Share

14.

Penulis: Hans Mafaza
last update Tanggal publikasi: 2026-04-01 18:19:51

Meski Mateo menyuruh wanitanya untuk tidur, tapi faktanya mereka tidak tidur. Keduanya hanya berbaring dengan Mateo yang telentang dan membiarkan satu tangannya dijadikan bantal bagi si wanita. Sedangkan si wanita berbaring menyamping menghadap Mateo.

Meski kantuk menguasai setelah klimaks yang memuaskan, tapi Mateo menahan diri untuk tidak tertidur. Ia menatap wanitanya dengan perasaan campur aduk. Ada banyak hal yang ingin dikatakan, tapi semua tertahan di tenggorokan.

Sedangkan si wanita ten
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menaklukkan El Patron   18.

    Rahang Mateo mengeras. Hatinya seperti terbakar mendengar permintaan wanita miliknya kepada Santiago. Mudah sekali wanita itu meminta bantuan kepada pria lain padahal dirinya masih berdiri di sana.Panggilan Caballero kepada Santiago saja sudah membuat darah Mateo mendidih, kini malah ditambah dengan si wanita yang meminta digendong oleh anak buahnya itu."Keluar, Santiago!" teriak Mateo mengejutkan semua yang ada di sana.Tanpa diperintah dua kali, Santiago berjalan cepat menuju pintu dan keluar dari kamar hotel mewah tersebut."Hei, tapi aku butuh bantuanmu! Caballero! Kembali!" Wanita itu berteriak memanggil Santiago. Ia benar-benar perlu bantuan untuk ke kamar mandi sekarang. Hanya itu dan tidak lebih. Akan tetapi, wanita itu tidak menyadari kesalahannya. Ia tidak tahu jika permintaannya telah membangkitkan singa dalam diri Mateo.Dengan langkah cepat, Mateo menghampiri wanitanya. Dan hanya dengan satu tarikan ia menarik selimut yang menutupi si wanita dan membuangnya ke lantai.

  • Menaklukkan El Patron   17.

    Lagi. Mateo dibuat takjub dengan keberanian wanita di hadapannya saat ini. Dengan mudahnya wanita itu mengatakan keadaannya tanpa rasa malu sedikitpun. Pria itu menatap wanitanya lama sebelum akhirnya melepaskan tangannya dari rahang si wanita. Ia gunakan tangan itu untuk menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos si wanita, lalu dengan cepat menarik kedua kaki si wanita hingga berubah posisi menjadi berbaring. Setelahnya, ia meregangkan kedua kaki si wanita hingga apa yang ada di antara kedua kakinya terlihat jelas. Mateo seolah tidak peduli meski yang dilihatnya kini adalah area paling privasi bagi seorang perempuan. Pun dengan si wanita yang tidak mungkin memberontak karena area intinya dipandangi oleh Mateo dengan terang-terangan. Mateo menatap inti wanitanya, memeriksa dengan teliti hingga ia menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh si wanita memang benar adanya. Area inti si wanita memerah dan bengkak. Dari yang terlihat saja sudah bisa ditebak jika rasanya pasti sangat s

  • Menaklukkan El Patron   16.

    Mateo jelas tahu jika wanita ini memang tidak tertebak. Tapi ia masih saja terkejut dengan semua tindakannya. Iapun tahu saat ini wanita itu dengan terang-terangan tengah menggodanya. Tapi lagi-lagi, Mateo harus mengakui bahwa dirinya ... tergoda. "Kali ini kau yang memintanya, Diablita. Jangan menyesal jika setelah ini kau benar-benar tidak bisa turun dari ranjang." Tanpa membuang waktu, Mateo meraup bibir wanita itu dengan bibirnya. Sedang si wanita berusaha mengimbangi dengan insting dan nalurinya saja. Ia jelas minim pengalaman. Tapi pengetahuan tentang hubungan dengan lawan jenis, teori dan tutorialnya jelas si wanita tidak kekurangan. Mereka kembali ber cin ta di bawah guyuran shower yang menyala. Si wanita sudah berulang kali memperoleh klimaksnya, tapi Mateo seolah belum mau berhenti. Setelah si wanita sudah tidak punya tenaga lagi, Mateo menggendongnya dan melanjutkan sesi berikutnya di atas ranjang. Pria itu benar-benar tidak memberi wanitanya kesempatan untuk beristira

  • Menaklukkan El Patron   15.

