yang kontras dengan kepanikan orang-orang di sekitarnya."Terima kasih atas konfirmasinya, Letkol," ujar Marlon, suaranya terdengar jernih dan berwibawa. Ia melirik

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 135: GERBANG SEL YANG TERBUKA 

    Di dalam sel tahanan Polres yang pengap dan gelap, Marlon sedang duduk tenang di atas dipan semen. Kedua lengannya bertumpu di atas lutut, sementara pandangan matanya menatap lurus ke arah jeruji besi di hadapannya. Meski tubuhnya hanya dibalut pakaian tahanan sederhana berwarna oranye yang kusam, tidak ada sedikit pun guratan ketakutan atau keputusasaan di wajah pemuda itu. Ia justru tampak seperti seorang pertapa yang sedang bermeditasi di tengah keheningan malam.Drap! Drap! Drap!Tiba-tiba, keheningan rutan yang mencekam itu pecah oleh suara langkah kaki sepatu bot militer yang berirama tegas dan berat. Suara itu menggema kuat di sepanjang koridor dinding beton rutan, memantul dari satu sel ke sel lainnya.Marlon sedikit menegakkan posisi duduknya. Telinganya yang tajam langsung mengenali bahwa derap langkah itu bukanlah langkah santai para sipir sipil yang biasa berjaga di sana."Cepat buka jalannya! Jangan membuat beliau menunggu!" terdengar suara bentakan panik dari arah ujung

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 134: JATUHNYA SANG INSPEKTUR

    Gubrak!Tubuh Zakie terjerembab keras di atas lantai bordes besi yang dingin dan berkarat. Kedua tangannya yang terborgol ke belakang membuat dirinya tidak mampu menahan benturan, menyebabkan keningnya membentur dinding pembatas besi dengan bunyi dentuman yang cukup kuat. Belum sempat ia mengaduh kesakitan, pintu jeruji tebal di belakangnya langsung ditutup secara kasar dari luar.Brakkk! Klik-klik-klik!Bunyi gembok baja yang dikunci berlapis bergaung memekakkan telinga di dalam ruang sempit yang pengap itu. Zakie diseret keluar dari restoran mewah itu laksana seorang kriminal kelas kakap, tubuhnya dilempar kasar ke dalam bak belakang mobil tahanan militer yang tertutup rapat oleh besi jeruji tebal dan dilapisi terpal hijau tua.Malam yang seharusnya menjadi puncak kejayaannya, malam di mana ia memamerkan cincin berlian bersama Kemala dan bersulang dengan para pejabat, kini berubah total menjadi awal dari neraka dunia."Woi! Buka pintunya! Sialan kalian semua!" teriak Zakie dengan su

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 133: PENCOPOTAN PANGKAT YANG MEMALUKAN 

    "Inspektur Zakie, Anda ditahan atas perintah langsung Panglima Militer Provinsi!" seru Letnan Kolonel Hermawan dengan suara bariton yang tegas tak terbantahkan.Kemala menjerit histeris. Ia melangkah mundur dengan tergesa-gesa hingga tumit sepatu hak tingginya tersangkut gaunnya sendiri. Tubuhnya hampir limbung jika tidak segera ditangkap oleh ibunya yang juga sudah pucat pasi menahan takut. Mereka berdua bersembunyi di sudut pilar besar, memandangi kekacauan di depan mereka dengan mata terbelalak."Lepaskan saya! Kalian tidak punya hak!" teriak Zakie. Ia mencoba melawan, menyentakkan bahunya ke kanan dan ke kiri sekuat tenaga. "Saya ini kepala unit! Jabatan saya dilindungi undang-undang sipil! Kalian tentara arogan, lepaskan!"Namun, dua prajurit provost bertubuh kekar di sisi kanan dan kirinya sama sekali tidak goyah. Dengan satu gerakan taktis yang sinkron, mereka memutar pergelangan tangan Zakie ke belakang dan mendorong tubuhnya hingga membungkuk di atas meja makan mewah. Piring-

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 132: SERGAPAN PROVOST MILITER 

    Brakkk!Pintu ganda aula restoran mewah di lantai teratas Hotel Mulia itu mendadak ditendang terbuka dari luar dengan sangat keras. Benturan yang begitu kuat membuat salah satu engsel besinya jeblok dan patah, menyisakan daun pintu kayu mahal itu tergantung miring mengenaskan.Suara tawa renyah dan obrolan manja para tamu undangan seketika terhenti laksana kaset yang diputus paksa. Alunan musik jazz klasik yang tadi mengalun lembut mendadak mati total. Keheningan yang mencekam sempat merayap selama satu detik, sebelum akhirnya digantikan oleh jeritan panik histeris dari para wanita yang memakai gaun malam."Jangan bergerak! Tetap di posisi kalian masing-masing!" seru sebuah suara bariton yang menggelegar penuh wibawa dari arah pintu masuk.Drap! Drap! Drap!Belasan prajurit provost militer berseragam loreng hijau tua dengan baret biru langsung merangsek masuk dengan gerakan taktis yang sangat rapi. Sepatu bot militer mereka berdentum keras di atas lantai marmer, memecah kesunyian aula

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 131: PESTA DI ATAS PENDERITAAN

    Dentingan gelas kristal yang saling beradu terdengar bersahutan di dalam aula restoran mewah lantai teratas Hotel Mulia. Alunan musik jazz klasik mengalun lembut, mengiringi tawa renyah dari para tamu undangan yang sebagian besar merupakan pejabat wilayah dan pengusaha kelas atas. Aroma hidangan premium dan parfum mahal menguar di setiap sudut ruangan yang dihiasi lampu gantung kristal berkilauan.Di meja utama, Inspektur Zakie berdiri tegak dengan setelan jas formal hitam yang dipesan khusus dari desainer ternama. Senyumnya mengembang lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi saat ia menerima ucapan selamat dari seorang pengusaha batubara."Ah, terima kasih, Tuan Januar! Ini semua berkat dukungan keluarga besar kami," ucap Zakie sambil mengangkat gelas sampanye di tangan kanannya. Ia menyesap sedikit minuman mahal itu, lalu menepuk pelan pundak Kemala yang duduk anggun di sampingnya.Kemala tersenyum sangat manis. Gaun malam berwarna merah marun yang dikenakannya tampak sangat

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 2: BATAS KESABARAN

    Menjelang siang hari saat mengerjakan tugas rutin membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai, Marlon kembali menerima sebuah pesan di ponselnya. Dia pun langsung tersenyum lebar mengetahui bahwa dirinya telah mendapat hadiah yang begitu banyak hari ini. Mulai dari uang 100 Milyar yang ditransf

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status