Share

Bab 9. Air Mata Fitnah

Penulis: nanadvelyns
last update Tanggal publikasi: 2025-11-28 21:17:11

Suasana ruang tengah keluarga Sinclair terasa seperti ruang penyiksaan yang dindingnya perlahan menyempit.

Tidak ada satu pun dari mereka yang menyangka Arthur, sang Putra Mahkota yang terkenal jarang tampil di depan umum, tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan.

Bahkan prajurit penjaga yang biasanya mengumumkan kedatangan pejabat penting tidak terlihat sama sekali. Arthur datang begitu saja—senyap namun mematikan.

Tuan Sinclair yang semula duduk di kursi kepala keluarga kini sudah berlutut di l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 282. Air Mata Palsu dan Penyesalan yang Terlambat

    "Yang Mulia! Apa yang terjadi pada Anda?!" suara Althaf bergetar, sebuah retakan langka dalam topeng datarnya yang dingin.Denada tidak segera menjawab. Ia membiarkan napasnya tersengal, pundaknya berguncang pelan seolah menahan isak tangis yang menyesakkan. Bibirnya yang bergetar hanya menggumamkan satu kata yang cukup untuk meledakkan sumbu amarah di dalam diri Althaf."Ayah..." gumam Denada lirih, hampir tak terdengar di antara deru angin yang menyelinap dari celah jendela.Mendengar kata itu, pikiran Althaf langsung berputar cepat seperti pusaran badai. Ingatannya kembali pada beberapa menit yang lalu, saat ia melihat sosok Raja Debi keluar dari paviliun ini dengan langkah terburu-buru dan raut wajah yang sangat buruk—penuh amarah yang tertahan dan kegelapan yang mengancam. Althaf menatap lebam kebiruan yang mulai muncul di pipi pucat Denada. Luka itu tampak begitu kontras, begitu menyakitkan untuk dipandang.Apakah pria itu penyebabnya? Apakah Raja Deb

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 281. Muslihat Sang Permaisuri

    Denada duduk dengan tenang di kursi jatinya. Jemarinya yang ramping memegang cangkir porselen, menyesap teh yang sudah mendingin dengan perlahan. Ekspresinya datar, seolah-olah ia adalah bagian dari ornamen ruangan yang mati. Namun, di balik ketenangan itu, otaknya sedang memutar roda pengkhianatan yang kian cepat.Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan sentakan keras. Sosok Raja Debi muncul di ambang pintu, napasnya memburu dan wajahnya tampak tegang di bawah cahaya lampion koridor. Ia melangkah masuk tanpa menunggu undangan, matanya menyapu ruangan dengan penuh kecurigaan sebelum tertuju pada putri angkatnya."Ada apa kau memanggilku secara mendadak begini, Denada?" tanya Raja Debi dengan suara rendah yang ditekan. "Apa ada pergerakan mencurigakan dari Kaisar? Katakan padaku!"Denada tidak segera menjawab. Ia meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan bunyi denting yang halus, lalu mendongak menatap Raja Debi. Seketika, ia mengubah sorot matanya. Kedinginan yang tadi terpanc

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 280. Bisikan Berbisa

    Di dalam ruang kerja utama istana, lilin-lilin besar menyala temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding pualam. Alon duduk di balik meja besarnya yang terbuat dari kayu jati hitam berukir naga, wajahnya tampak kaku dan lelah. Di depannya berserakan tumpukan dokumen negara yang seolah tak ada habisnya, namun pikirannya tidak tertuju pada laporan pajak atau persediaan pangan. Fokusnya sedang terpecah oleh berita kedatangan delegasi dari Kerajaan Mora yang kini telah menempati paviliun tamu agung.Alon menyandarkan punggungnya, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. Kedatangan Mora seharusnya menjadi momen diplomatik yang gemilang, namun di balik itu, ia merasakan adanya ancaman yang merayap di bawah permukaan. Terutama setelah ia mencurigai adanya pergerakan bawah tanah dari pihak-pihak yang dulu setuju untuk bersekutu dengannya, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan."Yang Mulia... Yang Mulia Permaisuri meminta izin untuk masuk."Sua

