共有

MJM 68

last update 公開日: 2026-06-20 11:22:16

MARIA

- 30 Jujur

Panggilan itu membuat Maria menoleh, begitu pula dengan Rangga yang langsung memandang ke arah seorang pria berkemeja kasual bersama seorang anak perempuan berusia enam tahun yang sedang mengantri di barisan sebelah mereka. Rangga seperti pernah bertemu dengan pria itu, tapi di mana? Oh, di taman sewaktu Maria menemui anak-anak jalanan.

Lelaki itu tersenyum lebar begitu pandangannya bertemu dengan Maria, meski sedetik kemudian sorot matanya berubah heran saat mendapati seorang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (11)
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
ketemunya ma pak Rudy ya...dah PD menduga2 para laki2 ya siapa dia dia dia dia...
goodnovel comment avatar
lanoeirma
anggap aja tiap malam mbak Lis soalnya lebih sering sama tamara. Kalau kali ini dibikin rujuk sama mbak Lis, aku gak mau baca novel2 selanjutnya lagi. Laki2 seperti rangga ini harus dikasih pelajaran sampai bener2 tobat
goodnovel comment avatar
Lis Susanawati
yuhu 🩵🩵🩵🩵
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mencari Jejak Maria    MJM 73

    "Hali cabtu?" Sahut Ibrahim. Yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rangga. Lucu sekali, yang diingat anaknya hanya hari Sabtu.Setelah itu Ibrahim mengizinkan papanya pulang. Rangga pergi dengan langkah berat. Sampai di mobil pun ia masih ingat kamar yang ditempati Maria dan Ibrahim. Ruangan itu memang bersih dan rapi, tapi sangat sempit. 🖤LS🖤Baru saja mandi dan berganti pakaian, ponsel Rangga berpendar. Budi yang menghubungi."Aku di depan rumahmu, Ngga," kata lelaki di seberang setelah Rangga menerima panggilannya. "Iya, aku keluar." Walaupun capek dan ingin segera istirahat, tapi Rangga tetap saja keluar rumah menemui sahabatnya. Sebab Budi yang dimintai tolong oleh Rangga untuk mencarikan orang yang bisa bersih-bersih di rumah yang hendak di kontraknya. Bahkan rumah kontrakan itu pun Budi yang menghubungi pemiliknya. Sebab Budi yang paling paham daerah itu.Rangga membuka pintu dan menyuruh temannya masuk. "Kamu tadi jadi nemui A'im?" tanya Budi setelah duduk."Jadi. Ak

  • Mencari Jejak Maria    MJM 72

    Setelah puas berkeliling dan kaki mulai terasa penat, gurat lelah bercampur lapar mulai tercermin dari wajah kecil Ibrahim. Rangga kemudian mengajak mereka menuju area kuliner. "Maria, kita makan dulu. Aku sudah lapar."Maria mengangguk.Restoran di sana ditata apik dengan konsep modern-industrial, berderet stan makanan lokal hingga internasional yang menyajikan aroma menggoda. Mulai dari bakso malang yang mengepul hangat, jajaran masakan Jepang, hingga wafel manis yang menguar di udara. Saat itu langit Batu mulai menumpahkan gerimis, membuat area kuliner itu menjadi tempat berteduh yang paling diburu pengunjung.Rangga memilih meja bundar di sudut yang agak tenang. "Maria, kamu mau makan apa?""Nasi goreng Taiwan saja, Mas.""Oke. A'im aku pesankan nasi putih dan ikan bakar manis. Dia mau, kan.""Iya," jawab Maria.Akhirnya tak hanya itu saja, Rangga memesan banyak hidangan. Semangkuk bakso urat, dimsum, kentang goreng untuk Ibrahim, serta beberapa cangkir minuman hangat. Rangga mera

