共有

16. Masih Sakit

作者: prasidafai
last update 公開日: 2026-04-02 18:02:06

Aveline melambai dari balik pintu kelas sampai tubuh kecilnya tidak terlihat lagi di antara kerumunan anak-anak lain.

Nicolle berdiri di luar pagar sebentar, memastikan Aveline sudah masuk ke kelas, sebelum akhirnya berbalik ke mobilnya.

Di dalam mobil, Nicolle melirik jam tangannya. Masih ada 30 menit sebelum jadwal jaga dimulai.

Nicolle menghidupkan mesin, tetapi dia tidak langsung pergi ke arah rumah sakit.

Mobil Nicolle berbelok
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   37. Nicolle-ku

    Di RSPU, tidak ada yang tidak mengenal Dante Emilio. Meski Dante tidak memakai scrubs, atau pun seragam medis lainnya, dan tidak memiliki jabatan resmi sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit ini, sosoknya tetap jauh lebih terkenal daripada ayahnya sendiri, pemilik RSPU. Wajah tampan Dante sangat mudah diingat, terutama dalam ingatan para wanita. Cerita tentang bagaimana Nicolle Phyer yang selalu bersikap dingin, secara tidak sengaja mengubah Dante dari playboy yang mengoleksi banyak wanita menjadi pria yang hanya mengejarnya selama dua tahun, sudah tersebar cukup jauh di beberapa kalangan RSPU. Bahkan Dante-lah yang menginisiasi renovasi rooftop menjadi taman, begitu mengetahui Nicolle sering mencari udara segar di sini saat awal bertugas. Para koas baru di hadapan Nicolle pasti sudah mendengar versi cerita itu. Dante menatap mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki penuh penilaian.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   36. Jam Istirahat

    Kartu ucapan itu masih berada di tangan Nicolle ketika wanita itu menoleh ke kanan. “Di boks makanan kamu, ada kartu ucapan seperti ini?” tanya Nicolle pelan, tidak mau menarik perhatian yang lain. Nicolle mengangkat sedikit kartu yang tadi dia temukan. Residen itu berhenti mengunyah. Dia melirik kartu di tangan Nicolle sebentar, lalu menggeleng. “Tidak ada, Dokter.” “Tidak ada?” Nicolle memastikan lagi. “Tidak,” jawabnya santai. “Cuma makanan saja.” Nicolle mengangguk pelan. “Begitu, ya.” Dia tersenyum tipis sebelum menurunkan kartu itu kembali ke dalam boks. Wanita itu merasa sedikit lega. Berarti para residen tidak tahu kalau Dante yang mengirim semua boks ini. Namun Nicolle juga tidak berniat memberitahu mereka. Biarkan saja mereka mengira kalau Nicolle yang mengirimkannya. Itu lebih baik. Semakin sed

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   35. Penggemar Rahasia atau Penggemar Berat?

    Nicolle spontan tersenyum tipis. Namun dia segera menghapusnya. “Dasar tidak tahu diri,” gumam Nicolle pelan. Dia meraih catatan itu, menggumpalkannya dalam genggaman, dan membuangnya ke tempat sampah di bawah meja. Kemudian Nicolle mengambil ponselnya, memotret boks makanan itu, dan mengirim foto ke grup residen. “Kenapa belum ada yang mengambil?” Pesan itu belum genap satu menit terkirim ketika pintu ruang residen sudah terdorong terbuka. Seorang residen tahun pertama masuk setengah berlari, matanya langsung jatuh pada boks makanan di atas meja Nicolle. “Wah, hari ini boks makanannya datang lagi, ya?” Dia mendekat dengan antusias. “Kami kira tidak ada yang datang seperti kemarin, jadi tidak begitu berharap.” Dia melirik ke arah Nicolle dengan mata berbinar. “Boleh buat saya, Dokter?” “Ambil saja.” Residen itu tersenyum lebar seketika

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   34. Dokter Penanggung Jawab

