Home / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 43: KEMARAHAN WALFRED 

Share

BAB 43: KEMARAHAN WALFRED 

last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-28 23:14:14

“Mungkin Pak Marlon memang sengaja menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya pada orang lain,” batin Walfred menyimpulkan mengenai diri Marlon yang penuh kesederhanaan, tetapi sebenarnya memiliki pengaruh yang amat besar.

“Saya mengerti yang kalian bicarakan, tapi saya datang ke sini memang ingin mengirimkan hadiah untuk keluarga Bu Kemala. Bisa dibuka garasi mobilnya Bu, mobil saya mau masuk,” ucap Walfred pada Kemala yang sejak tadi diam mematung tidak jauh darinya.

“Baiklah kalau begi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 192: PENGABDIAN PENUH GAIRAH (21+)

    Marlon memosisikan dirinya dalam keadaan terbaring telentang sepenuhnya di atas bantal. Kedua lengan kekarnya yang berotot diangkat ke atas, lalu ditekuk dengan kedua telapak tangan bertumpu dengan nyaman di bawah kepala sebagai sandaran. Posisi ini memberikan keleluasaan penuh bagi Erinka untuk memegang kendali penuh atas apa yang akan dilakukannya terhadap tubuh sang suami malam itu. Dari posisinya, Marlon menyaksikan dengan tatapan mata yang menggelap oleh gairah saat Erinka mulai memberikan pelayanan yang penuh keintiman itu. Jemari lentik Erinka mulai bergerak, menyentuh dengan sangat lembut pangkal kejantanan milik Marlon yang berdenyut kencang, memberikan pijatan-pijatan kecil yang membuat Marlon spontan mendesah rendah. Erinka menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu mulai mendekatkan bibir tipisnya yang lembut untuk memberikan sentuhan kehangatan yang paling sensual di ujung milik Marlon. Detik ketika kehangatan bibir dan rongga mulut Erinka menye

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 191: HASRAT TENGAH MALAM (21+)

    Suasana kamar tidur yang sederhana itu tampak begitu senyap ketika jarum jam dinding bergeser melewati angka dua dini hari. Angin malam yang berembus pelan di luar jendela membawa hawa sejuk, membuat udara di dalam ruangan terasa semakin meneduhkan. Di atas ranjang yang empuk, Marlon dan Erinka semula telah terlelap dalam posisi saling mendekap erat di bawah selimut tebal berbahan lembut yang hangat. Kedamaian yang baru saja mereka raih setelah keluar dari bayang-bayang lingkaran korporasi Megah Hardiyata Group seolah terwujud sepenuhnya dalam pelukan hangat keduanya.Namun, ketenangan tidur itu tidak bertahan lama bagi Marlon. Di tengah keheningan yang pekat, kesadaran pria itu perlahan-lahan mulai pulih dari alam mimpi. Saraf-saraf di dalam tubuh tegapnya mendadak berdesir hebat tanpa alasan yang jelas. Aroma wangi bunga yang berasal dari lotion malam Erinka yang masih melekat di kulit mulus sang istri kembali terhirup oleh indra penciumannya, bertindak sebagai stimulan alami yang s

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 190: PENYATUAN HINGGA PUNCAK (21+)

    Suara erangan lirih Erinka menggema halus di dalam kamar, menjadi tanda bahwa ia merasakan dirinya kini telah dipenuhi secara utuh oleh milik Marlon yang sudah masuk sepenuhnya tanpa menyisakan jarak sedikit pun. Cengkeraman jemari Erinka di bahu berotot Marlon semakin menguat, kuku-kukunya sedikit menekan kulit suaminya seiring dengan tubuhnya yang melengkung kecil, berusaha menyesuaikan diri dengan ukuran kejantanan milik Marlon yang mulai berdenyut.Suasana di dalam kamar tidur yang intim itu seketika menjadi hening dari suara dunia luar, kini sepenuhnya tergantikan oleh desahan napas yang memburu dari mereka berdua. Jepitan intim yang teramat erat di antara keduanya menjadi bukti nyata dari sebuah penyatuan fisik yang penuh dan tanpa syarat. Marlon memejamkan matanya erat-erat selama beberapa saat, menahan napasnya demi menikmati sensasi kehangatan yang menjepit ketat dan mencengkeram erat miliknya di dalam tubuh sang istri. Rasa nikmat yang luar biasa hampir saja membuatnya kehi

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 189: MELEPASKAN SEMUA KERINDUAN

