Share

Bab 139

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-03-14 03:12:34

"Kalau Vera bilang, Vera gak ngapa ngapain dia. apa Mama percaya?" kata Vera datar.

"Gak ngapa-ngapain gimana? Kepala Jenny samoai kaya gini!" bentak sari.

Vera menghela napas berat, "Ya udah kalau gitu terserah apa kata Mama."

"Vera!" bentak sari, "Kenapa semakin dewasa kamu semakin kurang ajar hah! Begini cara Mama ngajarin kamu?"

"Emang mama pernah ngajarin Vera? Emang mama pernah mendidik Vera? Sejak dia masuk kesini, mama gak pernah peduli lagi sama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
henny.orlee
vera ni calon jodoh revan yg tepat
goodnovel comment avatar
Mmh_Ara😊😊
dan nanti setelah Revan bertemu dengan calon menantu pilihan Mama'y,,,pasti Revan bakal kaget,,, klo itu adalah Vera,,hihihihi
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
up lagi dong
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 213

    ‘’Vera, bukan gitu maksud Mama.’’ Kata Sari hendak menjelaskan, ‘’Mama dan papa sayang sama kamu, begitupun juga anak kamu nanti.’’‘’Tapi, keadaan nya berbeda sayang. Kamu juga tahu, Jenny dari dulu gak punya orang tua.’’‘’Cukup Ma, vera bosan denger alasan mama!’’ Sari hendak meraih tangan Vera, namun Vera menariknya pelan. "Vera kesini cuma mau bilang. Kalau Mama memang mau berubah,’’‘’buktikan. Jangan cuma karena rasa bersalah sesaat. Karena kalau besok Mama lebih memilih membela Jenny lagi di depan Vera, maka jangan salahkan Vera kalau Kenzo nanti tidak akan pernah tahu siapa nenek dari ibunya !’’‘’K—kenzo?’’ Sari menatap perut Vera, ‘’Dia sudah memiliki nama,’’Vera tidak menjawab, dia hanya memeluk perut besarnya dengan tatapan kesamping enggan melihat ibunya.‘’Dia laki laki juga ?’’‘’Hemmm,”‘’Mama janji, akan berubah. Mama akan lebih sering menjenguk kamu, mama janji. Mama akan perbaiki semuanya. Demi kamu dan cucu mama, Kenzo,”’

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 212

    Tanpa memberikan kesempatan bagi Vera untuk membantah lagi, Revan langsung menyibakkan selimut. Dengan gerakan yang sangat sigap namun penuh kehati-hatian karena perut Vera yang sudah besar, Revan mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya. Vera refleks melingkarkan lengannya di leher Revan, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya sambil tertawa kecil."Revan, turunkan! Aku berat, tahu!" rengek Vera, meski hatinya merasa sangat dilindungi."Kamu tidak berat sama sekali, Ver. Kamu dan jagoan kita ini adalah beban paling ringan dan paling berharga yang pernah aku angkat," sahut Revan sambil mengecup pipi Vera sebelum melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang luas dan mewah itu.Di dalam kamar mandi, suasana seketika berubah menjadi hangat. Revan menyalakan *shower* dengan suhu air yang hangat, membiarkan uap tipis mulai memenuhi ruangan kaca tersebut. Suara gemericik air yang jatuh ke lantai marmer menjadi musik latar bagi mereka berdua.Awalnya, ni

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 211

    Cahaya matahari pagi yang lembut menyeruak masuk melalui celah-celah gorden blackout yang tidak tertutup rapat, menciptakan garis-garis emas di atas lantai kayu kamar. Udara sejuk dari pendingin ruangan masih terasa menyelimuti kulit, namun suasana di atas ranjang itu terasa begitu hangat.Vera perlahan membuka matanya. Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya adalah wajah Revan yang berada hanya beberapa inci dari wajahnya. Suaminya itu masih terlelap dalam tidur yang tampak sangat pulas. Dalam jarak sedekat ini, Vera bisa memperhatikan setiap detail wajah pria yang beberapa bulan terakhir telah jungkir balik membuktikan cintanya.Garis rahangnya yang tegas tampak sedikit lebih rileks saat tidur, bulu matanya yang lebat menaungi kelopak mata yang terpejam, dan deru napasnya terdengar teratur, menyapu permukaan kulit wajah Vera. Vera tersenyum tipis. Ada rasa damai yang merayap di dadanya setiap kali ia bangun dan menyadari bahwa pria ini masih di sisinya, menjaga s

