Share

Bab 362

Penulis: Kak Han
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 21:11:17

Hari Senin yang dinanti akhirnya tiba. Suasana di dalam gedung pencakar langit milik Bayu, terasa begitu dinamis. Di lantai tengah yang menjadi pusat Divisi Pemasaran Regional, langkah kaki para karyawan terdengar bersahut-sahut di atas lantai marmer yang mengilat. Hari ini adalah hari pertama bagi para pegawai baru hasil restrukturisasi untuk mulai aktif bekerja.

​Sebelum kesibukan kantor benar-benar dimulai, di lantai paling atas gedung tersebut, Bayu berdiri di dekat jendela besar ruang kerj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 452

    Tasya menghempaskan ponselnya ke atas meja kafe dengan napas memburu. Jantungnya berdebar kencang usai mendengar tuduhan tebakan dari Andra di telepon tadi.​"Cemburu?" gumam Tasya pada dirinya sendiri, menyilangkan kedua tangan kaku di dada. "Percaya diri sekali pria itu. Mana mungkin aku cemburu padanya!"​Namun, makin Tasya berusaha menyangkal, bayangan foto Andra berdiri mendampingi Cindy di lobby hotel itu makin berputar jelas di kepalanya. Selama ini Tasya selalu menolak dan memandang sebelah mata perhatian Andra. Namun saat membayangkan pria itu memberikan perhatian pada wanita lain, ada rasa tak nyaman yang menyengat dadanya.​Ia meraih tas tangannya dan bangkit dari kursi. Rasa penasaran dan gengsi yang terus terusik mendorongnya untuk memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi di hotel tersebut.​Sementara itu, Andra yang khawatir salah paham ini makin berlarut-larut, segera memacu mobilnya meninggalkan kantor. Ia tiba di lobby hotel tepat saat melihat Tasya berdiri ber

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 451

    Di dalam ruangan kerjanya, Andra sedang memeriksa berkas laporan bulanan ketika ponsel di samping laptopnya bergetar nyaring. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang sangat ia hafal membuat pergerakan jemarinya terhenti seketika.Nama ​Tasya ada di sana.​Sudah berbulan-bulan wanita anggun nan angkuh itu tidak pernah menyapanya, apalagi mengirimkan pesan terlebih dahulu. Dengan dada berdebar halus, Andra meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut.​Namun, senyuman tipis yang sempat terukir di bibirnya sirna dalam sekejap. Matanya membelalak lebar mendapati gambar screenshot portal berita online yang menampilkan dirinya bersama Cindy di lobby hotel, lengkap dengan kalimat sindiran tajam dari Tasya.​"Bagus ya, Pak CEO baru. Sekarang sibuk mengantar perempuan masuk hotel? Sama adik angkatnya Mas Bayu pula. Mau coba menjelaskan sesuatu, Ndra?"​"Astaga! Gimana Tasya bisa tau?" Kejut Andra panik, seketika peluh dingin membasahi telapak tangannya.​Rasa cemas menjalar cepat ke selur

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 450

    Begitu pintu kamar hotel tertutup rapat dan langkah kaki Bayu memudar di luar, pertahanan diri Cindy runtuh seketika. Tubuhnya meluruh dari sofa, bersimpuh kaku di atas karpet tebal yang dingin.​Isak tangis yang sejak tadi ditahannya pecah tanpa jeda. Cindy menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, membiarkan air matanya mengalir deras membasahi jemarinya.​Dadanya terasa begitu sesak oleh kecamuk emosi yang saling bertabrakan. Ada rasa haru dan hangat yang membuncah ketika mengetahui betapa besarnya perhatian Bayu padanya. Pria itu tetap berdiri sebagai pelindung, tidak membiarkannya terlunta-lunta, bahkan di tengah badai kesalahpahaman yang menghantam rumah tangganya sendiri.​"Kenapa, Mas...?" bisik Cindy luluh di antara sedu-kayannya. "Kenapa Mas Bayu harus sebaik ini...?"​Namun, di balik rasa bersyukur itu, ada kepedihan yang jauh lebih mencengkeram. Cindy sadar betul akan batasan yang membentang lebar di antara mereka. Bayu adalah pria beristri, dan Cindy hanyalah seorang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 449