    “Mama Aveline tidak mau menjawab?” Nicolle tidak perlu menoleh untuk tahu itu suara milik siapa. Suara langkah wanita itu mendekat. Iris berhenti tepat di hadapannya. Dia melipat tangan di depan dada sambil sedikit menengadahkan dagu. Wanita itu tampak rapi seperti biasanya. Rambut ditata sempurna, riasan wajah nyaris tanpa cela, dan tas bermerek menggantung di lengannya. “Bagaimana, Mama?” desak Iris sambil tersenyum sinis. “Dijawab dong?” Nicolle menghela napas panjang. “Saya tidak seperti itu,” jawab Nicolle sambil mengangkat kedua alisnya. “Memangnya saya terlihat seperti wanita yang bisa disimpan?” Nicolle begitu percaya diri. Meski tidak merias wajah atau memakai pakaian bermerek seperti Iris, wanita itu masih terlihat jauh lebih menarik. Nicolle memang terlalu bersinar untuk sekadar menjadi wanita simpanan. Iris membuka mulut, l

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   33. Raiden Berhenti Mengirim Makanan?

    Tidak ada siapa-siapa yang mendekati meja Nicolle hari ini. Nicolle menatap layar monitor di ruang pengawas CCTV itu sampai matanya sedikit memerah. Meja kerja Nicolle di ruang residen terlihat jelas dari sudut kamera, dan selama delapan jam terakhir, tidak satu pun orang yang meletakkan boks makanan di sana. Bukan terlambat atau diambil duluan. Namun memang tidak dikirim. “Tidak ada siapa-siapa yang pergi ke meja Dokter.” Satpam di sebelah Nicolle ikut memperhatikan layar. Kemudian dia menoleh. “Mungkin flashdisk Dokter jatuh di koridor? Saya bantu carikan ya, Dokter?” Nicolle menoleh ke arah pria itu. Nicolle memang memakai alasan flashdisk hilang untuk mendapatkan izin masuk ke sini. Alasan yang paling tidak memerlukan banyak penjelasan. “Tidak perlu, Pak. Terima kasih.” Nicolle berdiri sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. “Saya beli saja yang baru.”

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   32. Selamat Bertugas!

    [Dokter Nicolle Phyer, selamat atas jabatan barunya.] Kalimat itu muncul di layar komputer Nicolle dalam bentuk dokumen resmi yang baru saja masuk ke surelnya. Surel dari Henry itu tiba pukul empat sore kurang sepuluh menit. Nicolle hampir tidak percaya ketika membukanya. Dokumen resmi berlambang RSPU, lengkap dengan tanda tangan para petinggi rumah sakit dan Henry di bagian paling bawah, menyatakan dengan tegas bahwa mulai hari ini, dr. Nicolle Phyer resmi ditunjuk sebagai dokter penanggung jawab Mayor Raiden Vargas. Nicolle mematung di depan layar komputer di ruang residen, jemarinya tidak bergerak di atas keyboard. Henry menyelesaikan dokumen resmi itu hanya dalam beberapa jam setelah mereka berbicara di lorong. Nicolle pasti sangat membuat Henry murka hingga pria paruh baya itu bisa melakukan hal segila ini. Dering ponsel di atas meja memutus lamunan Nicolle.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   29. Membersihkan Gudang

    “Selama Kak Raiden di sana, aku dan Mama yang akan mengurus semua berkasnya,” lanjut Lucy dengan riang. “Kakak tidak perlu khawatir sama sekali.” Raiden menarik napas pendek. “Oke, Lucy,” sahut Raiden singkat. Panggilan video itu berakhir beberapa saat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   28. Kembali Ke Markas

    Taksi berhenti tepat di depan gerbang besi yang sudah tidak berderit sejak Brandon memperbaikinya bulan lalu. Nicolle dan Aveline turun lebih dulu. Sementara Brandon membayar ongkos. “Cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, ganti baju.” Nicolle menoleh ke Aveline yang sud

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   27. Paman Kacang Hijau

    “Saya tidak bisa menunggu sampai sepupu Dokter atau layanan derek datang.” Kalimat itu keluar dari mulut Raiden tepat sebelum Nicolle berhasil mengendalikan ekspresi wajahnya. Untuk sepersekian detik, Nicolle benar-benar lupa bagaimana caranya bernapas.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   26. Lima Alasan Mayor Raiden

    “Mobil layanan dereknya sudah sampai mana?” tanya Raiden sambil menutup kap mesin mobil. Raiden menyeka telapak tangannya sekali, lalu berbalik menatap Nicolle. Nicolle membuka layar ponselnya. Titik biru di peta bergerak pelan menyusuri jalan yang tidak jauh dari po

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status