    Sampai di dalam rumah yang sederhana namun nyaman untuk menjadi tempat tinggal, Marlon langsung merebahkan tubuhnya di sofa, melepaskan semua penat yang menghimpit dada setelah berhari-hari menghadapi ketegangan bisnis keluarga besar Hardiyata. Sementara itu, Erinka memilih untuk segera mandi, membersihkan diri dari sisa-sisa debu rumah sakit dan udara dingin dari paviliun VIP. Selesai mandi, Erinka hanya mengenakan piyama handuk putih melangkah mendekati sofa, berniat membangunkan Marlon agar sang suami segera bangun dan membersihkan diri sebelum beristirahat di ranjang utama.Namun karena Marlon bermalasan dan hanya menggeliat kecil tanpa membuka matanya, Erinka berlutut di samping sofa dengan gemas. Dengan jemari lembutnya, Erinka membuka kancing baju Marlon satu demi satu, lalu dengan hati-hati menanggalkan celana panjang suaminya agar pria itu merasa lebih relaks. Ketika kain pakaian luar itu terlepas, pemandangan dada Marlon yang berotot dan berbulu membuat senyum Erinka meleb

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 188: DUKUNGAN PENUH SANG ISTRI 

    "Marlon, apakah kamu tahu seberapa besar arti keputusanmu ini bagiku?" tanya Erinka dengan nada suara yang bergetar pelan, menghentikan langkah kakinya tepat di koridor luar paviliun VIP yang sunyi, jauh dari pintu kamar perawatan Kakek Hardiyata.Marlon menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuh untuk menghadap sang istri secara penuh di bawah temaram lampu selasar rumah sakit. "Aku tahu, Sayang. Ini adalah tentang kedamaian hidup kita. Harta melimpah tidak akan pernah sebanding dengan senyuman lepasmu yang sempat hilang karena tekanan keluarga."Mendengar penjelasan suaminya, Erinka tersenyum lembut dengan mata yang berkaca-kaca karena haru. Rasa hangat dan lega yang luar biasa seketika membubung di dalam dadanya, meruntuhkan seluruh sisa-sisa ketakutan yang sempat mengkristal di dalam benaknya selama beberapa jam terakhir. Tanpa ragu sedikit pun, Erinka menggenggam erat tangan Marlon dan menyatakan dukungan penuh atas keputusan itu. Ia memilih melepas status sebagai putri pem

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 187: KEKECEWAAN SANG KAKEK

    "Apakah uang dan kekuasaan yang Kakek kumpulkan sepanjang hidup ini benar-benar tidak ada harganya di mata kalian, Marlon?" tanya Kakek Hardiyata dengan suara yang terdengar sangat parau, bergetar oleh kombinasi rasa haru, penyesalan, dan kesedihan yang mendalam. Kedua matanya yang mulai kabur oleh usia menatap lurus ke arah sepasang suami istri muda yang berdiri bergandengan tangan di hadapannya.Marlon menatap sang kakek dengan sorot mata yang tetap tenang, penuh rasa hormat namun tidak goyah sedikit pun oleh tekanan emosional tersebut. "Harta memiliki nilai untuk membangun kesejahteraan fisik, Kakek. Namun, ia tidak pernah bisa menjadi fondasi bagi kedamaian jiwa yang telah runtuh akibat ketamakan. Kami menghargai kerja keras Kakek, tetapi kami memilih untuk tidak menjadi budak dari apa yang Kakek bangun."Erinka mempererat genggaman tangannya pada jemari Marlon, memberikan kekuatan yang menegaskan bahwa keputusan mereka sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh retor

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 2: BATAS KESABARAN

    Menjelang siang hari saat mengerjakan tugas rutin membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai, Marlon kembali menerima sebuah pesan di ponselnya. Dia pun langsung tersenyum lebar mengetahui bahwa dirinya telah mendapat hadiah yang begitu banyak hari ini. Mulai dari uang 100 Milyar yang ditransf

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 10: JERAT WANITA BERGINCU TEBAL

    Si wanita bergincu tebal itu terus mengikuti langkah Marlon hingga ke smoking area, dia duduk tidak jauh dari tempat duduk Marlon yang saat itu hanya seorang diri di balkon hotel yang terbuka bebas itu. Ada semilir angin bertiup di siang menjelang sore itu yang mengibas rambut panjang wanita berpak

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 9: KETAHUAN BERBOHONG

    Meygi menyuruh Herru yang berdiri di belakangnya untuk memanggil si manager restoran. Tidak lama datang lah wanita berponi dan bermata sipit menghadapnya.“Iya Bu Meygi... Ibu panggil saya?” tanya si manager sambil membungkukan badan di depan Meygi untuk menunjukkan rasa hormatnya.“Tadi kamu bila

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 1: MENANTU YANG TERTINDAS

    “Bagaimana rasanya, Sayang, enak enggak nasi goreng buatanku?” tanya Marlon yang berdiri di samping Erinka, setelah istrinya itu menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.“Hmm... sedap... beneran ini kamu yang masak?” tanya Erinka.“Iya, dong aku... tapi bumbunya sih Bi Puri yang membuat, aku bagia

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status