Short
Tunangan yang Direbut Sahabatku

Tunangan yang Direbut Sahabatku

By:  SeptemberCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lima tahun setelah Luca dari Keluarga Brahmana menghilang, aku bertemu dengannya lagi di pernikahan sahabatku. Dia adalah mempelai pria, sedangkan aku hanya seorang pengiring pengantin. Sofia, sahabat terdekatku sekaligus mempelai wanita, menggandeng lenganku dengan riang sambil terus menceritakan kisah cinta mereka. "Aku yang menyelamatkan Luca setelah kecelakaan mobilnya. Kudengar waktu itu dia sudah punya tunangan, tapi diam-diam kubawa dia ke rumah sakit pribadi milik keluargaku untuk dirawat." "Kamu jangan terus cari tunanganmu yang hilang. Semua pendamping pengantin pria di sini tampan-tampan. Biar aku kenalkan kamu dengan salah satu dari mereka!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Pertama kali aku melihat Luca dari Keluarga Brahmana lagi setelah lima tahun, dia sedang berdiri di altar pada pernikahan sahabatku.

Dia adalah mempelai pria dan aku adalah pengiring pengantin.

Deretan Bentley hitam berjajar di tepi jalan di luar Gereja St. Bartholomew di Kota Chiraka. Para penjaga Keluarga Rustam berdiri di bawah lengkungan batu, sementara anak buah Keluarga Brahmana mengawasi jalan dari balik kacamata hitam mereka. Setiap senyum di dalam gereja seolah menyembunyikan sepucuk senjata.

Sofia dari Keluarga Rustam duduk di ruang rias pengantin mengenakan gaun satin, wajahnya dipenuhi rasa gugup sekaligus bahagia. Dia menarikku mendekati cermin lalu berbisik, "Elena, sepertinya aku belum pernah ceritain semuanya ke kamu."

"Waktu Luca kecelakaan di Jalan Toba, akulah yang menemukannya. Orang-orang Keluarga Brahmana belum sempat tiba di lokasi. Malam itu juga aku bawa dia naik jet pribadi dan menerbangkannya ke Malta untuk menjalani operasi."

Sofia tersenyum lembut dengan raut penuh kebanggaan.

"Waktu Luca sadar, dia hampir nggak ingat apa pun. Dokter bilang, trauma memang bisa menyebabkan hal seperti itu. Dia masih ingat namanya, keluarganya, dan urusan bisnis, tapi ingatan tentang beberapa bulan sebelum kecelakaan benar-benar kabur. Waktu itu aku pikir, kasihan sekali dia. Dia terlihat seperti baru merangkak keluar dari neraka."

Jari-jariku mendadak terasa dingin saat menggenggam buket bunga.

Selama lima tahun, aku terus mencari Luca. Aku menyewa penyelidik, mengajukan permohonan pencarian ke polisi, rumah sakit, kamar mayat, pelabuhan, dan kantor perbatasan. Aku bahkan pernah berdiri di depan klinik bawah tanah dengan foto Luca tersembunyi di balik mantelku.

Ayahnya pernah mengadakan misa pribadi dan memintaku untuk merelakannya. Teman-temannya memohon agar aku berhenti menghancurkan hidupku demi seseorang yang mungkin sudah tiada. Orang tuaku pun berkata bahwa orang yang sudah meninggal tidak pantas menyia-nyiakan sisa hidupku.

Hanya Sofia yang tetap menemaniku melewati malam-malam itu. Dialah yang menopangku saat aku berada di titik terburuk.

Dia tahu aku kehilangan seorang tunangan, tetapi dia tidak pernah bertemu dengannya. Pertunangan kami memang dirahasiakan karena Keluarga Brahmana sedang dikepung banyak musuh. Setelah kecelakaan itu, aku juga berhenti memperlihatkan foto-fotonya kepada siapa pun. Melihatnya saja sudah terlalu menyakitkan.

Jadi, saat dia menceritakan semua itu sambil tersenyum malu sebagai seorang calon pengantin, aku tahu dia sama sekali tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan kepadaku.

Lalu, pintu terbuka.

Luca masuk.

Dia mengenakan tuksedo hitam dan cincin pernikahan Keluarga Rustam. Tubuhnya lebih ramping dibanding lima tahun lalu, garis wajahnya juga lebih tegas. Namun, aku langsung mengenalinya. Bekas luka yang melintang di alisnya, kebiasaannya merapikan manset kemejanya, juga aroma kayu cedar dan tembakau yang khas.

Dia juga melihatku.

Seketika, seluruh tubuhnya membeku.

Kemudian, dia mengalihkan pandangan dan berjalan menghampiri Sofia, lalu membenarkan kerudung pengantinnya seolah-olah aku tidak ada di ruangan itu.

"Tamu sudah duduk semua. Jangan buat pastor menunggu."

Sofia menyelipkan lengannya ke lengan Luca dan menatapnya sambil tersenyum.

"Baik, suamiku."

Lalu dia menoleh kepadaku, wajahnya masih berseri-seri.

"Elena, berdiri dekat aku, ya? Kalau aku pingsan, secara hukum kamu yang bertanggung jawab."

Luca tidak menatapku lagi. Dia hanya berbalik kepada salah seorang pendamping pengantin pria yang berdiri di depan pintu.

"Periksa daftar tamu. Jangan biarkan siapa pun masuk ke aula utama tanpa undangan."

Beberapa pria itu mengenalku. Dulu mereka pernah melihatku berdiri di sisi Luca, membukakan pintu mobil untukku, dan memanggilku "Nona Elena" dengan penuh hormat.

Hari ini, mereka hanya menatap karpet dan berpura-pura tidak mengenali wanita yang dulu seharusnya berdiri di sisi pria itu.

Saat itulah, aku mengerti.

Sofia tidak tahu.

Luca tahu. Dia masih mengingat cukup banyak hal untuk memilih berpaling dariku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status