Teilen

Memasukkan Singa

last update Veröffentlichungsdatum: 10.07.2026 17:59:37

“Dari bawah. Kaus kaki? Udah. Sepatu? Udah bagus, udah bisa buat kacahan, hehe.” Ia terkekeh menilai penampilan bawahnya, “Sekarang bagian atas. Ah, dasiku kurang rapi.”

Arka bergumam sendirian sambil memperhatikan penampilannya di depan cermin lemari kontrakan yang udah mulai kusam. Laki-laki itu merapikan kerah kemeja hitam yang pas di badannya yang tegap berotot. Ikatan dasinya juga terlilit dengan pas, dia tersenyum tipis.

“Sempurna!” pujinya ke diri sendiri sambil memainkan tangannya ciri
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Rahasia Kehamilan

    Pagi-pagi sekali, Gisel sudah terbangun. Tubuhnya masih terasa begitu lemah, namun ia memaksa diri untuk membasahi wajah dan mengganti pakaiannya dengan baju bersih yang dibawakan oleh Arka dari apartemen.Setelah menyelesaikan urusan kamar mandi, Gisel melangkah pelan keluar ruangan bersama Arka di sampingnya. Tujuan mereka satu: ruang perawatan intensif tempat Adrian terbaring.Suara denting halus peralatan medis menyambut langkah mereka. Di atas brankar, Adrian tampak masih memejamkan mata, namun sapuan gerakan halus pada jemarinya menunjukkan respons yang kian intens."Adrian?" panggil Gisel lembut. Tangannya terulur, menggenggam jemari Adrian yang terasa begitu dingin."Hmm..." sebuah erangan tipis terdengar dari bibir pria itu."Hai... Kamu bisa mendengar suaraku, kan?" tanya Gisel lagi, mendekatkan wajahnya dengan pandangan penuh kekhawatiran.Menatap wajah Adrian yang pucat pasi memicu denyut perih di dada Gisel. Pria itu hampir saja kehilangan nyawanya hanya karena kekejaman

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Pelukan Terakhir

    "Gisel, kamu gak apa-apa? Apa yang kamu rasain sekarang, Sayang? Bagian mana yang sakit?"Arka langsung menyambar jemari Gisel dengan panik begitu melangkah mendekati brankar. Matanya tak lepas menatap bulir-bulir bening yang terus mengalir dari sudut mata istrinya, membasahi bantal tempat kepala Gisel bersandar.‘Arka, aku hamil... Aku sedang mengandung anakmu. Rasanya sekarang aku ingin melompat dari ranjang ini, memelukmu seerat mungkin, dan menangis sekuat tenaga buat meluapkan rasa syukurku.’‘Tapi semua itu gak mungkin lagi, Arka. Kamu yang sudah membawa hubungan kita sampai ke titik kritis ini. Kita gak bakal pernah bisa kembali seperti dulu…’Gisel hanya bisa menatap Arka dalam diam, membiarkan rahasia itu mengendap di balik rapatnya bibirnya.‘Ada Adrian dan Clarissa di tengah-tengah kita sekarang. Kita berdua gak mungkin menutup mata dan mengabaikan mereka cuma demi mempertahankan keegoisan hubungan kita…’‘Jadi gimana caranya aku memberitahu anak ini kalau kamu adalah ayahn

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Racun Kebencian Dan Kabar Kehamilan

    Clarissa hanya bisa mematung di atas brankar, terperangah mendengar kata-kata cerai yang meluncur tanpa ragu dari bibir Arka. Lidahnya mendadak kelu. Tidak ada satu patah kata pun yang sanggup ia rakit untuk membalas ketegasan Arka. Meski dalam hatinya ia ingin sekali berteriak dan menolak, yang keluar dari tenggorokannya hanyalah bisikan terbata."A-Arka... Aku gak mau—""Mau kamu setuju atau enggak, kamu udah gak bisa berbuat apa-apa lagi!" potong Arka tajam."Pernikahan siri kita itu dari awal cuma perjanjian di atas kertas! Bahkan petugas yang kamu bayar kemarin gak berani kasih stempel resmi negara. Coba kamu ingat lagi gimana liciknya kamu menjebak cowok yang udah punya istri!" “Aku menikah sama Gisel secara sah di mata hukum dan agama. Langkah kita kemarin itu murni kesalahan besar karena tanpa izin istri sahku!"Arka menarik napas dalam, membuang muka dengan tatapan jijik. "Tapi aku udah gak mau mengingat hari sial itu lagi. Baru saja aku terbebas dari ikatan palsu kamu, dan

