Share

Bab 112

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-09-22 10:20:30

“Eh, Mbah Wurip! Bikin kaget aja deh!”

Sekar yang duduk sambil menyaksikan ritual yang dilakukan Damar dari sana. Sekarang ia bersama dengan Wurip sambil menyaksikan roh halus itu yang berdesakan di dalam pondok.

“Tapi Mbah, kenapa ada di sini? Bukannya tadi berada di samping Mbah Damar?”

“Ya kan, kamu lihat itu di sana udah full. Kalau aku juga ada di sana apa bedanya sama mereka?”

“Mbah, bisa aja. Ya beda lah! Eh, tapi iya juga ya. Kalian kan sama-sama r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 114

    “Baiklah, kita bisa atur itu.”Memasang susuk bukanlah hal yang susah baginya. Itu sangat mudah, jadi Damar segera melambaikan tangannya pada Sekar yang baru saja datang setelah mengantar Sari pulang.Saat melihat ke arah pondok, Sekar segera berjalan cepat ke sana karena dipanggil Damar.Langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar saat menapaki lantai kayu di dalam pondok.“Haah … ada apa, Mbah?” tanya Sekar.“Ini, aku ingin kamu menyiapkan sebuah kamar di dalam. Aku akan memasangkan susuk pada pelanggan kita.”Hanya dengan melemparkan pandangan ke arah Dian, Sekar sudah tahu pada siapa susuk itu akan diberikan.“Ya, aku akan segera menyiapkannya, jadi mohon tunggu sebentar.”Sementara Sekar menyiapkan kamar yang sering digunakan untuk keperluan ritual, ia juga menyuruh Dian menunggu di ruang tamu dalam rumahnya.Sementara Damar menyelesaikan sisa pertemuannya dengan pelanggan lain yang datang menemu

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 112

    “Eh, Mbah Wurip! Bikin kaget aja deh!” Sekar yang duduk sambil menyaksikan ritual yang dilakukan Damar dari sana. Sekarang ia bersama dengan Wurip sambil menyaksikan roh halus itu yang berdesakan di dalam pondok.“Tapi Mbah, kenapa ada di sini? Bukannya tadi berada di samping Mbah Damar?”“Ya kan, kamu lihat itu di sana udah full. Kalau aku juga ada di sana apa bedanya sama mereka?”“Mbah, bisa aja. Ya beda lah! Eh, tapi iya juga ya. Kalian kan sama-sama roh!”Mendengar itu Wurip sempat tersenyum pelan lalu sampai bersandar ke sandaran bangku kayu.“Karena itu Aku ini tidak mau berasa di sana. Meski aku berbeda tapi tetap saja kami sama-sama hanyalah roh saja.” “Tapi Mbah bisa nyandar tuh!” Jari telunjuk Sekar langsung menunjuk.“Ah, ini sih. Suka-suka aku aja kan kamu tahu aku ini roh yang spesial. Mungkin karena aku ini orang baik.” Wurip langsung tertawa pelan.“Mbah Wurip ini d

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 111

    Dari zamar dulu karena ajaran keluarga dukun mereka sangatlah susah untuk dipelajari. Tidak ada satupun yang berhasil diterima sebagai murid. Akan tetapi, kakeknya pernah mengatakan kalau ada satu orang yang berhasil. Bahkan karena kecerdasannya dalam menguasai ilmu perdukunan dia hampir mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh gurunya. Dan saat Sekar bertanya siapa orangnya sang kakek menunjuk ke arah Damar yang sedang tertidur. Sekar yang memiliki mata indra keenam tentu saja langsung melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Ia melihat semua fisik Damar yang menua tetapi roh yang dimilikinya masih sangat muda. Seorang pria tampan yang tidak memiliki kesadaran karena rohnya saat itu juga ikut terkunci oleh kutukan. Mulai saat itulah Sekar selalu datang ke tempat Damar dan membersihkan rumah dan semua yang ada di sana. Meskipun tempat itu tidak lagi layak huni tapi Sekar selalu members

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 110

    Damar melihat langit yang mulai gelap tentu saja ia paham dengan ucapan Sari, waktu yang dimaksud adalah hari yang yang sudah mulai gelap.“Aku akan memberikan hikmat untuk sementara padamu. Tapi ini hanya bisa dipakai sekali saja, jadi akan bertahan sampai pagi.”“Setelah itu besok gali benda yang aku maksud lalu segera bawa ke sini tanpa menunda-nunda.”Damar mengambil jimat yang penangkal ilmu hitam yang sudah dibuatnya. Dia memang sering membuat beberapa jimat untuk diberikan pada pelanggannya. Itu sebabnya Damar memiliki beberapa stok jimat yang sudah dibuatnya, dengan berbagai macam fungsi penangkal tergantung keinginan pelanggan.Dengan mengeluarkan jimat lalu memberikannya pada Sari.“Ini sebaiknya diikatkan di pinggang agar tidak lepas. Aku akan menyuruh Sekar untuk membantumu memakaikan ini di pinggangmu.” Damar kemudian melihat Sekar yang baru saja datang membawakan garam kasar seperti yang disuruhnya tadi.

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 109

    Wajah Sari jadi terlibat memelas. Namun, Damar tidak bisa bersikap lunak hanya karena itu saja. “Jika kamu tidak mau tidak masalah. Tetapi jika guna-guna itu tidak dihilangkan maka bisa membuatmu jadi gila atau mati.” Mendengar itu membuat tubuh Sari semakin gemetar. Ia akhirnya mau memberikan kalung itu sebagai bentuk bayaran pada Damar. “Kalau begitu aku akan memberikan kalung ini sebagai pembayaran. Jadi Mbah Dukun akan memutuskan guna-guna itu, kan?” Dengan senang hati Damar pun meraih kalung emas yang diserahkan oleh Sari. “Ya, tentu saja. Aku pasti akan membantumu untuk melepaskannya.” Sekar yang melihat itu tidak tahan lagi ingin menyela, “Mbak, apa mungkin kalung itu diberikan oleh pria yang akan menikahi Mbak Sari?” “Itu benar, dia memberikannya sebagai hadiah padaku. Sebenarnya sebulan yang lalu mas Santo melamarku, tapi aku sempat menolaknya karena dia sudah punya istri.” “Lalu apa mungkin dia berhasil membujuk Mbak? Lalu kalian akan menikah tanpa persetujuan dari i

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 108

    Setelah membacakan mantra Damar juga menyebutkan air pada Sari kemudian ia mulai memercikkan air kembang bekas rendaman pisau keris miliknya.Air bekas rendaman itu juga sudah mengandung kekuatan dari keris miliknya. Jadi Damar menggunakannya untuk melindungi Sari setelah ini.Karena dari pusaka itu mengandung aura yang diyakini Damar bisa membuat roh dari setiap makhluk halus akan menjauh dari Sari. Namun, itu memiliki efek sementara.Jika efeknya sudah hilang dari tubuh Sari maka mereka bisa saja kembali mendekatinya.Maka dari itu Damar berusaha agar makhluk itu tidak lagi mengganggu Sari. Jadi ia pun berusaha mencari tahu di mana letak akar pemicunya.Damar pun mulai berucap,“Kamu tahu kalau ini adalah kiriman seseorang untuk mengganggumu. Namun, sebelumnya apa mungkin kamu pernah menyinggung seseorang?”“Ta-tapi … aku tidak pernah menyinggung siapapun. Jangankan menyinggung, aku saja hidup sudah cukup kes

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status