MasukSehari sebelum Hari Valentine, aku menyerahkan surat permohonan cuti kepada tunangan sekaligus atasanku, Daniel Handoko. Kami seharusnya akan menikah di KUA pada Hari Valentine. Daniel melirik surat itu sebentar, lalu meletakkannya di atas meja kerja tanpa menandatanganinya. "Megan sudah memesan penerbangan ke Metiza dan biaya hotelnya nggak bisa dikembalikan. Aku mau kamu menggantikannya selama beberapa hari. Selain itu, aku juga memang akan pergi ke Metiza untuk menemui beberapa klien. Jadi, aku akan sekalian mengawasinya selama berada di sana." Daniel mendongak ke arahku dan sedikit melunakkan suaranya, seolah-olah sedang berusaha menenangkanku. "Nikahnya bisa tunggu sampai aku kembali. Beberapa hari tambahan nggak akan ada bedanya kok." Nada suara Daniel terdengar santai, seakan-akan dia sedang mengatur sesuatu yang sudah pasti akan kusetujui. Megan Fayeza berdiri di sampingnya sambil menunduk. "Alisa, maaf banget ya. Aku nggak tahu rencanamu ternyata sepenting itu." Segera setelah itu, Megan menambahkan, "Daniel bilang kamu pasti bisa mengerti. Bagaimanapun, selama ini kamu selalu mendahulukan perusahaan." Megan sedikit mendekat ke arah Daniel. Para rekan kerja yang duduk di meja masing-masing menundukkan pandangan ke layar komputer mereka. Tidak ada seorang pun yang melontarkan komentar. Aku menatap ke arah Daniel. Dia sudah sibuk menggulir layar ponselnya sambil memeriksa detail penerbangan. Dia bahkan tidak menoleh lagi kepadaku. Daniel tidak tahu bahwa Hari Valentine yang sudah kami sepakati untuk menikah adalah batas waktu yang ditetapkan oleh Keluarga Desmana. Kalau masih belum menikah sampai akhir Februari, aku harus kembali dan menerima pernikahan yang sudah mereka atur untukku. Aku tidak membantah. Aku melepas kartu identitas kerjaku dan menandatangani surat pengunduran diri. Kemudian, aku mengambil ponsel dan menelepon kakekku, Evan Desmana. "Kakek, aku menyerah. Aku terima pernikahan itu."
Lihat lebih banyakEmpat bulan berlalu.Aku duduk di teras bersama kakekku sambil menikmati teh. Martin datang membawa sepiring biskuit almond dan koran pagi. "Nona Alisa, apa Anda sudah melihat berita hari ini?" Aku mengambil koran tersebut.Berita tentang kasus itu terpampang di halaman depan. Setelah Perusahaan Logistik Handoko runtuh, para penyelidik menemukan bahwa Daniel menjalankan skema investasi palsu untuk mempertahankan perusahaannya tetap bertahan.Daniel mengumpulkan dana dari para investor kecil dengan menggunakan nama-nama proyek palsu, lalu memakai investasi baru untuk menutupi kerugian sebelumnya. Jumlah uang yang terlibat sangat besar. Foto yang terpampang menunjukkan dirinya sedang dibawa pergi oleh dua pria bersetelan gelap. Dia terlihat seperti pria yang sudah hancur dari dalam. Keruntuhan perusahaannya bukanlah penyebab munculnya penipuan itu. Keruntuhan tersebut hanya membuat semuanya terungkap.Sebagian orang mengatakan bahwa semua itu terjadi karena kesalahan Daniel sendiri. Seba
Pesta pernikahan akhirnya selesai. Aula perlahan menjadi kosong. Yang tersisa hanyalah meja-meja panjang yang dipenuhi gelas-gelas kosong dan lilin-lilin yang sudah padam. Aku duduk di ruang santai sambil mengusap wajahku. Ethan menyuruh semua staf keluar, lalu menutup pintu di belakang mereka.Ethan pun duduk di hadapanku. "Ada sesuatu yang sudah lama ingin kusampaikan padamu, tapi aku mau menunggu waktu yang tepat."Aku langsung duduk tegak dan menatapnya."Pertama kali aku melihatmu adalah delapan tahun yang lalu. Itu saat ulang tahun kakekmu." Ethan bersandar di kursinya. "Saat itu, dia sedang menguji senjata baru di lapangan tembak belakang. Setelah semua orang pergi, kamu tetap tinggal. Kamu menembakkan satu kotak penuh peluru. Bukan untuk bermain, juga bukan untuk pamer. Kamu cuma menembak, satu peluru demi satu peluru. Setelah selesai, kamu meletakkan senjatanya, mengusap tanganmu, lalu menoleh ke arah ruang kerja kakekmu."Aku berusaha mengingatnya. Kenangan itu terasa samar.
Pada tanggal 15 Maret di rumah Keluarga Desmana.Aku duduk di depan cermin dengan mengenakan gaun pengantinku. Martin mengetuk pintu tiga kali. "Nona Alisa, waktunya tiba." Aku menarik napas, lalu membuka pintu. Kakekku sudah menungguku di ujung lorong. Ketika melihatku, matanya sempat memerah sesaat, tetapi dia segera memalingkan wajah dan berdeham. "Ayo, Nak." Aku pun meraih lengannya.Pintu aula besar terbuka. Meja-meja panjang berjajar di kedua sisi ruangan. Anggota Keluarga Rusli duduk di sebelah kiri, sementara anggota Keluarga Desmana duduk di sebelah kanan. Karpet merah tua membentang di tengah ruangan. Lilin-lilin menyala satu per satu di sepanjang jalan menuju altar. Udara dipenuhi aroma asap cerutu dan kayu tua. Ethan berdiri di ujung ruangan dengan setelan hitam. Dasinya terlihat rapi. Ketika melihatku, dia berhenti bergerak. Tak lama kemudian, aku berjalan menghampirinya.Pendeta mulai membacakan janji pernikahan, lalu tepuk tangan pelan terdengar dari para tamu. Segera se
Di sebuah kamar suite hotel di Metiza. Daniel sudah menelepon klien terpentingnya sebanyak 20 kali. Setiap kali, salurannya selalu sibuk. Tiga klien yang sebelumnya sudah dijadwalkan untuk bertemu dengannya juga tidak datang.Asisten Daniel menelepon. "Pak Daniel, ada yang nggak beres. Beberapa klien lama kita mengirimkan pemberitahuan penghentian kerja sama pagi ini. Totalnya 20 klien, termasuk tiga kontrak tahunan yang kita tanda tangani tahun lalu. Mereka bersedia membayar denda, tapi bersikeras nggak mau melanjutkan kerja sama."Buku-buku jari Daniel memutih karena dia menggenggam ponselnya terlalu erat. "Apa alasan yang mereka berikan?""Nggak ada. Mereka cuma bilang ini adalah penyesuaian bisnis biasa. Tapi, nggak mungkin ada begitu banyak klien yang membuat penyesuaian pada hari yang sama."Daniel menutup telepon dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa.Sebelum sempat menarik napas dengan tenang, ponsel kedua Daniel berdering. Itu dari manajer dermaga. Suaranya terdengar gemetar ketika


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.