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 279. Orang Lemah yang Tak Mengenali Lawan

    Diana duduk dengan tenang di kursi cendana yang telah dipersiapkan, tangannya yang halus bertumpu pada perutnya yang membusung, memberikan kesan sebagai seorang ibu yang penuh kedamaian. Namun, sepasang mata birunya yang jernih menyapu pemandangan di tengah ruangan dengan ketajaman yang mampu menusuk hingga ke tulang belakang.Di sana, di atas lantai marmer yang dingin, Selina Agupta bersama dua rekan setianya masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, seolah-olah hawa dingin musim dingin telah meresap ke dalam sumsum tulang mereka. Selina, yang tadi begitu berani melempar hasutan beracun, kini hanya bisa menatap pola marmer di bawah dahinya. Wajahnya pucat pasi, dan buku-buku jarinya memutih saking kerasnya ia mengepalkan tangan di balik lengan bajunya. Ia telah terjebak, ia meremehkan ikatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, dan kini ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang eksekusi."Ada apa ini?" tanya Diana dengan suara yang lembut dan merdu, seolah-olah ia benar-b

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 277. Bisikan di Balik Dinding

    Denada mengerjapkan matanya perlahan, merasakan sensasi berat yang menyelimuti tubuhnya. Saat ia mencoba menggerakkan lengannya, ia tersadar bahwa ia tidak hanya dibalut oleh selimut sutranya sendiri, melainkan terbungkus rapat dalam sebuah mantel wol tebal berwarna kelabu gelap.Aroma cendana yang maskulin bercampur dengan dinginnya salju segera menyeruak ke indra penciumannya. Itu adalah aroma Althaf Rumi. Mantel yang semalam disampirkan ksatria itu dengan tegas untuk menutupi tubuhnya yang basah, kini masih melilitnya dengan sisa-basi kehangatan yang tertinggal. Denada memejamkan mata sejenak, menghirup aroma itu lebih dalam. Entah mengapa, di tengah istana yang penuh dengan duri dan mata-mata ini, aroma pria yang kaku itu justru memberikan rasa tenang yang asing di hatinya. Rasa tenang yang seharusnya tidak ia rasakan untuk pion dalam papan caturnya sendiri.Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Cucu masuk dengan langkah kaki yang teratur, membawa nampan berisi air maw

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 119. Catatan yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

    Ruangan belajar Harsa tenggelam dalam keheningan yang tebal dan teratur. Cahaya siang masuk dari jendela tinggi berjeruji emas, jatuh miring di atas meja kayu gelap yang dipenuhi gulungan catatan, buku-buku tebal, serta beberapa dokumen laporan terkini dari berbagai wilayah Kekaisaran. Aroma tint

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 120. Retak yang Tak Terlihat, Hangat yang Tak Disadari

    Isabella duduk diam di hadapan cermin besar berhias ukiran perak. Tirai kamarnya setengah tertutup, membiarkan cahaya sore masuk dengan malas, jatuh di wajahnya yang pucat. Sangat pucat—bahkan bagi standar kecantikannya yang selalu sempurna. Bibirnya sedikit kering, matanya sayu, namun bukan kare

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 122. Peringatan Pertama

    Di Istana Selir Shofia, aroma dupa memenuhi udara, membungkus ruangan dengan ketenangan palsu yang rapuh. Wanita itu duduk bersila di depan altar Buddha, tasbih kayu cendana melingkar di jemarinya. Bibirnya bergerak pelan melantunkan doa, namun tak satu pun kata benar-benar me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 118. Persiapan Tahun Baru

    “Bagikan semua ini kepada seluruh pelayan sebelum malam tahun baru,” ujar Diana sambil menyusun ulang daftar nama di tangannya, lalu menoleh pada dua wanita yang berdiri di sisinya. “Pastikan tidak ada yang terlewat.”“Baik, Putri,” jawab Bibi Erna dan Embun hampir bersamaan.Gu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status