Share

Bab 316

Author: Skyy
last update publish date: 2026-11-01 23:40:57

Bukan hanya para penonton di sekitar gerbang yang mendengarnya dengan jelas. Mandra yang berada di dalam kediaman pun mendengar penghinaan tersebut.

Sebagai kepala keluarga terbesar di Kota Jayagiri, kapan Mandra pernah dipermalukan sedemikian rupa di depan rumahnya sendiri?

Dengan marah, ia membanting meja dan langsung bergegas keluar. Niat membunuh terpancar jelas dari tubuhnya.

"Jayendra! Rupanya kau sudah bosan hidup!" Raungan Mandra mengguncang udara. Kemarahannya terdengar jelas dalam set
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 320

    "Ayah, aku tidak mau pergi! Aku ingin tetap tinggal dan menemanimu." Kiara menjadi orang pertama yang menyuarakan penolakannya.Meskipun keluarga dari pihak ibunya cukup kuat, kekuatan mereka paling-paling hanya sebanding dengan Keluarga Draksa. Di hadapan seorang ahli Fase Surga, kekuatan seperti itu sama sekali tidak berarti."Anak bodoh..." Mandra menghela napas, lalu mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.Bencana kali ini memang sangat berbahaya bagi Keluarga Draksa, namun sasaran mereka hanyalah anggota keluarga yang berada di Kota Jayagiri. Selama mereka meninggalkan kota ini, keselamatan mereka seharusnya terjamin. Seorang ahli Fase Surga tentu tidak mungkin menghabiskan waktunya untuk memburu mereka ke mana-mana."Ayah, aku juga tidak mau pergi..." Nayara ikut menangis. Wajahnya masih tertutup kerudung, sementara kedua matanya memerah akibat air mata yang terus mengalir.Semua masalah ini bermula karena Revan. Nayara merasa dirinya jauh lebih tersiksa daripada sia

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 319

    "Lawan mereka! Sejak kapan Keluarga Draksa pernah menanggung penghinaan sebesar ini?""Benar! Kita harus melawan! Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut!"Para tetua yang temperamental tak mampu lagi menahan amarah. Mereka melontarkan pendapat masing-masing, satu demi satu.Sebenarnya, bukan hanya mereka yang berpikir demikian. Sebagian besar anggota Keluarga Draksa juga memiliki pemikiran serupa."Melawan? Dengan apa kalian akan melawan mereka?! Lawan kita adalah seorang ahli Fase Surga. Bahkan jika seluruh orang di Kota Jayagiri bersatu, belum tentu mereka mampu mengalahkannya!" Mandra membentak, menghentikan perdebatan mereka.Amarah di hatinya bahkan jauh lebih besar daripada amarah siapa pun di ruangan itu.Tama mengamati orang-orang di sekelilingnya. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas sebelum berbicara perlahan. "Kirim seseorang untuk menemui Revan. Ceritakan kepadanya semua yang terjadi di sini.""Tapi... jika Revan kembali, dia pasti akan mati!" Salah seoran

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 318

    Namun, sebelum dia sempat bertindak, Wangsa sudah lebih dahulu menyerang. Sebuah kilatan energi melesat ke arah perut Tama."Ugh!"BRAKK—!Tama langsung memuntahkan darah. Tubuhnya terpental ke belakang, menembus tembok tinggi kediaman Keluarga Draksa. Namun, hantaman itu belum berhenti. Dia terus terlempar hingga sejauh seratus meter, menghancurkan beberapa rumah sebelum akhirnya jatuh."Leluhur!""Leluhur!""Ayah!"Anggota Keluarga Draksa terkejut bukan kepalang. Para penonton pun sama terpukulnya.Menghadapi ahli sekuat itu, mereka bahkan tidak berani bernapas terlalu keras, apalagi berbicara atau berbisik satu sama lain."Kau..."Wajah Mandra tampak muram. Seandainya bukan karena tanggung jawabnya terhadap seluruh Keluarga Draksa, dia mungkin sudah menerjang maju dan bertarung sampai titik darah penghabisan.Ayahnya sendiri telah dihajar tepat di depan matanya. Sementara itu, Arya bahkan mengancam akan menelanjangi putrinya dan mengaraknya di jalanan.Namun, pada akhirnya Mandra h