  • Mencari Jejak Maria    MJM 71

    MARIA- 31 Bersabarlah Namun pertanyaan itu hanya mengendap di kepala Rudi. Dia tidak mungkin bertanya karena kesannya begitu ikut campur. Adab masih dipegang laki-laki itu. Bukankah ia beruntung jika Rangga tak seberapa peduli, ia punya kesempatan besar memikat hati Maria yang dikenalnya sebagai Aisyah. Memberikan kehidupan yang layak untuk wanita itu dan anaknya.Lalu apa pria ini sudah menikah lagi? Tapi kelihatan begitu perhatian pada anaknya dan Aisyah. Sebagai lelaki, Rudi tentu saja paham dengan arti tatapan itu. Mungkin saja Rangga belum menikah lagi. Bisa jadi masih mengharapkan Aisyah kembali."Maaf, saya tinggal dulu, ya. Ini ponakan saya nungguin," kata Rudi setelah membaca pesan di ponselnya."Iya, Pak Rudi," jawab Maria. "A'im, salim dulu sama Om Rudi dan Mbak Aya."Ibrahim langsung mengulurkan tangannya, kemudian bocah itu dipeluk oleh Aya. Mereka berangkulan dan hampir terjatuh bersama. Untungnya Rangga dengan sigap menahannya. Setelah Aya pun menyalami Rangga dan M

  • Mencari Jejak Maria    MJM 70

    Banyak uang untuk membayar orang. Tapi bagaimana bisa ketemu kalau Maria berubah memakai cadar dan mengganti nama panggilannya."Mungkin kamu tidak akan percaya jika aku jujur, Maria."Maria menarik napas panjang. Melonggarkan dadanya yang semakin sesak. "Kalau aku mencarimu selama ini.""Untuk apa mencariku sedangkan Mas sudah punya istri. Aku bukan tanggung jawabmu lagi." Kali ini mereka saling pandang. Rangga terdiam cukup lama. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaan Maria. "Karena aku mencintaimu."Maria tersenyum sinis dibalik cadarnya. "Aku memang sebrengsek itu. Aku bukan lelaki yang baik dan bisa dijadikan teladan. Aku minta maaf. Tapi aku benar-benar jujur dengan perasaan itu.""Kita sudah saling kenal sejak kita sama-sama masih kecil. Kita hidup serumah semenjak aku umur sepuluh tahun. Lalu kita menikah, Mas bilang nggak mencintaiku, Mas mencintai wanita lain, lalu menikahinya. Sekarang bilang mencintaiku, aku nggak akan percaya lelucon itu."Kali ini gelombang lebih besa

  • Mencari Jejak Maria    MJM 69

    "Sebelum ke sini, A'im sudah pernah diajak pergi ke mana?" tanya Rangga menoleh pada Maria."Belum," jawab Maria singkat.Ini kali pertama dalam hidup Ibrahim, bocah itu menginjakkan kaki di sebuah tempat wisata megah seperti ini. Selama ini, Maria hanya mengajaknya berjalan-jalan di taman kota yang gratis atau melihat burung-burung di sekitar panti karena keterbatasan biaya dan waktu.Melihat antusiasme putranya yang meledak-ledak, Rangga berulang kali mendaratkan ciuman sayang di puncak kepala dan pipi Ibrahim yang berdiri tegak di atas pangkuannya agar bisa melihat dengan lebih jelas. Setiap kali kereta berpindah ke zaman yang berbeda, mulai dari Trias, Jurasik, hingga Kapur, kejutan yang disajikan semakin luar biasa. Replika T-Rex berukuran raksasa yang mendadak muncul dari balik semak-semak dengan raungan keras membuat Ibrahim sempat tersentak kaget lalu memeluk papanya, tapi sedetik kemudian ia justru tertawa kegirangan sambil bertepuk tangan."Papa, itu giginya gede. Kayak mons

  • Mencari Jejak Maria    MJM 68

    MARIA- 30 Jujur Panggilan itu membuat Maria menoleh, begitu pula dengan Rangga yang langsung memandang ke arah seorang pria berkemeja kasual bersama seorang anak perempuan berusia enam tahun yang sedang mengantri di barisan sebelah mereka. Rangga seperti pernah bertemu dengan pria itu, tapi di mana? Oh, di taman sewaktu Maria menemui anak-anak jalanan.Lelaki itu tersenyum lebar begitu pandangannya bertemu dengan Maria, meski sedetik kemudian sorot matanya berubah heran saat mendapati seorang lelaki bertubuh tegap berdiri di depan Maria, sedang menggendong Ibrahim yang terlelap di pundaknya.Maria membalas senyuman itu dengan anggukan sopan, lalu melambaikan tangan ke arah anak perempuan Rudi yang langsung bergelayut di pagar pembatas."Tante Aisyah!" panggil gadis kecil itu dengan ceria.Karena padatnya pengunjung yang mendesak maju dan posisi antrean mereka yang terpisah jarak cukup renggang, Maria hanya bisa tersenyum di balik cadarnya tanpa bisa mendekat. Keadaan di sekitar waha

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status