Share

Bab 47

Penulis: Lailiela
last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 11:20:40

Saat ini Robi kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti tadi. “Mbak tadi beneran, Mbak ingin bertemu dengan Mas Tejo hari ini?”

Mendengar itu wajah Ririn berubah ia terlihat jelas kalau dirinya sangat heran.

“Apa maksudmu? Tidak, itu tidak mungkin emangnya kapan aku bilang begitu?”

Bahkan dari nada suara Ririn agak tinggi karena dirinya yang sangat tidak sudi untuk bertemu dengan Tejo. Itulah mengapa perasaannya yang sesungguhnya tidak pernah menyukai p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 121

    “Aku rasa itu ide bagus. Kalau gitu tolong, ya.” Setelah Damar menyetujuinya, barulah Wurip pergi dalam sekejap mata. Sementara itu Damar lanjut merapikan meja tempat persembahan yang akan dibutuhkannya saat proses. Tangan Damar mengelap sampai bersih atas meja, kemudian ia menyusun beberapa wadah yang terbuat dari tanah liat. Dengan isi yang beragam di atasnya sehingga atas meja terlihat sangat banyak. Jari telunjuk Damar menunjuk satu per satu barang itu dan mulai menghitungnya dengan memastikan agar tidak ada yang terlupakan. Sehingga nanti Damar tidak perlu khawatir akan kekurangan benda untuk bahan ritual. Melihat sekeliling area halaman rumah dan juga dalam pendopo yang bersih. Itu semua pasti karena Sekar yang sudah membersihkannya. Damar duduk dengan santai di depan meja sambil merasa penasaran, sudah sampai mana Ririn berjalan memasuki hutan? Namun, tidak lama setelah itu Ririn akhirnya sampai juga di sana. Dengan napas yang tersengal-sengal, ia menatap masuk ke dalam

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 120

    Tetapi diam-diam Ririn kembali menatap wajah Damar, karena itu dia langsung mengangkat wajahnya kembali. Namun, ternyata Damar juga sedang melihat ke arahnya hingga selama beberapa detik mereka jadi saling pandang satu sama lain. Hal itu membuat Ririn kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Damar kembali bicara, “Jadi …” “Kamu pernah nggak ceritain kejadian itu sama orang lain atau orang terdekat? Misalnya adikmu atau siapapun itu?” “Tentu saja tidak, aku belum pernah mengatakan hal ini pada siapa pun. Aku belum pernah mengatakannya pada siapa pun, sekalipun itu adalah adikku sendiri.” Damar memperhatikan Ririn dengan saksama, untuk memastikan apakah yang dikatakannya itu benar atau hanya sebuah sandiwara saja. Akan tetapi, saat melihat wajah Ririn yang tidak memperlihatkan tanda berbohong sama sekali, Damar pun menghela napas lega. Ia juga me

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 119

    Permintaan Damar membuat Sekar hendak kembali berjinjit. Namun, kedua tangan Damar malah mengangkatnya sampai sepinggang hingga posisi mereka jadi sama tingginya.Mata Sekar fokus pada bibir Damar. Perlahan ia menundukkan wajahnya sampai bibirnya mulai mencium Damar.Ritme ciuman Sekar terlalu lambat dan terasa ringan sehingga Damar tidak tahan dan mengambil alih kendali.Ia memeluk tubuh Sekar, sembari menciumnya lebih dalam. Langkah Damar perlahan menuju ranjang, ia bahkan mendudukkannya.Tangan mereka bergerak sambil membukakan pakaian masing-masing, sampai tanggal dari tubuh.Keduanya sama-sama menginginkan satu sama lain sampai tengah malam.---Esok harinya ketika matahari sudah berada di atas kepala, terik yang menyilaukan hingga panas terasa menyengat.Damar mengantar Sekar sampai halte bus, membawakan satu buah koper dan juga tas jinjing milik Sekar.Saat sampai di depan bus, Sekar meraih

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 118

    “Ahh … kamu mengagetkanku saja!” Dian mengelus dadanya.“Maaf, aku sudah membuatmu terkejut. Sebenarnya Mbah Damar menyuruhku untuk tidak langsung masuk ke dalam.”Sekar diam-diam memperhatikan penampilan Dian yang terasa berbeda. Dari aura dan wajahnya, jelas dia jadi lebih cantik dari sebelumnya.Tapi bagaimana bisa seperti itu? Apa mungkin ini karena susuk yang dimasukkan tadi?“Ehm, jadi sedari tadi kamu nunggu di depan pintu?” tanya Dian.“Nggak dari tadi juga sih. Aku baru aja kok. Soalnya dari tadi aku ada urusan di luar. Terus saat Mbah keluar, aku masuk dan dia bilang jangan masuk ke kamar gitu aja.”Sekar sengaja mendekat ke samping Dian untuk melihat wajahnya lebih dekat.“Mbah bilang kamu dari tadi kesakitan karena pemasangan susuk, ya? Emang sesakit itu?”Mendengar ucapan Sekar membuat Dian langsung mengingat kejadian, di mana Damar yang menghujam keperkasaan menusuk lubang miliknya dengan sangat da

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 117

    Tangan Damar kembali mengeluarkan batang miliknya, lalu mengarahkannya sampai ke bibir lubang Dian.Di sana Damar menggesekkan batangnya yang sudah terasa panas itu di atas permukaan lubang Dian yang licin dan basah.“Ngghh … ahh, ahh, pelan dikit. Rasanya milikku akan robek, tahu!”Jari telunjuk Damar diarahkan di depan mulutnya.“Shuut …! Aku bahkan belum masuk semua ke dalam, kamu sudah merengek seperti ini.”Hanya karena gesekan saja Dian sudah merasa sangat kewalahan. Benda milik Damar terasa panas saat menggesek miliknya, terasa ada cairan yang keluar juga di ujungnya.“Haa … ahh, ngghh!”Kedua kaki Dian bergerak semakin melebar. Miliknya seolah meminta bagian lubang miliknya segera dihujam.“Mbah, aku tidak tahan jika seperti ini!”“Katanya kamu tidak mau cepat-cepat. Sekarang aku melakukannya dengan pelan, tapi kamu malah tidak tahan!”Kedua tangan Damar menahan di ranjang tepat di

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 116

    Saat jarum itu baru saja masuk, seketika itu juga pengaruh dari kekuatan susuk membuat bagian intim milik Dian perlahan jadi mengecil tanpa dirasanya.“Apa sudah masuk?” tanya Dian.Ia segera mengubah posisinya jadi duduk, wajahnya menunduk dengan tatapan yang melihat ke arah bawahnya.Tangan Dian segera menyentuh permukaan bagian intim miliknya. Jarinya mencoba untuk mengecek apa yang berubah.Permukaan kulit bagian intimnya terasa berbeda. Apalagi saat tangannya masuk menyentuh bagian dalam.Hanya dengan satu jari saja yang masuk ke dalam, Dian sudah terengah-engah. Sebab, rasanya terasa berbeda sekali.“Uhh … satu jari saja susah dimasukkan!”Damar yang melihat itu hanya tersenyum, sambil terus menatap dengan saksama ketika Dian memasukkan jari ke dalam bagian intimnya.Sambil terus mengamati efek dari susuk yang dibuatnya.Bagian intimnya terasa sangat sempit sehingga satu jari saja sudah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status