Startseite / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 64. Wah, Kerjaan Baru Nih!

Teilen

Bab 64. Wah, Kerjaan Baru Nih!

last update Veröffentlichungsdatum: 19.07.2026 23:21:29

“Ada apa Raka, apa ada masalah?” tanya Kyra saat melihat penolongnya terlihat gusar.

Raka masih melamun, dia tidak konsentrasi dengan pertanyaan perempuan di depannya. Dalam benak laki-laki itu ada rasa geram mendengar apa yang dikatakan oleh Rino.

“Menaruh pelacak pada ponselku. Sialan, kapan dia melakukannya. Dasar bocah tengik. Aku harus kasih dia pelajaran.” Raka membolak-balik ponselnya dan mencari fitur yang mungkin ditaruh Rino pada benda pipih itu.

Shakira y
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 115. Ibu

    “Sudah lama tidak bertemu sekarang jadi sombong ya?” Suara sapaan itu membuat Raka yang baru datang jadi terkejut. “Vero?” Dia terkejut melihat siapa yang muncul. “Masih inget sama aku?” sahut Vero dengan santai. “Mana mungkin lupa.” Raka meletakkan helmnya dan mengibaskan rambut sebelum menyugarnya kembali dengan jari-jari tangannya. Gerakannya ini bisa membuat semua perempuan tertegun kagum padanya. Dengan tubuh dan wajahnya sekarang, mereka akan tergila-gila padanya. Namun, berbeda dengan teman perempuannya yang satu ini. Bulu di wajah dan seluruh tubuhnya seolah menjadi tameng untuk kharisma pria bercincin kuno itu. Veronika, meskipun dia berbulu, tetapi tentu saja tidak selebat monyet. Hanya saja rambut-rambut di pori-pori seluruh tubuhnya itu lebih lebat dan panjang daripada perempuan pada umumnya. Sepintas dalam benaknya terpikirkan bagaimana dengan bulu di bagian keti

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 114. Ada Yang Aneh

    Raka bisa menangkap ketakutan di mata Winda. Ia yakin ada hal lain yang sedang disembunyikan gadis itu. Semuanya terasa janggal baginya. Om Joko yang dikenalnya, selalu menempel pada Tante Feli. Tapi … mungkin saja itu hanya topeng. Bukankah ia sendiri sempat melihat lelaki itu keluar bersama seorang wanita. Bukan itu saja, Raka juga sempat memergokinya di cafe tempat Vero bekerja. “Mas … mau bantu aku, kan?” tanya Winda lagi. Raka menganggukkan kepalanya. Walau ia enggan menerima klien seperti tante Feli, tapi ia tahu … ia tak akan bisa selalu menghindar dan memberikan kuotanya pada Calvin. Itu sangat tidak profesional. Anggukan itu membuat senyum di bibir Winda merekah. “Makasih Mas. Nisa benar, Mas Raka satu-satunya yang bisa diandalkan buat masalah ini. Aku … berhutang sama Mas.” Raka tersenyum tipis. “Aku bahkan belum melakukan apa-apa.” Ting! Suara bel terdengar saat seseorang melangkah masuk melalui pintu c

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 113. Selamatkan Dia

    Napas Winda hampir putus karena terus berlari dengan beban berat tas di punggungnya. Ia tak kuat lagi. Gadis itu berhenti dan segera bersembunyi di balik pohon. Kalau ia memaksakan berlari lagi, bisa-bisa lelaki tua itu justru berhasil menangkap dan menyeretnya kembali ke rumah besar itu. “Windaaa … kamu mau ngajak papa main petak umpet?” Teriak Joko. Jalannya terhuyung, Winda dapat melihatnya dengan jelas dengan bantuan cahaya lampu jalan. “Keluar. Ayok kita pulang. Ini sudah malam, Sayang.” Tubuh Winda merosot. Celakanya, kakinya justru terasa lemas di saat-saat genting seperti ini. “Winda sayang ….” Joko kembali memanggil namanya. “Kamu beneran mau ninggalin mama kamu? Dia luka parah … jangan sampai dia kehabisan darah hanya gara-gara nungguin kamu balik ke rumah.” Mendengar kata ‘mama’ membuat Winda teringat kembali pada Feli. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada ibunya, tapi teriak kesakitan yang didengarnya dari luar kamar, jel

