LOGINDON'T COPY MY STORY ..... Warning Adult Area! Tidak pernah terpikirkan di benak Sagara Alditama untuk menikah dengan mantannya, yang dulu pernah ia sakiti dengan cara yang sangat menyakitkan. PERUBAHAN dari penampilan Meysa Bramasta membuat Saga tidak bisa menolak pesona wanita itu untuk menjadi mempelai wanitanya. Sedangkan Meysa Bramasta tidak pernah menganggap jika Saga adalah suaminya karena di dalam pikirannya tidak ada lagi cinta untuk pria yang memberikannya luka di masa lalu. "Semuanya sudah berubah, baik perasaan ku maupun rasa kepercayaan ku pada pria seperti kamu!" - Meysa
View MoreSetiap hubungan pasti memiliki konflik, entah itu kesalah pahaman atau hal yang disengaja oleh salah satu pasangan dari kalian.
- Kirana Aulia Putri -
Setiap hubungan harus memiliki rasa percaya satu sama lain, agar hubungan itu tetap berdiri dengan kokoh. Jika tidak ada rasa percaya satu sama lain, untuk apa adanya hubungan?
- Kevin Julisway -
***
"AWWW." Seorang gadis jatuh tersungkur dilantai sekolah karena dirinya menabrak seseorang. Gadis itu meringis menahan sakit karena lututnya yang merah.
"Eh, jalan pake mata dong!" bentak seseorang yang berada dihadapan gadis itu.
Gadis itu bangun dari lantai tempat dia jatuh tadi. Gadis itu mendongak dan melihat bahwa dia telah menabrak laki-laki dan itu kakak kelasnya. Dia merasa bersalah dan tidak enak hati.
"Gue minta maaf ya ka, gue lagi buru-buru soalnya." Gadis itu menundukkan kepalanya.
Sedangkan laki-laki itu diam dengan muka datarnya dan dia baru menyadari bahwa dia tidak pernah melihat orang ini.
"Anak baru?" Laki-laki itu bertanya namun masih dengan muka datarnya.
"Iya ka gue anak baru pindahan dari SMA Cakra."
Gadis itu memasang muka bingung nya karena laki-laki didepannya ini memasang muka datar!
"Kenalin ka gue Kirana Aulia Putri." Tangan Ran terulur ingin berjabat tangan dengannya.
Namun laki-laki didepannya ini tidak membalas uluran tangan Ran, malah berlalu pergi meninggalkan Ran begitu saja.
Uhhh! Untung kaka kelas!! Umpat Ran dalam hati.
***
Suasana kelas yang tadinya rusuh seperti pasar mendadak hening ketika seorang guru masuk ke kelasnya. Namun pandangan penghuni kelas yang tadinya ke arah bu Aurora teralihkan jadi melihat ke arah gadis yang berjalan dibelakang bu Aurora. Mereka tidak pernah melihat gadis itu. Apakah dia anak baru??
"Assalamualaikum anak-anak," salam Bu Aurora kepada muridnya yang kebetulan dia juga wali kelas dari kelas Xl IPA 3.
"Wa'alaikumusalam bu," ucap mereka bersamaan.
"Hari ini kita kedatangan teman baru, dia pindahan dari SMA Cakra," ucapnya.
"Ayo Kirana silahkan perkenalkan dirimu," lanjutnya seraya menyuruh Kirana maju ke depan. Ya gadis baru itu adalah Kirana.
Dengan rasa gugup dan keringat terus mengalir ditubuhnya, Ran perlahan memandang seluruh mata yang menatap nya. Ran mulai membuka mulutnya.
"Hallo semua, nama gue Kirana Aulia Putri, biasa dipanggil Ran," ucap Ran yang tak lupa dengan memperlihatkan senyum manisnya agar mengurangi kegugupan yang menyerang tubuh nya.
"Gue pindahan dari SMA Cakra. Semoga kalian bisa berteman sama gue ya," lanjutnya.
Teman-teman baru ran mengangguk dan memperlihatkan senyumannya.
"RAANNNN!!!!!!!"
Ran terkejut bukan main mendengar teriakan yang tiba-tiba. Mata ran mencari orang yang meneriaki namanya.
"RAN SINI DUDUK SAMA GUE!!"
Ah! sekarang ran tau siapa yang memanggilnya sambil berteriak seperti itu. Ya itu adalah jihan sahabat ran waktu di sekolah dasar.
"JIHAN!! APA-APAAN KAMU TERIAK SEPERTI ITU?!" teriak Bu Aurora, karena menurutnya jihan tidak sopan berteriak seperti itu.
"Hehehehe... maaf Bu saya seneng aja bisa ketemu dan sekelas lagi sama sahabat SD saya," ucap Jihan sambil menunjukan deretan gigi putih nya.
"Huuuuu!!!!!!" sorakan dari murid-murid kelas yang tentu saja dilontarkan untuk Jihan!
"Yeee...yauda si begitu doang sensi amat kalian!" Bela Jihan sambil melipat tangannya didepan dada.