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 317

    "Dasar bajingan! Kau benar-benar ingin mati?!"Suara Tama terdengar begitu berat dan mencekam.Keluarga Draksa telah dipermalukan sedemikian rupa. Bagaimana mungkin dia bisa tinggal diam?Arya sedikit mengernyit. Dari aura yang dipancarkan Tama, dia bisa mengetahui bahwa lelaki tua itu telah mencapai Puncak Fase Inti Langit.Sementara dirinya baru berada di tingkat pertama Fase Inti Langit. Meskipun memiliki kemampuan untuk menantang kultivator dengan tingkat yang lebih tinggi, dia masih jauh dari tandingan Tama.Namun, Wangsa yang berdiri di sampingnya justru tersenyum tipis. Dengan ekspresi tenang, dia menatap Tama yang melayang di udara.Begitu melihat senyum Wangsa, Tama langsung merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya.Orang lain mungkin tidak menyadarinya, namun dia bisa merasakan dengan sangat jelas bahwa lelaki tua di hadapannya merupakan seorang ahli Fase Surga."Kalian—"Tama baru saja hendak membuka mulut, namun belum sempat menyelesaikan ucapannya, Wangsa sudah menga

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 316

    Bukan hanya para penonton di sekitar gerbang yang mendengarnya dengan jelas. Mandra yang berada di dalam kediaman pun mendengar penghinaan tersebut.Sebagai kepala keluarga terbesar di Kota Jayagiri, kapan Mandra pernah dipermalukan sedemikian rupa di depan rumahnya sendiri?Dengan marah, ia membanting meja dan langsung bergegas keluar. Niat membunuh terpancar jelas dari tubuhnya."Jayendra! Rupanya kau sudah bosan hidup!" Raungan Mandra mengguncang udara. Kemarahannya terdengar jelas dalam setiap kata.Di belakangnya, sekelompok anggota Keluarga Draksa ikut bergegas keluar. Para tetua dan pelayan keluarga pun memenuhi halaman kediaman.Kepala keluarga dihina tepat di depan gerbang rumahnya sendiri!Ini bukan sekadar penghinaan terhadap Mandra, melainkan juga penghinaan terhadap seluruh Keluarga Draksa!Namun, begitu Mandra melihat rombongan Keluarga Cakrawala di gerbang utama, dia langsung terkejut.Selain Jayendra dan Almira, Arya ternyata juga telah kembali. Yang paling menarik per

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 315

    Kota Jayagiri, Keluarga Cakrawala.Arya dan Wangsa akhirnya tiba di Kota Jayagiri.Dengan kultivasi Wangsa, membawa Arya dan kepala pelayan terbang melintasi udara bukanlah perkara sulit. Mereka pun tiba dalam waktu singkat.Selama berada di perjalanan, Jayendra dan istrinya telah melayani kedua tamu tersebut dengan sangat baik. Bagaimanapun, Wangsa adalah sosok legendaris dengan kekuatan luar biasa yang telah mencapai Fase Inti Roh.Di kota kecil seperti Jayagiri, kebanyakan orang mungkin tak akan pernah berkesempatan bertemu seorang ahli Fase Inti Roh sepanjang hidup mereka.Kini, Wangsa duduk di kursi utama aula besar Kediaman Keluarga Cakrawala. Sebagai anggota Perguruan Nirakasa, salah satu kekuatan terbesar di Nusaraya, wajar jika ia menerima penghormatan istimewa ke mana pun pergi.Sementara itu, Arya berdiri di sampingnya dengan wajah muram. Awalnya, ia berencana mematahkan seluruh anggota tubuh Revan begitu tiba di Kota Jayagiri, lalu menyeret pemuda itu pergi seperti anjing

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status