Share

41. Tantangan Dante

Author: prasidafai
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-13 20:55:40

“Nicolle ….” panggil Dante dengan suara berat.

Jarak mereka tinggal seinci.

Hangat napas Dante menyapu wajah Nicolle, membuat bulu halus di tengkuknya berdiri.

Ujung jari pria itu masih menopang dagunya, hanya butuh sedikit dorongan lagi untuk menutup jarak yang tersisa.

Namun sebelum itu terjadi, Nicolle berbisik pelan, “Jangan seperti ini, Dante.”

Dante terhenti seketika. Padahal hanya sepersekian detik lagi, keinginannya yang selama ini dia tahan akan benar-benar terwujud.

Dante menaha
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
rianur378
cinta mu tak di hargai Raiden, Naomi,,, obati luka hati mu dengan cinta baru,,, mungkin Dante lah orang nya
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
Raiden harus menghadapi 2 perang nih,,
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   133. Menemani Nicolle

    Langkah Raiden tidak pernah melambat.Tidak ketika Dante berteriak dari balik gerbang.Tidak ketika beberapa prajurit yang berjaga di koridor markas menoleh dengan tatapan terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa.Tidak juga ketika Nicolle di gendongannya masih belum mengucapkan sepatah kata pun.Para prajurit itu hanya menyibukkan diri memandang ke arah lain seolah-olah mereka sedang sangat tertarik pada dinding.Tidak ada yang berani bertanya.Pintu ruang istirahat medis dibuka cukup keras.Brak!Raiden masuk tanpa bicara apa pun sebelum akhirnya menutup pintu di belakang mereka.Ruangan itu langsung sunyi. Hanya suara napas mereka yang masih terdengar tidak teratur.Raiden berjalan ke arah sofa panjang di sudut ruangan, lalu menurunkan Nicolle perlahan.Begitu kedua kaki Nicolle menyentuh lantai, wanita itu segera sedikit menja

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   132. Menyadarkanmu

    “Sesuatu yang seharusnya menjadi milik saya.” Kalimat itu membuat Nicolle membeku beberapa detik. Udara di sekitar kursi peresmian terasa mendadak sempit. Nicolle bahkan bisa merasakan detak jantungnya sendiri berdentum tidak nyaman di balik tulang rusuk. Raiden menatap Nicolle tanpa berkedip. Sementara di pangkuannya, Aveline mulai memainkan ujung rambut Nicolle tanpa memahami ketegangan yang sedang terjadi di antara dua orang dewasa itu. Nicolle membuka bibir, berniat membalas sesuatu. Namun sebelum satu kata pun keluar, suara Dante dari atas panggung tiba-tiba menggema melalui pengeras suara. “Rumah sakit ini tidak akan berdiri tanpa dukungan banyak pihak.” Tepuk tangan langsung memenuhi area peresmian. Nicolle segera memalingkan wajah ke depan, memilih mengabaikan Raiden meski dadan

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   131. Peresmian RSPU II

    Berita itu menyebar lebih cepat dari api di padang rumput kering.Belum genap dua hari sejak pernikahan Raiden dan Lucy resmi dibatalkan, hampir seluruh sudut markas sudah dipenuhi bisikan. Di kantin, di lorong barak, bahkan di sela-sela jadwal patroli.“Katanya Lucy sudah balik ke Lavel.”“Wajar. Kalau aku jadi dia, aku juga malu. Dia sudah begitu percaya diri memperkenalkan dirinya sebagai calon istri Mayor ke semua orang.”“Eh, tapi kamu dengar tidak? Ada yang bilang pembatalan itu ada hubungannya dengan Dokter Nicolle.”“Masa? Memangnya mereka sedekat itu?”Nicolle mendengar bisikan itu ketika melintas di koridor klinik, tetapi langkahnya tidak melambat sedikit pun. Wanita itu tetap sibuk dengan map rekam medis di tangannya.Nicolle sudah terbiasa menjadi bahan perbincangan, dan dia tidak punya waktu untuk itu.Satu bulan berlalu.Tidak ada

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   130. Pria yang Tepat

    “Mama akan mencarikan pria yang tepat untuk menikahi Lucy.”Suara Tasya terdengar lembut.Lucy yang berdiri di balik pintu setengah terbuka langsung membeku.Di halaman belakang itu, Tasya sedang duduk di kursi rotan sambil mengusap rambut panjang Sera dengan penuh kasih sayang.Matahari pagi menembus sela dedaunan dan jatuh di wajah keduanya dengan damai.Berbanding terbalik dengan dada Lucy yang terasa seperti diremas.“Kasihan Lucy kalau terus berharap pada kakakmu,” lanjut Tasya pelan. “Raiden itu keras kepala. Kalau dia sudah memilih sesuatu, sulit diubah.”“Tapi Lucy benar-benar mencintai Kak Raiden, Ma.” Sera tampak ragu.Tasya mengembuskan napas. “Cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan pernikahan, apalagi yang bertepuk sebelah tangan.”Kalimat itu menghantam Lucy telak. Wanita itu buru-buru mundur sebelum keberadaannya ketahuan.Air matanya mulai jatuh satu per satu. Lucy berjalan cepat kembali ke kamarnya sambil menahan napas yang terasa sesak.Begitu pintu kamar tertutu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   129. Sudah Dibuang

    Mobil itu melaju di jalan lurus menuju pusat kota Lavel, dan untuk beberapa detik setelah Raiden mengucapkan kalimat terakhirnya, satu-satunya suara di dalam adalah dengung mesin dan angin yang menerobos celah jendela.Tasya tidak langsung merespons. Namun senyumnya hilang.“Apa maksudmu?” tanya Tasya. “Persis seperti Naomi?”“Wajahnya sangat mirip Naomi.” Raiden menjawab datar, matanya tetap pada jalanan. “Bukan sedikit, tapi sangat mirip.”Tasya membelalak.Beberapa detik Tasya hanya menatap wajah putranya dengan campuran emosi yang bergejolak dalam dadanya.“Kamu sudah bisa mengingat wajah Naomi?” tanya Tasya akhirnya.Raiden mengangguk singkat. “Ingatan itu baru kembali setelah aku terluka di pedalaman Palvenia.”Tasya perlahan bersandar ke sandaran joknya. Napas panjang keluar dari bibir wanita paruh baya itu.“Mama berharap kamu tidak pernah mengingat w

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   128. Batal

    Hari kedua Raiden berada di Lavel, barulah pria itu mendapat kesempatan menemui Jenderal Viktor yang baru kembali dari Palvenia pagi tadi.Raiden berhenti tepat di depan ruangan Jenderal Viktor.Di sampingnya, Tasya berdiri sambil melipat kedua tangan di dada. Wanita paruh baya itu tampak gelisah sejak mereka turun dari mobil.“Jujur saja, Mama masih tidak habis pikir denganmu, Raiden,” gerutu Tasya pelan sambil mengipasi wajahnya menggunakan kipas tradisional yang selalu dia bawa.“Tiba-tiba ingin membatalkan pernikahan saat kenaikan pangkatmu sudah ada di depan mata.” Tasya mendecakkan lidah pelan. “Mama tidak yakin Jenderal Viktor akan memberimu kesempatan naik pangkat setelah ini.”Raiden tidak menjawab. Tatapannya lurus ke depan.“Kamu bahkan tidak peduli Lucy sampai masuk rumah sakit kemarin,” lanjut Tasya tidak percaya. “Dia dehidrasi karena menangis seharian.”Rahang Raiden meng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status