    Cindy berdiri kaku di ambang pintu, jemarinya yang dingin meremas kuat gagang pintu kayu tersebut. Matanya menatap Bayu dengan tatapan campur aduk. Antara cemas, bersalah, dan rasa tidak enak hati yang amat dalam.​"Mas... Mas Bayu tidak seharusnya ke sini," bisik Cindy pelan, suaranya parau dan terbata-bata.​Bayu tidak langsung menjawab. Pria itu mengamati wajah pucat Cindy, lingkaran hitam di bawah matanya, serta tubuhnya yang tampak makin kurus dan lemah.​"Boleh Mas masuk?" tanya Bayu tenang namun bernada tak bisa dibantah. "Tidak enak bicara di depan pintu seperti ini."​Cindy ragu-ragu sejenak, lalu mengangguk tipis dan menggeser tubuhnya ke samping, memberi jalan. Bayu melangkah masuk ke dalam kamar hotel yang luas itu. Pria bertubuh tinggi itu memilih duduk di salah satu kursi sofa dekat jendela, sementara Cindy tetap berdiri canggung beberapa langkah di depannya.​"Duduk, Cindy," panggil Bayu seraya menunjuk sofa tunggal di seberangnya.​Cindy menunduk, berjalan pelan, lalu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 448

    Lampu-lampu jalanan kota mulai menyala terang ketika mobil Andra membelah kegelapan malam. Di dalam kabin, keheningan terasa begitu berat. Cindy duduk membisu di kursi samping kemudi, menatap kosong ke luar jendela dengan mata yang masih bengkak dan sembap.​”Mbak Cindy," panggil Andra pelan, memecah keheningan. "Kita ke hotel dekat sini dulu ya. Pak Bayu sudah siapkan kamar untuk Bu Cindy istirahat."​Cindy tersentak kecil, lalu menggelengkan kepala dengan cepat. "Jangan, Mas Andra. Tolong turunkan saya di pinggir jalan saja. Saya tidak mau merepotkan Mas Bayu lagi."​"Mbak Cindy..."​"Saya serius, Mas," potong Cindy dengan nada memohon, suaranya parau. "Kalau Ibu mertua Mas Bayu tahu, ini cuma bakal bikin masalah baru. Saya benar-benar tidak enak hati."​Andra menghembuskan napas panjang, melirik Cindy dengan tatapan iba. "Mbak Cindy, kondisi Mbak Cindy ini sedang tidak fit. Jalan saja masih lemas. Kalau turun di jalan malam-malam begini, Mbak Cindy mau ke mana?"​Cindy bungkam. Bib

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 447

    Langit sore perlahan berganti menjadi temaram keunguan ketika mobil yang ditumpangi Bayu berhenti di area parkir Rumah Sakit Medika. Pria itu melangkah terburu-buru menyusuri koridor rumah sakit, membawa sebuah tas berisi pakaian ganti istrinya di tangan kiri dan kantong plastik berisi kantong rujak buah segar di tangan kanannya.​Sementara itu, di tempat yang sangat berbeda, mobil yang dikendarai Andra perlahan memasuki kawasan Tempat Pemakaman Umum yang sunyi. Pepohonan kamboja tua menaungi ratusan nisan yang berdiri bisu. Suasana di sana terasa begitu dingin dan lengang, hanya diiringi gesekan dedaunan yang tertiup angin sore.​Andra melangkah menyusuri jalan setapak berumput. Matanya menatap jeli ke setiap sudut pemakaman yang mulai tertutup bayang-bayang senja.​"Semoga benar di sini..." gumam Andra pelan.​Langkahnya terus menelusuri lorong antar makam hingga matanya menangkap sosok wanita yang duduk bersimpuh di atas gundukan tanah berumput hijau. Sebuah koper hitam tergeletak

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status