Compartilhar

Bab 270

Autor: Naiynana
last update Data de publicação: 2026-04-22 14:54:22

Gwen tercengang saat mendengar syarat-syarat yang harus dipenuhinya. Wanita itu menatap Mbah Ageng, berharap bisa mendapat kemudahan, tetapi Mbah Ageng hanya bisa menggeleng.

“Ini belum seberapa. Ini sudah diambil yang paling mudah buatmu. Sudah mbah bilang, pikirkan masak-masak soal ini. Lihatlah sekarang! Kamu malah jadi ragu-ragu. Dan seperti yang mbah katakan sebelumnya, sekali kamu terjun, maka tak ada lagi jalan kembali. Kita Sudah sepakat itu, kan?”

Gwen tercenung beberapa saat, memikirk
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (12)
goodnovel comment avatar
Ummu Kholifah
ealah mbah uti bawa ajudan thoh
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
aiya ini grup emak emak yg agak lain nih,gak rempong kayak gang haji..wkwkwkwk. ayo para oma demi nyawa hamish gagalkan ritual gwenn
goodnovel comment avatar
Nuy
Aiyaa... lagi asik² baca, eh udh ga bisa di scroll, wkwkwk. penasaran sama kelanjutan ceritanya
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 298

    BUGGG!Sebuah pukulan keras mengenai samping kepala Johan yang tertutup pelindung. Pria berdarah Ambon itu terhuyung sebelum akhirnya kembali menegakkan tubuhnya.“Apa ada hal baik, Nala?” tanya Johan sambil kembali kuda-kuda.“Kenapa memang?” tanya Shaynala dengan mata tetap waspada, memindai gerak-gerik Johan.“Pukulan-pukulanmu hari ini mengerikan. Tapi meski begitu, energimu tak cepat habis. Pasti moodmu sedang baik sekali. Apa ada kabar bagus? Atau karena ini pertandingan resmi terakhirmu?”Shaynala terdiam sejenak. Pikirannya kembali dipenuhi sosok William. Ia senang karena di sesi les kemarin, ia beberapa kali berinteraksi. Tanya jawab dan sempat saling bertukar senyum beberapa kali.BUGGGG!“Hkkk!”Shaynala terpelanting. Ia baru saja kena pukulan Johan.“Sejak kapan di atas ring bisa melamun, Nala? Hah?” teriak Johan galak.Shaynala terengah, lalu kembali berusaha bangkit.“Sudah kukatakan beribu-ribu kali, jangan pernah membiarkan pikiranmu terpecah! Jangan pernah buat kepala

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 297

    William menggeret kopernya memasuki bandara. Hari ini, ia akan terbang ke Thailand. Perasaannya membuncah-buncah membuatnya tubuhnya panas dingin. Gugup, tegang, senang, juga takut bercampur baur menyesaki dadanya.Ia kemudian berdiri mematung di tengah arus lalu Lalang calon penumpang. Jemarinya mencengkram erat genggaman koper kabin dan paspor yang mulai terasa lembab oleh keringat dingin.“Aku akan kembali bertemu Nala,” gumamnya seraya mendongak. Menatap lurus-lurus sebuah pengumuman jadwal penerbangan elektornik raksasa di hadapannya.Matanya gelisah, memindai baris demi baris teks digital yang terus berganti warna. Mencari satu kata kunci yang sedari tadi membuat jantungnya bertalu: BANGKOK.William mengembuskan napas panjang lewat mulut. Di Bangkok nanti, ia mungkin akan kembali merajut kisah yang sudah lama tersimpan rapi di dalam kotak yang dibiarkan berdebu. Dan ia berharap, perjalanan kali ini akan sukses. Berharap kisahnya bisa berjalan serta berakhir dengan baik.“Will, j

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 296

    Les online kali itu ditutup dengan hati William yang gelisah. Sosok Arsen yang muncul di ambang pintu kamar Shaynala terus saja terbayang-bayang.“Sejak kapan berandal itu ada di sana?” gumam William. Dadanya terasa sesak dan panas. Iri karena ia tak bisa sedangkan Arsen bisa. Marah karena Arsen begitu leluasa sedangkan ia terpenjara sendiri.“Mereka tak pacaran, kan?” William mulai berpikir yang tidak-tidak. Meski setelahnya ia menggeleng. Yakin, hubungan Shaynala dan Arsen tak sejauh itu. Hamish tak akan sembarangan membiarkan putrinya berhubungan asmara. Apalagi usia mereka juga masih tergolong minor meski di mata hukum sudah termasuk legal.“Walaupun mereka pacaran, memangnya kenapa?” bisik William. Wajahnya mendadak serius. Ia lepas kacamatanya, lalu menatap lama figura foto ia bersama Shaynala.“She’s mine,” bisiknya.“Apa yang jadi milikku akan kembali padaku,” ucapnya. Terdengar begitu obsesif, tetapi memang ia sudah merasa Shaynala adalah bagian dari dalam dirinya.Pemuda i