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 210

    Malam merambat perlahan, menyisakan kesunyian yang menenangkan di dalam kamar utama yang temaram. Cahaya lampu tidur yang berwarna kuning hangat menciptakan atmosfer yang intim dan damai. Revan sudah meletakkan tablet dan urusan kantornya sejak satu jam yang lalu. Baginya, waktu sebelum tidur adalah momen sakral yang tidak boleh diganggu oleh siapa pun. Vera berbaring setengah bersandar pada tumpukan bantal empuk, mengenakan daster satin yang nyaman. Perutnya yang sudah memasuki usia tujuh bulan tampak menonjol indah di balik kain tipis itu. Seperti ritual yang tidak pernah terlewatkan, Revan menggeser tubuhnya mendekat, lalu berlutut di sisi ranjang agar wajahnya sejajar dengan perut Vera. Dengan gerakan yang sangat lembut, seolah-olah ia sedang menyentuh permata paling berharga di dunia, Revan meletakkan telapak tangannya di atas perut Vera. Dinginnya telapak tangan Revan seketika disambut oleh kehangatan k

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 209

    Mobil putih milik Wilona berhenti tepat di depan lobi apartemen mewah tempat Vera tinggal. Suasana di dalam kabin mobil itu terasa berat, sisa-sisa ketegangan dari mal tadi masih menggantung di udara. Wilona mematikan mesin mobilnya, lalu menoleh ke arah Vera yang sejak tadi hanya menatap kosong ke arah luar jendela.Wilona menghela napas panjang, ia merasa sangat mengkhawatirkan kondisi mental sahabatnya itu. "Kamu beneran gapapa, Ver?" tanya Wilona pelan, suaranya melembut, sangat jauh berbeda dengan nada bicaranya yang meledak-ledak saat menghadapi Sari dan Jenny tadi.Vera mengerjapkan mata, mencoba kembali ke realitas. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis yang sangat dipaksakan. "Aku gapapa, Wil, beneran. Cuma capek sedikit."Wilona mendengus pelan, ia tidak mudah tertipu. "Sumpah Ver, senyum kamu jelek kalau gitu. Jangan dipaksa kalau emang lagi pengen nangis atau maki-maki orang."Vera menunduk, ia memainkan ujung bajunya dengan jemari

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 208

    Mereka menoleh serempak. Jenny berjalan santai ke arah mereka, satu tangannya sengaja mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit, seolah ingin memamerkan eksistensi nyawa di dalamnya. Kali ini ia sendirian, Sari tampaknya masih tertinggal di dalam toko untuk menyelesaikan sesuatu."Mau apa lagi kamu, hah?" seru Wilona dengan nada yang sudah siap untuk meledak. Ia melangkah satu langkah ke depan, menempatkan dirinya sebagai tameng hidup bagi Vera."Cih, nggak usah ikut campur. Urusan aku itu sama Vera, bukan sama asisten setianya," kata Jenny sinis, matanya menatap Wilona dengan jijik sebelum beralih ke arah Vera.Vera terdiam. Sejak memasuki trimester ketiga, hormon kehamilannya membuat suasana hatinya sangat mudah goyah. Ada rasa lelah yang luar biasa saat melihat wajah Jenny yang selalu penuh dengan tipu daya. Namun, Vera mencoba berdiri tegak, meski tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya."Kita sama-sama hamil, Ver. Tapi lihat kenyataannya

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sebuah Fakta

    ‘’Mama kamu!’’ ucap Evelyn bergetar.Brakkk!Seketika itu Yudah menggebrak meja di depannya. Dia menatap Evelyn dengan sangat tajam.‘’Jangan membawa nama ibuku dimasalah kita!’’ Yudah seolah tidak terima.‘’Aku—“‘’Sorry Evelyn, sepertinya sekarang aku tahu, kenapa aku bisa b

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Berhasil mengingat

    Ruang keluarga itu berubah menjadi medan perang tanpa suara.Udara terasa berat. Bahkan jam dinding yang biasanya berdetak pelan kini seperti menghitung detik kehancuran hubungan ibu dan anak itu.Dengan suara parau yang tertahan, Yudha akhirnya bicara, “Yudha kecewa sama Mama!”Kalimat itu tidak d

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bagaimana perasaanmu?

    “Kabur? Kabur ke mana?” tanya Dirga.Suaranya rendah, tapi jelas menekan. Salah satu pria menelan ludah keras sampai terdengar.“K—kami tidak tahu Pak… kami juga sedang mencari… karena kami juga sudah kena amukan bos kami!”Dirga menyipitkan mata. Ia melangkah satu langkah lebih dekat

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Gadis kecil

    Beberapa tahun kemudian …. Sinar matahari sore jatuh lembut di halaman rumah sederhana itu. Angin desa berembus pelan, menggoyangkan daun-daun mangga di samping pagar bambu. Suasana biasanya ramai oleh suara anak-anak, tawa, dan langkah kaki kecil yang berlarian. Tapi sore ini, hanya ada satu sos

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status