    Mateo meradang. Ia berbalik lalu dengan cepat meraih rahang si wanita dan mencengkeramnya erat."Kau benar-benar tidak tahu diuntung, Diablita. Aku sudah sangat berbaik hati dengan membelimu di acara lelang, tapi kau justru mengancamku? Coba saja kau melarikan diri dariku, maka aku pastikan akan kembali menangkapmu. Dan jika sampai itu terjadi, jangan harap aku akan berbaik hati seperti sekarang ini." Si wanita tawanan meringis menahan sakit di rahangnya. Tapi ia sama sekali tidak merasa takut dengan kalimat yang diucapkan oleh Mateo.Ia justru tersenyum ketika Mateo menghempas rahangnya dengan kuat hingga membuat wajahnya menoleh ke samping."Mau bertaruh, Mateo?" tanyanya."Aku tidak ada waktu untuk bermain-main denganmu, Diablita. Terserah kau mau melakukan apa tapi jangan harap kau bisa mewujudkan impianmu untuk melarikan diri dariku."Dan tanpa menunggu jawaban dari wanitanya, Mateo berjalan meninggalkan si wanita dalam keadaan masih te lan jang. Pemimpin La Mendoza itu berjalan

  • Menaklukkan El Patron   14.

    Meski Mateo menyuruh wanitanya untuk tidur, tapi faktanya mereka tidak tidur. Keduanya hanya berbaring dengan Mateo yang telentang dan membiarkan satu tangannya dijadikan bantal bagi si wanita. Sedangkan si wanita berbaring menyamping menghadap Mateo.Meski kantuk menguasai setelah klimaks yang memuaskan, tapi Mateo menahan diri untuk tidak tertidur. Ia menatap wanitanya dengan perasaan campur aduk. Ada banyak hal yang ingin dikatakan, tapi semua tertahan di tenggorokan.Sedangkan si wanita tengah sibuk dengan pikirannya sendiri sambil menggambar pola abstrak di dada bidang Mateo. Mendadak wanita itu merasa melankolis. Ia merasa sangat sedih hingga membuat air matanya mengalir dalam diam. Mateo melihatnya tapi dia tidak memberi reaksi apa-apa."Aku tidak pernah membayangkan jika hubungan intim pertamaku akan aku lakukan dengan statusku sebagai budak dan tuannya," kata si wanita lirih. Dan entah mengapa hati Mateo terasa tercubit. Meski tidak mencintai wanita tawanannya yang sudah ber

  • Menaklukkan El Patron   13.

    Wanita itu ingin membalas kalimat Mateo tapi Mateo tidak memberinya kesempatan. Mateo sudah lebih dulu kembali menyerang wanitanya dengan ciuman. Ia mencium bibir ranum si wanita dengan brutal dan melumatnya kasar seolah tidak sabar untuk melampiaskan hasrat yang sudah lama tertahan. Tak berhenti sampai di sana, tangannya yang sejak tadi mencengkeram rahang si wanita juga dengan cepat berpindah tempat dan bertengger di dadanya. "Hmmgh." Wanita tawanan menjerit tapi suaranya teredam oleh bibir Mateo yang sedang menguasai bibirnya. Ia bereaksi demi merasakan dadanya yang diremas dengan kuat. Sedikit sakit tapi terasa nikmat di saat yang bersamaan. Kening El Patron mengernyit sesaat mendengar suara wanita tawanan yang benar-benar tidak nyaman didengar itu. Ini tidak benar. Harusnya dia hanya mendengar jerit kenikmatan tanpa terselip rasa sakit di sana. Harusnya wanitanya melenguh kenikmatan dengan suara seksi yang membuat ego lelakinya terpuaskan. Mateo melepaskan tautan bibir k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status