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 295

    William setuju. Setelah berdiskusi panjang kali lebar dengan keluarganya terutama sang nenek, pemuda itu akhirnya siap bergabung dengan squad neneknya yang hendak berlibur ke Thailand.Rela meskipun misal nanti jadi tukang foto, tukang angkut tas, tukang memegangi tangan nenek-nenek, tukang pijat, atau tukang apa pun itu. Semua demi bisa bertemu Shaynala. Ia juga akan mengajukan izin untuk tak masuk beberapa hari.Apa pun akan dilakukannya demi menebus 4 tahun labih waktu yang memisahkannya dengan Shaynala.“Ma, Nala kira-kira akan marah gak ya kalau aku ketemu lagi dengan dia?” William masih dihantui ketakutannya. Ia kembali menghubungi keluarganya dan berbincang dengan Ginna.“Will, ini sudah empat tahun. Dia juga merindukanmu. Percaya sama mama. Justru ini saatnya kamu tunjukkan diri, Will. Kamu sudah seperti yang Nala harapkan. Kamu sekolah dengan baik bahkan sekarang sudah melampaui teman-teman kamu yang lain.” Ginna membesarkan hati William.“Ayo, kamu laki-laki. Kamu harus lebi

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 294

    Shaynala pulang dengan hati yang terasa riang. Senyum sesekali terbit tanpa sadar dan hal itu tak luput dari perhatian Hamish.Dari sejak menjemput Shaynala dari rumah Hanny, Hamish tak henti memperhatikan tindak tanduk putrinya itu. Bahkan saat di meja makan seperti sekarang pun, Shaynala masih sering tersenyum sendiri.Hamish ingin bertanya, tetapi masih ditahannya. Takut membuat gadis itu tertekan dan akhirnya tak mau cerita. Walaupun sesungguhnya ia sangat penasaran luar biasa.Bukan tanpa sebab karena Hamish baru melihat gerak-gerik Shaynala yang seperti itu.“Apa ada hal yang membuatmu senang, Nala?” tanya Hamish pada akhirnya. Lidahnya gatal sekali. Tak kuasa untuk tak bertanya.Shaynala yang semula tengah tersenyum, perlahan melipat bibirnya, lalu pura-pura sibuk menyendok isi piring makan malamnya.“Kamu pasti senang karena ada aku, kan?” Arsen yang juga ikut makan malam nyeletuk dengan kepedeannya yang menyundul langit itu.“Aku juga senang, Nala,” sambungnya sambil terseny

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 293

    “William?”Shaynala menegak. Matanya membelalak dengan tanpa sadar mulutnya menganga. Gadis itu terkejut setengah mati melihat wajah di balik masker itu.Dia William. Teman masa kecilnya. William yang selama ini selalu ia rindukan sekaligus ia hindari.Dari semua ketidakmungkinan untuk bertemu itu, ia tak pernah mengira sama sekali bisa berjumpa dengan William di forum seperti ini. Dalam sebuah kebetulan yang benar-benar tak terduga.Kurang lebih empat tahun ia berusaha sama sekali tak pernah bertemu William. Sama sekali tak mencari kabarnya, menahan diri untuk tak pernah ingin tahu perkembangan pemuda itu, sama sekali tak pernah melihat seperti apa William sekarang. Dan hari ini, apa yang selalu dihindarinya muncul dengan sendirinya. Tepat di depan mata.William hari ini sungguh berbeda sama sekali dengan William yang selama ini tertinggal dalam memorinya. Tak ada William berwajah cekung nan kurus. Kacamata bulat tebal dengan postur sedikit bungkuk karena terlalu banyak membaca.Wil

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 205

    Ginna berdiri di depan pintu rumah Kalea. Gadis itu ingin menjenguk sekaligus memberikan kabar bahagia. Ia datang diantar oleh Ling Ling.Dan saat bertemu, Kalea serta Ginna langsung berpelukan. Keduanya menangis. Lama.“Maaf aku baru datang, Lea. Aku kemarin ingin datang menjengukmu. Tapi Stephen

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 60

    Kalea tercenung, sendirian di kursi teras kedai kopinya. Malam sudah mulai larut dan ia masih di sana.Perutnya yang semula lapar perlahan terlupakan. Ia masih memikirkan penawaran Elias.“Sepertinya, hubunganmu dan Hamish tak sesederhana antara pelayan dan tuannya. Benar begitu? Dan saya merasa ka

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 26

    “Bobby?” Kalea terkejut melihat kemunculan Bobby. Dan ia senang karena melihat pemuda itu tersenyum ramah padanya. Tandanya, insiden pesan balasan Hamish sudah benar-benar termaafkan.Di sisi Kalea, Hamish berdecak. Menatap malas Bobby yang hari ini diakuinya tampil lebih rapi. Pemuda itu memakai s

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 24

    Kalea menangis saking leganya. Ia berhasil mengirimkan karyanya di detik-detik terakhir.Setelah ketiduran semalam di gudang, ia melanjutkan menggambar di pagi buta dan baru rampung pada pukul sembilan.Masalah berikutnya muncul: pengiriman karya. Kalea tak punya gawai, sedangkan ponsel May dan Dia

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status