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 112. Tragedi Tak Terlupakan

    Joko semakin geram. Ucapan Feli benar-benar memprovokasinya. Lelaki tua itu meraih tangan Feli dan menariknya menjauh dari Winda. Tubuh Feli terhempas, menabrak meja jati, tempat Winda belajar. Perempuan cantik itu meringis kesakitan. Ia memegang punggungnya yang menghantam bagian pinggiran meja. Tapi Joko tak peduli. Ia kembali menarik tubuh Winda telapak tangan kasarnya menyentuh gumpalan kenyal di dada gadis itu dan meremasnya dengan penuh hasrat. “Winda … papa cuma mau ajak kamu merasakan surga nikmatnya dunia,” ucap Joko. Lelaki itu menekan suaranya hingga membuat tubuh Winda semakin gemetar saking takutnya. Kepalanya menggeleng pelan. Tubuhnya semakin tegang. Susah payah, ia menelan ludahnya, melepaskan diri dari cekikan rasa kering di tenggorokannya. “Mama … tolong—” lirih Winda. Matanya melirik Feli yang masih terduduk di atas lantai keramik. Perempuan cantik itu berusaha kembali berdiri. Bagaimanapun ia tidak ingin

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 111. Dalam Genggaman Monster

    “Oma … jangan sungkan. Kalau perutnya kerasa begah lagi, ke sini aja.” Raka dengan ramahnya membuka pintu ruang VIP itu bagi Oma Nanik. Perempuan tua itu tersenyum melihat kesopanan lelaki muda itu. “Iya. Asal kamu nggak keberatan rawat nenek nenek ini.” “Ah … kalau liat bugar dan kencangnya kulit Oma, orang nggak mungkin nyadar kalo usia Oma udah tujuh puluhan.” Raka mulai menggombal. “Oma nggak kalah, kok sama tante-tante yang terapi di sini. Masih keliatan muda dan cantik.” Oma Nanik tertawa terkekeh. “Ya udah. Nanti Oma titipin tips buat gombalan kamu ke Dinda. Ada-ada aja anak muda jaman sekarang.” Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal saking salah tingkahnya. “Makasih Oma. Sampai ketemu kembali.” Melihat Oma Nanik menghampiri meja Dinda, Raka pun segera naik ke lantai atas. Ia segera menyambar kaos dan memakainya dengan cepat. Sudah satu jam ia membiarkan Winda menunggu. Ia tidak ingin gadis itu kebosanan seperti

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 110. Monster Berwujud Manusia

    “Mas! Mas Raka. Ada yang nyari tuh.” Dinda mengangkat dagunya, pandangannya jelas menunjuk pada seorang gadis berkulit pucat yang menundukkan kepalanya. Tangannya meremas tisu yang terlihat lusuh, sementara kakinya bergerak pelan ke atas dan ke bawah bergantian. “Siapa?” tanya Raka, “member baru?”Dinda mengedikkan pundaknya. “Nggak tau. Dia nggak bilang apa-apa. Cuman bilang mau ketemu sama Mas Raka.” Dinda mengawasi raut wajah lelaki muda di hadapannya. Dengan wajah tampan itu bahkan ia bisa membuat gadis pemalu itu sampai mengejarnya ke klinik ini. “Ehem … ehem! Fans baru kamu, kali,” tebak Dinda asal, walau ada rasa cemburu di dadanya, “ketemu dimana gitu … terus dia nguntit kamu sampe sini.” Raka langsung mengalihkan tatapannya. “Din, jangan suudzon. Siapa tau dia kerabat atau kenalan orang tuaku di kampung.” Dinda langsung mengerucutkan bibirnya. Ia melirik tajam pada gadis yang masih duduk di sudut ruangan. Memang cuk

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status