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Talak

    "Cewek segila apa kamu sampai mabuk separah itu?" gumam Arka pelan sembari duduk di kursi sebelah brankar Clarissa. "Aku memang bodoh banget ya, bisa-bisanya tertipu sampai sebegininya... Jangankan tega sama orang lain, anak sendiri—yang bahkan gak pernah ada—berani kamu pakai buat membohongi aku."Arka tersenyum miris, meratapi betapa bodohnya ia selama ini."Clarissa... Clarissa... Memangnya salah apa sih aku sama kamu? Sampai kamu tega datang ke hidupku dan Gisel, lalu menghancurkan segalanya?" cetus Arka pelan, matanya menatap dingin wajah Clarissa yang masih terpejam.Dada Arka terasa amat sesak. Ia benar-benar lelah. Ditipu sedemikian rupa oleh perempuan yang baru dikenalnya, hingga rumah tangga bahagianya bersama Gisel hancur berkeping-keping.

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Kebohongan Yang Terbongkar

    "Clarissa! Kamu di mana?! Aku sudah di depan bar yang kamu bilang!" celetuk Arka dengan suara meninggi begitu sambungan telepon terhubung.Sejak pagi, kepalanya serasa mau pecah. Ulah Clarissa di rumah Tuan Vale benar-benar menghancurkan hidupnya. Kepercayaan keluarga Gisel padanya pupus seketika, meninggalkan rasa kecewa yang amat mendalam dari orang-orang terdekatnya.Sepanjang hari, Arka menyusuri kota demi mencari keberadaan Clarissa. Ia berniat menuntut pertanggungjawaban atas tindakan nekat perempuan itu yang tega mempermalukan dan membuat Tuan Vale tumbang. Terlepas dari klaim Clarissa yang katanya sedang mengandung anak Arka, kali ini Arka tidak akan mau mengalah lagi.Namun langit sudah beranjak gelap saat Clarissa tiba-tiba meneleponnya dengan nada sengau, menyuruh Arka datang menjemputnya di sebuah bar.Dengan langkah lebar dan raut wajah tegang, Arka menerobos masuk ke dalam tempat hiburan malam yang bising itu. Langkahnya terhenti seketika, matanya terbelalak menatap soso

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Melepasmu Dari Hidupku

    "Bersama dengan siapa? Bergandengan tangan? Berpelukan? Bermain gila? Sama siapa, hah?!" tanya Gisel dengan wajah mengintimidasi Clarissa. "Kamu bilang aku bermain gila sama suami teman kamu? Siapa? Mila?!" sambungnya menyudutkan."Jangan pura-pura bodoh dan gak tahu apa-apa. Gak mungkin kamu gak tahu apa yang Mila lakukan sama laki-laki yang kamu sebut suaminya itu. Perempuan itu yang dulunya menghancurkan rumah tanggaku sampai aku sama Adrian bercerai!""Kalau saja yang datang ke sini bukan kamu tapi dia, mungkin aku gak bakal segan menghancurkan dan membalas apa yang sudah dia lakukan sama Adrian!""Pergi sebelum aku lepas kendali sama kamu!" peringatan terakhir diucapkan Gisel pada Clarissa yang tak sanggup menyangkal lagi.Gisel lalu menoleh pada Arka di belakangnya. "Bawa istri kamu pergi sebelum terjadi apa-apa sama papaku!""Gak. Aku gak bakal pergi sebelum kamu menarik ucapan kamu!" Arka menolak seketika. "Apa itu? Surat cerai kamu bilang?" sambungnya sambil menunjuk map coke

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status