共有

Bab 2

作者: Naiynana
last update 公開日: 2025-10-09 17:05:33

Setelah pertemuannya dengan Hamish yang berakhir dengan keputusan pria itu membelinya, Kalea dijemput oleh dua pelayan yang ditugaskan untuk membawanya.

“Namamu Kalea, kan? Aku Diana,” ucap salah satu pelayan dengan suara lembut, usai Kalea mengganti pakaiannya dengan seragam pelayan.

“Dan aku May. Senang bertemu denganmu,” sambung pelayan satunya yang tampak lebih ceria dan bersemangat.

Kalea hanya mengangguk kecil, lalu menunduk dalam diam.

Diana dan May pun membawa Kalea untuk melihat-lihat dapur dan sekeliling rumah besar milik Hamish itu. Langkah mereka menyusuri lorong-lorong megah, melewati perabotan mahal, juga lukisan-lukisan antik yang membuat Kalea semakin merasa asing.

Hingga akhirnya, di tengah tur, May memberanikan diri bertanya, “Kalau boleh tahu… bagaimana bisa kamu sampai di sini, Kalea?”

Pertanyaan itu membuat langkah Kalea terhenti sejenak. Kedua tangannya meremas ujung pakaian yang dikenakan. Dia tampak ragu—malu, tetapi akhirnya dengan suara lirih menjawab, “Tuan Hamish membeliku dari ayahku.”

May dan Diana saling berpandangan terkejut. Lalu, May berkata, “Beli? Bagaimana bisa?!”

Tapi, Diana dengan cepat menepuk pundaknya pelan, memperingatkan untuk tidak terlalu jauh bertanya dan membuat Kalea tidak nyaman. Kemudian, dia buru-buru mendekat dan menggenggam tangan Kalea.

“Kalau kamu tidak bersedia cerita juga tidak apa-apa, Kalea. Jangan paksakan diri.”

Merasakan kelembutan Diana, Kalea merasa sedikit tenang. Lalu, dia menunduk lebih dalam seraya mulai bercerita, “Aku ....”

May dan Diana terdiam selagi mendengarkan Kalea bercerita tentang segala hal yang dialaminya. Mulai dari tentang ayahnya yang tenggelam dalam utang, tentang jeratan judi, dan bagaimana akhirnya dirinya dijadikan tumbal.

Usai Kalea bercerita singkat, Diana terperangah, wajahnya memerah karena ikut murka mendengar bagaimana gadis itu diperlakukan oleh Dion. “Ayahmu bukan manusia, Kalea.”

“Iya. Dia tak pantas jadi ayah! Manusia durjana!” May ikut menyahut. Kesal.

Air mata yang sempat mereda kembali jatuh di pipi Kalea. Namun kali ini, dia menghapusnya cepat.

Melihat hal itu, Diana menggenggam tangannya lebih erat, sementara May menepuk punggungnya perlahan.

“Sudah, jangan takut lagi,” ucap Diana menenangkan.

“Benar,” tambah May tegas. “Mulai sekarang, kamu aman di sini. Tidak akan ada yang berani macam-macam padamu di rumah Tuan Hamish.”

Kalea menatap kedua pelayan itu dengan mata berkaca-kaca. Ada sedikit kelegaan yang perlahan tumbuh di dadanya. Untuk pertama kali setelah malam kelam itu, dia mendengar kata-kata yang membuatnya merasa sedikit lebih… terlindungi.

“Mungkin di sini lebih baik. Setidaknya kamu tak akan jadi samsak hidup ayahmu lagi. Kamu juga tak akan kelaparan dan tak terus-terusan dijajakan seperti barang dagangan. Tapi, peraturan di sini, jangan sekali-kali buat Tuan Hamish tak senang, menyinggung, apalagi bikin marah. Kamu bisa langsung ditendang keluar dari sini. Tuan juga bukan orang yang mudah berbelas kasih.” May berkata.

“Betul. Tapi tak disangka Tuan kita mau membelimu tanpa menjadikanmu wanitanya. Terus malah ditempatkan di dapur. Apa jangan-jangan kamu akan dijadikan tenaga gratis di sini? Tak akan dibayar lagi karena kamu sudah dibeli di muka?”

Mereka saling tatap dan May mendadak memasang tampang iba pada Kalea. Gadis itu akan menghabiskan waktu entah sampai kapan dengan hanya berkutat di dapur. Sangat disayangkan apalagi setelah tahu Kalea ternyata siswa berprestasi selama sekolah.

“Kasian kamu. Padahal masa depanmu masih sangat panjang, Kalea.”

Diana mengangguk, lalu mulai menilik gadis itu dari mulai kepala sampai kaki.

“Kalea… mungkin ini kedengarannya salah, tapi jujur saja, kamu cantik, tubuhmu bagus. Kalau kamu tidak keberatan, kenapa kamu tidak coba peruntungan dengan menjadi wanita Tuan Hamish?” ucap Diana.

