Share

Bab 87. Pria Yang Terluka

Author: nanadvelyns
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-22 00:07:09

Diana menunggu dalam diam.

Udara hutan terasa lembap, angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah dan dedaunan basah.

Ia berdiri sedikit menjauh, sengaja memalingkan wajahnya demi memberi ruang dan menjaga batasan.

Tangannya tetap tenang di sisi tubuh, meski seluruh indranya siaga.

Tak lama kemudian, terdengar suara batuk tertahan.

Diana menoleh.

Pria itu sudah bergerak. Celananya telah dilepas hingga sebatas paha, sementara sebuah kain sederhana menutupi bagian pribadinya dengan rapi.

Gerakannya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 279. Orang Lemah yang Tak Mengenali Lawan

    Diana duduk dengan tenang di kursi cendana yang telah dipersiapkan, tangannya yang halus bertumpu pada perutnya yang membusung, memberikan kesan sebagai seorang ibu yang penuh kedamaian. Namun, sepasang mata birunya yang jernih menyapu pemandangan di tengah ruangan dengan ketajaman yang mampu menusuk hingga ke tulang belakang.Di sana, di atas lantai marmer yang dingin, Selina Agupta bersama dua rekan setianya masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, seolah-olah hawa dingin musim dingin telah meresap ke dalam sumsum tulang mereka. Selina, yang tadi begitu berani melempar hasutan beracun, kini hanya bisa menatap pola marmer di bawah dahinya. Wajahnya pucat pasi, dan buku-buku jarinya memutih saking kerasnya ia mengepalkan tangan di balik lengan bajunya. Ia telah terjebak, ia meremehkan ikatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, dan kini ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang eksekusi."Ada apa ini?" tanya Diana dengan suara yang lembut dan merdu, seolah-olah ia benar-b

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 277. Bisikan di Balik Dinding

    Denada mengerjapkan matanya perlahan, merasakan sensasi berat yang menyelimuti tubuhnya. Saat ia mencoba menggerakkan lengannya, ia tersadar bahwa ia tidak hanya dibalut oleh selimut sutranya sendiri, melainkan terbungkus rapat dalam sebuah mantel wol tebal berwarna kelabu gelap.Aroma cendana yang maskulin bercampur dengan dinginnya salju segera menyeruak ke indra penciumannya. Itu adalah aroma Althaf Rumi. Mantel yang semalam disampirkan ksatria itu dengan tegas untuk menutupi tubuhnya yang basah, kini masih melilitnya dengan sisa-basi kehangatan yang tertinggal. Denada memejamkan mata sejenak, menghirup aroma itu lebih dalam. Entah mengapa, di tengah istana yang penuh dengan duri dan mata-mata ini, aroma pria yang kaku itu justru memberikan rasa tenang yang asing di hatinya. Rasa tenang yang seharusnya tidak ia rasakan untuk pion dalam papan caturnya sendiri.Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Cucu masuk dengan langkah kaki yang teratur, membawa nampan berisi air maw

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 276. Perangkap Sutra

    Di dalam kamar pribadinya, Denada berdiri diam di depan sebuah cermin perunggu besar yang memantulkan bayangan seorang wanita yang tak lagi ia kenali. Sorot matanya sedingin es di puncak pegunungan, hampa dari binar kehidupan yang seharusnya dimiliki oleh seorang permaisuri di usia mudanya. Cahaya di dalam ruangan itu sangat redup, hanya ada beberapa batang lilin yang apinya menari-nari ditiup angin yang menyelinap dari celah jendela, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang mengerikan di dinding.Denada menatap pakaian tidur yang ia kenakan. Itu adalah sehelai sutra putih yang sangat tipis, nyaris tembus pandang, yang sengaja ia pilih untuk malam ini. Dengan jemari yang gemetar namun bukan karena takut, ia meraih sebuah gelas keramik berisi air di atas mejanya. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangkat gelas itu dan menumpahkan isinya tepat ke atas dadanya.Air dingin itu seketika meresap ke dalam serat sutra, membuat kain tipis itu menempel erat pada kulitnya, mencetak lekuk t

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 275. Jebakan di Balik Kelambu

    "Berhentilah menangis, Embun. Aku tidak menyalahkanmu," ucap Diana dengan nada suara yang sangat tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja lolos dari upaya pembunuhan.Diana menyodorkan sebuah sapu tangan sutra bersih ke arah pelayan setianya itu. Embun mendongak dengan mata sembab, wajahnya memerah karena panik dan duka. Dengan tangan yang masih gemetar hebat, ia menerima sapu tangan itu dan segera menyeka air matanya."Berdirilah. Jika kau terus berlutut di sana, kau hanya akan mengotori pakaianmu dengan sisa susu beracun itu," lanjut Diana.Embun bangkit perlahan, kakinya terasa lemas. Ia berdiri dengan kepala tertunduk, memilin sapu tangan di jemarinya dengan perasaan bersalah yang luar biasa. Diana menatap genangan susu di lantai marmer itu dengan pandangan yang dingin dan analitis."Sekarang, jawab aku dengan jujur," Diana memulai interogasinya dengan suara rendah namun tajam. "Apa ada orang lain di dapur saat kau membuatkan aku susu itu? Pikirkan baik-baik.

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 274. Segelas Susu Mematikan

    Diana duduk dengan tenang di kursi kayu jati yang diletakkan tepat di samping ranjang besar milik Arthur. Jemarinya yang ramping bergerak perlahan, mengaduk sup obat di dalam mangkuk keramik kecil dengan gerakan ritmis yang konstan.Arthur, Sang Kaisar Norvenia yang biasanya tampak perkasa, kini berbaring dengan posisi yang diatur sedemikian rupa agar tampak seperti seorang pesakitan yang benar-benar tak berdaya. Lilitan perban di kening dan kakinya masih terpasang rapi—meskipun Diana tahu persis bahwa "luka parah" itu hanyalah tameng untuk menghindari kejaran para selir."Minum ini," ucap Diana pendek. Ia menyendokkan cairan kental berwarna gelap itu dan menyodorkannya ke arah bibir Arthur.Arthur menghirup aroma uap yang menguar dari sendok tersebut. Seketika, keningnya berkerut dalam, dan ia memalingkan wajahnya sedikit. "Baunya sangat menusuk, Diana. Bukankah luka-lukaku hanya di area luar? Mengapa aku harus meminum sup obat yang aromanya seperti empedu ini?"Diana menaikkan ali

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 74. Topeng Sang Putra Mahkota

    Kaisar menatap Diana dengan sorot mata penuh iba. Wajah wanita muda itu masih tertutup sapu tangan, bahunya sedikit bergetar seolah menahan kesedihan yang teramat dalam. Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang canggung sebelum akhirnya Kaisar menghela napas panjang.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 72. Darah, Tuduhan, dan Umpan

    Diana mengikuti langkah Arthur menuju ruang kerja pria itu tanpa banyak bicara. Bahkan setelah pintu ditutup dan suara langkah Nyonya Sarah tak lagi terdengar di kejauhan, ia tetap tidak memahami alasan Arthur membawanya kemari. Jika hanya urusan mendesak, bukankah cukup Sai saja yang melapor? Na

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 79. Dua Kepala Keras dalam Satu Ranjang

    Arthur menatap Diana singkat, sorot matanya datar seperti biasa, seolah kehadiran wanita itu di dalam tendanya hanyalah detail kecil yang tidak perlu terlalu diperhatikan. Tanpa menunggu respons apa pun, pria itu melanjutkan langkah ke arah pemandian di balik tirai pemisah sambil berkat

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 80. Burung Pembawa Rahasia dan Pagi yang Terlalu Dekat

    Keesokan paginya, saat matahari bahkan belum menampakkan semburat cahayanya di balik pegunungan, tenda Selir Agung telah lebih dulu diliputi suasana tegang. Tirai tebal yang biasanya menjuntai tenang kini sedikit tersibak, memperlihatkan cahaya obor yang masih menyala redup di sudut ruangan.Seora

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status