Share

Bab 55

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-08-17 11:20:22

“Gitu dong, aku yakin Mbah pasti bisa melepaskan kutukan ini. Jadi kita hanya perlu mencari cara tapi sekalian Kita juga harus mencari uang agar bisa pergi berlibur seperti ini!”

Seketika Sekar menarik diri dan duduk tegak dengan penuh semangat iya mengepalkan tangannya lalu mengarahkannya ke depan.

“Di zaman ini uang adalah segalanya jadi kita harus giat untuk mencarinya.”

Melihat Sekar yang sangat semangat untuk mencari uang membuat Damar terkekeh pelan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 120

    Tetapi diam-diam Ririn kembali menatap wajah Damar, karena itu dia langsung mengangkat wajahnya kembali. Namun, ternyata Damar juga sedang melihat ke arahnya hingga selama beberapa detik mereka jadi saling pandang satu sama lain. Hal itu membuat Ririn kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Damar kembali bicara, “Jadi …” “Kamu pernah nggak ceritain kejadian itu sama orang lain atau orang terdekat? Misalnya adikmu atau siapapun itu?” “Tentu saja tidak, aku belum pernah mengatakan hal ini pada siapa pun. Aku belum pernah mengatakannya pada siapa pun, sekalipun itu adalah adikku sendiri.” Damar memperhatikan Ririn dengan saksama, untuk memastikan apakah yang dikatakannya itu benar atau hanya sebuah sandiwara saja. Akan tetapi, saat melihat wajah Ririn yang tidak memperlihatkan tanda berbohong sama sekali, Damar pun menghela napas lega. Ia juga me

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 119

    Permintaan Damar membuat Sekar hendak kembali berjinjit. Namun, kedua tangan Damar malah mengangkatnya sampai sepinggang hingga posisi mereka jadi sama tingginya.Mata Sekar fokus pada bibir Damar. Perlahan ia menundukkan wajahnya sampai bibirnya mulai mencium Damar.Ritme ciuman Sekar terlalu lambat dan terasa ringan sehingga Damar tidak tahan dan mengambil alih kendali.Ia memeluk tubuh Sekar, sembari menciumnya lebih dalam. Langkah Damar perlahan menuju ranjang, ia bahkan mendudukkannya.Tangan mereka bergerak sambil membukakan pakaian masing-masing, sampai tanggal dari tubuh.Keduanya sama-sama menginginkan satu sama lain sampai tengah malam.---Esok harinya ketika matahari sudah berada di atas kepala, terik yang menyilaukan hingga panas terasa menyengat.Damar mengantar Sekar sampai halte bus, membawakan satu buah koper dan juga tas jinjing milik Sekar.Saat sampai di depan bus, Sekar meraih

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 118

    “Ahh … kamu mengagetkanku saja!” Dian mengelus dadanya.“Maaf, aku sudah membuatmu terkejut. Sebenarnya Mbah Damar menyuruhku untuk tidak langsung masuk ke dalam.”Sekar diam-diam memperhatikan penampilan Dian yang terasa berbeda. Dari aura dan wajahnya, jelas dia jadi lebih cantik dari sebelumnya.Tapi bagaimana bisa seperti itu? Apa mungkin ini karena susuk yang dimasukkan tadi?“Ehm, jadi sedari tadi kamu nunggu di depan pintu?” tanya Dian.“Nggak dari tadi juga sih. Aku baru aja kok. Soalnya dari tadi aku ada urusan di luar. Terus saat Mbah keluar, aku masuk dan dia bilang jangan masuk ke kamar gitu aja.”Sekar sengaja mendekat ke samping Dian untuk melihat wajahnya lebih dekat.“Mbah bilang kamu dari tadi kesakitan karena pemasangan susuk, ya? Emang sesakit itu?”Mendengar ucapan Sekar membuat Dian langsung mengingat kejadian, di mana Damar yang menghujam keperkasaan menusuk lubang miliknya dengan sangat da

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 117

    Tangan Damar kembali mengeluarkan batang miliknya, lalu mengarahkannya sampai ke bibir lubang Dian.Di sana Damar menggesekkan batangnya yang sudah terasa panas itu di atas permukaan lubang Dian yang licin dan basah.“Ngghh … ahh, ahh, pelan dikit. Rasanya milikku akan robek, tahu!”Jari telunjuk Damar diarahkan di depan mulutnya.“Shuut …! Aku bahkan belum masuk semua ke dalam, kamu sudah merengek seperti ini.”Hanya karena gesekan saja Dian sudah merasa sangat kewalahan. Benda milik Damar terasa panas saat menggesek miliknya, terasa ada cairan yang keluar juga di ujungnya.“Haa … ahh, ngghh!”Kedua kaki Dian bergerak semakin melebar. Miliknya seolah meminta bagian lubang miliknya segera dihujam.“Mbah, aku tidak tahan jika seperti ini!”“Katanya kamu tidak mau cepat-cepat. Sekarang aku melakukannya dengan pelan, tapi kamu malah tidak tahan!”Kedua tangan Damar menahan di ranjang tepat di

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 116

    Saat jarum itu baru saja masuk, seketika itu juga pengaruh dari kekuatan susuk membuat bagian intim milik Dian perlahan jadi mengecil tanpa dirasanya.“Apa sudah masuk?” tanya Dian.Ia segera mengubah posisinya jadi duduk, wajahnya menunduk dengan tatapan yang melihat ke arah bawahnya.Tangan Dian segera menyentuh permukaan bagian intim miliknya. Jarinya mencoba untuk mengecek apa yang berubah.Permukaan kulit bagian intimnya terasa berbeda. Apalagi saat tangannya masuk menyentuh bagian dalam.Hanya dengan satu jari saja yang masuk ke dalam, Dian sudah terengah-engah. Sebab, rasanya terasa berbeda sekali.“Uhh … satu jari saja susah dimasukkan!”Damar yang melihat itu hanya tersenyum, sambil terus menatap dengan saksama ketika Dian memasukkan jari ke dalam bagian intimnya.Sambil terus mengamati efek dari susuk yang dibuatnya.Bagian intimnya terasa sangat sempit sehingga satu jari saja sudah

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 115

    Setiap kali Damar menghisap dadanya, bagian bawah tubuh Dian terasa berkedut-kedut. Damar merasa puas setelah menghisap dada Dian, sehingga ia pun melepaskan mulutnya. Ia melihat dada besar itu menjadi semakin bengkak dan ada bekas gigitannya di bagian ujung. Namun, dalam hati Damar merasa sangat puas dengan apa yang sudah dilakukannya. Ujung mata Damar terlihat menyipit, dengan sudut bibir yang melengkung. “Benar-benar wanita binal!” Tangan Damar mulai menyeka bagian mulutnya yang terlihat basah karena air liur. “Aku rasa saatnya bagian lainnya juga harus segera kita masukkan susuk ke dalamnya.” Arah mata Damar menatap langsung pada wajah Dian. Ia siap menunggu pemasangan susuk selanjutnya. “Jadi, di mana kamu ingin aku memasangnya lagi?” “Itu … di bagian sini!” Tangan Dian mulai melepaskan celana dalamnya yang basah, terlihat lengket

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status