Ran yang melihat perilaku sahabat nya itu hanya terkekeh, ternyata sifatnya tidak berubah sejak dulu.
"Yasudah Kirana kamu boleh duduk disampingnya jihan," ucap Bu Aurora.
Ran hanya mengangguk dan berjalan menuju tempat duduk barunya.
***
"Ran kantin kuy," ajak Jihan kepada Ran.
"Ayo, tapi temenin gua ke toilet dulu ya gue kebelet." Dengan tak berdosa Ran menunjukkan deretan gigi putih nya.
"Yauda ayo gue temenin."
Mereka berjalan melewati koridor sekolah menuju toilet. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di toilet dan Ran langsung lari kedalam bilik kamar mandi untuk membuang air kecil. Selang beberapa menit Ran keluar dari biliknya menghampiri jihan yang sedang bercermin. Dan mereka memutuskan untuk langsung pergi ke kantin karena cacing di perut mereka sudah demo sejak tadi.
Mereka sudah sampai di kantin dan disini sangat ramai!!
"Lo pesen apa Ran? biar gua yang pesenin."
"Samain aja ama lo han."
Beberapa menit kemudian Jihan datang dengan membawa nampan berisi 2 mangkuk bakso dan 2 es jeruk. Tanpa basa basi mereka langsung melahap makanan yang ada dihadapan mereka.
Ketika sedang asik mengunyah, Ran baru ingat akan satu hal! Dia langsung menatap Jihan yang sedang makan baksonya dengan lahap.
"Han," panggil Ran "gue mao cerita dong."
Jihan yang merasa namanya dipanggil langsung mendongak menatap Ran bingung karena ekspresi serius Ran.
"Cerita apa?" Jihan hanya menatapnya sebentar dan kembali melahap baksonya.
"Kemarin gue nabrak kaka kelas cowo, terus gue minta maaf sama dia karena gue nabrak dia kan, eh dia diem aja kan nyebelin ya! Udah gitu pas gue ajak kenalan dia malah pergi gitu aja!! Untung gue sabar kalo kaga udah abis tuh muka gua cakar!! " gerutu Ran sambil memasang muka kesalnya pada laki-laki itu.
Jihan yang melihat eskpresi kesal Ran malah terkekeh, karena menurut Jihan itu ekspresi yang menggemaskan!!
"Biar gue tebak, pasti namanya Kevin," ucap Jihan yang entah kesambet apa dia malah penasaran dengan cerita Ran.
"Kan gue dah bilang, gue ajak kenalan dia malah pergi, gimana gue tau namanya siapa! Btw, ko lo tau kalo namanya Kevin?" Mulai muncul rasa penasaran Ran terhadap laki-laki itu.
"Iyalah gue tau, Kaka kelas mana lagi yang dingin dan muka datar kalo bukan ka Kevin."
Ran hanya ber 'oh' ria mendengar jawaban Jihan.
Mereka memutuskan untuk melanjutkan aksi makannya yang sempat tertunda.
***
"Assalamualaikum ma, Ran pulang," ucap Ran lesuh, karena hari ini adalah hari terlelah bagi Ran.
"Wa'alaikumusalam nak, bagaimana sekolah barumu sayang?" tanya ana, mama nya Kirana.
"Ya gitu ma, tapi aku ketemu sama Jihan ma, kebetulan juga kita sekelas jadinya aku punya temen deh," jawab Ran antusias.
"Wah Alhamdulillah deh sayang," ucap ana sambil memeluk gadisnya itu.
"Yauda kamu mandi dulu gih abis itu siap-siap ya, temenin mamah ke butik."
"Loh tumben mama minta temenin aku biasanya sama bang Andre ma." Andre adalah abangnya Kirana.
"Abang kamu lagi ada kuliah tambahan sayang."
"Oh yauda Ran mandi dulu ya ma." Setelah mengucapkan itu Ran pergi menuju kamarnya.
Maafkan mama ya Ran, mama harus berbohong sama kamu agar kamu mau ikut ke butik dengan mama dan membeli gaun pengantin, ucap ana dalam hati.
***
Gimana sama ceritanya? Terus dukung karyaku ya!
See you next chapter ya guys <3
Terimakasih!
