공유

Bab 68. Hari Bakti

작가: nanadvelyns
last update 게시일: 2026-01-14 00:07:31

Kereta yang ditumpangi Diana melaju perlahan memasuki jalur sempit di sisi Istana Kaisar.

Jalur ini jarang digunakan, hanya oleh anggota keluarga kekaisaran yang ingin menghindari perhatian berlebihan.

Tirai kereta sedikit tersibak ketika roda-roda berhenti dengan halus.

Diana tidak segera turun. Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang sejak tadi belum benar-benar stabil.

Pertemuan dengan Selir Shofia masih membekas di benaknya.

Setiap kata, setiap senyum, setiap str
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Poppy Miranda
bagus banget ceritanya kak..wajib baca. asal ga gantung aja endingnya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 290. Jiwa yang Berlabuh

    Dua minggu telah berlalu sejak guntur peperangan di perbatasan Barat berhenti bergemuruh. Sisa-sisa reruntuhan benteng pertahanan Kekaisaran Delore yang hancur perlahan-lahan mulai dimusnahkan oleh pasukan gabungan Norvenia dan faksi klan Rumi. Tanah tandus yang dulunya bersimbah darah kini dibersihkan, mengubur dalam-dalam memori kelam tentang tirani Alon yang telah runtuh berkeping-keping. Kaisar Arthur tiba kembali di Ibu Kota Norvenia tepat di saat musim dingin benar-benar telah angkat kaki dari daratan. Hamparan salju putih yang membeku kini sepenuhnya menghilang, digantikan oleh hamparan rumput hijau dan kuncup-kuncup bunga krisan yang mulai bermekaran. Suhu udara yang hangat dan bersahabat menyambut kepulangan sang Dewa Perang beserta pasukan elitenya. Aroma kemenangan membubung tinggi di sepanjang jalan kota, di mana ribuan rakyat bersorak-sorai mengelu-elukan namanya. Namun, Arthur tidak memedulikan semua kemegahan itu. Ia bahkan melewati barisan sambutan upacara dari para

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 289. Penebusan Dosa Isabella

    Sorakan kemenangan menyerukan nama Kaisar Arthur dan kejayaan Kekaisaran Norvenia menggema dengan sangat lantang di sepanjang lembah perbatasan. Suara gemuruh dari ratusan ribu prajurit memecah keheningan pegunungan salju, mengubur sisa-sisa ketakutan yang sempat mencekam beberapa saat lalu. Begitu tubuh Kaisar Alon tumbang tak bernyawa di atas hamparan salju yang membeku, runtuh pula pilar Kekaisaran Delore. Kemenangan mutlak kini sah menjadi milik Norvenia.Namun, di tengah atmosfer euforia yang membara itu, kedamaian belum sepenuhnya mendarat. Tak lama setelah Alon mengembuskan napas terakhirnya, sepasang mata tajam milik Arthur menangkap pergerakan dari arah celah bukit. Pasukan lain yang mengenakan zirah perang lengkap tiba-tiba muncul dan merangsek masuk ke dalam area pertempuran.Melihat kedatangan rombongan asing tersebut, Arthur, Sai, dan Adipati Deon secara refleks kembali memasang raut wajah waspada. Tangan mereka kembali mencengkeram gagang pedang yang masih bersimbah dara

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 288. Tumbangnya Pengkhianat

    Diana masih duduk berlutut dengan khusyuk di atas bantalan beludru merah. Jemarinya yang ramping bergerak ritmis, memindahkan sebutir demi sebutir biji tasbih Buddha berukuran besar yang terbuat dari kayu gaharu hitam. Ia telah berada di posisi itu sejak fajar menyingsing, mengabaikan rasa kaku yang mulai menyerang persendiannya. Bibi Erna berdiri tidak jauh di belakangnya, meremas selendangnya dengan gundah. Matanya menatap cemas pada punggung Permaisuri yang tampak tegang. "Yang Mulia, Anda sudah berdoa terlalu lama hari ini. Saya khawatir Anda akan jatuh sakit nanti jika terus memaksakan diri dalam kondisi mengandung seperti ini," ucap Bibi Erna, suaranya sarat akan rasa cemas yang mendalam. Diana tidak beranjak sedikit pun dari posisinya. Tasbih besar di tangannya terus bergerak tanpa henti. Ia melirik Bibi Erna sekilas melalui sudut matanya, lalu menjawab dengan suara rendah yang datar namun bergetar oleh emosi, "Bagaimana mungkin aku bisa makan dan tidur dengan tenang, jika

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 287. Janji di Bawah Zirah dan Tabuhan Genderang Perang

    "Saya telah membunuh Raja Debi," ucap Althaf sekali lagi, suaranya terdengar seperti ketukan palu hakim yang menjatuhkan vonis mati dalam keheningan kamar. Denada menatap ksatria di hadapannya dengan sepasang mata yang membelalak lebar. Jantungnya berdegup kencang, menabrak rongga dadanya hingga ia merasa sedikit pening. Segala skenario yang telah ia susun rapi bersama Isabella seolah koyak di bagian tepi oleh tindakan impulsif ksatria ini. "Apa... apa yang sebenarnya terjadi, Althaf? Kenapa kau bertindak sendiri tanpa perintah?" tanya Denada, mencoba menekan getaran dalam suaranya agar tetap terdengar seperti seorang permaisuri yang berwibawa, meski kedok rapuhnya semalam masih membekas. Althaf tetap berlutut dengan tegak, zirah peraknya yang ternoda darah memantulkan cahaya lilin yang temaram. "Yang Mulia Selir Isabella telah menceritakan semua fakta tentang Kaisar Alon kepada saya sore tadi, sebelum jamuan dimulai. Hamba telah mengetahui semuanya, Yang Mulia. Pengkhianat besar

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 286. Pembersihan Harem dan Pedang yang Ternoda

    BRAK! Pintu peraduan yang berat itu tiba-tiba terbuka dengan sentakan yang tidak sabaran. Sesosok gadis dengan jubah pelayan yang sedikit berantakan berlari masuk menembus tirai-tirai kelambu sutra dengan napas yang terengah-engah. "Yang Mulia! Yang Mulia Permaisuri!" panggil Embun dengan suara setengah berteriak, matanya berbinar-binar penuh dengan luapan emosi yang tak tertahankan. Bibi Erna yang sedang memegang handuk kering seketika mendongak. Wajahnya yang tegas berkerut dalam, memancarkan ketidaksetujuan yang nyata atas kelancangan pelayan muda tersebut. Ia berdiri dan langsung menghadang jalan Embun. "Perhatikan sikap dan suaramu, Embun! Kita saat ini berada di Istana Kediaman Kaisar, bukan di paviliun pribadi kita!" tegur Bibi Erna dengan nada berbisik namun tajam. "Kelancanganmu bisa dihukum cambuk jika terdengar oleh pengawal pribadi Yang Mulia!" Embun seketika menghentikan langkahnya, menyengir bersalah sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk memoh

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 285. Sandiwara dalam Perjamuan

    Aula utama Istana Norvenia seketika berubah menjadi medan kekacauan yang tak terkendali. Pekikan histeris dari para selir bergema, bersahutan dengan deru derap langkah kaki para prajurit pengawal yang langsung menghunus pedang, membentuk barikade melingkar untuk melindungi podium kerajaan. Di tengah kegaduhan yang memekakkan telinga itu, seorang tabib istana dengan jubah yang sedikit berantakan tampak berlari terbirit-birit menaiki tangga podium, wajahnya pucat pasi seolah maut sendiri yang sedang mengejarnya.Sebelum tabib itu sempat menyentuh Diana, Embun bergerak cepat dari arah belakang kursi permaisuri. Dengan napas yang memburu namun tangan yang luar biasa stabil, ia menyodorkan sebuah kotak kayu cendana berukir rumit ke hadapan sang tabib."Tuan Tabib, gunakan ini saja! Ini adalah alat medis pribadi milik Yang Mulia Permaisuri!" seru Embun dengan suara yang lantang, memotong kepanikan pria tua itu.Tabib istana itu tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang atau mempertanyakan

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 85. Malam yang Bergetar di Balik Tirai Harem

    Lantai marmer istana Selir Agung memantulkan cahaya lampu minyak yang bergetar lembut, menciptakan bayangan panjang yang tampak seolah menari di dinding. Di tengah ruangan luas itu, seorang pria berlutut dengan kepala tertunduk dalam, punggungnya kaku, napasnya ditahan hati-hati.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 83. Senyum Kemenangan

    Acara perjamuan penutupan akhirnya mencapai ujungnya. Lentera-lentera di lapangan utama masih menyala terang, memantulkan cahaya keemasan di atas permadani merah yang membentang dari pintu tenda hingga halaman terbuka. Musik telah berhenti, gelas-gelas anggur terakhir disingkirkan, dan para bang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 81. Menjadi Apa yang Dibutuhkan

    Diana dan Arthur berpisah tepat sebelum mereka tiba di lapangan utama berburu. Di hadapan mereka, sebuah tenda besar telah dibangun dengan megah—dua pintu masuk yang berbeda, satu untuk pria dan satu untuk wanita, berdiri kokoh dengan lambang kekaisaran tergantung di puncaknya. Hari ini adalah ha

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 86. Rumor

    Sejak hari berburu dan bakti berlalu, rumor mengenai Putra dan Putri Mahkota Kekaisaran bagaikan api yang disiram minyak—tak pernah padam, justru semakin membesar dari hari ke hari. Di kedai teh, di lorong istana, hingga di pasar rakyat, nama Arthur dan Diana menjadi topik yang terus diulang, dibu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status