“Tuan royal pada wanita-wanitanya asal mereka pandai memuaskan dan menyenangkan hatinya. Contohnya, Nona Gwen. Sekarang dia sudah punya bisnis sendiri. Kaya raya. Disokong oleh Tuan. Dia pintar memanfaatkan peluang selama menjadi kesayangan Tuan.”

“Nah, betul!” May menyahut.

“Andai kamu bisa ambil hatinya, lebih baik kamu minta Tuan untuk menyekolahkan kamu yang tinggi. Minta Tuan dukung pendidikan kamu dan raih cita-cita supaya kamu punya bekal ketika misal ke depannya Tuan sudah bosan padamu. Jadikan saja Tuan batu loncatan buat masa depan yang lebih baik dan lepas dari bayang-bayang ayahmu yang jahat.”

Kalea terdiam. Otaknya berpikir keras. Ucapan May dan Diana begitu meresap dalam kalbunya.

“Apa itu berarti … aku harus mulai belajar untuk bisa memikat Tuan Hamish?”

***  

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (9)
goodnovel comment avatar
Uniek Martini
semangat dan lanjut
goodnovel comment avatar
Yuly Maelany
gak usah biarin aja kamu gak bakat buat ngegoda lelaki .........
goodnovel comment avatar
Rini Rosyani
part di sini pendek2... saking seru mungkin
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 324

    “Papi. Aku mau penuhi janji pada Nala. Aku sudah bawa cincin asli.”Semua orang di ruang private itu langsung terdiam. Canda gurau keluarga yang tadinya meramaikan suasana seketika senyap. Perhatian mereka kini tertuju sepenuhnya pada William yang duduk tegak dengan sebuah kotak beludru kecil di tangannya.Hamish melotot, tubuh kekarnya langsung menegang. “Apa-apaan kamu?”“Papi, maafkan aku. Tapi aku sudah berjanji pada Shaynala,” ucap William tenang, meski jakunnya naik-turun menahan gugup.“Tiga tahun lalu aku memberikannya cincin perak suvenir di Thailand. Dan aku bilang padanya kalau aku akan membawakannya cincin asli jika aku sudah mampu. Sekarang, aku sudah memenuhi syarat. Kuliahku sudah selesai. Aku sudah masuk dunia kerja. Walaupun memang belum mapan secara mandiri, tetapi aku sudah bisa diperhitungkan. Aku cerdas dan pekerja keras. Lagipula aku anak dari pemilik rumah sakit swasta terbesar di negara ini. Sepertinya itu privilege juga. Aku tak akan kekurangan lahan untuk bela

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 323

    Alih-alih menjawab pertanyaan Kalea, Hamish malah tertawa. Pria itu merangkul bahu sang istri dan membantu menerima buket bunga besar itu dari Eldan. “Maaf, jarang mengunjungi Mami,” ucap Eldan. “Ya Tuhan, tak apa, El. Yang penting kamu sehat, semua urusanmu lancar. Astaga, kamu sudah semakin tinggi rupanya.” Kalea mendongak kala Eldan mendekat untuk memeluknya. “Kamu besar sekali sekarang. Sudah mirip papimu,” ucap Kalea seraya mengusap-usap lengan Eldan. “Lihatlah bisep ini,” ucapnya lagi meraba otot-otot Eldan yang terasa bertonjolan. Rasa haru mendadak merekah dalam dadanya. Bayi ringkih sebesar botol yang ia susui dan dirawatnya dulu kini sudah tumbuh begitu sehat. Eldan pun tertawa dan menggandeng satu lengan Kalea. Mereka pun berjalan menuju ruang private yang sudah disediakan khusus. “Tapi, sebenarnya ada apa ini?” Kalea bingung. Sejak tadi ia disuguhi hal-hal tak seperti biasanya. “Apa ini kejutan darimu, El? Kamu mau datang kesini pun tak bilang-bilang,” lanjutnya. El

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 322

    Tiga tahun berlalu. Shaynala tengah sibuk-sibuknya dengan dunia perkuliahan. Sementara itu, Kalea juga tengah gencar mengembangkan Lunare.Hari ini, Lunare tengah mengadakan sayembara langsung untuk para perancang muda. Memberi kesempatan luas bagi para designer berbakat yang baru lulus kuliah agar bisa bergabung ke Perusahaan.“Sayaaangg!” Hamish bersedekap di ambang pintu. Memperhatikan Kalea yang sejak tadi mengabaikannya.“Apa belum selesai?” tanyanya. Dia pun memutuskan untuk menghampiri Kalea yang masih sibuk koordinasi dengan timnya.“Sebentar lagi. Ada apa memang?” Kalea mendadak merasa bingung melihat Hamish yang tiba-tiba mendatanginya ke Lunare di jam kerja. Rela menunggu pula.“Bukankah kita ada janji makan siang?”“Makan siang? Kapan? Aku perasaan gak ada janji itu.” Kalea akhirnya mendatangi Hamish.“Ada.” Hamish meyakinkan. Tetapi, Kalea masih tak ingat sama sekali. Dari beberapa hari lalu ia bahkan sudah memberi tahu suaminya itu bahwa dirinya akan sangat sibuk pekan i

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 321

    Kalea menyambut kepulangan suami dan anaknya dengan penuh sukacita. Tak hanya karena mendengar prestasi yang berhasil diraih Shaynala, tetapi juga karena mendapat kabar bahwa putrinya itu telah berbaikan dengan William.Bagaimana mungkin tak senang, ia dan Ginna selama empat tahun terakhir merasa ikut lelah dengan drama anak-anak mereka. Tak bisa lagi pergi berlibur bersama, tak bisa saling kumpul-kumpul dengan bebas, dan banyak hal lagi.Maka, pertanyaan pertama yang terlontar pun tak jauh-jauh dari seputar kabar perkembangan hubungan Shaynala dengan William. Seakan-akan kemenangan tinju Shaynala menjadi skala nomor dua.“Apa kalian jadian?” tanya Kalea menahan senyum.Shaynala tak buru-buru menjawab. Gadis itu hanya tertunduk seraya memainkan garpu di meja makan, menyembunyikan rona bahagia di wajahnya.“Heey, kalo diam berarti iya. Betul, kan?” Kalea kini tak bisa menahan senyumnya lagi. Baru kali ini melihat Shaynala yang tersipu malu-malu.Sementara Hamish, pria itu hanya mencibi

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 320

    Hamish memapah Shaynala di tengah hiruk pikuk Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Hari ini, semua orang akan kembali. Tim tinju, Stephen, juga geng Nenek Ling Ling hendak pulang ke Indonesia. Sementara Arsen ke Amerika. Dan William, pemuda itu akan bertolak ke Jepang. “Kamu kuliah di mana nanti?” tanya William pada Arsen. Kedua pemuda itu berjalan di paling belakang rombongan.“Entah. Mamaku menyuruhku di Amerika saja. Tapi, Papa menyuruhku masuk univ negeri di Indonesia biar gampang katanya. Entah apa yang dimaksud gampang papaku. Aku juga gak paham. Tapi, Papi Hamish lain lagi. Dia tak menyuruhku di sana di sini. Dia malah menyuruhku menggali dulu apa yang paling membuatku tertarik. Menyuruhku melihat apa yang sekiranya ingin aku raih.” Arsen menjawab dengan dua tangan masuk ke saku jaket baseballnya.“Hah? Apa tadi? Papi Hamish? Sejak kapan kamu panggil Papi?” William mengernyit.Arsen menyeringai, lalu mengangkat dagunya dengan sombong.“Mulai sekarang, aku juga memanggilnya Papi. Dia

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 319

    Dari sejak makan malam dimulai, Hamish tak henti memperhatikan interaksi Shaynala dan William. Matanya begitu tajam pada setiap gerak-gerik keduanya, sekecil apa pun itu.Gara-gara ucapan Shaynala tentang perasaannya pada William sebelumnya, membuat Hamish menjadi gelisah sendiri.Dari sejak pulang jalan-jalan sore itu, Hamish mencium aroma-aroma konspirasi masa muda yang sangat mencurigakan di antara keduanya. Apalagi saat ia mendapati sebuah cincin perak yang asing telah melingkar di jari manis putrinya.“Apa mereka jadian? Jangan-jangan mereka pacarana di belakangku! Diam-diam? Hah? Hmmm!” Hamish bicara dalam hati sambil mengawasi William juga Shaynala.Ia sampai tak fokus pada makan malam perpisahan di restoran hotel tersebut. Ia juga beberapa kali tak menanggapi obrolan Johan seputar Shaynala gara-gara terlalu konsentrasi pada dua anak muda itu.Dan sepertinya, hanya ia saja yang tak menikmati makan malam itu tak peduli selezat apa menu-menu yang tersaji. Padahal, semua orang ten

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 24

    Kalea menangis saking leganya. Ia berhasil mengirimkan karyanya di detik-detik terakhir.Setelah ketiduran semalam di gudang, ia melanjutkan menggambar di pagi buta dan baru rampung pada pukul sembilan.Masalah berikutnya muncul: pengiriman karya. Kalea tak punya gawai, sedangkan ponsel May dan Dia

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 25

    “Pergi bersenang-senang saja sendiri! Aku tak mau! Tak perlu menjemputku! Aku akan pergi dengan Tuan Hamish. Dan jangan pernah menghubungiku lagi!”Kalea membaca pesan yang dikirim Hamish dari ponselnya dengan ngeri. “Apa Tuan sudah tak waras?” desisnya.Pesan balasan dari Bobby yang penuh kebingun

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status