Share

Bab 265. Cinta yang Megah

Author: nanadvelyns
last update publish date: 2026-05-09 20:07:03

Denada melangkah keluar dari paviliun Isabella dengan langkah yang jauh lebih mantap daripada saat ia masuk.

Di balik lapisan hanfu hitamnya yang tebal, ia bisa merasakan gesekan halus dari gulungan kertas yang disembunyikan di balik pakaiannya—sebuah benda yang lebih berat dari emas, karena di dalamnya tertulis garis besar kehancuran pria-pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Kertas itu bukan sekadar daftar nama, itu adalah kunci menuju sebuah pintu terlarang. Isabella telah memberikannya d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 277. Bisikan di Balik Dinding

    Denada mengerjapkan matanya perlahan, merasakan sensasi berat yang menyelimuti tubuhnya. Saat ia mencoba menggerakkan lengannya, ia tersadar bahwa ia tidak hanya dibalut oleh selimut sutranya sendiri, melainkan terbungkus rapat dalam sebuah mantel wol tebal berwarna kelabu gelap.Aroma cendana yang maskulin bercampur dengan dinginnya salju segera menyeruak ke indra penciumannya. Itu adalah aroma Althaf Rumi. Mantel yang semalam disampirkan ksatria itu dengan tegas untuk menutupi tubuhnya yang basah, kini masih melilitnya dengan sisa-basi kehangatan yang tertinggal. Denada memejamkan mata sejenak, menghirup aroma itu lebih dalam. Entah mengapa, di tengah istana yang penuh dengan duri dan mata-mata ini, aroma pria yang kaku itu justru memberikan rasa tenang yang asing di hatinya. Rasa tenang yang seharusnya tidak ia rasakan untuk pion dalam papan caturnya sendiri.Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Cucu masuk dengan langkah kaki yang teratur, membawa nampan berisi air maw

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 276. Perangkap Sutra

    Di dalam kamar pribadinya, Denada berdiri diam di depan sebuah cermin perunggu besar yang memantulkan bayangan seorang wanita yang tak lagi ia kenali. Sorot matanya sedingin es di puncak pegunungan, hampa dari binar kehidupan yang seharusnya dimiliki oleh seorang permaisuri di usia mudanya. Cahaya di dalam ruangan itu sangat redup, hanya ada beberapa batang lilin yang apinya menari-nari ditiup angin yang menyelinap dari celah jendela, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang mengerikan di dinding.Denada menatap pakaian tidur yang ia kenakan. Itu adalah sehelai sutra putih yang sangat tipis, nyaris tembus pandang, yang sengaja ia pilih untuk malam ini. Dengan jemari yang gemetar namun bukan karena takut, ia meraih sebuah gelas keramik berisi air di atas mejanya. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangkat gelas itu dan menumpahkan isinya tepat ke atas dadanya.Air dingin itu seketika meresap ke dalam serat sutra, membuat kain tipis itu menempel erat pada kulitnya, mencetak lekuk t

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 275. Jebakan di Balik Kelambu

    "Berhentilah menangis, Embun. Aku tidak menyalahkanmu," ucap Diana dengan nada suara yang sangat tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja lolos dari upaya pembunuhan.Diana menyodorkan sebuah sapu tangan sutra bersih ke arah pelayan setianya itu. Embun mendongak dengan mata sembab, wajahnya memerah karena panik dan duka. Dengan tangan yang masih gemetar hebat, ia menerima sapu tangan itu dan segera menyeka air matanya."Berdirilah. Jika kau terus berlutut di sana, kau hanya akan mengotori pakaianmu dengan sisa susu beracun itu," lanjut Diana.Embun bangkit perlahan, kakinya terasa lemas. Ia berdiri dengan kepala tertunduk, memilin sapu tangan di jemarinya dengan perasaan bersalah yang luar biasa. Diana menatap genangan susu di lantai marmer itu dengan pandangan yang dingin dan analitis."Sekarang, jawab aku dengan jujur," Diana memulai interogasinya dengan suara rendah namun tajam. "Apa ada orang lain di dapur saat kau membuatkan aku susu itu? Pikirkan baik-baik.

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 274. Segelas Susu Mematikan

    Diana duduk dengan tenang di kursi kayu jati yang diletakkan tepat di samping ranjang besar milik Arthur. Jemarinya yang ramping bergerak perlahan, mengaduk sup obat di dalam mangkuk keramik kecil dengan gerakan ritmis yang konstan.Arthur, Sang Kaisar Norvenia yang biasanya tampak perkasa, kini berbaring dengan posisi yang diatur sedemikian rupa agar tampak seperti seorang pesakitan yang benar-benar tak berdaya. Lilitan perban di kening dan kakinya masih terpasang rapi—meskipun Diana tahu persis bahwa "luka parah" itu hanyalah tameng untuk menghindari kejaran para selir."Minum ini," ucap Diana pendek. Ia menyendokkan cairan kental berwarna gelap itu dan menyodorkannya ke arah bibir Arthur.Arthur menghirup aroma uap yang menguar dari sendok tersebut. Seketika, keningnya berkerut dalam, dan ia memalingkan wajahnya sedikit. "Baunya sangat menusuk, Diana. Bukankah luka-lukaku hanya di area luar? Mengapa aku harus meminum sup obat yang aromanya seperti empedu ini?"Diana menaikkan ali

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 273. Mantel Hangat dan Gerakan Baru

    Langkah kaki Denada di atas hamparan salju yang membeku terdengar seperti rintihan halus yang pecah di bawah beban berat hatinya. Perjalanan kembali dari Istana Isabella terasa jauh lebih panjang daripada saat ia berangkat. Di sekelilingnya, udara musim dingin Kekaisaran Delore begitu menusuk, seolah berusaha membekukan setiap jengkal kulit yang terekspos. Namun, rasa dingin itu tidak sebanding dengan kegaduhan yang sedang berkecamuk di dalam benaknya.Ucapan Isabella di meja teh tadi masih terngiang-ngiang, berputar seperti pusaran angin puyuh yang tak mau berhenti."Berhasil membuat pria itu jatuh cinta pada Anda... Dukungan militer klan Rumi akan menjadi pedang yang paling mematikan jika ia mengayunkannya demi cinta."Denada mencengkeram kain hanfu sutranya dari balik jubah mantel dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Itu gila, batinnya dengan napas yang mulai memburu. Bagaimana mungkin ia bisa memikirkan hal sekeji itu? Menggunakan perasaan seseorang—perasaan tu

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 155. Wajah dan Kebenaran yang Terkelupas

    Tiara seketika tampak pucat.Wajahnya yang tadi berseri karena sanjungan kini kehilangan warna, seolah darah dalam tubuhnya mengalir mundur. Matanya menatap wanita yang berteriak kesakitan itu dengan kebingungan yang nyata—bukan pura-pura.Diana yang berdiri paling dekat memutuskan untuk mendekat.

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 159. Drama di Balik Tirai Naga

    Aroma rempah dan daun kering memenuhi ruang pembuatan obat di kediaman Putra Mahkota. Uap tipis mengepul dari tungku tanah liat yang menyala stabil, sementara deretan botol kaca berisi ekstrak herbal tersusun rapi di rak kayu. Di tengah kesibukan itu, Diana duduk dengan lengan tergulung rapi, tan

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 144. Harga Sebuah Pengkhianatan

    Acara perayaan ulang tahun Kaisar terpaksa dihentikan malam itu.Tidak ada kembang api. Tidak ada tawa lanjutan. Tidak ada musik penutup. Yang tersisa hanyalah keterkejutan yang menumpuk di wajah para bangsawan, para selir, dan keluarga kerajaan yang dipaksa meninggalkan Istana

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 137. Ramuan dan Janji

    Diana menepati janjinya.Begitu kereta berhenti di halaman Istana Putra Mahkota, ia bahkan tidak sempat duduk lama untuk menghela napas. Setelah menyerahkan jubah luarnya pada pelayan, Diana langsung berbalik arah menuju dapur istana. Langkahnya cepat, nyaris tergesa,

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status