Happy Reading....... Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa kini umur Keizaro Mads Alditama menginjak usia 18 tahun. Hari ini ulang tahun nya, keluarga besar merayakannya di hotel mewah milik keluarga Saga. Kei yang berusia 18 tahun begitu tampan, dari segi fisik dia seperti keturunan luar namun itu adalah gen dari Daddy nya yang juga saat muda cukup populer di kalangan remaja yang lain. "Loh Mom, kenapa sendiri Daddy mana?" Entahlah Kei begitu mencintai Daddy nya dia seolah-olah akan kehilangan nafas ketika tak melihat Daddy nya 1 hari saja. Ada pada saat dia berumur sepuluh tahun, saat itu Saga pergi untuk berbisnis di Spanyol dan meninggalkan Meysa dan Kei selama dua belas hari. Pas hari pertama baik-baik saja namun di hari ke lima Saga tidak ada tubuh Kei di serang rasa panas, dia selalu memanggil Daddy. Karena hal itu Saga tidak sampai dua belas hari di Spanyol. Dia langsung pulang saat hari ke enamnya. "Daddy lagi be
Happy reading.......7 Tahun Kemudian "Mom, kenapa Daddy belum pulang. Kei sudah lapar!" Ucap anak lelaki yang menyebut namanya Kei tersebut dengan suara yang lucu. Tidak terasa anak yang selalu Saga inginkan akhirnya hadir di keluarga kecilnya. Namanya adalah Keizaro Mads Alditama dia adalah hadiah yang tuhan kirim untuknya dan Meysa. Awalnya Saga ketakutan ketika melihat istrinya memilih melahirkan secara normal dia tidak tega namun kata Meysa setiap ibu pasti mengalaminya dan tugas suami adalah menyemangati istri dan menemaninya di masa sulit seperti ini."Sabar ya baby, Daddy pasti sedang dalam perjalanan. Bantu Mom ya ambil puding di lemari pendingin." Ucap Meysa kepada anak semata wayangnya tersebut. Sekarang kegiatan Meysa hanya di rumah saja, Saga tidak mengijinkkannya untuk bekerja."Baik Mommy." Langkah kecilnya membawa pria tampan itu menuju lemari pendingin, dia mencari apa yang Meysa katakan tadi.Lalu da
Happy Reading.......Sore hari saat menerima laporan yang di kirim oleh Hadley, tiba-tiba suasana hati Saga memburuk ketika tahu ibu mertuanya pergi menemui siapa, pantas saja Gita selalu menyebut nama pria itu ternyata dia dalang di balik kebencian Gita terhadapnya."Dasar keparat!" Maki Saga penuh benci, kemudian dia menghubungi Hadley kembali."Cabut semua kontrak yang di tanda tangani oleh istri saya, bayar berapapun dendanya kepada perusahaan arsitek sialan itu!""Arsitek? Siapa banyak arsitek yang bekerja sama bersama dengan nona Meysa saya tidak bisa begitu saja mencabutnya tuan!" Tekan Hadley, ingin rasanya Hadley melempar semua dokumen ini untuk Saga agar dia bisa meliahanya."DAVID!" Teriak Saga, membuat Hadley terkejut dan hampir menjatuhkan ponselnya."I—Ia tuan, saya tahu akan saya periksa dan melaksanakan perintah anda!" Ucap Hadley dengan suara bergetar. Kemudian sambungan telepon langsung Saga matikan, d
Happy Reading......Pagi di rumah sakit, aktivitas Saga cukup banyak karena dia harus membersihkan tubuh istrinya dan hari ini dia tidak pergi ke kantor memilih untuk menemani istrinya. "Makan dulu sayang, kamu bahkan terus menolak sejak tadi." Bujuk Saga sembari tangannya memegang mangkuk yang berisi bubur untuk makanan istrinya."Tidak mau...aku tidak suka rasanya tidak ada." Ucap Meysa dengan nada manja yang membuat Saga lagi-lagi terkejut karena tingkah istrinya."Bagaimana jika kamu yang masak? Aku mau makan sop ayam." Mendengar permintaan istrinya membuat Saga terdiam. Jelas-jelas dia tidak bias memasak, selama ini yang memasak hany pembantu atau tidak dia tinggal beli saja tanpa perlu repot-repot untum membuat makanan yang ia ingin kan."Sayang...aku tidak bisa memasak." Kata Saga dengan jujur dan menundukkan kepalanya. Meysa tertawa melihat tingkah pria itu, entah sejak kapan dia mulai terbiasa dengan kehadiran Saga di
Happy reading......Lutut Saga tiba-tiba melemas saat dokter mengatakan jika istri nya koma, kaki dan tangan Meysa patah, tidak hanya it
"Aku yakin jika sekarang Sagara Alditama tengah merenungi nasibnya, istri cantiknya di culik dan dia tidak bisa berbulan madu." Ucap Dewa sembari melihat ke arah Meysa yang kini tengah berbaring di atas kasurnya. Irina yang ada di sebelahnya hanya b
Happy Reading.......Seorang dokter keluar dari dalam ruang UGD setelah beberapa saat, Saga dan juga keluarga langsung menghampiri dokter tersebut."Bagaimana dokter? Apa yang terjadi kepada istri saya?!!" Tanya Saga dengan tidak sabar, dokter tersebut menghela nafas panjang
Happy Reading......"Kelihatannya disini mahal." Ucapan yang tiba-tiba itu membuat langkah Saga terhenti, dia menatap istrinya penuh tanda tanya. Apa Meysa lupa jika dia kaya? Bahkan bisa membeli restoran ini?"Kamu yakin kita makan di sini?" Tanya Meysa lagi, restoran mewah itu mem












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore