Compartir

Bab 87. Pria Yang Terluka

Autor: nanadvelyns
last update Fecha de publicación: 2026-01-22 00:07:09

Diana menunggu dalam diam.

Udara hutan terasa lembap, angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah dan dedaunan basah.

Ia berdiri sedikit menjauh, sengaja memalingkan wajahnya demi memberi ruang dan menjaga batasan.

Tangannya tetap tenang di sisi tubuh, meski seluruh indranya siaga.

Tak lama kemudian, terdengar suara batuk tertahan.

Diana menoleh.

Pria itu sudah bergerak. Celananya telah dilepas hingga sebatas paha, sementara sebuah kain sederhana menutupi bagian pribadinya dengan rapi.

Gerakannya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 274. Segelas Susu Mematikan

    Diana duduk dengan tenang di kursi kayu jati yang diletakkan tepat di samping ranjang besar milik Arthur. Jemarinya yang ramping bergerak perlahan, mengaduk sup obat di dalam mangkuk keramik kecil dengan gerakan ritmis yang konstan.Arthur, Sang Kaisar Norvenia yang biasanya tampak perkasa, kini berbaring dengan posisi yang diatur sedemikian rupa agar tampak seperti seorang pesakitan yang benar-benar tak berdaya. Lilitan perban di kening dan kakinya masih terpasang rapi—meskipun Diana tahu persis bahwa "luka parah" itu hanyalah tameng untuk menghindari kejaran para selir."Minum ini," ucap Diana pendek. Ia menyendokkan cairan kental berwarna gelap itu dan menyodorkannya ke arah bibir Arthur.Arthur menghirup aroma uap yang menguar dari sendok tersebut. Seketika, keningnya berkerut dalam, dan ia memalingkan wajahnya sedikit. "Baunya sangat menusuk, Diana. Bukankah luka-lukaku hanya di area luar? Mengapa aku harus meminum sup obat yang aromanya seperti empedu ini?"Diana menaikkan ali

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 273. Mantel Hangat dan Gerakan Baru

    Langkah kaki Denada di atas hamparan salju yang membeku terdengar seperti rintihan halus yang pecah di bawah beban berat hatinya. Perjalanan kembali dari Istana Isabella terasa jauh lebih panjang daripada saat ia berangkat. Di sekelilingnya, udara musim dingin Kekaisaran Delore begitu menusuk, seolah berusaha membekukan setiap jengkal kulit yang terekspos. Namun, rasa dingin itu tidak sebanding dengan kegaduhan yang sedang berkecamuk di dalam benaknya.Ucapan Isabella di meja teh tadi masih terngiang-ngiang, berputar seperti pusaran angin puyuh yang tak mau berhenti."Berhasil membuat pria itu jatuh cinta pada Anda... Dukungan militer klan Rumi akan menjadi pedang yang paling mematikan jika ia mengayunkannya demi cinta."Denada mencengkeram kain hanfu sutranya dari balik jubah mantel dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Itu gila, batinnya dengan napas yang mulai memburu. Bagaimana mungkin ia bisa memikirkan hal sekeji itu? Menggunakan perasaan seseorang—perasaan tu

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 272. Pion Baru

    Denada melangkah menyusuri selasar panjang yang menghubungkan paviliun utama dengan kediaman Isabella. Jubah mantelnya yang berwarna kelabu kebiruan menyapu lantai marmer dengan suara seretan halus yang ritmis. Di belakangnya, Cucu berjalan dengan kepala tertunduk, membawa kotak obat kecil yang berisi ramuan pemulih luka. Dan tepat di samping mereka, berdiri sosok yang kini seolah menjadi bayangan tak terpisahkan dari Denada, Althaf Rumi. Althaf melangkah dengan ketegasan yang tak tergoyahkan. Zirah ringannya berkilauan meski cahaya matahari terhalang kabut, dan tangan kanannya selalu siaga di dekat gagang pedang. Sejak kejadian di ruang kerja tempo hari, Alon seolah memberikan instruksi mutlak agar ksatria ini menjadi pengawal pribadi Denada. Denada sering mencuri pandang ke arah pria di sampingnya itu, bertanya-tengah dalam hati, apakah Alon benar-benar ingin melindunginya karena rasa "cinta" obsesifnya yang palsu, ataukah Althaf sebenarnya adalah mata-mata paling berbahaya

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 271. Tamparan di Atas Hamparan Salju

    Diana melangkah keluar dari lingkaran tirai peraduan Arthur. Aroma obat-obatan yang tajam masih menempel di ujung hidungnya, bercampur dengan aroma dupa krisan yang menenangkan. Namun, belum sempat ia melintasi ambang pintu untuk menuju selasar istana, sebuah tarikan lembut namun erat menahan pergelangan tangannya. Diana berhenti dan menoleh perlahan. Di atas ranjang, Sang Kaisar yang baru saja bersandiwara menderita luka parah meskipun keningnya memang benar-benar terluka itu kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan—sebuah tatapan yang penuh dengan tuntutan perhatian yang kekanakan di balik topeng wibawanya. "Kau juga ingin pergi?" tanya Arthur. Suaranya rendah, seolah sedang menimbang-nimbang apakah ia harus merajuk lebih jauh atau tetap pada skenario "sakit parah"-nya. Diana menatap tangan Arthur yang mencengkeramnya, lalu beralih menatap wajah suaminya itu dengan tatapan datar yang menusuk. "Bukankah sakit Yang Mulia cukup parah? Menurut diagnosa tabib tadi, And

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 270. Sandiwara Luka dan Siasat yang Gagal

    Diana melangkah dengan martabat seorang Permaisuri yang tak tergoyahkan. Meskipun perutnya yang besar membuatnya harus berjalan lebih lambat dan hati-hati, aura otoritas yang dipancarkannya justru semakin tajam. Di halaman depan istana, pemandangan yang tidak biasa tersaji. Belasan selir dari berbagai tingkatan sudah berlutut gemetar di atas lantai marmer yang keras. Wajah mereka tertunduk dalam, tangan-tangan mereka saling bertaut erat, dan isak tangis kecil terdengar samar di antara desau angin.Diana mengerutkan keningnya dalam-dalam. Matanya menyapu barisan wanita-wanita cantik yang kini tampak seperti pesakitan itu. Perasaan jengkel mulai merayap di dadanya. Drama apa lagi yang diciptakan pria itu hari ini? batinnya ketus. Tanpa memberikan sepatah kata pun pada para selir yang ketakutan itu, Diana melanjutkan langkahnya masuk ke dalam istana, diikuti oleh Embun yang selalu sigap di belakangnya.Begitu memasuki ruang peraduan Kaisar, aroma obat-obatan herbal yang sangat menyen

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 269. Stempel Giok

    Keheningan yang mencekam segera menyelimuti ruang kerja Alon begitu derap langkah sang Kaisar menghilang di balik pintu mahoni yang berat. Denada masih terduduk di atas meja jati yang berantakan, napasnya perlahan mulai teratur, namun tatapannya kosong menatap dinding pualam yang dingin. Dengan gerakan pelan, Denada turun dari meja. Kakinya yang telanjang menyentuh lantai marmer yang dingin, mengirimkan sensasi menggigil ke seluruh tubuhnya. Ia mulai memunguti helai demi helai pakaiannya yang berserakan—sutra hitam yang koyak di beberapa bagian, ikat pinggang yang terlempar jauh, dan jubah luar yang tergeletak malang. Ia memakainya kembali dengan tangan yang stabil, mengancingkan setiap simpul dengan ketelitian yang menakutkan. Tidak ada pelayan yang membantu, dan ia memang tidak menginginkan siapa pun melihat sisa-sisa "pertempuran" yang baru saja ia lalui.Setelah pakaiannya rapi kembali, Denada tidak segera beranjak pergi. Ia menunduk, menatap dokumen-dokumen yang tadi menjadi

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 89. Tinta yang Tak Kunjung Halus

    Setelah selesai membersihkan diri, Diana segera menuju ruang kerja Arthur. Rambutnya masih sedikit lembap, terurai rapi di punggung dengan hiasan sederhana, jauh berbeda dari penampilannya yang kotor dan berantakan sebelumnya. Aroma herbal lembut masih melekat di tubuhnya, namun perasaan gelisah

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 75. Ketika Keyakinan Menolak Padam

    Atas perintah Kaisar, Diana dibawa ke sebuah tenda peristirahatan yang terletak agak jauh dari pusat keramaian lapangan berburu. Tenda itu luas dan tertutup rapat, hanya diterangi lampu minyak yang cahayanya temaram dan bergoyang pelan tertiup angin malam. Tirai tebal berwarna

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 76. Darah, Topeng, dan Rencana

    Diana mematung di posisinya.Langkah Arthur terdengar jelas di telinganya, berat namun mantap, mendekat perlahan setelah pria itu menjatuhkan kepala singa ke tanah dengan suara gedebuk tumpul yang membuat beberapa bangsawan refleks mundur setapak. Bau darah segar bercampur tana

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 77. Retakan di Balik Kemarahan dan Pertanyaan yang Terlalu Jujur

    PRANG!!Suara pecahan porselen menggema keras di dalam tenda Selir Agung. Cangkir porselen mahal itu hancur berkeping-keping di lantai kayu, serpihannya berhamburan hingga ke kaki para pelayan yang serentak berlutut dengan tubuh gemetar. Tidak ada satu pun dari mereka

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status